00:00Saya kira langsung saja, kalau bisa saya dapat update, saya dapat perkembangan situasi terakhir.
00:07Mungkin dari Kepala BNPB kalau, ya.
00:12Siap.
00:13Silakan.
00:14Siap, Bapak Presiden.
00:15Kami izin melaporkan update kondisi per hari ini, Senin 12 Oktober 2026 sebagai berikut.
00:25Untuk Provinsi Prioritas Lahan Gambut, ada di enam provinsi, Bapak Presiden, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat,
00:35dan Rio.
00:37Untuk hari ini, yang terbakar, yang masih ditangani oleh Satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare.
00:51Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah.
00:56Kenapa paling besar?
00:57Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kota Waringin Barat dan Seruian.
01:11Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana, meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral, tetapi ini menjadi
01:23pekerjaan yang segera harus kamu lakukan.
01:25Dan pangdam Kalimantan Tengah juga sudah memimpin langsung di lapangan per hari ini.
01:33Kemudian ada penambahan pasukan dan peralatan Satgas Darat.
01:38Sementara untuk Satgas Udara, kami sudah coba bergerak baik dari Palangkaraya, Cilikriwut, maupun dari Samsudinur, Banjarmasin,
01:50sementara belum tembus karena visibility yang sangat tebal.
01:54Dan di Kalimantan Tengah ini operasi-operasi udara, baik heliwater bombing, operasi modifikasi cuacam, maupun pesawat komersial,
02:07sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah.
02:12Sehingga kesimpulannya, Pak Presiden, yang pertama sampai dengan tanggal 12 Oktober 2026,
02:19masih ada dua provinsi yang cukup berat, ini Pak Presiden, yaitu Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
02:27Kemudian untuk yang di tempat-tempat lain, ini juga masih ada kebakaran, tapi lebih mudah dipadamkan.
02:36Kami juga tetap mengerahkan heliwater bombing untuk tempat-tempat yang susah dijangkau.
02:41Sebagai contoh, Taman Nasional Wai Kambas, Tanjung Kuting di Pangkalan Bun, dan Halmahera Timur di Malauku Utara.
02:51Kemudian juga untuk di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, ini tetap kami masih menitikberatkan pada operasi darat,
02:58karena Kalimantan Tengah khususnya, tadi kami laporkan bahwa untuk heliwater bombing ini sudah hampir seminggu lebih tidak bisa terbang,
03:07karena tidak visibilitas rendah, untuk Sumatera Selatan baru hari ini bisa terbang,
03:13dan nanti kami akan padukan dengan operasi modifikasi cuaca, kami tambah armadanya,
03:20Kalimantan Tengah menggunakan pesawat, dan Sumatera Selatan menggunakan dua pesawat dari Pangkal Pinang.
03:27Kami tetap akan bekerja keras, sekuat tenaga, mengarahkan segala kemampuan,
03:32Paling tidak di bulan Oktober ini, mudah-mudahan nanti begitu prediksi BMKG sudah mulai turun hujan alami,
03:40di pertengahan Oktober sampai dengan November, dan selanjutnya setelah musim hujan turun,
03:47tentu saja kondisi karhutlah akan lebih baik.
03:50Tapi sebelum itu kami siap untuk bekerja keras, mengerahkan segala kemampuan yang kami miliki.
03:57Mungkin itu bahwa Presiden yang bisa kami laporkan, selanjutnya mohon petunjuk,
04:01Kepala BNP, saya mau rekonfirmasi, ya jadi kondisi sekarang total di enam provinsi yang masih harus dipadamkan,
04:19berarti masih terbakar, adalah 639,23 hektare, apa benar itu?
04:28Betul Bapak Presiden.
04:29Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh ya,
04:37karena itu tolong sampaikan ke Menpan RB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan,
04:52itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita ya, ya ya, oke.
04:59Oh dari Kemenhut yang hanya 20 ribu, ya kalau enggak ya minta dilatih lah oleh polisi atau oleh tentara,
05:07namanya aja polisi hutan.
05:09Ya, ya, ya, ya.