00:02Hai ada berapa banyak kooperasi yang salah tempat biasa di pinggir desa tidak ada kita
00:09cari di hutan di hutan enggak ada kita cari di kuburan di kuburan enggak ada kita cari
00:13tengah laut Hai promosikan bahwa memang Hai ada kantor kooperasi bukan kooperasi
00:24bangunan kooperasi di tengah hutan bangunan kooperasi di tengah kuburan bangunan kooperasi
00:30di tengah laut berbanyak 8.733.000 sampai hari ini
00:41gimana mengatasi pindahin aja kan gampang memindahkan 8.373 kooperasi yang salah tempat
00:48gampang dipindahinnya pakai apa AI pindahin aja klok kan itu fakta yang dibuat oleh AI yang
00:56kemudian dikutip 800 8.300 kali lalu orang anggap ada 8.375.000 kali
01:04Hai persepian terbentuk kooperasi itu salah tempat padahal cuman tujuh yang salah tempat
01:13nah bagian ini enggak mungkin kita bantai dengan data cuman tujuh tidak udah terbentuk persepsi
01:20di situ taking the impossible counter logics hanya itu yang bisa dilakukan
01:29Hai lagi netizen ini begitu ditunjukkan logika lo itu l penuh dengan falsi situ terangin gimana
01:38ya mungkin ada 8 juta padahal proyeknya cuma 20.000 Oh begitu ya Pak ada yang ngerti
01:45Hai jadi kita ingin ada satu komunikasi yang betul-betul attacking data baik putting logics
01:55first ini buat netizen yang terdiri
02:01hai hai hai Hai gimana dengan mereka yang memang nggak mungkin dibenahi logikanya
02:06Hai ini aja oke itu buat kalian Hai apalagi kalau kita nyayal sedikit ya yang 8 juta yang ada di
02:15kuburan yang ada di laut yang ada di hutan itu sebetulnya kooperasi bayangan dibuat oleh kabinet
02:23bayangan operasi bayang-bayang enak bercandanya begitu kan Hai jadi sekali lagi ada keahlian
02:32khusus memang untuk ngeyel tetapi dengan prinsip bahwa Hai apapun yang diucapkan oleh seorang pejabat
02:40Hai komunikator dia musuh jadi impact terhadap perubahan cara berfikir perubahan sikap Hai itu yang
02:50namanya penampilan awal Hai kodari memang enggak cocok disitu dalam evaluasi saya
03:02ini saya mau terangin ini sebagai sebagai persahabatan kenapa kodari dilatih untuk
03:09Hai bukan untuk attacking the impossible tapi attacking the possibility itu
03:15Hai pak kodari sebetulnya lebih pantas jadi kemudian berimob
03:23karena itu kalau beliau dipindahkan kewanti bersama itu paling tepat karena dia akan mengatur
03:30strategi komunikasi tanpa terlihat wajah gantengnya itu
03:34hai hai hai hai Hai ya kalau enggak disort kamera ganteng
03:41begitu surat kamera
03:43Hai profil itu langsung ditangkap karena itu
03:48Hai ini karena saya kena beliau sebaliknya
03:53Hai pas aganda
03:54Hai penampilannya tuh adem ada kalau udah tahu
03:59kawan saya ini ketika masih aktif di ITB
04:02perjalanan
04:03gamparin berimob
04:07bakar
04:08Hai motor polisi lah kabur
04:11Hai jadi memang ada hal yang masih bisa kita evaluasi dari postur-postur manusia
04:22Hai sekarang gua ngomong tentang gue sendiri
04:23Hai saya ada di
04:30pelanggan istana sekarang akan jadi sasaran
04:32Hai enggak ada cara untuk menghalangi kawan-kawan saya
04:37Hai yang berupaya untuk cari
