00:00Terkait dampak Kartula, bagaimana situasi pagi hingga siang hari ini kita tanyakan langsung.
00:06Pada Jurnalus Kompasivi, Arpawi dan Juru Kamera Deni Hermawan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
00:11dan juga Palembang, Sumatera Selatan ada Jurnalus Kompasivi, Purwantoro.
00:16Namun kita terlebih dahulu menuju ke Palangkaraya, ke Rekan Arpawi.
00:21Arpawi untuk saat ini bagaimana kondisi kabut asap dan bagaimana dampak bagi aktivitas warga di San?
00:28Juno dan juga Saudara, hingga siang ini Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah memang masih diselimuti kabut asap.
00:37Kondisi kabut asap ini justru mengganggu kondisi jarak pandang bagi pengendara yang hanya berkisar 250 meter.
00:47Dan kondisi ini juga membuat warga harus membiasakan diri untuk menggunakan masker
00:54karena memang kabut asap ini cukup mengganggu pernafasan dan juga membuat bau yang cukup menyengat.
01:06Dan perlu diketahui banyak dari warga memang mengalami dampak yang cukup besar.
01:14Mulai dari UMKM maupun kesehatan dan juga para pekerja lapangan seperti petugas sapu jalanan.
01:26Sebelumnya kami sempat mewawancarai petugas sapu jalanan.
01:30Mereka, rata-rata dari mereka memang sudah membiasakan untuk menggunakan masker.
01:35Namun ada beberapa yang masih tetap ledak menggunakan masker karena memang mereka merasakan bahwa kondisi kabut asap ketika menggunakan masker
01:48justru sangat mengganggu ketika mereka sedang melakukan aktivitas Juno.
01:56Untuk saat ini tentu kategori masuk ke level berbahaya.
01:59Dan bagaimana dengan situasi kasus ISPA di sana dan apa saja antisipasi pemerintah setempat terkait dengan kabut asap yang masih
02:08terjadi di Palangkaraya?
02:10Cik Juno dan juga saudara perlu diketahui Provinsi Kalimantan Tengah sendiri mencatat sebanyak 6.091 kejadian kebakaran hutan dan lahan
02:21dengan temuan 1.277 titik hotspot.
02:25Dari 6.000 lebih kejadian itu, Palangkaraya terdata sebanyak 876 kejadian kebakaran lahan
02:33dengan total luasan area terbakar mencapai 1.441 hektare.
02:41Tak hanya mengganggu aktivitas warga, dampak daerah putra asap ini memang sangat mengganggu kesehatan warga.
02:48Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya mencatat angka penderita ISPA kini telah menembus angka 10.000 lebih kasus.
02:57Sebagian besar yang terganggu pernapasan ini adalah anak-anak dan lansia.
03:04Dan sejauh ini penanganan pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan Relawan
03:12terus dilakukan maksimal dengan pemadaman darat lahan gambut.
03:15Berbeda dengan lahan biasa yang apinya di permukaan, pada lahan gambut ini membara di bawah tanah hingga bermete-meter.
03:25Tim pemadam darat di lapangan harus menyuntikkan air ke dalam tanah sampai basah total.
03:31Dan proses ini memang membutuhkan air yang sangat banyak dan waktu yang cukup panjang.
03:37Sehingga barang api gambut dan asap masih sulit diatasi secara cepat.
03:43Karena memang pemadaman gambut sangat sulit.
03:46Warga Palangkaraya kini hanya bisa berharap penanganan bisa masif dan berdoa agar hujan deras segera turun.
03:55Begitu Juno.
03:56Saat ini kasus ISPA lebih dari 10.000 kasus dan upaya terus dilakukan.
04:00Kita harapkan bahwa upaya penanganan ini dapat lebih masif dan cepat agar kabut asap dapat hilang.
04:06Kita akan bergeser ke Palembang, Sumatera Selatan.
04:09Sudah ada Junus Kompasivi, Purwantoro.
04:11Purwantoro, untuk saat ini bagaimana situasi terkait dengan kabut asap dan kualitas udara dampak bagi masyarakat di sana?
04:19Ya, selamat siang Juno.
04:22Untuk sampai siang hari ini memang ketebalan kabut asap yang seperti terlihat itu menitis dari hari sebelumnya.
04:34Namun kualitas udara di Palembang masih pada level berbahaya dengan mencatatkan PM 2,5 sebesar 427 mikrogram per meter publik
04:48dari data Kementerian Wikuman Hidup per hari ini pukul 10 tadi.
04:53Ini artinya kualitas udara di Palembang meski ketebalan asap tidak seperti kemarin atau tidak sepekat kemarin tapi kualitas udaranya masih
05:05buruk terutama bagi kesehatan.
05:09Di sisi lain informasi terbaru dari bandara tadi bahwasannya jarak pandang sudah mulai membaik dengan menipisnya kabut asap.
05:18Nah, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Bandara Rubdir II pada hari ini sekitar 1 km.
05:28Itu lebih baik dari hari kemarin yang tidak lebih dari 500 hingga 600 meter saja.
05:34Hari ini menurut informasi pihak atau pengelola bandara semua jadwal penerbangan sudah sesuai schedule yang ada.
05:44Namun memang dampak dari ikutan tertundanya di hari-hari kemarin memang sedikit mempengaruhi jadwal di mascapanya.
05:54Bukan karena jarak pandangnya atau di pengelolaan bandara.
06:00Itu tadi mengenai dampak di penerbangan.
06:05Kemudian dari tim sub-satgas udara hari ini menginformasikan bahwasannya 4 heli water bombing sedang bersiap-siap untuk melakukan pemadaman
06:20melalui udara.
06:21Setelah sebelumnya tidak bisa melakukan pemadaman karena ketebalan asap akibat jarak pandang.
06:28Dampak lain Juno, PJJ, pembelajaran jarak jauh untuk siswa SD dan SMT di Palembang masih terus dilanjutkan karena kondisi udara
06:40masih buruk untuk kesehatan terutama bagi siswa.
06:45Sementara di Palembang karena sudah meningkatnya jumlah kasus IPA, September kemarin di Sumatera Selatan secara keseluruhan itu didapat 47 ribu
06:58lebih kasus IPA dan 17 ribu lebih diantaranya berada di Palembang.
07:05Palembang menjadi mendapat kasus ISPA terbanyak karena memang konsentrasi asap karhutlah dari Kabupaten Ogan Komering Ilid berkumpul atau menyebar di
07:19kota Palembang.
07:23Juno?
07:24Baik, terima kasih atas laporan Anda Jens Kompasivi, Purwantoro dari Palembang, Sumatera Selatan dan juga sebelumnya ada rekan Arpawi dan
07:32juru kamera Denny Hermawan
07:33dari Palangkarya, Kalimantan Tengah.
07:36Siasat selalu kawan-kawan dan jaga kondisi.