00:00Ya, jadi Mas Hirawan, apakah Mas Hirawan dan Pak Prabowo akan melanjutkan keputusan MK atau stop dalam wacana pemakzulan?
00:09Kembali ke awal tadi, kalau kita mau berdebat secara hukum, kita berdebat secara hukum.
00:14Tapi nggak boleh ada prejudice, supaya proses itu bisa adil dan konsisten.
00:21Tapi kalau kita mau bicara politik, kita bukan dialog, fraksi Partai Golkar terbuka terhadap hal tersebut.
00:30Nah, begini saja, Presiden itu kan sebagai satu lembaga sendiri.
00:35Mahkamah Konstitusi juga sebagai satu lembaga sendiri.
00:38DPR juga adalah sebagai satu lembaga sendiri.
00:42Sebagai satu negara yang mengandung demokrasi konstitusional, kami di DPR berharap bahwa DPR, bahwa Mahkamah Konstitusi harus kita jaga sama
00:50-sama.
00:51Dijaga sama-sama?
00:52Kita jaga sama-sama, karena yang bisa menyelesaikan setiap pertentangan politik di Republik ini adalah Mahkamah Konstitusi.
00:59Itu yang pertama.
01:01Yang kedua, DPR tahu kapan harus menggunakan hak-haknya.
01:06Dan kami akan melihat dan melilai bahwa MK telah mengeluarkan putusan, kami akan mempelajarinya dengan baik.
01:14Presiden, kita hormati satu sebagai satu kelembagaan dan kami berharap bahwa tentu Presiden juga tahu apa yang harus dilakukan saja.
01:25Tetapi satu hal, Mbak Ilona, saya tahu lagi-lagi bahwa proses impeachment, pemaksulan itu bukan perkara kecil.
01:32Ini menyangkut pemerintahan secara luas, penyelenggaran pemerintahan secara luas, menyangkut kehidupan rakyat banyak.
01:39Oke, baik. Saya kebangkurnian, kalau begitu menurut Anda Pak Prabowo akan melanjutkan hasil putusan MK atau stop dalam wacara pemakjulan?
01:47Pak Prabowo menghormati keputusan MK.
01:50Menghormati yang artinya?
01:51Ya, kita tunggu kawan-kawan DPR maupun MBR.
01:54Karena pemakjulan ini kan bukan hal yang kecil ini.
01:57Saya sepakat dengan Pak Baginda dari Golkar, ini menyangkut hajat hidup orang banyak.
02:03Jadi kita tunggu saja, bola liar ini, bola panas ini mau sampai mana berhentinya?
02:09Nah, cuma pesan saya, hentikan polemik ijazah ini sempat tidak terjadi di kemulian hari.
02:18Ya, setuju.
02:19Setuju.
02:20Oke.
02:21Setuju itu.
02:21Ya, itu ya.
02:22Oke.
02:22Jangan bicara lagi masalah ijazah ini.
02:25Ya.
02:26Jangan dipolitisir ijazah ini.
02:27Jangan dipolitisir ijazah ini.
02:27Jangan dipolitisir ijazah ini.
02:27Jangan dipolitisir ijazah ini.
02:28Ya, makanya itu. Ini kan sudah berapa tahun kita disibukkan urusan ijazah.
02:33Kasian adik-adik kita. Nanti mereka malas kuliah nanti.
02:36Itu aja.
02:36Oke, baik. Saya ke Pak Asfi kalau begitu.
02:38Mbak Asfi, jadi Anda melihat apa pesan kuat MK kepada DPR?
02:43Ya, harus ada pembenahan dan harus ada penelusuran kembali tentang proses pemilunya.
02:51Jadi bukan sekedar hasilnya, menurut saya sinyalnya itu.
02:54Ini ada proses pemilu yang harus dilihat lagi oleh DPR.
02:58Dan ini sebetulnya kan senada dengan banyak suara tentang kecurangan-kecurangan pemilu ya.
03:04Itu yang harus kita tangkap, semangat itu.
03:06Jadi Bang Mil, kira-kira apa nanti sikap Mas Gibran?
03:08Sebentar, saya punya pertanyaan yang baru.
03:10Jadi pertanyaannya adalah, singkat saja dijawab.
03:12Apakah, apa nanti sikap dari Mas Gibran?
03:14Apakah akan stay, mundur, atau tidak maju Pilpres 2029?
03:19Pertama, Gibran tidak menyalahi aturan.
03:22Tidak ada syarat yang kemudian dia tidak memenuhi.
03:25Sehingga itu dia tidak perlu mundur dan tidak harus mundur.
