Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Roy Suryo bersama sejumlah tokoh dan elemen masyarakat mendatangi Fraksi PKB di DPR RI untuk menyampaikan aspirasi terkait polemik ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Roy mendesak PKB agar menerima dan menindaklanjuti aspirasi rakyat, termasuk mendorong penggunaan hak angket sebagai ruang resmi untuk meminta klarifikasi atas polemik tersebut.

Dalam pertemuan itu, kelompok masyarakat juga menyoroti kemungkinan penggunaan hak menyatakan pendapat di DPR.

Lucius Karus dari Formappi menilai jalur tersebut dapat menjadi alternatif politik untuk menindaklanjuti persoalan yang mereka persoalkan.

Perwakilan PKB menyatakan aspirasi telah diterima dan diharapkan dapat diteruskan untuk dibahas lebih lanjut.

Polemik ijazah Gibran dan dorongan terhadap DPR untuk menindaklanjutinya masih menjadi bagian dari perdebatan politik nasional.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/695703/beri-pesan-sambil-pegang-pundak-roy-suryo-desak-pkb-proses-aspirasi-rakyat-soal-ijazah-gibran
Transkrip
00:00Satu kalimat aja ya, jadi saya hanya ingin menyitir pendapat seseorang yang akhirnya menjadi Presiden Indonesia ketika pengkhianatan G13 PKI.
00:09Kalau PKP ingin bermanfaat untuk bangsa ini, lanjutkan aspirasi rakyat.
00:15Terimalah aspirasi ini untuk kemudian melaksanakan angket itu.
00:20Karena orangnya adalah kemudian itu sudah menjadi aib rakyat.
00:25Fufu Bapak itu adalah aib masyarakat.
00:33Kenapa kita ke DPR?
00:35Karena persoalan ini sudah menjadi publik isu.
00:38Sudah menjadi isu publik yang meluas dan persoalan ini juga problem yang sangat serious.
00:44Karena persoalan yang menyangkut etik, persoalan yang menyangkut di atas segala undang-undang.
00:52Karena itu DPR mesti membuka ruang untuk kemudian menerima asli yang semaksalakan.
00:59Agar bangsa ini berjalan sebagaimana meskipun.
01:03Agar bangsa dan rakyat tidak kehilangan standar moral dan etiknya.
01:07Saya kira itu ya.
01:09Terima kasih.
01:19Buat saya sih hari ini baru pernah terjadi kita ditahan sampai satu setengah jam di gerbang belakang.
01:24Ini DPR sudah kayak lembaga apa ya?
01:28Kayak tentara gitu ya.
01:29Butuh gerbang yang begitu luar biasa sampai empat lapis hanya untuk bisa mengakses gedung wakil rakyat ini.
01:36Ini DPR yang luar biasa tertutup dengan pintu gerbang sebegitu luar biasanya menahan warga yang ingin masuk.
01:43Dan bagi saya yang melarang kami itu tadi PLT Sekjen.
01:47Belum Sekjen.
01:47Sekjen sebelumnya itu tersangka korupsi.
01:49Berharap PLT Sekjen ini tidak akan dipilih jadi Sekjen gitu ya.
01:54Sejak awal punya modal buruk untuk menjadi Sekjen DPR ini.
01:58Apa jadinya kalau dia sudah jadi definitif gitu ya.
02:00Dia akan semakin menggila gitu menutup pintu gerbang untuk rakyat.
02:05Dan terakhir ada badan aspirasi masyarakat di DPR.
02:10Lembaga alat kelengkapan yang dibentuk khusus di periode ini.
02:14Yang tugasnya itu mau menyerap aspirasi dari publik gitu ya.
02:17Bagaimana bisa DPR membentuk sebuah badan.
02:20Tapi ketika ada masyarakat yang mau menyampaikan aspirasinya.
