- 9 jam yang lalu
- #lapascibinong
- #ombudsman
- #sidak
JAKARTA, KOMPAS.TV - Di balik jeruji, seharusnya tak ada kemewahan. Namun, sidak Ombudsman pada 23 September 2026 justru menemukan fasilitas yang jauh dari gambaran lapas pada umumnya.
Hunian menyerupai klaster, sofa, televisi, kulkas, dapur, hingga fasilitas olahraga ditemukan di dalam kawasan Lapas Kelas IIA Cibinong.
Di tengah persoalan overcapacity dan keterbatasan fasilitas di banyak lapas, bagaimana fasilitas istimewa bisa hadir di balik tembok penjara? Apakah ini hanya persoalan satu lapas, atau cerita lama yang kembali terulang?
Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:
Syafrida R. Rasahan - Anggota Ombudsman RI
Andreas Pareira - Wakil Ketua Komisi XIII fraksi PDI Perjuangan
Saksikan program Satu Meja the Forum episode Cerita Lawas Fasilitas Mewah Lapas. Tayang Rabu, 30 September 2026 pukul 20.30 WIB hanya di KompasTV!
Baca Juga Usai Sidak Lapas Cibinong, DPR: Solusi Masalah Lapas Dimulai dari Menteri | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/693533/usai-sidak-lapas-cibinong-dpr-solusi-masalah-lapas-dimulai-dari-menteri-satu-meja
#lapascibinong #ombudsman #sidak
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/693534/full-ombudsman-bongkar-awal-mula-sidak-lapas-cibinong-fasilitas-hingga-tarif-satu-meja
Hunian menyerupai klaster, sofa, televisi, kulkas, dapur, hingga fasilitas olahraga ditemukan di dalam kawasan Lapas Kelas IIA Cibinong.
Di tengah persoalan overcapacity dan keterbatasan fasilitas di banyak lapas, bagaimana fasilitas istimewa bisa hadir di balik tembok penjara? Apakah ini hanya persoalan satu lapas, atau cerita lama yang kembali terulang?
Pemimpin Redaksi KompasTV Yogi Nugraha membahasnya bersama:
Syafrida R. Rasahan - Anggota Ombudsman RI
Andreas Pareira - Wakil Ketua Komisi XIII fraksi PDI Perjuangan
Saksikan program Satu Meja the Forum episode Cerita Lawas Fasilitas Mewah Lapas. Tayang Rabu, 30 September 2026 pukul 20.30 WIB hanya di KompasTV!
Baca Juga Usai Sidak Lapas Cibinong, DPR: Solusi Masalah Lapas Dimulai dari Menteri | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/693533/usai-sidak-lapas-cibinong-dpr-solusi-masalah-lapas-dimulai-dari-menteri-satu-meja
#lapascibinong #ombudsman #sidak
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/693534/full-ombudsman-bongkar-awal-mula-sidak-lapas-cibinong-fasilitas-hingga-tarif-satu-meja
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kamu!
00:00Oh, gue telah parah!
00:01Ini kan?
00:02Bersambung!
00:02Bersambung!
00:08Kemarin sudah dinonaktifkan ya.
00:11Nah, selanjutnya menunggu hasil penyelidikan ya.
00:15Nanti apakah punishment-nya dicopot atau bahkan lebih.
00:19Kalau ada tindak pidana, kita kan harus juga sampai uncet pidananya.
00:23Jadi dicopot, harus juga ada proses pidananya ya.
00:26Jadi harus benar-benar objektif, transparan dan komprehensif
00:29untuk menyelesaikan ini.
00:32Anda tiga tahun di sana, ada tiga periodik anggaran,
00:37Anda tidak mengajukan untuk pemasangan CCTV kan konyol namanya ini.
00:42Padahal kalau itu ada, selesai kok.
00:44Kita tahu siapa yang keluar masuk di situ,
00:46siapa yang angkat-angkat barang di sana.
00:49Anda bukan cuma bohongin Pak Menteri,
00:51Anda bohongin seluruh rakyat Indonesia, Pak.
00:55Pertama yang paling kami sorot adalah keamanan, Pak.
00:58Jadi blok tahanannya tidak punya kawat berduri
01:01sebagaimana lapas yang ada atau rutan yang ada di tempat lain.
01:04Untuk di Cibinong ini tidak dipasang, Pak.
01:07Jadi pagarnya juga lepas.
01:09Jadi ini yang kita khawatirkan, kami paling menyorot ini.
01:26Selamat malam.
01:28Seminggu lalu, Ombudsman Republik Indonesia
01:30menyedak lembaga pemasyarakatan kelas 2A Cibinong, Kabupaten Bogor.
01:35Dalam sidak ditemukan 13 bangunan dengan fasilitas mewah,
01:40diantaranya sofa, pendingin suhu ruangan, televisi, dan lemari pendingin.
01:44Ombudsman seperti mengingatkan kita semua,
01:47praktek lama di lapas masih terjadi.
01:51Cerita lawas, fasilitas mewah lapas.
