00:00Kondisi udara di Malaysia kian memburuk akibat kabut asap dari kebakaran lahan dan hutan di Indonesia.
00:07Akibatnya pemerintah Malaysia meliburkan aktivitas sekolah di Kuala Lumpur dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
00:13Pemerintah juga meliburkan aktivitas sekolah di Johor yang berbatasan langsung dengan Singapura.
00:19Sekolah di Johor diliburkan selama dua hari akibat kabut asap.
00:47Warga di Kuala Lumpur mengeluhkan kesulitan bernapas dan jarak pandang yang buruk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan
00:55di Indonesia.
00:57Kabut asap juga menutup gedung pecakar langit di Malaysia seperti menarang kembar Petronas dan Merdeka 118.
01:04Warga berharap pemerintah Malaysia melakukan langkah tegas terkait dampak kabut asap.
01:16Kalau saya nak pergi masjid nak main Jumaat, dia rasa macam sesak nafas kia sebab kawasan memang tekak akan keringan
01:23selalu.
01:24Silaklah kalau tak bawa emas tu, memang akan rasa macam setiap kali nak jalan memang akan sesak.
01:38Di Singapura balap Formula 1 atau F1 tetap dilanjutkan meski kabut asap kebakaran hutan dan lahan dari Indonesia memperburuk kualitas
01:47udara.
01:49Penyelenggara Singapura Grand Prix menyatakan belum berencara mengubah rangkaian acara Formula 1 atau F1 imbas kabut asap,
01:58tapi akan terus memantau kondisi cuaca.
02:18Kini kita akan temui rekan Arpawi dan jurukamera Denny Hermawan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah,
02:23dan juga ada wartawan Astro Awani di Kuala Lumpur, Malaysia, Rudy Evedi Kalik.
02:27Kita ke Palangkaraya terlebih dahulu. Arpawi, sudah sepala apa dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya saat ini?
02:35Oke, Audrey dan juga saudara perlu kami jelaskan bahwa saat ini kami berada di lahan di Jalan Mupakat 1 Palangkaraya,
02:44Kalimantan Tengah,
02:45yang menjadi satu di antara titik yang menjadi tempat pembacaan lahan gambut oleh para lelawan.
02:52Karena khawatir api merembet ke permukiman warga.
02:57Karena memang lahan ini memang baru terbakar sejak kemarin sore,
03:03dan lokasinya berada sangat dekat dengan rumah-rumah warga.
03:08Dan proses perbasahan dan pendinginan dilakukan secara maraton sejak siang tadi.
03:16Pemadaman di lokasi ini memang tidak mudah,
03:18karena karakteristik gambut memiliki kedalaman rata-rata 1 meter.
03:23Dan memang kalau bisa kita lihat di belakang kami ini mungkin banyak sekali asap-asap yang berkebaran.
03:33Dan itulah mengapa para lelawan berjibaku untuk memadamkan asap yang ada api benar-benar panjang.
03:46Dan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya mencatat,
03:51angka penderita istas ini telah menembus angka 10.400 kasus.
03:57Sebagian besar pasien yang terganggu penapasan ini adalah anak-anak dan melansia.
04:01Nah sebelumnya, sebelum kami ke Palangkaraya memang kami sempat datang ke perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah
04:12yang berada di Anjir, di Lagi Anjir.
04:15Dan banyak warga memang mengeluhkan sesak nafas karena memang kabut asap memang begitu tebal
04:23dan banyak juga anak-anak yang masih melakukan pembelajaran secara tata muka, Audrey.
04:31Ya, Arpawi, jadi kalau yang Anda saksikan di Kalimantan Tengah, Selatan itu
04:36hanya relawan dan juga tim dari daerah begitu yang berjibaku untuk memadamkan api
04:42dan juga melakukan pendinginan, adakah pemerintah pusat yang turun tangan?
04:47Untuk saat ini memang belum terpantau adanya pemerintah pusat yang turut berjibaku
04:56pada kegiatan tahun setelah kali ini, Audrey.
05:02Iya, lalu kemudian kalau kita lihat di Kalimantan Tengah, di ikon dari Palangkaraya
05:07itu kan sangat susah sekali ya dari jarak pandang jalur udara saja, sangat sulit untuk terlihat.
05:13Lalu untuk perjalanan, para pengedara mungkin yang ingin keluar rumah
05:18apakah mengurangi waktu mereka untuk beraktivitas di luar ruangan
05:21karena jarak pandang yang sangat terbatas?
05:24Memang, Audrey dan juga saudara, kualitas udara dan jarak pandang di kota Palangkaraya
05:30khususnya kota Palangkaraya pada hari ini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
05:36mulai dari pagi hingga sore ini jarak pandang hanya tersisa sekitar 250 meter
05:43akibat pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah kota.
