00:00Roki Gerung hingga Anwar Usman masuk istana, rangkul kritikus atau pembagian jatah.
00:06Satu di antara topik yang hangat di ruang publik saat ini adalah kejutan dari Istana Negara.
00:11Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau One Team Press
00:17berdasarkan Keputusan Presiden No. 107 Pre tahun 2026.
00:23One Team Press sendiri merupakan lembaga pemerintahan non-struktural
00:26yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.
00:33Sesuai UU No. 19 tahun 2006,
00:36masukan tersebut bisa disampaikan baik atas permintaan Presiden maupun atas inisiatif One Team Press sendiri,
00:43serta bersifat tertutup alias tidak boleh dipublikasikan secara sembarangan kepada masyarakat luas.
00:49Formasi One Team Press periode ini dipimpin oleh mantan Mensesnek Pratikno sebagai ketua,
00:54Hatta Rajasa sebagai wakil ketua,
00:57serta Muhammad Kodari sebagai sekretaris.
01:00Namun, yang menjadi sorotan utama publik adalah deretan nama anggotanya
01:05yang merangkul berbagai elemen,
01:07mulai dari tokoh agama, mantan pejabat, hingga pengamat politik kritis.
01:12Beberapa nama populer yang masuk dalam jajaran One Team Press kali ini,
01:16antara lain Rocky Gerung, Ignatius Jonan, Sinta Nuria Wahid,
01:21Kurais Sihab, Kairul Tanjung, Yusuf Hamka, Budi Gunawan,
01:26hingga mantan ketua MK, Anwar Usman.
01:29Pelantikan ini pun langsung memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
01:33Pihak yang mendukung menilai bahwa pengangkatan tokoh-tokoh dari ragam latar belakang ini
01:38mencerminkan semangat toleransi dan perangkulan politik yang kuat
01:43agar Presiden dapat pertimbangan komprehensif dari berbagai sudut pandang.
01:49Sebaliknya, nada kritis menyoroti gemuknya jumlah anggota yang mencapai 26 orang,
01:54jauh melampaui era sebelumnya,
01:56sehingga memicu dugaan adanya upaya akomodasi politik atau pembagian jatah jabatan.
02:02Kehadiran figur kritis seperti Rocky Gerung juga menimbulkan perdebatan,
02:06di mana publik bertanya-tanya apakah ia akan tetap independen
02:11atau ketajamannya justru meredup setelah berada di dalam lingkaran kekuasaan.
02:17Jika menengok sejarahnya,
02:19lembaga penasihat Presiden ini sebenarnya bukan hal baru dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
02:25Sebelum amandemen UUD 1945,
02:28lembaga penasihat ini dikenal sebagai Dewan Pertimbangan Agung
02:31yang bersifat independen dan pernah dipimpin tokoh-tokoh historis
02:36seperti Margono Joyo Hadikusumo pada era Soekarno.
02:40Setelah DPA dihapuskan,
02:42era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi membentuk One Team Press pada 2007.
02:48Dengan jumlah anggota yang dibatasi,
02:51hanya sembilan orang,
02:52dan dipimpin secara bergantian atau oleh ketua yang ditunjuk,
02:56seperti Ali Alatas dan Emil Salim.
02:59Tradisi sembilan anggota ini berlanjut di era Presiden Joko Widodo
03:03yang sempat dipimpin oleh Sri Adi Ningsih hingga Wiranto
03:07sebelum akhirnya mengalami perluasan jumlah secara signifikan pada pemerintahan saat ini.
03:14Kalau menurut kalian sendiri,
03:15keberadaan tokoh-tokoh vokal di lingkaran istana ini
03:18akan bikin kebijakan pemerintahan meningkat
03:20atau justru sebaliknya?
03:22Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya.
03:29Terima kasih telah menonton!