01:54Inilah satu menjadi forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
01:58Sudah hadir di studio, Ibu Safri daerah Rasahan,
02:01anggota Ombudsman Republik Indonesia.
02:02Selamat malam, Ibu Ida.
02:04Selamat malam, Mas Yogi.
02:05Semangat?
02:06Insya Allah, semangat.
02:07Masih banyak lagi daftar lapas yang akan disedak?
02:10Bukan hanya lapas, tapi pelayanan publik di semua.
02:13Oke, baik.
02:14Hadir juga Andrea Sugoparera,
02:16Wakil Ketua Komisi 13 dari Fraksi PD Perjuangan.
02:19Pak Andreas, apa kabar?
02:20Baik, Mas Yogi.
02:22Oke.
02:22Saya langsung ke Ibu Ida,
02:26tapi saya mau menyampaikan,
02:27bahwa sebelumnya kami sudah meminta perwakilan dari dirijen pemasyarakatan untuk hadir,
02:33untuk memberikan kesempatan juga ruang hak jawab.
02:37Tetapi sampai dengan ini ditayangkan, kita memulai, tidak ada respon.
02:41Jadi kita memutuskan, memulai dengan dari DPR dan dari Ombudsman,
02:46yang memulai dengan sidak ke Cibidong.
02:50Bu Ida, kalau melihat kemarin kan, seminggu yang lalu, wah dramatis lah,
02:55mendobrak, satu, apresiasi.
02:57Yang kedua, publik juga sama.
03:00Tapi ada satu pertanyaan, kenapa lapas Cibidong?
03:04Kenapa Cibidong dan awalnya gimana?
03:07Memang Ombudsman ini kan posisinya adalah mengawasi pelayanan masyarakat dan juga salah satunya menerima laporan.
03:14Boleh diceritakan yang belum Ibu sampaikan di Komisi 2 kemarin?
03:20Nah kebetulan di RDP Komisi 13, tanggal 28, Pak Andreas juga sama,
03:26ingin mengundang Ombudsman, tetapi kan itu wilayahnya Komisi 2.
03:30Nah sekarang ketemu di meja ini, boleh disampaikan?
03:32Iya, sebenarnya kalau pertanyaannya, kenapa pilihan Cibidong?
03:36Jadi sebenarnya Cibidong ini bukan pilihan pertama Pak Andreas?
03:39Bukan, jadi begini, kita itu, kami itu mendapatkan laporan, itu pertama itu Pondok Bambu.
03:47Laporan pertama Pondok Bambu?
03:48Pondok Bambu, pungli di Pondok Bambu.
03:51Nah akhirnya setelah pungli, saya banyak sekali dapat DM, dapat tag, dan Ombudsman di tag juga di Instagram.
03:58Instagram, oke oke.
03:59Nah akhirnya di antara pimpinan mengetag saya, ini kapan nih mau dieksekusi gitu loh kan, Pondok Bambu ini pertama.
04:05Nah akhirnya kita bersama tim, kita rapat, merencanakan.
04:09Nah saya bilang kalau cuma Pondok Bambu, kita rasa nggak fair juga.
04:13Mungkin ada yang lebih baik daripada Pondok Bambu, makanya kami membuat pilihan waktu itu.
04:18Nah jadi akhirnya setelah rapat, setelah dengan tim, itu kita terdiri dari bukan hanya dari bidang saya saja,
04:24tapi ada dari bidang pengaduan masyarakat, keasistenan bidang pengaduan masyarakat,
04:28dan juga keasistenan bidang politik dan keamanan.
04:31Nah karena kita mau melakukan sosialisasi sekalian nih, sama warga binaan Pak.
04:36Jadi intinya kita nih sebenarnya pengennya kehadiran Ombudsman, mereka tahu kalau mereka mau mengadu,
04:41mungkin mereka tidak mendapatkan ruang yang cukup, boleh kita hadir.
04:45Apa nih keluhannya? Air bersih, kesehatan, mungkin makanan, nah itu bisa laporan, nanti kita bisa tindak lanjutin.
04:52Nah itu sebenarnya awalnya.
04:54Jadi trigger pertama itu sebenarnya...
04:56Laporan Pondok Bambu, kenapa bisa jadi Cibino?
04:58Jadi kita memetakan, ini yang dekat, kebetulan kan Ombudsman juga sebenarnya bukan punya anggaran yang lebih.
05:06Kita ngambil yang jaraknya cuma berapa jam lah dari Jakarta.
05:09Oh itu sih karena pertimbangan jarak ya?
05:10Iya, jarak gitu.
05:12Nah jadi Pondok Bambu, Tanggerang, mana lagi yang dekat gitu?
05:17Awalnya mau Bogor, Bogor tapi yang bukan Cibinong.
05:20Kenapa nggak kepikiran Salemba, kenapa nggak kepikiran Cibinong?
05:23Kita kemarin sudah, itu sudah waktu anti penyiksaan, aman, itu sudah selesai kita kunjungin.
05:28Cibinong ini itu, jadi masuklah Cibinong.
05:31Waktu saya tanya, saya bilang, ini kira-kira Cibinong kita ditolak lagi nggak?
