Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah. Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Palembang, Sumatera Selatan, menjadi dua wilayah yang disorot terkait kondisi udara terkini.

Bagaimana situasi kabut asap dan kondisi kualitas udara di kedua kota tersebut hingga pagi ini? Simak laporan Jurnalis KompasTV, Arpawi, bersama juru kamera Denny Hermawan dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta Jurnalis KompasTV, Purwantoro, dari Palembang, Sumatera Selatan.

#palangkaraya #palembang #udara #karhutla

Baca Juga Asap Pekat Picu Kecelakaan Beruntun di Barito Kuala, 4 Penerbangan di Palembang Ditunda di https://www.kompas.tv/regional/695472/asap-pekat-picu-kecelakaan-beruntun-di-barito-kuala-4-penerbangan-di-palembang-ditunda



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695473/situasi-terkini-kondisi-udara-di-palangka-raya-dan-di-palembang-kualitas-udara-level-berbahaya
Transkrip
00:00Terkait dampak Kartula, bagaimana situasi pagi hingga siang hari ini kita tanyakan langsung.
00:06Pada Jurnalus Kompasivi, Arpawi dan Juru Kamera Deni Hermawan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
00:11dan juga Palembang, Sumatera Selatan ada Jurnalus Kompasivi, Purwantoro.
00:16Namun kita terlebih dahulu menuju ke Palangkaraya, ke Rekan Arpawi.
00:21Arpawi untuk saat ini bagaimana kondisi kabut asap dan bagaimana dampak bagi aktivitas warga di San?
00:28Juno dan juga Saudara, hingga siang ini Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah memang masih diselimuti kabut asap.
00:37Kondisi kabut asap ini justru mengganggu kondisi jarak pandang bagi pengendara yang hanya berkisar 250 meter.
00:47Dan kondisi ini juga membuat warga harus membiasakan diri untuk menggunakan masker
00:54karena memang kabut asap ini cukup mengganggu pernafasan dan juga membuat bau yang cukup menyengat.
01:06Dan perlu diketahui banyak dari warga memang mengalami dampak yang cukup besar.
01:14Mulai dari UMKM maupun kesehatan dan juga para pekerja lapangan seperti petugas sapu jalanan.
01:26Sebelumnya kami sempat mewawancarai petugas sapu jalanan.
01:30Mereka, rata-rata dari mereka memang sudah membiasakan untuk menggunakan masker.
01:35Namun ada beberapa yang masih tetap ledak menggunakan masker karena memang mereka merasakan bahwa kondisi kabut asap ketika menggunakan masker
01:48justru sangat mengganggu ketika mereka sedang melakukan aktivitas Juno.
01:56Untuk saat ini tentu kategori masuk ke level berbahaya.
01:59Dan bagaimana dengan situasi kasus ISPA di sana dan apa saja antisipasi pemerintah setempat terkait dengan kabut asap yang masih
02:08terjadi di Palangkaraya?
02:10Cik Juno dan juga saudara perlu diketahui Provinsi Kalimantan Tengah sendiri mencatat sebanyak 6.091 kejadian kebakaran hutan dan lahan
02:21dengan temuan 1.277 titik hotspot.
02:25Dari 6.000 lebih kejadian itu, Palangkaraya terdata sebanyak 876 kejadian kebakaran lahan
02:33dengan total luasan area terbakar mencapai 1.441 hektare.
02:41Tak hanya mengganggu aktivitas warga, dampak daerah putra asap ini memang sangat mengganggu kesehatan warga.
02:48Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya mencatat angka penderita ISPA kini telah menembus angka 10.000 lebih kasus.
02:57Sebagian besar yang terganggu pernapasan ini adalah anak-anak dan lansia.
03:04Dan sejauh ini penanganan pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan Relawan