03:27Dan kami sebagai pendukung beliau tidak meminta beliau mundur.
03:30Yang kedua, soal keterbelahan di masyarakat bukan cuma orang-orang yang masyarakat yang dianggap mendukung teman-temannya Bang Lukas dan
03:37kawan-kawan.
03:37Tapi ingat, diaspora mahasiswa-mahasiswa yang dari luar negeri yang kebetulan tidak punya ijasa SMA itu.
03:43Sekarang juga lagi berkelindang di media sosial.
03:46Mereka mengkritik seolah-olah kalau orang dari luar negeri itu tidak bisa sekolah dengan baik.
03:50Terakhir, soal Prabowo.
03:51Saya mau kasih tahu sama teman-teman, termasuk buat teman-teman relawan.
03:54Ingat, Pak Prabowo itu orang Sulawesi Utara.
03:56Dia punya darah manado, sama dengan saya.
03:58Ada prinsip si Tau Timau Tumoto.
04:01Dia itu orang yang memanusiakan orang lain.
04:03Bayangkan, orang yang cacimaki dia saja, itu dia ajak bergabung di pemerintah.
04:07Apalagi sosok Jokowi dan juga Gibran yang merupakan orang yang akrab dan juga sudah dia anggap sebagai anak.
04:13Saya yakin Pak Prabowo akan bersama-sama, harmonis bersama Gibran, bahkan sampai dengan 2034.
04:17Baik, itu keyakinan dari Mas Mil, kalau Bang Lukas sendiri melihatnya bagaimana sikap Mas Gibran?
04:23Apalagi baik, stay, mundur, atau jangan maju di Pilpres 2029?
04:27Yang pertama, ada dua kata ya.
04:29Ini keluarga Jokowi yang berambisi membangun dinasti, kena batunya.
04:34Jadi hanya lima tahun ambisi untuk menjadi dinasti, kemungkinan besar sudah akan gagal.
04:41Jadi Gibran itu sebagai politikus terlalu prematur lahirnya, jadi ada cacat bawaan genetik yang tidak bisa dilanjutkan.
04:52Jadi kedugaan saya ini ya, kan ada dua pilihan.
04:56Pasal 7A, Undang-Undang Dasar 45 adalah pemaksulan.
05:00Kalau saya bahkan melihat yang akan dipakai pasal 7B, pemberhentian.
05:04Karena cacat prematurnya dia sebagai politikus yang dibaksakan oleh Jokowi waktu itu,
05:12menemukan momentumnya dengan cacat administrasinya.
05:16Jadi itu tidak ada pilihan lain, harus diberhentikan.
05:18Harus diberhentikan.
05:19Kalau Bang Andi menurut Anda apakah nanti Mas Gibran mau mempertimbangkan mundur?
05:23Selalu berpikiran sesat.
05:25Menurut reawan, berarti saya benar.
05:28Selalu memprovoke masyarakat dengan memasuki pikiran yang sesatnya itu.
05:31Kalau kita lihat 97 juta orang memilih Prabowo-Gibran.
05:37Apakah Gibran tidak mempunyai namanya, andil di sana?
05:42Banyak andilnya untuk sana.
05:44Kita mesti melihat siapa yang meminta Mas Gibran untuk menjadi calon wakil presiden pada saat itu.
05:51Bukan hanya Pak Prabowo.
05:54Ganjar, Anies minta.
05:57Tapi apa, ditolak semua oleh Mas Gibran.
06:00Jadi jangan berpikiran bahwa Pak Jokowi akan membangun dinasti untuk itu.
06:05Jelas gitu.
06:07Profesor Submi Dasko yang kami hormati.
06:11Beliau mengatakan di dalam satu podcast itu.
06:14Lima kali Pak Prabowo meminta Mas Gibran untuk menjadi wakilnya.
06:20Kelima-lima itu baru dia terima.
06:23Nah apa yang dikatakan dia itu?
06:25Itu ada pikiran sesat.
06:26Karena apa?
06:26Yang dia katakan membangun dinasti, dinasti man yang dibangun.
06:30Karena mereka, karena mereka ini adalah tidak move on.
06:34Dalam kontestasi kemarin-kemarin itu.
06:37Sehingga membangun ini, ada yang kegelit nih.
06:39Ada yang kegelit-kegelit pengen jadi.
06:42Pengganti wakil presiden.
06:43Terima kasih kepada seluruh narasumber.
06:45Kita tunggu 2019, Prabowo Fitnah di Buat Periode.
06:49Ramalan saya, Golkar akan dipakai untuk menyodok.
06:53Dan demikian saudara, saya menutup bola liar.
06:54Selamat malam.