Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih menjadi perdebatan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persoalan ijazah dan pencalonannya.

Fraksi Partai Golkar menyatakan terbuka untuk mendiskusikan persoalan ini secara politik, tetapi menegaskan bahwa pemakzulan bukan perkara kecil dan menyangkut penyelenggaraan pemerintahan serta kepentingan rakyat.

Baca Juga Debat Analisa! Effendi, Andi hingga Bonjowi Soal Hitung-Hitung Politik Prabowo, Lepas Wapres Gibran? di https://www.kompas.tv/video/695163/debat-analisa-effendi-andi-hingga-bonjowi-soal-hitung-hitung-politik-prabowo-lepas-wapres-gibran

Di sisi lain, Asfinawati menilai proses pemilu perlu ditelusuri kembali, sementara Taufik Billfaqih menegaskan Gibran tidak perlu mundur.

Berbeda dengan itu, Lukas Luwarso berpandangan Gibran harus diberhentikan. Bagaimana sikap DPR dan Presiden Prabowo Subianto terhadap polemik ini? Simak dialog bersama Ahmad Irawan, Kurniawan, Asfinawati, Taufik Billfaqih, dan Lukas Luwarso.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/695165/bongkar-sikap-golkar-soal-isu-pemakzulan-gibran-akankah-prabowo-tetap-bertahan
Transkrip
00:00Ya, jadi Mas Hirawan, apakah Mas Hirawan dan Pak Prabowo akan melanjutkan keputusan MK atau stop dalam wacana pemakzulan?
00:09Kembali ke awal tadi, kalau kita mau berdebat secara hukum, kita berdebat secara hukum.
00:14Tapi nggak boleh ada prejudice, supaya proses itu bisa adil dan konsisten.
00:21Tapi kalau kita mau bicara politik, kita bukan dialog, fraksi Partai Golkar terbuka terhadap hal tersebut.
00:30Nah, begini saja, Presiden itu kan sebagai satu lembaga sendiri.
00:35Mahkamah Konstitusi juga sebagai satu lembaga sendiri.
00:38DPR juga adalah sebagai satu lembaga sendiri.
00:42Sebagai satu negara yang mengandung demokrasi konstitusional, kami di DPR berharap bahwa DPR, bahwa Mahkamah Konstitusi harus kita jaga sama
00:50-sama.
00:51Dijaga sama-sama?
00:52Kita jaga sama-sama, karena yang bisa menyelesaikan setiap pertentangan politik di Republik ini adalah Mahkamah Konstitusi.
00:59Itu yang pertama.
01:01Yang kedua, DPR tahu kapan harus menggunakan hak-haknya.
01:06Dan kami akan melihat dan melilai bahwa MK telah mengeluarkan putusan, kami akan mempelajarinya dengan baik.
01:14Presiden, kita hormati satu sebagai satu kelembagaan dan kami berharap bahwa tentu Presiden juga tahu apa yang harus dilakukan saja.
01:25Tetapi satu hal, Mbak Ilona, saya tahu lagi-lagi bahwa proses impeachment, pemaksulan itu bukan perkara kecil.
01:32Ini menyangkut pemerintahan secara luas, penyelenggaran pemerintahan secara luas, menyangkut kehidupan rakyat banyak.
01:39Oke, baik. Saya kebangkurnian, kalau begitu menurut Anda Pak Prabowo akan melanjutkan hasil putusan MK atau stop dalam wacara pemakjulan?
01:47Pak Prabowo menghormati keputusan MK.
01:50Menghormati yang artinya?
01:51Ya, kita tunggu kawan-kawan DPR maupun MBR.
01:54Karena pemakjulan ini kan bukan hal yang kecil ini.
01:57Saya sepakat dengan Pak Baginda dari Golkar, ini menyangkut hajat hidup orang banyak.
02:03Jadi kita tunggu saja, bola liar ini, bola panas ini mau sampai mana berhentinya?
02:09Nah, cuma pesan saya, hentikan polemik ijazah ini sempat tidak terjadi di kemulian hari.
02:18Ya, setuju.
02:19Setuju.
02:20Oke.
02:21Setuju itu.
02:21Ya, itu ya.
02:22Oke.
02:22Jangan bicara lagi masalah ijazah ini.
02:25Ya.
02:26Jangan dipolitisir ijazah ini.
02:27Jangan dipolitisir ijazah ini.
02:27Jangan dipolitisir ijazah ini.
02:27Jangan dipolitisir ijazah ini.
02:28Ya, makanya itu. Ini kan sudah berapa tahun kita disibukkan urusan ijazah.
02:33Kasian adik-adik kita. Nanti mereka malas kuliah nanti.
02:36Itu aja.
02:36Oke, baik. Saya ke Pak Asfi kalau begitu.
02:38Mbak Asfi, jadi Anda melihat apa pesan kuat MK kepada DPR?
02:43Ya, harus ada pembenahan dan harus ada penelusuran kembali tentang proses pemilunya.
02:51Jadi bukan sekedar hasilnya, menurut saya sinyalnya itu.
02:54Ini ada proses pemilu yang harus dilihat lagi oleh DPR.
