Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Calon Kapolri Komjen Pol Suyudi berbicara dalam uji kelayakan di DPR pada Kamis (1/10/2026).

Suyudi memakai tema Polisi Bersama Masyarakat' di era kepemimpinannya.

Baca Juga Respons Jokowi Soal Listyo Sigit Dicopot Prabowo dan Digantikan Komjen Suyudi Jadi Kapolri di https://www.kompas.tv/nasional/693606/respons-jokowi-soal-listyo-sigit-dicopot-prabowo-dan-digantikan-komjen-suyudi-jadi-kapolri

Suyudi juga membawa 6 prioritas dalam periode 2026-2029. Mulai dari kelembagaan, SDM, pelayanan publik dan penegakan hukum, pengawasan dan anggaran.

Penunjukkan dan pengangkatan Suyudi menjadi akhir bagi Listyo di posisi tertinggi Korps Bhayangkara.

Ia pertama kali dilantik oleh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (27/1/2021). Masa jabatan yang mencapai lima tahun lebih juga membuat Listyo Sigit menjadi Kapolri terlama sepanjang era Reformasi.

Listyo Sigit juga sudah melalui dua masa kepresidenan, yakni Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.

Video Editor: Novaltri Sarelpa
Produser: Theo Reza

#kapolri #polisi #breakingnews #dpr

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693609/full-janji-komjen-suyudi-calon-kapolri-usulan-prabowo-ikuti-uji-kelayakan-di-dpr
Transkrip
00:08Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:12Salam sejahtera untuk kita sekalian, shalom, om swastiastu, nama budaya, salam kebajikan.
00:19Yang saya hormati Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,
00:25Yang sama-sama kita hormati, kita banggakan Ketua Komisi 3 DPR RI, Dr. Habibur Rahman S.H.M.H.
00:34Yang saya hormati para Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI,
00:39Yang saya hormati Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI,
00:44Yang saya hormati Bapak dan Ibu seluruh anggota Komisi 3 DPR RI,
00:49Yang saya hormati, saya cintai dan saya banggakan seluruh jajaran kepolisian negara Republik Indonesia Insan Bayangkara,
00:59Yang saya hormati rekan-rekan media dan pers,
01:03Yang saya hormati seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan momentum ini,
01:08baik secara langsung maupun secara daring di seluruh wilayah Nusantara,
01:12Yang saya hormati Bapak dan Ibu hadirin sekalian yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu tanpa mengurami rasa hormat saya.
01:23Pertama-tama, marilah kita majatkan buji syukur,
01:26kehadirat Allah SWT, Tuhan yang mahu kuasa,
01:30karena atas rahmat dan limpaan karunianya,
01:33kita diberikan kesehatan dan kesempatan untuk hadir dalam forum ini.
01:37Secara khusus, saya menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada Presiden Republik Indonesia,
01:44jajaran pemerintah, pimpinan DPR RI, pimpinan dan seluruh anggota Komisi 3 DPR RI,
01:51serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan sehingga saya dapat hadir di ruangan ini.
01:58Melalui forum yang terhormat ini,
02:01izinkan saya menyampaikan bukan hanya apa yang ingin saya kerjakan apabila memperoleh amanah,
02:06tetapi juga bagaimana saya memandang PORI,
02:10bagaimana saya memahami kegelisahan masyarakat,
02:12dan bagaimana saya mempertanggungjawabkan setiap keunangan yang dipercayakan negara kepada institusi ini.
02:20Semakin besar keunangan yang diberikan negara kepada polisi,
02:23tentunya semakin besar tanggungjawab untuk menggunakannya secara benar.
02:29Pada 1 Juli 2026, PORI memperingati hari Bayangkara ke-80,
02:358 dekade adalah perjalanan panjang pengabdian institusi kepada bangsa dan negara.
02:41Dari pusat kota hingga pelosok desa dan wilayah 3T,
02:46insan Bayangkara mengemban amanat menjaga keamanan dan ketertiban,
02:51menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayuman, dan pelayanan kepada masyarakat.
