00:00Sekarang hari-hari ini kita lihat gitu.
00:03Dan saya terakhir, sekali lagi masih mencoba mengetuk hati,
00:09mudah-mudahan masih ada,
00:11Saudara Gibran Raka Buming Raka,
00:13kita sudah menyuarakan ini berkali-kali.
00:16Kelihatannya yang bersangkutan masih berkata akan fokus bekerja.
00:21Saya lagi-lagi tidak ingin patah semangat
00:26untuk memberikan nasihat, memberikan saran, memberikan pandangan.
00:32Ini adalah waktu terbaik untuk memilih mundur.
00:40Ini adalah saat terbaik untuk memutuskan berhenti.
00:44Ini adalah kesempatan untuk melakukan pertobatan.
00:49Artinya langkah ke depan Mas Gibran yang masih muda,
00:54masih mungkin mengambil paket C atau sejenis itu.
00:58Dan itu dimulai dengan pertobatan untuk menghentikan
01:03apa yang sudah dibuka secara jelas dalam putusan mahkamah.
01:08Perdebatan soal ini sistem pendidikan yang berbeda sudah selesai.
01:12Semuanya seharusnya penduk pada mahkamah yang mengatakan,
01:16Saudara Gibran tidak memenuhi syarat pendidikan
01:19sebagaimana diatur dalam pasal 169 huruf R,
01:23pasal 227 huruf L, undang-undang pemilu.
01:27Clear, sudah disampaikan oleh mahkamah.
01:30Jadi, ada dua sebenarnya modal Mas Gibran,
01:35tahu diri dan tahu malu.
01:38Itu artinya mundur dari posisi yang terhormat Wakil Presiden.
01:45Kalau tidak mundur,
01:47maka pilihannya adalah dimundurkan.
01:51Terima kasih dari saya sebagai penutup.
01:54Lebih kurangnya saya minta maaf.
01:56Lebih lahi topik walidayah.
01:58Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:02Kepada semua yang ada di Zoom dan di Youtube
02:06yang masih bersama dengan kami,
02:09saya ucapkan terima kasih teman-teman KAS,
02:12teman-teman pemohon,
02:13para kuasa hukum,
02:15terima kasih teman-teman kuasa dan pemohon,
02:18mohon besok bisa hadir dalam rapat koordinasi.
02:21Kita mulai jam 9 di tempat yang sama,
02:23kantor Integrity.
02:25Kita lanjutkan perjuangan.
02:27Bila itopik walidayah.
02:28Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:31Terima kasih.