05:47Dan banyak dari pengendara memang sudah menggunakan masker karena memang aroma yang dirasakan di Palangkaraya,
05:57aroma asap itu sangat begitu menyengap dan mungkin mengganggu pernafasan bagi pengguna jalan.
06:06Begitu, Audrey.
06:06Kabut asap di Palangkaraya sudah semakin memprihatinkan.
06:09Terima kasih laporannya Arpawi.
06:11Berikutnya kita ke Kuala Lumpur, Malaysia.
06:14Ada wartawan Asro Awani, Rudy Evedi Kalik.
06:16Rudy, kondisi udara di Malaysia semakin harikian memburuk
06:20akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan juga lahan di Indonesia.
06:24Gambarkan kami lebih dekat lagi seperti apa kondisi udara di sana paling baru.
06:31Terima kasih ya.
06:32Seperti yang kita ketahui bahwa sejak minggu lalu kabut asap mula pergi ke sebelah Semenanjung selain daripada Sarawak.
06:44Dan pada hari ini setiap seter jam 2 petang tadi ini menemukan bahwa ada 31 kawasan di Tanah Semenanjung ini
06:52yang berhadapan dengan masalah jerubu yang teruk dengan bacaan indeksnya melebihi 100.
07:01Kalau di Kucing ketika ini, satu kawasan yang disiharkan tinggi adalah di Kucing itu sendiri dengan bacaan 154.
07:12Di Semenanjung, di Johor yang paling tinggi, setakat jam 2 petang tadi, mencatatkan bacaan IPU ataupun IP dia 185.
07:24Manakala di Lakin 183 dan Batu Pahal Pastel Kudang 182.
07:29Ia juga merebak sana ke Kuala Lumpur yang mencatatkan rata-ratanya 150 ke atas sehingga ke Pahang, sehingga ke Perak.
07:41Saya difahamkan bahawa berdasarkan makluman daripada Kementerian Pendidikan di sini,
07:50mana-mana kawasan yang merekodkan bacaan IPU 180 ke atas akan diliburkan.
07:58Manakala sekolah-sekolah yang selama tiga hari mencatat bacaan atas 150 berturut-turut akan turut diliburkan.
08:09Dan mereka akan belajar secara PDPR ataupun pembelajaran secara online di rumah.
08:16Itu yang telah diumumkan oleh Kerajaan Malaysia, Menteri Kementerian Pendidikan berapa hari yang lalu.
08:23Dan untuk makluman semua, semalam sebenarnya bukan hari sukan negara.
08:28Tapi dibatalkan, ditangguhkan sebenarnya di Bukit Jalil di Pekabangsaan atas alasan kabut asap ini.
08:36Hari sukan peringkat nasional.
08:39Dan juga beberapa negeri telah melaksanakan arahan ini,
08:44termasuk di Kuala Lumpur, di Selangor, di Kedah, di Johor, Negeri Sembilan dan juga Melaka.
08:50Ini selari dengan arahannya pada Sri Paduka Baginda yang di Kepulauan Agung.
08:56Agar kesihatan rakyat di negara ini diutamakan dalam keadaan sekitar yang berjurus sekarang.
09:03Rudi, berarti bisa dibilang keadaan hari-hari ini menjadi lebih buruk daripada keadaan beberapa hari atau beberapa bulan sebelumnya.
09:11Di mana kabut asap juga dampaknya dirasakan warga Malaysia.
09:16Ya, keadaannya sebenarnya serupa apa yang berlaku di Sarawak tempoh hari.
09:21Tapi kini anginnya bertiup di Senanjung.
09:24Dan keadaannya perandahan pergi ke arah yang kuning, yaitu keadaannya tidak sihat untuk semua.
09:31Dan basarkan maklumat yang diperolehi daripada jawatan kesihatan, kementerian kesihatan ya.
09:40Penyakit-penyakit berkaitan dengan salur pernafasan telah meningkat 10.43% di negara ini.
09:49Disebabkan oleh jerebu ini.
09:52Nah, itu yang, ataupun kabut asap, itu yang telah berlaku di sini sekarang.
09:58Dan dari segi undang-undang, memang diadakan peraturan ya.
10:02Tidak boleh membakar, tidak boleh melakukan sebarang unsur-unsur yang menyebabkan kebakaran terdeka ini.
10:10Infeksi saluran pernafasan atas juga banyak warga Malaysia yang menderita akibat kabut asap kebakaran lahan dan juga hutan di Indonesia.
10:20Termasuk juga di Palangkaraya, di mana juga banyak warga yang merasakan ispa di sana saat ini.
10:26Terima kasih laporannya, wartawan Astro Awani, Rudy Efenikalik.
10:30Dan sebelumnya, dari Palangkaraya, Kalimata Tengah, kita sudah tadi terhubung dengan rekan Arpawi dan Jurukamera, Denny Hermawan.
10:39Terima kasih.