00:00Satu kalimat aja ya, jadi saya hanya ingin menyitir pendapat seseorang yang akhirnya menjadi Presiden Indonesia ketika pengkhianatan G13 PKI.
00:09Kalau PKP ingin bermanfaat untuk bangsa ini, lanjutkan aspirasi rakyat.
00:15Terimalah aspirasi ini untuk kemudian melaksanakan angket itu.
00:20Karena orangnya adalah kemudian itu sudah menjadi aib rakyat.
00:25Fufu Bapak itu adalah aib masyarakat.
00:33Kenapa kita ke DPR?
00:35Karena persoalan ini sudah menjadi publik isu.
00:38Sudah menjadi isu publik yang meluas dan persoalan ini juga problem yang sangat serious.
00:44Karena persoalan yang menyangkut etik, persoalan yang menyangkut di atas segala undang-undang.
00:52Karena itu DPR mesti membuka ruang untuk kemudian menerima asli yang semaksalakan.
00:59Agar bangsa ini berjalan sebagaimana meskipun.
01:03Agar bangsa dan rakyat tidak kehilangan standar moral dan etiknya.
01:07Saya kira itu ya.
01:09Terima kasih.
01:19Buat saya sih hari ini baru pernah terjadi kita ditahan sampai satu setengah jam di gerbang belakang.
01:24Ini DPR sudah kayak lembaga apa ya?
01:28Kayak tentara gitu ya.
01:29Butuh gerbang yang begitu luar biasa sampai empat lapis hanya untuk bisa mengakses gedung wakil rakyat ini.
01:36Ini DPR yang luar biasa tertutup dengan pintu gerbang sebegitu luar biasanya menahan warga yang ingin masuk.
01:43Dan bagi saya yang melarang kami itu tadi PLT Sekjen.
01:47Belum Sekjen.
01:47Sekjen sebelumnya itu tersangka korupsi.
01:49Berharap PLT Sekjen ini tidak akan dipilih jadi Sekjen gitu ya.
01:54Sejak awal punya modal buruk untuk menjadi Sekjen DPR ini.
01:58Apa jadinya kalau dia sudah jadi definitif gitu ya.
02:00Dia akan semakin menggila gitu menutup pintu gerbang untuk rakyat.
02:05Dan terakhir ada badan aspirasi masyarakat di DPR.
02:10Lembaga alat kelengkapan yang dibentuk khusus di periode ini.
02:14Yang tugasnya itu mau menyerap aspirasi dari publik gitu ya.
02:17Bagaimana bisa DPR membentuk sebuah badan.
02:20Tapi ketika ada masyarakat yang mau menyampaikan aspirasinya.
02:24Mereka malah menutup pintunya untuk masyarakat bisa masuk ke sini.
02:28Jadi lembaga ini sejak awal sudah tidak penting.
02:31Karena itu saya kira penting PKIB mengusulkan agar lembaga ini bubar.
02:37Habis-habisin anggaran saja gitu ya.
02:39Yang tidak penting banget.
02:40Dan yang terakhir.
02:42Kembali ke soal angket Ijazah Gibran ini.
02:49Kenapa kemudian Formal PIN merasa penting untuk ikut mendorong ini.
02:53Seperti yang teman-teman bilang tadi.
02:55Ini ruang terbuka.
02:57Yang ruang politik yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun.
03:00Untuk mempertanggungjawabkan apa yang diduga dilakukannya gitu ya.
03:05Dalam hal ini ketika kita menduga Ijazah Gibran itu tidak ada.
03:10Ijazah SMA Gibran itu tidak ada.
03:12Dan itu sudah dikatakan oleh MK.
03:14Maka forum di DPR ini.
03:16Forum angket ataupun forum menyatakan pendapat ini.
03:19Bisa dijadikan ruang atau panggung oleh Pak Gibran ini.
03:22Untuk mempertanggungjawabkan kalau memang benar dia mengaku punya ijazah gitu ya.
03:26Dan forum angket ini persyaratannya itu minimal diinisiasi oleh 25 anggota plus 2 fraksi.
03:36Jadi memang butuh kerja keras.
03:39Karena itu kami perlu mendatangi fraksi-fraksi untuk meminta mereka bisa menginisiasi penggunaan angket ini.
03:46Tapi saya merasa bahwa keputusan MK itu adalah bukti kuat yang bisa digunakan oleh DPR untuk langsung menggunakan hak menyatakan
03:54pendapat.
03:55Hak menyatakan pendapat itu tidak sulit.
03:57Tidak sesulit menggunakan hak angket.
04:00Karena di hak menyatakan pendapat tidak membutuhkan persyaratan dukungan fraksi.
04:04Kalau di angket minimal 2 fraksi.
04:06Kalau di hak menyatakan pendapat cukup 25 anggota DPR yang menginisiasi.
04:12Itu artinya kalau PKB punya sikap fraksi untuk mendukung penggunaan hak menyatakan pendapat.
04:19Dia cukup meminta anggotanya untuk menandatangani hak menyatakan pendapat.
04:25Untuk seterusnya dibawa ke paripurna DPR untuk dimintakan persetujuannya di paripurna DPR.
04:34Kalau paripurna setuju jalan menuju pemakjulan itu menjadi semakin dekat.
04:38Dan itu yang kita tunggu langkah dari teman-teman PKB gitu ya.
04:42Karena ada banyak kiai di PKB.
04:44Jadi ada banyak kerja-kerja di atas langit yang bisa kita harapkan untuk memastikan angket ini berjalan.
04:52Terima kasih.
04:53Terima kasih.
04:54Kenapa Lucius boleh bicara panjang?
04:56Karena dia pormapi.
04:59Pormasyarakat betul-betul di parlo.
05:01Tapi tadi memastikan saja bukan PKB kan yang menolak tadi.
05:05Ini kita lagi monggung.
05:08Terima kasih PKB.
05:10Terima kasih dari KPS.
05:14Dan saya akan persilahkan kawan-kawan mahasiswa ya.
05:18Untuk menyerahkan secara simbolik pernyataan ini kepada perwakilan dari PKB.
05:23Mungkin pahasin di sini.
05:26Dua dari sini.
05:27Dua dari sini.
05:29Tolong diangkat bang.
05:33Angkat-angkat lagi.
05:37Angkat-angkat lagi.
05:47Terima kasih.
05:48Terima kasih.
05:49Kita terima ya.
05:51Terima kasih.
05:56Terima kasih.
06:07Terima kasih semua ya.
06:19Terima kasih semua ya.
06:26Terima kasih.
Komentar