02:24Mereka malah menutup pintunya untuk masyarakat bisa masuk ke sini.
02:28Jadi lembaga ini sejak awal sudah tidak penting.
02:31Karena itu saya kira penting PKIB mengusulkan agar lembaga ini bubar.
02:37Habis-habisin anggaran saja gitu ya.
02:39Yang tidak penting banget.
02:40Dan yang terakhir.
02:42Kembali ke soal angket Ijazah Gibran ini.
02:49Kenapa kemudian Formal PIN merasa penting untuk ikut mendorong ini.
02:53Seperti yang teman-teman bilang tadi.
02:55Ini ruang terbuka.
02:57Yang ruang politik yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun.
03:00Untuk mempertanggungjawabkan apa yang diduga dilakukannya gitu ya.
03:05Dalam hal ini ketika kita menduga Ijazah Gibran itu tidak ada.
03:10Ijazah SMA Gibran itu tidak ada.
03:12Dan itu sudah dikatakan oleh MK.
03:14Maka forum di DPR ini.
03:16Forum angket ataupun forum menyatakan pendapat ini.
03:19Bisa dijadikan ruang atau panggung oleh Pak Gibran ini.
03:22Untuk mempertanggungjawabkan kalau memang benar dia mengaku punya ijazah gitu ya.
03:26Dan forum angket ini persyaratannya itu minimal diinisiasi oleh 25 anggota plus 2 fraksi.
03:36Jadi memang butuh kerja keras.
03:39Karena itu kami perlu mendatangi fraksi-fraksi untuk meminta mereka bisa menginisiasi penggunaan angket ini.
03:46Tapi saya merasa bahwa keputusan MK itu adalah bukti kuat yang bisa digunakan oleh DPR untuk langsung menggunakan hak menyatakan
03:54pendapat.
03:55Hak menyatakan pendapat itu tidak sulit.
03:57Tidak sesulit menggunakan hak angket.
04:00Karena di hak menyatakan pendapat tidak membutuhkan persyaratan dukungan fraksi.
04:04Kalau di angket minimal 2 fraksi.
04:06Kalau di hak menyatakan pendapat cukup 25 anggota DPR yang menginisiasi.
04:12Itu artinya kalau PKB punya sikap fraksi untuk mendukung penggunaan hak menyatakan pendapat.
04:19Dia cukup meminta anggotanya untuk menandatangani hak menyatakan pendapat.
04:25Untuk seterusnya dibawa ke paripurna DPR untuk dimintakan persetujuannya di paripurna DPR.
04:34Kalau paripurna setuju jalan menuju pemakjulan itu menjadi semakin dekat.
04:38Dan itu yang kita tunggu langkah dari teman-teman PKB gitu ya.
04:42Karena ada banyak kiai di PKB.
04:44Jadi ada banyak kerja-kerja di atas langit yang bisa kita harapkan untuk memastikan angket ini berjalan.
04:52Terima kasih.
04:53Terima kasih.
04:54Kenapa Lucius boleh bicara panjang?
04:56Karena dia pormapi.
04:59Pormasyarakat betul-betul di parlo.
05:01Tapi tadi memastikan saja bukan PKB kan yang menolak tadi.
05:05Ini kita lagi monggung.
05:08Terima kasih PKB.
05:10Terima kasih dari KPS.
05:14Dan saya akan persilahkan kawan-kawan mahasiswa ya.
05:18Untuk menyerahkan secara simbolik pernyataan ini kepada perwakilan dari PKB.
05:23Mungkin pahasin di sini.
05:26Dua dari sini.
05:27Dua dari sini.
05:29Tolong diangkat bang.
05:33Angkat-angkat lagi.
05:37Angkat-angkat lagi.
05:47Terima kasih.
05:48Terima kasih.
05:49Kita terima ya.
05:51Terima kasih.
05:56Terima kasih.
06:07Terima kasih semua ya.
06:19Terima kasih semua ya.
06:26Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan