Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengundurkan diri dari jabatannya setelah mencuat kasus fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat.

Surat pengunduran diri Mashudi disebut telah diterima Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto pada Kamis (1/10/2026). Pengunduran diri tersebut disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas peristiwa yang terjadi di Lapas Cibinong.

Sebelumnya, Mashudi dicecar dalam rapat Komisi XIII DPR RI terkait pengelolaan dan pengawasan Lapas Cibinong. Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo meminta Dirjen Pemasyarakatan melakukan penataan, rotasi, serta penerapan reward and punishment terhadap petugas lapas.

Ia juga mempertanyakan penempatan sejumlah pejabat berdasarkan rekam jejak dan meminta Dirjen PAS mundur apabila tidak sanggup membenahi persoalan tersebut.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/693749/dirjenpas-mashudi-mundur-buntut-kasus-lapas-cibinong-fasilitas-mewah-jadi-sorotan
Transkrip
00:14Selamat menikmati
00:46Selamat menikmati
01:27Selamat menikmati
01:31Selamat menikmati
01:32Kalau padirin gak sanggup menata
01:33Ya
01:37Merotasi
01:37Ya
01:39Melakukan reward and punishment kepada seluruh petugas lapas
01:42Mending bapak berhenti
01:45Biar digantikan yang lain
01:46Ini catatan saya berikutnya pak
01:50Kasih bina adik
01:52Ada disini gak?
01:54Yosep?
01:57Kamu waju disini?
02:01Nih, gak perlu minta izin pimpinan ya?
02:04Oh, izin pimpinan
02:05Gak apa-apa
02:06Kecuali pak Yanwar mau duduk disini
02:08Mohon maaf pak ketua
02:10Ijin pak ketua
02:12Gini
02:15Gini
02:15Kita
02:16Tadi kan pak federik sudah dibatasi
02:19Ya
02:19Oke
02:20Jadi kita juga
02:21Terima kasih
02:22Terima kasih pak ketua
02:23Terima kasih
02:24Saya hanya ingin
02:25Menyampaikan begini pak
02:26Kenapa saya sampaikan reward and punishment ini penting di dalam rotasi dan mutasi petugas lapas
02:32Pertama
02:33Pak Wisnu terlalu lama disana
02:35Ya
02:36Tiga tahun disana
02:39Yang kedua
02:40Kemuannya ini ada kasih bina adik pak Yosep
02:42Yang tahun 2024
02:45Bertugas di
02:46Ruta Narkoba Salembah
02:49Bener ya pak Yosep ya
02:51Sebagai kepala
02:53Satuan Pengamanan Rutan
02:55Yang pada saat anda dinasti sana
02:58Ada tujuh
02:59Narapidana narkoba
03:00Kabur
03:01Bener
03:04Coba bisa dibayangkan pak
03:062024
03:07Mas Yosep ini
03:09Sebagai kepala pengamanan rutan
03:11Tujuh narapidana kabur
03:152024
03:16Bulan November
03:18Sekarang
03:20Promosi jabatan
03:22Jadi kasih bina adik di Cipinong
03:26Dimana tanggung jawab pak Dirjen
03:28Dalam memutasi merotasi jabatan seperti ini pak
03:33Ini gak main-main pak
03:34Jangan mutasi ini malah dijadikan ajang konsolidasi
03:38Ya
03:39Ajang untuk saling menutupi
03:42Dan yang lebih mengerikan lagi
03:44Kalau ini dijadikan sebuah instrumen untuk
03:47Penyelewengan
03:49Maka saya minta pak Dirjen tadi
03:51Kalau masih sanggup
03:52Bereskan ini pak
03:54Jangan leg or dislike
03:56Apalagi kalau usah setor menyetor
04:00Ini semua terbuka pak
04:02Bisa dilihat rekam jejaknya
04:03Ya
04:04Maka saya sampaikan
04:06Kalau pak Dirjen gak sanggup
04:07Lebih jentel mundur pak
04:13Cara baru nonton di Smart TV
04:15Nonton live streaming
04:17Dan ribuan tayangan Kompas Gram Media
04:19Langsung dari Smart TV kamu
04:21Cara installnya
04:23Buka Google Play Store di Smart TV kamu
04:25Cari Kompas TV melalui pencarian
04:28Pilih aplikasi lalu install
04:31Selesai
04:32Kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
04:36Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga
04:42Pilih aplikasi lalu install

Dianjurkan