Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar dan Jembrana, Bali. Warga harus mengantre hingga dua jam untuk mendapatkan BBM.

Di salah satu SPBU di Denpasar Timur, antrean kendaraan bahkan mencapai lebih dari 700 meter. Sejumlah warga juga mengeluhkan stok Pertamax yang habis di beberapa SPBU meski hari masih pagi.

Pihak SPBU menyebut antrean panjang dipicu keterlambatan pengiriman BBM dari depo. Sementara itu, warga di Jembrana juga harus mengantre berjam-jam di tengah cuaca panas hingga pihak SPBU membagikan air minum kemasan.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengakui pendistribusian BBM di Bali belum berjalan mulus. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying dan memperkirakan kondisi akan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. Pasokan BBM disebut telah tersedia di depo dan sedang didistribusikan ke SPBU di Bali.

#bbm #pertamax #bali #denpasar #antreanbbm #kompastv

Baca Juga Harga Minyak Mentah RI Tembus 112 Dolar AS, Wamenkeu Pastikan BBM Subsidi Tidak Naik di https://www.kompas.tv/ekonomi/695726/harga-minyak-mentah-ri-tembus-112-dolar-as-wamenkeu-pastikan-bbm-subsidi-tidak-naik

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695749/laporan-terkini-warga-bali-sulit-dapatkan-bbm-antrean-spbu-capai-700-meter-sapa-malam
Transkrip
00:00Berita pertama, antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM terjadi di sejumlah SPBU di kota Denpasar, Bali.
00:07Untuk mendapatkan BBM jenis Pertamax, warga harus mengantre hingga 2 jam.
00:17Di salah satu SPBU di kawasan Denpasar Timur, antrean kendaraan bahkan mencapai 700 meter lebih.
00:24Tak hanya harus menunggu lama, warga juga mengeluhkan sejumlah SPBU yang kehabisan stok Pertamax, meski hari masih pagi.
00:33Pihak SPBU menyatakan antrean panjang ini dipicu keterlambatan pengiriman BBM dari depo.
00:41Hampir seminggu lah ini.
00:44Sudah kemana-mana ini.
00:48Saya dari tadi, dari jam 7, jam 7-an.
00:52Saya sudah kemana-mana, sudah tidak ada juga antrean panjang.
01:00Pirenon terutama panjang itu.
01:03Dua jam.
01:05Ini Pembensin yang keempat.
01:07Saya nyari keliling-keliling.
01:10Antrean yang paling pendek di Ayamuru.
01:14Katanya, dapat info.
01:15Tetap antre juga.
01:18Antrean sih dari hari Minggu.
01:22Ya, seperti ini.
01:24Ini apa pejebabnya nih Pak? Apakah keterlambatan atau memang stoknya habis?
01:30Atau seperti apa?
01:32Dari semua di BUM mungkin keterlambatan.
01:37Keterlambatan dari depo.
01:39Ya.
01:41Selain di Denpasar, antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM juga terjadi di Jembrana.
01:47Warga harus antre berjam-jam di tengah cuaca yang panas.
01:50Ya, KSPBU membagikan air minum kemasan pada warga yang tengah mengantre.
02:08Gubernur Bali, Wayan Koster, mengaku jika proses pendistribusian BBM di Bali memang tidak berjalan mulus.
02:15Dia berharap masyarakat Bali tidak panik, baing.
02:18Dan saat ini pasokan BBM di Bali telah tersedia di depo dan tengah didistribusikan ke SPBU-SPBU yang ada di
02:24Bali.
02:25Koster memperkirakan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan, kondisi dipastikan akan kembali normal.
02:36Mungkin karena warga itu takut kehabisan, rame-rame sekaligus.
02:43Sehingga supleinya ke SPBU itu habis karena kebanyakan warga yang mengisi penaraannya.
02:57Jadi tidak cukup, sehingga balik-balik.
02:59Itu kan butuh waktu.
03:00Ada imbo antak?
03:01Ada yang panik, baing mungkin?
03:03Sebenarnya tidak perlu panik, karena dipastikan pasokan itu tersedia.
03:08Dan cukup.
03:09Berarti di zaman tidak ada krisis sebenarnya apa ya?
03:12Untuk Bali saya pastikan untuk kebanyakan tidak.
03:15Untuk mengetahui perkembangan terkini, situasi antrean BBM di Bali kita sudah terhubung dengan jurnalis Kompas TV, Nandang Astika.
03:24Nandang, bagaimana situasi pengisian BBM saat ini di Ulaiden Pasar?
03:27Apakah sampai saat ini masih terjadi antrean di sana?
03:31Ya, selamat ketang, Rizka dan Saudara.
03:34Bisa saya informasikan bahwa saat ini saya berada di salah satu SPBU yang berada di kawasan salur di Kota Denpasar.
03:42Di mana di SPBU ini sampai saat ini pun masih terjadi antrean, bukan hanya dari pengenjara, pengenjara atau dadua, termasuk
03:54juga mobil-mobil juga ikut banyak yang mengantri di SPBU ini.
03:59Dan memang dari kondisi ini sudah terjadi dari beberapa hari terakhir, dan yang paling parah itu mulai dari kemarin dan
04:08hingga hari ini.
04:09Seperti itu, Rizka.
04:10Nah, kalau informasi resmi dari Pertamina sekitar terkait dengan pasokan, juga kendala yang dihadapi warga soal kelangkaan BBM di Ulai
04:20Bali, penyebabnya apa sudah ada atau belum, Nandang?
04:23Ya, berdasarkan keterangan dari pihak Pertamina, memang pihak Pertamina saat ini tengah melakukan percepatan untuk mendistribusikan BBM yang terutama di
04:37kawasan Denpasar, Badung, maupun di daerah-daerah lain yang tengah mengalami kekurangan pasokan seperti itu, Rizka.
04:45Dan untuk lebih jelasnya, kita simak pernyataan lengkap dari AHAD, Rehadi, Area Manager Communication, BBM Pertamina, Patraniaga, Regional Jatim, Bali
04:56Nud.
04:57Berikut pernyataannya.
04:59Kami sudah berupaya maksimal untuk melakukan percepatan diantarnya dengan pengiriman kapal tanker yang jatuhnya sudah kita siapkan.
05:06Mulai dari tanggal 7 kemarin, sudah kita terima pemengkaran terminal, pun juga tanggal 11 kemarin kita sudah terima kapal Prima
05:14XP yang membawa 18 juta liter Pertalite dan juga 2 juta setengah liter Pertamax di terminal Manggis.
05:21Kemudian ditambah dengan hari ini, pertadi pagi, kapal kelas Logun juga sudah membawa 1,2 juta liter Pertalite untuk kebutuhan
05:27masyarakat di Bali.
05:29Ya, memang antrean di beberapa SBWU, selain antrean, juga tidak ada antrean di mana SBWU tersebut karena kehabisan pasokan.
05:39Sehingga ada 2 kondisi yang terjadi di sejumlah SBWU, yaitu antrean panjang atau sama sekali tidak ada antrean karena kosongnya
05:48pasokan yang belum terkirim dari depo baik yang dari tanggalan maupun dari Manggis.
05:54Kembali ke studio, Rizka.
05:55Terima kasih, Nanda Astika, langsung dari Denpasar, Bali.

Dianjurkan