02:56Namun, memasuki dekade keempat perjalanan reformasi PORI,
03:01harus kita akui bahwa transformasi struktural, instrumental, dan terutama kultural bukan pekerjaan yang mudah.
03:08Kritik dan keluhan publik masih kita terima.
03:12Bagi saya, hal itu bukan sesuatu yang harus ditutupi.
03:15Kritik yang berbasis fakta adalah sistem peringatan dini
03:18agar institusi mengetahui bagaimana yang harus segera diperbaiki.
03:23Pembentukan Komisi Percepatan Reformasi PORI,
03:26melalui keputusan Presiden nomor 122 garis miring P tahun 2025,
03:31merupakan momentum penting untuk mempercepat pembentahan.
03:34Tujuannya bukan melemahkan PORI,
03:37melainkan memperkuat profesionalisme,
03:40akuntabilitas, kualitas pelayanan,
03:42serta kedekatan PORI dengan masyarakat.
03:44Karena itu, apabila memperoleh amanah,
03:47saya ingin melanjutkan pembentahan dengan keberanian,
03:50melihat kekurangan institusi secara jernih,
03:52sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu.
03:58Tema yang saya usung adalah Polisi Bersama Masyarakat.
04:04Sebagai doktrin kepimpinan dan arah transformasi
04:07yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.
04:12Paparan ini saya susun dalam lima rangkaian,
04:15situasi nasional, lingkungan strategis,
04:18capaian dan suara masyarakat,
04:20arah transformasi PORI,
04:21serta program 100 hari pertama dan keberlanjutan hingga 2029.
04:27Indonesia Emas 2045 membutuhkan transformasi sosial,
04:31ekonomi tata kelola transformasi hukum,
04:33stabilitas ketahanan sosial, budaya, dan ekologi,
04:36serta pembangunan kewilaihan yang adil.
04:38Astacita menempatkan reformasi politik, hukum, dan birokrasi,
04:43pemberantasan korupsi dan narkoba,
04:45penguatan keamanan nasional,
04:47serta pembangunan sumber daya manusia
04:48sebagai agenda yang sangat berkaitan dengan tugas PORI.
04:52PORI tidak mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga lain.
04:55Peran PORI adalah menjaga ruang aman bagi pembangunan,
04:59memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat,
05:02mencegah gangguan, dan menindak tindak pidana sesuai kewenangan.
05:07Pertumbuhan ekonomi, investasi, hilirisasi,
05:11ekonomi digital, pembangunan infrastruktur,
05:13dan transformasi energi hanya dapat berkembang secara sehat
05:17apabila keamanan, kepastian hukum, dan kepercayaan publik terjaga.
05:21Karena itu, keamanan harus dipahami,
05:24bukan sekedar tidak adanya kejahatan.
05:27Keamanan adalah kondisi yang memungkinkan
05:29rakyat bekerja, belajar, beribadah, berusaha, berinovasi,
05:33dan menjalani hidup dengan rasa aman.
05:43Cara global, rivalitas geopolitik,
05:47perang, kompetisi perdagangan, dan teknologi disinformasi,
05:50perubahan iklim, serta gangguan rantai pasok
05:52dapat berdampak pada ekonomi,
05:54ketanah kekerjaan, kejahatan, dan stabilitas sosial di dalam negeri.
05:58Secara regional, kejahatan lintas negara
06:01semakin terkonferensi,
06:04cybercrime, online scam,
06:06perdagangan orang, pencucian uang,
06:08narkotika, penyelundupan,
06:10dan jaringan kriminal lintas yuridiksi.
06:13Timor Leste telah menjadi anggota ke-11 ASEAN,
06:16koneksivitas kawasan yang semakin tinggi
06:18harus diimbangi dengan kerjasama kepolisian
06:21yang semakin cepat dan operasional.
06:23Secara domestik, dinamika demokrasi
06:25unjuk rasa konflik sosial, Papua,
06:28keamanan perbatasan,
06:29narkotika,
06:30premanisme,
06:31kejahatan jalanan,
06:32judidaring,
06:33TPPO,
06:33serta kejahatan siber,
06:35memerlukan pola penanganan yang berbeda,
06:37tetapi tetap berada dalam satu koridor hukum.
06:40Unjuk rasa harus dilayani dan diamankan
06:42sebagai bagian dari demokrasi,
06:44peserta damai dilindungi,
06:46pelaku kekerasan ditindak
06:47berdasarkan perilaku dan bukti,
06:49penggunaan kekuatan harus sah,
06:51diperlukan proposional terdokumentasi
06:54dan dapat dipertanggungjawabkan.
06:56Kerjasama internasional harus bergerak
06:58dari ceremonial menuju hasil,
07:00pertukaran informasi digital forensik,
07:03aset tracing,
07:04pencarian burunan,
07:05kerjasama Interpol dan Asianapol,
07:07dan joint investigation sesuai hukum.
07:11Undang-undang nomor 5 tahun 2026
07:13memperkuat profesionalisme,
07:17proposionalitas, transparansi,
07:19akuntabilitas,
07:20netralitas politik,
07:21pengawasan, pendidikan,
07:23HAM, demokrasi humanis,
07:25penanggulangan tindak binara siber,
07:27dan penguatan kompornas.
07:29KUHP Nasional dan KUHAP
07:31baru menuntut peningkatan kualitas penyidikan,
07:34kepatuhan terhadap due process of law,
07:36perlindungan hak para pihak,
07:38pembuktian ilmiah,
07:39penguatan peraprabilan,
07:40serta penerapan keadilan restoratif
07:42sesuai syarat hukum.
07:45Integrasi sistem peradilan bidana
07:48bukan penggabungan kewenangan.
07:50Pori, kejaksaan, pengadilan,
07:52permasyarakatan,
07:52dan lembaga terkait
07:54harus bekerja dalam
07:54diversiensi fungsi yang jelas,
07:57tetapi dengan koordinasi
07:58dan introperbualitas yang lebih baik.
08:01Langkah internal pori,
08:03harmonisasi SOP penyidikan,
08:05pelatihan berbasis kasus,
08:07penguatan scientific crime investigation,
08:09digital forensic,
08:10chain of custody,
08:12supervisi,
08:12serta sistem informasi perkara
08:14yang dapat dipertanggungjawabkan.
08:17Data survei harus dibaca secara jernih
08:20dan tidak dipilih hanya karena
08:22menguntungkan institusi.
08:23Survei Litbang Kompas Triwulan II
08:252026
08:26dilaksanakan 9-18 April
08:282026
08:29terhadap 1.200 responden
08:31di 38 provinsi.
08:33Mencatat,
08:3382,4 persen responden yakin
08:36kinerja pori akan semakin baik ke depan.
08:39Citra positif pori naik dari 64,4 persen
08:43pada 2025
08:43menjadi 71,5 persen
08:45pada tahun 2026.
08:47Kepuasan layanan naik dari 65,3 persen
08:50menjadi 67,6 persen.
08:52Dan indeks profesionalitas pelayanan meningkat
08:55dari 7,76
08:56menjadi 8,37.
08:59Untuk lembaga survei Indonesia LSI,
09:01data terbaru yang dapat diverifikasi
09:03secara spesifik
09:04mengenai kepercayaan pori
09:06masih survei 20-28 Januari 2025
09:0971 persen
09:11responden menyalakan percaya
09:12terhadap pori
09:13dalam pendegakan hukum.
09:15Saya tidak mencampur data ini
09:17dengan lembaga lain
09:18yang kebetulan
09:18menggunakan singkatan LSI.
09:21Sebagai pembanding yang lebih mutakhir,
09:23Survei Nasional Indikator Politik Indonesia
09:25pada 15-21 Januari 2026
09:28mencatat 67 persen
09:30responden cukup
09:31atau sangat percaya kepada pori.
09:33Perbedaan angka antar survei
09:35harus dibaca bersama
09:37waktu survei,
09:38rumusan pertanyaan,
09:39sampel,
09:40dan metodologi
09:41bukan dipertentangkan
09:42secara simplistis.
09:45Sikap saya jelas,
09:46angka yang membaik adalah modal,
09:48bukan alasan untuk berpuas diri,
09:50angka yang rendah adalah peringatan,
09:53bukan alasan untuk defensif.
09:55Semua survei harus menjadi
09:57bahan evaluasi
09:58untuk memperbaiki pengalaman masyarakat
10:00ketika berhadapan langsung
10:01dengan pori.
10:02Namun,
10:03capaian internal
10:04harus dibaca bersama
10:05pengalaman masyarakat.
10:07Pola pengaduan
10:08menunjukkan bahwa
10:09penyelidikan atau penyelidikan,
10:10pelayanan,
10:11kepastian perkara,
10:13integritas,
10:13dan penggunaan kewenangan
10:14tetap menjadi titik
10:16yang harus terus dibenahi.
10:179 kegelisahan utama yang perlu dijawab,
10:20kepastian laporan,
10:22kesetaraan dihadapan hukum,
10:24bungli,
10:24dan pelayanan transaksional,
10:26penyalahgunaan kewenangan,
10:27penggunaan kekuatan,
10:29fenomena,
10:29no viral,
10:30no justice,
10:31kepercayaan terhadap pengaduan,
10:33transparansi perkara,
10:34dan kultur pelayanan.
10:36Bagi korban,
10:37laporan polisi adalah harapan
10:38bahwa negara hadir,
10:40pelapor berhak mengetahui
10:41perkembangan
10:42yang dapat dibuka
10:44tanpa harus mencari
10:45akses informal kepada penyelidik.
10:47Hukum tidak cukup hanya adil,
10:49prosesnya juga harus terlihat adil,
10:52masyarakat harus didengar,
10:53dihormati,
10:55memperoleh penjelasan,
10:56dan melihat aturan
10:57diterapkan secara konsisten.
10:59Logika yang harus diubah
11:01bukan lapor menunggu,
11:03viral baru diperhatikan,
11:04tetapi lapor,
11:06diverifikasi,
11:07ditangani,
11:08diberi kabar,
11:10perkembangan,
11:11diselesaikan sesuai dengan hukum.
11:14Kebenangan yang kuat
11:15harus disertai pengawasan yang kuat.
11:17Polisi tidak kehilangan
11:18wibawa karena ramah,
11:20kewibawaan modern lahir
11:21dari kompetisi,
11:23integritas,
11:23pengendalian diri,
11:24dan ketegasan yang proposional.
11:27Polisi bersama masyarakat
11:28bukan sekedar jargon
11:30yang bukan pengganti
11:32grand strategi,
11:33renstra,
11:34promoter,
11:35presisi,
11:35atau polmas,
11:36ia adalah doktrin kemimpinan
11:38yang menyatukan
11:39seluruh kebijakan
11:40kepada satu orientasi
11:41masyarakat.
11:42Saya tidak ingin
11:44setiap pergantian Kapolri
11:45selalu dimaknai
11:46sebagai memulai kembali
11:48dari nol,
11:49institusi harus lebih besar
11:50daripada figur
11:51kepimpinannya.
11:52Karena itu,
11:53seluruh kebijakan,
11:55sistem,
11:55dan program terdahulu
11:56yang terbukti baik
11:57dan bermanfaat
11:58bagi masyarakat
11:59akan saya lanjutkan.
12:01Perkuat
12:02dan institusionalisasikan.
12:05Yang belum optimal
12:06akan saya sempurnakan,
12:08yang tumpang tindih
12:09akan saya sederhanakan,
12:10dan yang menyimpang
12:11dari hukum,
12:12etika,
12:13serta kepentingan
12:14masyarakat
12:14akan saya koreksi
12:15dengan tegas.
12:16Dari promoter,
12:18saya akan mempertahankan
12:19semangat profesionalisme,
12:21modernisasi,
12:22pelayanan publik,
12:23quick wins,
12:23dan disiplin manajemen perubahan.
12:25Dari presisi,
12:27saya akan melanjutkan
12:27pendekatan prediktif,
12:29transparansi berkeadilan,
12:31digitalisasi pelayanan,
12:32etlek call,
12:33call center 110,
12:35dumas,
12:36restoratif justice,
12:37sesuai hukum,
12:38serta pemanfaatan data
12:39untuk mendukung
12:40operasi dan pelayanan.
12:42Polisi,
12:43bersama masyarakat,
12:45bukan pemutusan
12:46terhadap perjalanan itu,
12:47ia adalah
12:48kelanjutan dengan koreksi,
12:50continuity with correction,
12:52agar praktik baik
12:53tidak bergantung
12:54pada nama program
12:55atau siapa kaporinya,
12:56tetapi
12:57menjadi standar kerja Polri
12:58yang hidup dari Mabes
13:00sampai Polsek.
13:02Esensinya,
13:03hadir saat dibutuhkan,
13:04menggunakan keurangan
13:05secara adil,
13:07menyelesaikan masalah
13:08bersama masyarakat,
13:09terbuka terhadap pengawasan,
13:10dan memastikan
13:11setiap tindakan
13:12menghasilkan keamanan
13:13serta kepastian hukum
13:14yang dirasakan langsung.
13:16Roh utamanya,
13:18supremasi hukum yang adil,
13:20perlindungan masyarakat
13:21dan penguatan kepercayaan,
13:23spirit jendal
13:23Polisi Hugeng Iman Santoso
13:25menjadi kompas moral,
13:26kejujuran,
13:27kesederhanaan,
13:29keberanian menjadi integritas,
13:31menghindari konflik kepentingan,
13:32dan keteguhan
13:33menjalankan tugas.
13:34Spirit Hugeng
13:35tidak boleh berhenti
13:36sebagai nostalgia,
13:38nilainya harus menjadi sistem,
13:40integritas masuk dalam promosi,
13:42pelayanan masuk dalam KPI,
13:43pengaduan menghasilkan koreksi,
13:45teknologi dapat diaudit,
13:47penyedikan kuat
13:47dalam bukti
13:48dan pelindungan hak.
13:49visi terwujudnya Poli
13:52yang berintegritas,
13:53profesional,
13:54humanis,
13:55tegas,
13:56adaptif,
13:56dan berorientasi pada masyarakat
13:58untuk mewujudkan Indonesia
13:59yang aman,
14:00tertib,
14:01dan berkeadilan
14:02menuju Indonesia Emas
14:032045.
14:066 prinsip operasional
14:08hadir,
14:09polisi hadir,
14:11ketika masyarakat
14:12membutuhkan perlindungan,
14:14pertolongan,
14:15pencegahan,
14:15dan pemulihan.
14:16Dekat,
14:17polisi memahami masyarakat,
14:19karakter wilayah,
14:20kelompok rentan,
14:21dan akar masalah
14:22melalui komunikasi
14:23serta kemitraan.
14:24Cepat,
14:25respons,
14:26pelayanan,
14:26koordinasi,
14:27dan penanganan
14:27dilakukan tepat waktu
14:28sesuai urgensi
14:29dan kondisi wilayah.
14:31Adil,
14:32hukum diterapkan konsisten
14:33tanpa diskriminasi.
14:34Hak korban,
14:36saksi,
14:36tersangka,
14:37dan masyarakat dihormati.
14:38Terbuka,
14:39proses yang dapat dibuka
14:40dijelaskan,
14:41pengaduan dapat dilacak,
14:43kewenangan dan kinerja
14:44dapat diawasi sesuai hukum.
14:45Adaptif,
14:46poli belajar dari data,
14:48kritik,
14:48perubahan sosial,
14:50teknologi,
14:51putusan pengadilan,
14:52dan perkembangan
14:53modus kejahatan.
14:58Enam program
14:59prioritas transformasi.