04:41Hai dalil bahwa saya mengkhianati
04:44perjuangan
04:45Hai kigerung reputasinya didagangkan pada Prabowo
04:50enggak pernah
04:53kertama reputasi saya
04:55dengan fasilitas dari awal
04:57saya menginginkan
05:00pikiran saya
05:02tiba dua detik
05:04sebelum kejadian
05:05Hai saya inginkan jarak argumentasi saya tidak lagi melalui ilc
05:20jadi
05:21jadi karena itu kemarin saya bilang saya hanya pindah
05:24dari luar ke dalam
05:27orang marah
05:28orang yang marah itu artinya
05:33Hai yang enggak ingin berpisah
05:37sebetulnya
05:38hai hai hai hai
05:42ya
05:43ya kayak
05:44mantan yang gelisat
05:45tapi ingin
05:46cacimaki
05:47padahal
05:48ya cuman karena dia gelisat
05:49jadi saya mengerti opini publik yang di
05:52diset
05:54oleh akademisi
05:55NGO
05:57worse
05:57itu yang sekarang beredar
06:00tapi
06:00kita hanya ingin mengatakan bahwa
06:02ini negeri
06:04harus dikembalikan pada akal sehat
06:06Hai dan orang yang ketagihan
06:09sensasi
06:10dia berhenti jadi pedagog
06:12berubah jadi demagog
06:15kawan-kawan saya yang tadinya
06:16pedagog
06:17akhirnya jadi demagog
06:18karena ada gunanya mereka
06:20hajar saya
06:21buat apa coba
06:22sama masyarakat sivil
06:24jadi dia sendiri mendefisitkan akal pikirannya tuh
06:27hanya karena tadi
06:30marah karena ditinggalkan
06:31dan saya bilang
06:32saya cuman pergi sebentar
06:35ke warung
06:37buat bimpermen nano-nano
06:39mereka pikir saya gak akan balik kan
06:42masih saya balik
06:42dalam bentuk pikiran ide yang sama
06:45tapi
06:47orang
06:48memilih sesuatu
06:49saya memilih jadi
06:51pengkrik
06:53karena pilihan moral saya
06:55karena pilihan akal pikiran saya
06:56saya pertanggung jawaban itu
06:58bukan demi akal pikiran publik
07:00saya gak ada urusan dengan
07:02memberi
07:05atau melayani keraguan-raguan
07:07publik melayani
07:08keraguan-raguan
07:09netizen
07:12demi itu
07:13saya tegas
07:14saya
07:14I am an independent
07:18orang independen itu
07:19memilih sendiri targetnya tuh
07:21dan bertanggung jawab
07:22pas pilihan itu
07:24bikin juga Pak Kodari
07:25dia memilih sendiri
07:26tanggung jawabnya
07:29cacimaki oleh netizen
07:31titik oleh
07:32NGO
07:33tapi ada bagian yang dia kerjakan
07:35tanpa harus
07:36dia pamerkan
07:38bagian itu yang disebut sebagai
07:39memori jabatan
07:42Pak Saganda saya percaya
07:43bukan karena dia
07:45murid gue
07:46eh sorry
07:51tapi dia datang dengan keinginan untuk
07:55mengatakan seratus terang
07:56bahwa yang dikerjakan oleh presiden
07:59adalah
08:01keinginan untuk membuktikan visi beliau ketika berkampanye
08:05MBG dan kooperasi itu kan
08:07janji kampanye
08:08bagaimana dibatalkan
08:09kalau dibatalkan
08:10berarti presiden
08:11gak akan ada yang dia kerjain
08:13enak aja dia gak akan kerjain
08:15dia bilang enak aja Pak presiden
08:17anda gak kerjain apa-apa
08:18karena batalin
08:18kooperasi dan MBG
08:20itu janji presiden
08:21mesti dia kerjakan konsekuensinya
08:22yang dihitung
08:24karena itu
08:25bakom akan siapkan mitigasi
08:27terhadap konsekuensi itu
08:28terima kasih