00:00Saudara pengadilan Tipi Kors yang ini akan menggelar sidang perdana terdakwa ex-jampitsus Febri Adrian Shah dengan agenda pembacaan dakwaan.
00:10Sidang pembacaan dakwaan untuk Febri Adrian Shah, Don Rito, dan Nurman Herin dijadwalkan pukul 13.30 waktu Indonesia Barat.
00:19Febri dijerat dalam dua perkara yakni dugaan pemerasan perkara asuransi jiwasraya dan asabri, serta dugaan tindak pidana pencucian uang.
00:28Sebelumnya, berkasus perkara Febri Adrian Shah telah dinyatakan P21 sejak Rabu 16 September lalu.
00:35Barang bukti dan tersangka kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 18 September untuk selanjutnya diproses ke tahap penuntutan
00:46di pengadilan.
00:50Lebih lengkap soal sidang dakwaan ex-jampitsus yang akan berlangsung siang ini.
00:54Kita tanyakan pada jurnalis Kompas TV, Renata Panggalo dan juru kamera Aofa Farid.
01:00Renata, sekira satu jam lagi sidang dimulai. Apakah ketiga terdakwa sudah hadir di pengadilan?
01:13Ivo sejauh ini kami pantau belum terlihat tanda-tanda kedatangan dari tiga terdakwa, Febri Adrian Shah, Don Rito dan juga
01:20Nurman Herin.
01:21Kami masih menantikan kedatangannya karena memang kalau dari jadwal kita lihat sidang pembacaan dakwaan pada hari ini yang merupakan sidang
01:29perdana,
01:30dijadwalkan pada pukul 13.30. Jadi masih ada satu jam lagi, kita nantikan bersama bagaimana kedatangan dari tiga terdakwa,
01:38apakah nantinya akan ada dilakukan penebalan untuk pengamanan di sekitar pengadilan Negeri Jakarta Pusat maupun pengadilan Tipikor.
01:46Namun sampai dengan saat ini kami lihat memang masih dalam kondisi yang normal, tapi kami mendengarkan ada suara dari sisi
01:54kiri pengadilan Negeri Jakarta Pusat atau pengadilan Tipikor.
02:00Kami masih akan mencari tahu sebenarnya ada apa, apakah ini merupakan demonstrasi berkaitan langsung dengan Febri Adrian Shah atau bukan.
02:10Kami akan coba nanti tanyakan kepada peserta aksi nantinya ada apa sebenarnya.
02:16Namun kalau secara umum dari pagi kami memantau memang kondisinya cukup kondusif, baru saja tadi ini kami melihat ada sedikit
02:24pergerakan begitu dari sejumlah masa aksi yang datang dari sisi kiri pengadilan Tipikor.
02:30Berkaitan dengan kasus Febri Adrian Shah kami kembali lagi bila kita bisa melihat bagaimana jalannya kasus dari awal polisi melakukan
02:39penggeledahan di sejumlah titik di Sentul, di Jakarta.
02:43Kita melihat bagaimana ini menjadi sebuah sorotan masyarakat karena dari seorang penegak hukum, dari rumah dari seorang penegak hukum ex
02:51-jampitsus Febri Adrian Shah ini ditemukan 74 kg emas.
02:55Ini yang kemudian juga menarik untuk kita simak nantinya bagaimana dari jaksa penuntut umum akan menyusun konstruksi perkara bagaimana keterkaitannya
03:03dengan dugaan perkara yang kemudian menjerat Febri Adrian Shah yakni dugaan pemerasan berkaitan dengan asabri dan jiwas raya maupun juga
03:12dengan dugaan tindak pidana pencucian uang.
03:15Ini yang nantinya sama-sama kita akan lihat apa-apa saja pasal yang akan didakwakan dalam surat terdakwa yang disusun
03:22oleh jaksa penuntut umum.
03:25Namun kalau yang kita lihat memang sejauh ini dari kejaksaan agung sebenarnya sudah menyita beberapa aset uang 5 miliar dari
03:33saksi Ferry Hongkiriwang,
03:36kemudian juga 38 obyek berupa aset tanah dan bangunan senilai 864 miliar dan 27 lembar saham.
03:45Sedangkan dari polisi yang sebelumnya memang melakukan pengusutan terhadap kasus ini juga sudah menyita emas 74 kg dan uang tunai
03:54ratusan miliar baik itu pecahan rupiah maupun valuta asing dan juga beragam dokumen sebanyak 1.150 lembar.
04:01Kalau kita melihat dari respons yang diberikan oleh terdakwa Febri Adriansyah maupun juga dengan kuasa hukumnya,
04:09secara umum Febri ini memang membantah keterlibatannya dalam dugaan pemerasan karena ia mengaku sepanjang ia bekerja sebagai jaksa 33 tahun
04:18mengabdi di kejaksaan.
04:20Dia belum pernah dihukum dan bahkan pada saat ia menjabat sebagai Satga Spekaha juga ia mengaku berprestasi begitu dapat mengembalikan
04:31aset
04:31dan juga uang kepada negara sekitar 300 triliun.
04:36Ini yang pun juga menjadi sorotan juga dan dari kuasa hukum Febri Adriansyah yaitu Febri Diansyah ini menyoroti bagaimana kemudian
04:46dugaan pemerasan maupun dugaan TPPU ini ada yang dirasa ganja.
04:51Karena memang kalau yang kita lihat dari dugaan tindak pidana korupsi menurut Febri ini tindak pidana asalnya yaitu dugaan pemerasan
05:00ini terjadi pada tahun 2020 sampai 2025.
05:04Padahal untuk dugaan TPPU ini justru diduga dilakukan 2 tahun sebelumnya yaitu 2018 hingga 2026.
05:12Sehingga ini yang tentunya juga akan menjadi menarik bagaimana dari jaksa penuntut umum bisa menjelaskan konstruksi perkara
05:19bagaimana hubungannya dari tindak pidana asal yaitu dugaan pemerasan dan juga tindak pidana pencucian uang.
05:25Dan tentunya yang akan menjadi menarik juga bagaimana dari jaksa penuntut umum ini akan mengungkap kepemilikan dari emas maupun uang
05:34yang ditemukan di rumah milik Febri.
05:37Kembali kepada Anda Ivo.