15:01Yang pertama,
15:02penguatan kelembagaan,
15:03arah postur,
15:05mabes semakin strategis
15:06dan ramping,
15:07poda proporsional
15:08dan suportif,
15:09pores kuat
15:10sebagai kesatuan operasional dasar,
15:12polsek tangguh
15:13dan dekat dengan masyarakat.
15:14Struktur tumpang tindih
15:16dan lapisan persetujuan
15:17yang tidak memberi nilai tambah
15:18ditelah untuk disederhanakan.
15:20Penguatan ini,
15:21penguatan lini terdepan
15:23berbasis beban kerja,
15:25luas wilayah,
15:26resiko,
15:27akses,
15:27dan kebutuhan pelayanan.
15:28Dua,
15:29pembinaan SDM
15:30dan pola rekrutmen.
15:31Seluruh siklus SDM
15:33dimenai,
15:34perencanaan,
15:35rekrutmen,
15:36pendidikan,
15:36penempatan,
15:37karir,
15:38kompetensi,
15:39kesejahteraan,
15:39sampai punah tugas.
15:41Meritokrasi
15:42dan rekam integritas
15:43menjadi dasar.
15:44Tidak boleh ada ruang
15:45bagi titipan transaksi
15:47dan sponsorship.
15:48Anggota berprestasi
15:50dilindungi
15:50dan diberi ruang karir.
15:52Pelanggaran ditindak
15:53secara profesional
15:54dan konsisten.
15:55Tiga,
15:56penguatan pelayanan publik.
15:57Pelayanan bergeser
15:58dari sekedar memenuhi prosedur
16:00menjadi memenuhi kebutuhan warga.
16:02Mudah diakses,
16:03cepat,
16:03terintegrasi,
16:04transparan,
16:05terukur,
16:05dan insklusif.
16:07Struktur internal polri
16:08tidak boleh menjadi
16:09beban masyarakat.
16:10Digitalisasi harus menutup
16:12ruang pungli,
16:13tidak kenal tatap muka,
16:14tetapi tersedia
16:15bagi hukum
16:16yang bagi masyarakat
16:17yang membutuhkan.
16:19Empat,
16:19penguatan penegakan hukum.
16:21Ukuran keberhasilan
16:22bergeser dari banyaknya perkara
16:24menjadi kualitas penanganan.
16:25Tepat,
16:26sah,
16:27berbasis bukti,
16:28berkepastian,
16:29dan berkeadilan.
16:30Cash management,
16:31SP2 HP,
16:32supervisi,
16:33cash review,
16:33forensic,
16:34digital forensic,
16:35analisis keuangan,
16:36dan aset tracking
16:37diperkuat.
16:38Lima,
16:39penguatan pengawasan.
16:40Pengawasan bergerak
16:41dari reaktif
16:42menjadi berbasis resiko.
16:43Pengaduan harus memiliki
16:45jejak,
16:46penanggung jawab,
16:47tenggat,
16:48perlindungan,
16:49lapor,
16:50dan hasil.
16:50Temuan pengawasan
16:51harus berujung pada koreksi,
16:53konsekuensi,
16:54pemulihan,
16:55dan pencegahan pengulangan.
16:57Enam,
16:58akutabilitas anggaran.
16:59Keberhasilan anggaran
17:00tidak hanya diukur
17:01dari penyerapan,
17:02tetapi dari hasil
17:03yang dirasakan masyarakat.
17:05Perencanaan,
17:06bottom-up tetap dijaga,
17:08tetapi dihubungkan
17:09dengan outcome,
17:10beban kerja,
17:11resiko,
17:12dan kebutuhan
17:13lini terdepan.
17:15Prioritas penindakan
17:16tegas terhadap
17:17kejahatan,
17:18humanis terhadap
17:19masyarakat.
17:20Narkotika
17:21tetap menjadi fokus.
17:23premanisme
17:24dan pemerasan
17:25kejahatan jalanan,
17:26tawuran,
17:26dan dep kolektor
17:27juga menjadi prioritas.
17:30Juri daring
17:30dan penipuan digital,
17:31TPPO,
17:32kejahatan simber,
17:33korupsi penyelurupan
17:34pencucian uang,
17:34dan kejahatan organisir.
17:36Keberhasilan bukan
17:37sekedar jumlah tersangka
17:38dan berat
17:38barang bukti,
17:39ukurannya jaringan terganggu,
17:41aset diproses sesuai hukum,
17:43korban terlindungi,
17:44hotspot tidak berulang,
17:45dan kemampuan jaringan
17:45untuk beroperasi
17:46kemarin menurun.
17:47Humanis tidak berarti
17:49permisif terhadap
17:49kejahatan,
17:50tegas tidak berarti
17:52sewenang-wenang.
17:54Program status hari pertama,
17:56hari pertama sampai 30,
17:57mengetahui keadaan sebenarnya,
18:00menetapkan komando perubahan,
18:01membangun baseline,
18:02memeriksa penerimaan laporan,
18:04respon 1-1 atau kosong,
18:06tunggakan atau perkembangan perkara,
18:07pengaduan,
18:08pelindungan,
18:08kelompok rentan,
18:09kesiapan pores-posek,
18:10serta memetakan
18:11kejahatan berdampak tinggi.
18:13Itu juga temuan
18:14dugaan tindak pidana,
18:15dan kemudian
18:16hari ke-31 sampai ke-60,
18:18yaitu menguji perbaikan,
18:20hari 61 ke-100
18:22memperlihatkan hasil
18:23dan mengoreksi kegagalan.
18:29Quick win 100 hari,
18:33mulai dari ruang publik aman,
18:35pemberantasan dan pemulihan
18:36kawasan narkoba,
18:38bersih judi daring
18:39dan penipuan digital,
18:41satu-satu kosong respon cepat
18:42dan SPKT ramah korban,
18:44perkara terlacak SP2AP pasti,
18:47bersih ke dalam,
18:48Pores Kuat,
18:49Posek Tangguh,
18:50KUAP,
18:50KUHAP Siap,
18:51dan Scientific Investigation.
18:53100 hari pertama
18:55bukan panggung
18:56untuk mengumumkan
18:58sebanyak mungkin program,
19:00100 hari pertama adalah
19:01fase membuktikan arah.
19:03Jangka menengah
19:04hingga 2029
19:06dan komitmen
19:07pemimpin
19:08dan penutup.
19:09Perubahan poli
19:10tidak mungkin terjadi
19:12apabila
19:13pimpinan hanya meminta
19:14anggota berubah.
19:16Perubahan harus dimulai
19:17dari pimpinan
19:18dan dibuktikan di lapangan.
19:19Saya akan turun ke lapangan
19:21bukan untuk mencari panggung,
19:22tetapi untuk melihat masalah,
19:25mendengarkan anggota
19:25dan masyarakat,
19:26mengambil keputusan,
19:28serta memastikan
19:29keputusan dilaksanakan.
19:30Anggota tidak boleh dipaksa
19:32mencapai target
19:33dengan cara yang melanggar hukum,
19:34sebaliknya,
19:35tidak ada tekanan pekerjaan
19:36yang dapat menjadi
19:37pembenaran
19:38untuk memeras,
19:40menerima suap,
19:41merekayasa perkara,
19:42menjadi backing
19:42kegiatan ilegal
19:43atau menggunakan
19:44kekerasan secara
19:45sewenang-wenang.
19:46Semangat yang ingin
19:48saya hidupkan
19:48sederhana.
19:53Tidak arogan,
19:54tidak berbohong,
19:55tidak menyalahgunakan
19:56kewenangan
19:57dan tidak menyakiti
19:58masyarakat
19:58secara sewenang-wenang.
20:00Apabila memperoleh
20:01amanah,
20:02saya siap dinilai
20:03dari hasil,
20:04bukan dari janji.
20:05Mempertarungjawabkan
20:06kemimpinan
20:07sesuai konstitusi,
20:08menjalani
20:08pengawasan DPR,
20:10menghormati proses hukum,
20:12bekerja bersama
20:12lembaga pengawas,
20:13dan membuka
20:14ruang koreksi masyarakat.
20:16Bagi saya,
20:17jabatan Kapolri
20:18bukanlah puncak karir,
20:19jabatan Kapolri
20:20adalah puncak tanggung jawab.
20:25Saya ingin
20:27keberhasilan Polri
20:28kelak dinilai
20:28bukan dari
20:29banyaknya slogan,
20:31aplikasi operasi,
20:32rapat,
20:32atau publikasi,
20:34tetapi dari hal
20:35yang benar-benar dirasakan
20:36masyarakat
20:37lebih aman,
20:37laporan lebih mudah
20:39diterima,
20:40pertolongan datang
20:40lebih cepat,
20:41perkara lebih pasti,
20:43korban terlindungi,
20:44hukum diterapkan
20:45adil,
20:46anggota berintegritas
20:47memiliki masa depan,
20:48dan penyimpangan
20:49dapat dikoreksi
20:50tanpa harus
20:51menunggu viral.
20:52Cita-cita saya
20:53sederhana,
20:54ketika seorang anak
20:55melihat polisi,
20:56ia merasa aman,
20:57bukan takut.
20:59Ketika korban datang
21:00ke kantor polisi,
21:01ia menemukan
21:02pertolongan,
21:03bukan kerumitan.
21:03ketika masyarakat
21:05menyampaikan kritik,
21:06polisi mampu mendengar
21:08tanpa kehilangan
21:09kewibawaan.
21:10Ketika kejahatan
21:11mengancam,
21:12polisi hadir
21:13paling depan
21:14dengan keberanian
21:15dan profesionalisme.
21:17Itulah makna
21:18polisi bersama masyarakat,
21:20hadir untuk melindungi,
21:21dekat untuk mayomi,
21:22cepat untuk melayani,
21:23adil,
21:24dan menegakkan hukum,
21:25terbuka untuk
21:26diawasi,
21:27dan adaptif
21:27menghadapi perubahan.
21:30Poli yang kuat
21:32bukan karena ditakuti,
21:34melainkan
21:34karena dipercaya.
21:36Poli yang berwibawa
21:37bukan karena
21:37menjaga jarak,
21:39melainkan karena
21:39hadir bersama rakyat
21:41ketika negara
21:42dibutuhkan.
21:44Karena bagi saya,
21:46menjadi polisi
21:47adalah kehormatan,
21:49memimpin poli
21:49adalah amanah,
21:51dan mengabdi
21:52bersama masyarakat
21:53adalah tujuan.
21:55Semoga Allah
21:55subhanahu wa ta'ala,
21:56Tuhan yang kuasa,
21:57senantiasa memberikan
21:59petunjuk kekuatan
22:00dan perlindungan
22:01kepada kita
22:01dalam menjaga bangsa,
22:03menegakkan hukum,
22:04dan mengabdi
22:04kepada masyarakat,
22:05bangsa,
22:06dan negara tercinta
22:07kesatuan Republik Indonesia.
22:08Terima kasih.
22:09Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
22:11Saya berjaya terang
22:12untuk kita semua,
22:13Om Santi Santi Sati Om,
22:15Shalom,
22:15Namo Buddhaya.
22:16Ya,
22:16rekan-rekan,
22:18kami tadi sudah
22:19berkonsultasi
22:20dengan para Kapoksi,
22:22lalu juga
22:22mendapat persetujuan
22:24dari Ketua MKD
22:25dan Pimpinan DPR,
22:26bahwa
22:27kita langsung saja
22:29apakah secara aklamasi
22:30disetujui?
22:32Setujui!
22:33Setujui!
22:34Setujui!
22:35Terima kasih.
22:38Dengan telah selesainya
22:40menyampaikan persetujuan
22:42secara aklamasi
22:43maka selesai
22:44acara hari ini
22:45kita langsung ke Paripurna.
22:46Terima kasih.
22:48Bila Taufiq,
22:49Walih Zaya,
22:49Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
22:51Terima kasih.
22:55Terima kasih.
22:56Terima kasih.

Dianjurkan