Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan mengapresiasi berbagai perbaikan yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menkeu menyebut, sejumlah SPPG yang sebelumnya ditutup juga dapat kembali beroperasi setelah dilakukan perbaikan.

"Kami mengapresiasi berbagai macam perbaikan yang telah dijalankan oleh Badan Gizi Nasional sehingga sekarang lebih tertib pakai sertifikat. ada yang ditutup SPPG yang enggak benar ditutup, tapi ada juga yang dibuka lagi," ujar Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (9/10/2026).

Ia menilai BGN terus berupaya meningkatkan optimalisasi distribusi makanan bergizi gratis.

Menkeu menyebut, realisasi anggaran untuk program MBG telah mencapai Rp13,19 triliun hingga 30 September.

Dalam presentasinya Menkeu Suahasil memaparkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp153,2 triliun hingga 30 September 2026.

Adapun Program tersebut tercatat telah menjangkau 57 juta penerima manfaat.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695076/pujian-menkeu-suahasil-untuk-bgn-soal-mbg-realisasi-anggaran-tembus-rp153-2-t
Transkrip
00:00Kami mengapresiasi berbagai macam perbaikan yang telah dijalankan oleh Badan Gizi Nasional.
00:08Sehingga sekarang lebih tertib pakai sertifikat, ada yang ditutup, SPPG yang tidak benar ditutup, tapi ada juga yang dibuka lagi.
00:18Oke, ini penting karena kita memang tujuannya adalah melayani seluruh masyarakat anak sekolah yang memang seyogianya kita berikan makan bergizi
00:29gratis.
00:30Sehingga dengan demikian penerima manfaatnya lebih tepat sasaran, BGN membuat distribusi makan bergizi gratisnya lebih optimal.
00:40Dan saya memahami bahwa teman-teman di BGN terus mencari upaya perbaikan terus.
00:45Ini bagus. Sehingga nanti anggarannya ngikut, anggarannya itu menyesuaikan berapa yang nanti diperlukan kita akan sediakan.
00:55Saat ini telah direalisasikan 153,19 triliun rupiah sampai dengan 30 September.
01:03Anggaran pendidikan, 574,2 triliun rupiah.
01:09Mungkin saya langsung bawa ke sebelah bawahnya aja.
01:13Anggaran pendidikan itu ada yang diberikan untuk siswa atau mahasiswa, 184 triliun rupiah.
01:22Dikasih lewat apa Pak, 184 triliun?
01:25Lewat PIP, lewat KIP kuliah, lewat MBG.
01:30Yang diterima oleh anak sekolah, yang dikonsumsi di sekolah.
01:35Itu adalah bagian dari anggaran pendidikan.
01:38Ada yang diterima oleh guru, dosen, tenaga pendidik untuk gaji guru, tunjangan profesi guru, tunjangan profesi dosen yang bayar ASN,
01:48yang bayar non-ASN, 177,9 triliun rupiah.
01:53Ada juga anggaran pendidikan yang dipakai untuk memperbaiki infrastruktur sekolahnya, untuk memperbaiki operasional dari sekolahnya.
02:04Maka diberikannya lewat bantuan operasional sekolah, bantuan operasional perguruan tinggi BOPTN, bantuan operasional pendidikan, bantuan operasional paut.
02:15Berbagai macam cara kita gunakan untuk membuat layanan sekolah yang lebih baik, layanan paut, layanan perguruan tinggi.
02:24204,1 triliun rupiah.
02:28Ini adalah keseluruhan dari 574 triliun tersebut.
02:33Dan ketika dia diturunkan, dicairkan, ada yang melalui belanja pemerintah pusat, itu BPP.
02:39Ada yang melalui transfer ke daerah.
02:42Ada yang melalui pembiayaan.
02:44Makanya saya selalu mengatakan bahwa baik APBN maupun APBD itu adalah satu kesatuan.
02:50Dan APBN, belanja pemerintah pusatnya di APBN, belanja pemerintah daerahnya lewat transfer ke daerah.
02:58Dikombinasikan lagi dengan pendapatan asli daerah.
03:01Satu kesatuan untuk melihat anggaran pendidikan.
03:04Saya tahu bahwa banyak yang bertanya mengenai pendidikan gratis ini Pak ceritanya, jadi bagaimana?
03:09Saya mau mengatakan, tahun depan, 2027, anggaran pendidikan itu akan menjadi 824 triliun.
03:20Ini yang sedang kita desain lagi.
03:22Berapa seharusnya untuk siswa-mahasiswa?
03:25Berapa yang harusnya kita alokasikan untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik?
03:30Berapa yang untuk perbaikan sekolah, kampus, dan seterusnya?
03:33Nanti kita matchingkan dengan berapa yang lewat pemerintah pusat,
03:38berapa yang lewat transfer ke daerah, dan berapa yang untuk dana abadi pembiayaan.
03:43Ini yang sedang digodok, tapi anggarannya ada 824 triliun rupiah.
03:50Ketika kita melakukan re-penataan itu, tujuannya adalah satu,
03:55mendapatkan outcome pendidikan yang paling maksimal.
03:59Kita ingin pisa skor kita lebih tinggi dari saat ini.
04:03Kita ingin kualitas dari lulusan kita lebih baik dari saat ini.
04:09Karena itu dikombinasikan dia.
04:12Kalau yang melalui belanja PIP, KIP, termasuk revitalisasi sekolah,
04:20itu melalui pemerintah pusat.
04:22Sekolah Unggul Garuda melalui pemerintah pusat.
04:24Sekolah Rakyat 19,3 triliun juga adalah belanja pemerintah pusat
04:28lewat kementerian sosial.
04:30Jadi ini adalah desain dari bagaimana anggaran pendidikan itu dipakai.
04:34Berikutnya mungkin secara cepat anggaran kesehatan saat ini sudah Rp161,8 triliun.
04:41Ada yang dipakai di sebelah bawah untuk perbaikan sarana-prasarana,
04:46untuk perbaikan layanan kesehatan masyarakat,
04:49dan untuk dukungan manajemen.
04:50Terima kasih.

Dianjurkan