03:12terus dilakukan maksimal dengan pemadaman darat lahan gambut.
03:15Berbeda dengan lahan biasa yang apinya di permukaan, pada lahan gambut ini membara di bawah tanah hingga bermete-meter.
03:25Tim pemadam darat di lapangan harus menyuntikkan air ke dalam tanah sampai basah total.
03:31Dan proses ini memang membutuhkan air yang sangat banyak dan waktu yang cukup panjang.
03:37Sehingga barang api gambut dan asap masih sulit diatasi secara cepat.
03:43Karena memang pemadaman gambut sangat sulit.
03:46Warga Palangkaraya kini hanya bisa berharap penanganan bisa masif dan berdoa agar hujan deras segera turun.
03:55Begitu Juno.
03:56Saat ini kasus ISPA lebih dari 10.000 kasus dan upaya terus dilakukan.
04:00Kita harapkan bahwa upaya penanganan ini dapat lebih masif dan cepat agar kabut asap dapat hilang.
04:06Kita akan bergeser ke Palembang, Sumatera Selatan.
04:09Sudah ada Junus Kompasivi, Purwantoro.
04:11Purwantoro, untuk saat ini bagaimana situasi terkait dengan kabut asap dan kualitas udara dampak bagi masyarakat di sana?
04:19Ya, selamat siang Juno.
04:22Untuk sampai siang hari ini memang ketebalan kabut asap yang seperti terlihat itu menitis dari hari sebelumnya.
04:34Namun kualitas udara di Palembang masih pada level berbahaya dengan mencatatkan PM 2,5 sebesar 427 mikrogram per meter publik
04:48dari data Kementerian Wikuman Hidup per hari ini pukul 10 tadi.
04:53Ini artinya kualitas udara di Palembang meski ketebalan asap tidak seperti kemarin atau tidak sepekat kemarin tapi kualitas udaranya masih
05:05buruk terutama bagi kesehatan.
05:09Di sisi lain informasi terbaru dari bandara tadi bahwasannya jarak pandang sudah mulai membaik dengan menipisnya kabut asap.
05:18Nah, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Bandara Rubdir II pada hari ini sekitar 1 km.
05:28Itu lebih baik dari hari kemarin yang tidak lebih dari 500 hingga 600 meter saja.
05:34Hari ini menurut informasi pihak atau pengelola bandara semua jadwal penerbangan sudah sesuai schedule yang ada.
05:44Namun memang dampak dari ikutan tertundanya di hari-hari kemarin memang sedikit mempengaruhi jadwal di mascapanya.
05:54Bukan karena jarak pandangnya atau di pengelolaan bandara.
06:00Itu tadi mengenai dampak di penerbangan.
06:05Kemudian dari tim sub-satgas udara hari ini menginformasikan bahwasannya 4 heli water bombing sedang bersiap-siap untuk melakukan pemadaman
06:20melalui udara.
06:21Setelah sebelumnya tidak bisa melakukan pemadaman karena ketebalan asap akibat jarak pandang.
06:28Dampak lain Juno, PJJ, pembelajaran jarak jauh untuk siswa SD dan SMT di Palembang masih terus dilanjutkan karena kondisi udara
06:40masih buruk untuk kesehatan terutama bagi siswa.
06:45Sementara di Palembang karena sudah meningkatnya jumlah kasus IPA, September kemarin di Sumatera Selatan secara keseluruhan itu didapat 47 ribu
06:58lebih kasus IPA dan 17 ribu lebih diantaranya berada di Palembang.
07:05Palembang menjadi mendapat kasus ISPA terbanyak karena memang konsentrasi asap karhutlah dari Kabupaten Ogan Komering Ilid berkumpul atau menyebar di
07:19kota Palembang.
07:23Juno?
07:24Baik, terima kasih atas laporan Anda Jens Kompasivi, Purwantoro dari Palembang, Sumatera Selatan dan juga sebelumnya ada rekan Arpawi dan
07:32juru kamera Denny Hermawan
07:33dari Palangkarya, Kalimantan Tengah.
07:36Siasat selalu kawan-kawan dan jaga kondisi.

Dianjurkan