02:58Dan ini sebetulnya kan senada dengan banyak suara tentang kecurangan-kecurangan pemilu ya.
03:04Itu yang harus kita tangkap, semangat itu.
03:06Jadi Bang Mil, kira-kira apa nanti sikap Mas Gibran?
03:08Sebentar, saya punya pertanyaan yang baru.
03:10Jadi pertanyaannya adalah, singkat saja dijawab.
03:12Apakah, apa nanti sikap dari Mas Gibran?
03:14Apakah akan stay, mundur, atau tidak maju Pilpres 2029?
03:19Pertama, Gibran tidak menyalahi aturan.
03:22Tidak ada syarat yang kemudian dia tidak memenuhi.
03:25Sehingga itu dia tidak perlu mundur dan tidak harus mundur.
03:27Dan kami sebagai pendukung beliau tidak meminta beliau mundur.
03:30Yang kedua, soal keterbelahan di masyarakat bukan cuma orang-orang yang masyarakat yang dianggap mendukung teman-temannya Bang Lukas dan
03:37kawan-kawan.
03:37Tapi ingat, diaspora mahasiswa-mahasiswa yang dari luar negeri yang kebetulan tidak punya ijasa SMA itu.
03:43Sekarang juga lagi berkelindang di media sosial.
03:46Mereka mengkritik seolah-olah kalau orang dari luar negeri itu tidak bisa sekolah dengan baik.
03:50Terakhir, soal Prabowo.
03:51Saya mau kasih tahu sama teman-teman, termasuk buat teman-teman relawan.
03:54Ingat, Pak Prabowo itu orang Sulawesi Utara.
03:56Dia punya darah manado, sama dengan saya.
03:58Ada prinsip si Tau Timau Tumoto.
04:01Dia itu orang yang memanusiakan orang lain.
04:03Bayangkan, orang yang cacimaki dia saja, itu dia ajak bergabung di pemerintah.
04:07Apalagi sosok Jokowi dan juga Gibran yang merupakan orang yang akrab dan juga sudah dia anggap sebagai anak.
04:13Saya yakin Pak Prabowo akan bersama-sama, harmonis bersama Gibran, bahkan sampai dengan 2034.
04:17Baik, itu keyakinan dari Mas Mil, kalau Bang Lukas sendiri melihatnya bagaimana sikap Mas Gibran?
04:23Apalagi baik, stay, mundur, atau jangan maju di Pilpres 2029?
04:27Yang pertama, ada dua kata ya.
04:29Ini keluarga Jokowi yang berambisi membangun dinasti, kena batunya.
04:34Jadi hanya lima tahun ambisi untuk menjadi dinasti, kemungkinan besar sudah akan gagal.
04:41Jadi Gibran itu sebagai politikus terlalu prematur lahirnya, jadi ada cacat bawaan genetik yang tidak bisa dilanjutkan.
04:52Jadi kedugaan saya ini ya, kan ada dua pilihan.
04:56Pasal 7A, Undang-Undang Dasar 45 adalah pemaksulan.
05:00Kalau saya bahkan melihat yang akan dipakai pasal 7B, pemberhentian.
05:04Karena cacat prematurnya dia sebagai politikus yang dibaksakan oleh Jokowi waktu itu,
05:12menemukan momentumnya dengan cacat administrasinya.
05:16Jadi itu tidak ada pilihan lain, harus diberhentikan.
05:18Harus diberhentikan.
05:19Kalau Bang Andi menurut Anda apakah nanti Mas Gibran mau mempertimbangkan mundur?
05:23Selalu berpikiran sesat.
05:25Menurut reawan, berarti saya benar.
05:28Selalu memprovoke masyarakat dengan memasuki pikiran yang sesatnya itu.
05:31Kalau kita lihat 97 juta orang memilih Prabowo-Gibran.
05:37Apakah Gibran tidak mempunyai namanya, andil di sana?
05:42Banyak andilnya untuk sana.
05:44Kita mesti melihat siapa yang meminta Mas Gibran untuk menjadi calon wakil presiden pada saat itu.
05:51Bukan hanya Pak Prabowo.
05:54Ganjar, Anies minta.
05:57Tapi apa, ditolak semua oleh Mas Gibran.
06:00Jadi jangan berpikiran bahwa Pak Jokowi akan membangun dinasti untuk itu.
06:05Jelas gitu.
06:07Profesor Submi Dasko yang kami hormati.
06:11Beliau mengatakan di dalam satu podcast itu.
06:14Lima kali Pak Prabowo meminta Mas Gibran untuk menjadi wakilnya.
06:20Kelima-lima itu baru dia terima.
06:23Nah apa yang dikatakan dia itu?
06:25Itu ada pikiran sesat.
06:26Karena apa?
06:26Yang dia katakan membangun dinasti, dinasti man yang dibangun.
06:30Karena mereka, karena mereka ini adalah tidak move on.
06:34Dalam kontestasi kemarin-kemarin itu.
06:37Sehingga membangun ini, ada yang kegelit nih.
06:39Ada yang kegelit-kegelit pengen jadi.
06:42Pengganti wakil presiden.
06:43Terima kasih kepada seluruh narasumber.
06:45Kita tunggu 2019, Prabowo Fitnah di Buat Periode.
06:49Ramalan saya, Golkar akan dipakai untuk menyodok.
06:53Dan demikian saudara, saya menutup bola liar.
06:54Selamat malam.

Dianjurkan