Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Rocky Gerung Hingga Anwar Usman Masuk Istana: Rangkul Kritikus atau Pembagian Jatah?

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) berdasarkan Keppres Nomor 107/P Tahun 2026.

Dipimpin oleh Pratikno sebagai Ketua, Hatta Rajasa (Wakil Ketua), dan M. Qodari (Sekretaris), komposisi Wantimpres kali ini mencuri perhatian karena merangkul figur lintas sektor. Mulai dari akademisi, mantan pejabat, hingga pengamat politik vokal seperti Rocky Gerung masuk dalam jajaran penasehat Istana.

Pengangkatan ini memicu berbagai respons publik. Di satu sisi, kehadiran tokoh-tokoh ini dinilai mampu memperkaya sudut pandang kebijakan. Namun di sisi lain, jumlah anggota yang terbilang gemuk dibandingkan era sebelumnya menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas para anggotanya.

#rockygerung #anwarusman #wantimpres

Creative/Video Editor: Icha/Reiki
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Roki Gerung hingga Anwar Usman masuk istana, rangkul kritikus atau pembagian jatah.
00:06Satu di antara topik yang hangat di ruang publik saat ini adalah kejutan dari Istana Negara.
00:11Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau One Team Press
00:17berdasarkan Keputusan Presiden No. 107 Pre tahun 2026.
00:23One Team Press sendiri merupakan lembaga pemerintahan non-struktural
00:26yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.
00:33Sesuai UU No. 19 tahun 2006,
00:36masukan tersebut bisa disampaikan baik atas permintaan Presiden maupun atas inisiatif One Team Press sendiri,
00:43serta bersifat tertutup alias tidak boleh dipublikasikan secara sembarangan kepada masyarakat luas.
00:49Formasi One Team Press periode ini dipimpin oleh mantan Mensesnek Pratikno sebagai ketua,
00:54Hatta Rajasa sebagai wakil ketua,
00:57serta Muhammad Kodari sebagai sekretaris.
01:00Namun, yang menjadi sorotan utama publik adalah deretan nama anggotanya
01:05yang merangkul berbagai elemen,
01:07mulai dari tokoh agama, mantan pejabat, hingga pengamat politik kritis.
01:12Beberapa nama populer yang masuk dalam jajaran One Team Press kali ini,
01:16antara lain Rocky Gerung, Ignatius Jonan, Sinta Nuria Wahid,
01:21Kurais Sihab, Kairul Tanjung, Yusuf Hamka, Budi Gunawan,
01:26hingga mantan ketua MK, Anwar Usman.
01:29Pelantikan ini pun langsung memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
01:33Pihak yang mendukung menilai bahwa pengangkatan tokoh-tokoh dari ragam latar belakang ini
01:38mencerminkan semangat toleransi dan perangkulan politik yang kuat
01:43agar Presiden dapat pertimbangan komprehensif dari berbagai sudut pandang.
01:49Sebaliknya, nada kritis menyoroti gemuknya jumlah anggota yang mencapai 26 orang,
01:54jauh melampaui era sebelumnya,
01:56sehingga memicu dugaan adanya upaya akomodasi politik atau pembagian jatah jabatan.
02:02Kehadiran figur kritis seperti Rocky Gerung juga menimbulkan perdebatan,
02:06di mana publik bertanya-tanya apakah ia akan tetap independen
02:11atau ketajamannya justru meredup setelah berada di dalam lingkaran kekuasaan.
02:17Jika menengok sejarahnya,
02:19lembaga penasihat Presiden ini sebenarnya bukan hal baru dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
02:25Sebelum amandemen UUD 1945,
02:28lembaga penasihat ini dikenal sebagai Dewan Pertimbangan Agung
02:31yang bersifat independen dan pernah dipimpin tokoh-tokoh historis
02:36seperti Margono Joyo Hadikusumo pada era Soekarno.
02:40Setelah DPA dihapuskan,
02:42era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi membentuk One Team Press pada 2007.
02:48Dengan jumlah anggota yang dibatasi,
02:51hanya sembilan orang,
02:52dan dipimpin secara bergantian atau oleh ketua yang ditunjuk,
02:56seperti Ali Alatas dan Emil Salim.
02:59Tradisi sembilan anggota ini berlanjut di era Presiden Joko Widodo
03:03yang sempat dipimpin oleh Sri Adi Ningsih hingga Wiranto
03:07sebelum akhirnya mengalami perluasan jumlah secara signifikan pada pemerintahan saat ini.
03:14Kalau menurut kalian sendiri,
03:15keberadaan tokoh-tokoh vokal di lingkaran istana ini
03:18akan bikin kebijakan pemerintahan meningkat
03:20atau justru sebaliknya?
03:22Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya.
03:29Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan