00:00Kami mengapresiasi berbagai macam perbaikan yang telah dijalankan oleh Badan Gizi Nasional.
00:08Sehingga sekarang lebih tertib pakai sertifikat, ada yang ditutup, SPPG yang tidak benar ditutup, tapi ada juga yang dibuka lagi.
00:18Oke, ini penting karena kita memang tujuannya adalah melayani seluruh masyarakat anak sekolah yang memang seyogianya kita berikan makan bergizi
00:29gratis.
00:30Sehingga dengan demikian penerima manfaatnya lebih tepat sasaran, BGN membuat distribusi makan bergizi gratisnya lebih optimal.
00:40Dan saya memahami bahwa teman-teman di BGN terus mencari upaya perbaikan terus.
00:45Ini bagus. Sehingga nanti anggarannya ngikut, anggarannya itu menyesuaikan berapa yang nanti diperlukan kita akan sediakan.
00:55Saat ini telah direalisasikan 153,19 triliun rupiah sampai dengan 30 September.
01:03Anggaran pendidikan, 574,2 triliun rupiah.
01:09Mungkin saya langsung bawa ke sebelah bawahnya aja.
01:13Anggaran pendidikan itu ada yang diberikan untuk siswa atau mahasiswa, 184 triliun rupiah.
01:22Dikasih lewat apa Pak, 184 triliun?
01:25Lewat PIP, lewat KIP kuliah, lewat MBG.
01:30Yang diterima oleh anak sekolah, yang dikonsumsi di sekolah.
01:35Itu adalah bagian dari anggaran pendidikan.
01:38Ada yang diterima oleh guru, dosen, tenaga pendidik untuk gaji guru, tunjangan profesi guru, tunjangan profesi dosen yang bayar ASN,
01:48yang bayar non-ASN, 177,9 triliun rupiah.
01:53Ada juga anggaran pendidikan yang dipakai untuk memperbaiki infrastruktur sekolahnya, untuk memperbaiki operasional dari sekolahnya.
02:04Maka diberikannya lewat bantuan operasional sekolah, bantuan operasional perguruan tinggi BOPTN, bantuan operasional pendidikan, bantuan operasional paut.
02:15Berbagai macam cara kita gunakan untuk membuat layanan sekolah yang lebih baik, layanan paut, layanan perguruan tinggi.
02:24204,1 triliun rupiah.
02:28Ini adalah keseluruhan dari 574 triliun tersebut.
02:33Dan ketika dia diturunkan, dicairkan, ada yang melalui belanja pemerintah pusat, itu BPP.
02:39Ada yang melalui transfer ke daerah.
02:42Ada yang melalui pembiayaan.
02:44Makanya saya selalu mengatakan bahwa baik APBN maupun APBD itu adalah satu kesatuan.
02:50Dan APBN, belanja pemerintah pusatnya di APBN, belanja pemerintah daerahnya lewat transfer ke daerah.
02:58Dikombinasikan lagi dengan pendapatan asli daerah.
03:01Satu kesatuan untuk melihat anggaran pendidikan.
03:04Saya tahu bahwa banyak yang bertanya mengenai pendidikan gratis ini Pak ceritanya, jadi bagaimana?
03:09Saya mau mengatakan, tahun depan, 2027, anggaran pendidikan itu akan menjadi 824 triliun.
03:20Ini yang sedang kita desain lagi.
03:22Berapa seharusnya untuk siswa-mahasiswa?
03:25Berapa yang harusnya kita alokasikan untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik?
03:30Berapa yang untuk perbaikan sekolah, kampus, dan seterusnya?
03:33Nanti kita matchingkan dengan berapa yang lewat pemerintah pusat,
03:38berapa yang lewat transfer ke daerah, dan berapa yang untuk dana abadi pembiayaan.
03:43Ini yang sedang digodok, tapi anggarannya ada 824 triliun rupiah.
03:50Ketika kita melakukan re-penataan itu, tujuannya adalah satu,
03:55mendapatkan outcome pendidikan yang paling maksimal.
03:59Kita ingin pisa skor kita lebih tinggi dari saat ini.
04:03Kita ingin kualitas dari lulusan kita lebih baik dari saat ini.
04:09Karena itu dikombinasikan dia.
04:12Kalau yang melalui belanja PIP, KIP, termasuk revitalisasi sekolah,
04:20itu melalui pemerintah pusat.
04:22Sekolah Unggul Garuda melalui pemerintah pusat.
04:24Sekolah Rakyat 19,3 triliun juga adalah belanja pemerintah pusat
04:28lewat kementerian sosial.
04:30Jadi ini adalah desain dari bagaimana anggaran pendidikan itu dipakai.
04:34Berikutnya mungkin secara cepat anggaran kesehatan saat ini sudah Rp161,8 triliun.
04:41Ada yang dipakai di sebelah bawah untuk perbaikan sarana-prasarana,
04:46untuk perbaikan layanan kesehatan masyarakat,
04:49dan untuk dukungan manajemen.
04:50Terima kasih.