05:34Dia matur apa nih?
05:35Nggak lah kan Pak Dirjen udah dateng.
05:37Sempat ditolak?
05:38Ya, bulan Juni akhir.
05:41Jadi bulan Juni itu sudah yang kedua dan sempat ditolak?
05:44Itu yang pertama, itu kita dalam rangka hari anti penyiksaan.
05:48Kan tanggal 26 Juni adalah, ya 26 Juni peringatan hari anti penyiksaan internasional,
05:58di mana kita lembaga NHRI yang tergabung untuk Komnas HAM, KPAI, LPSK, Komnas Perempuan dan Anak itu.
06:07Tapi Bu Ida sebelumnya belum pernah mendengar, ya namanya kan ini, tadi judulnya aja kan cerita lawas ya.
06:12Kalau soal fasilitas tidak, ya kami belum mendengar.
06:15Tapi soal bahwa di dalam itu banyak tahanan-tahanan, ya tanda petik presisius dari konten.
06:22Tahanan-tahanan berduit yang bisa membeli fasilitas.
06:24Bukan soal berduit, tapi kasus-kasus besar yang menarik perhatian.
06:27Nah itu yang kami dengar, tapi juga bukan karena itu.
06:31Kami juga mungkin sekalian karena kami melihat Cibinong ini kan ya hampir mirip-mirip yang dekat dengan Salemba, dengan Cipinang.
06:41Nah yang malah kami khawatirkan kemarin itu narkoba sebenarnya di sana.
06:46Bukan Cibinong itu.
06:47Iya, jadi kita pikir Cibinong itu karena itu.
06:49Ditambah lagi sebenarnya Pak Andreas kami itu dari Pak Wisnu ini sebenarnya kita hubungan bagus sebenarnya.
06:55Ini sesuatu yang saya bilang.
06:56Kalapas ya.
06:56Kalapas.
06:57Kenapa saya bilang bagus?
06:58Kami itu sekarang sedang melakukan investigasi atas inisiatif sendiri terkait dengan belum diesekusinya.
07:05Nah, tahanan menjadi warga binaan.
07:08Nah, kan ada tahanan yang dititipkan nih di lapas darutan.
07:12Jumlahnya per Mei itu se-Indonesia ada hampir 7 ribu Pak.
07:17Seluruh Indonesia?
07:18Seluruh Indonesia.
07:19Dan Cibinong termasuk yang tertinggi Pak, termasuk besar juga.
07:22Dan Pak Wisnu inilah yang bilang ke kita, bantu dong kita supaya ini bisa dieksekusi oleh kejaksaan.
07:30Jadi sebenarnya secara hubungan saya harus sampaikan, bukan ini dalam rangka membela, tapi saya harus sampaikan juga hubungan itu terjalan
07:37dengan baik.
07:38Cuma kami heran, terjalan dengan baik kok kita nggak boleh masuk gitu kan.
07:42Hubungannya bagus, tapi tadi Ibu bilang sempat ditolak dua kali.
07:45Iya, nah itu yang kita herankan, belum memberikan informasi.
07:48Itu yang membuat Ibu curiga, jangan-jangan.
07:49Iya ini ada apa gitu kan, nah jadi sebenarnya pilihan itu sekali lagi saya sampaikan mungkin kepada Pak Andreas, kepada
07:56Mas Yogi juga.
07:57Kami tidak punya trigger tertentu, malah Pondok Bambu lah yang menjadi fokus kami sebenarnya.
08:03Oke, sementara saya ke Pak Andreas Pak, baru saja Komisi 13 juga bukan sidak, karena sidaknya milik ombudsman.
08:12Tapi lebih kepada berkunjung melihat situasi langsung di Cibinong.
08:15Apa yang Pak Andreas bisa sampaikan, di samping tadi melengkapi apa yang disampaikan Bu Ida?
08:21Ya, barusan tadi pagi sampai dengan sedang, kami melakukan kunjungan kerja untuk melanjutkan hasil rapat-rapat.
08:31Terkait dengan dujet pas, ya.
08:32Lebih terutama untuk mengkonfirmasi apa yang kemarin hasil sidak atau informasi awal dari sidak yang dilakukan oleh teman-teman ombudsman.
08:45Artinya saya apresiasi, artinya apa yang dilakukan oleh teman-teman ombudsman ini.
08:50Kenapa? Kita lihat ke belakang dulu, Mama Zogi.
08:53Artinya, kayak misalnya, ya kayak lapas-lapas atau rutan, itu kan kehidupan yang ada di balik tembok, kan ya.
09:03Yang ada di balik tembok dan ya tadi tidak semua orang tahu apa yang terjadi di balik tembok tersebut.
09:10Ada, mungkin ada penyiksaan, ada pemerasan, banyak hal yang mungkin menjadi tanda tanya gitu.
09:19Dan itu memang otoritas terbatas ada di lapas ini gitu.
09:24Dan semua kemungkinan bisa terjadi di situ gitu.
09:27Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh teman-teman ombudsman ini, ini sesuatu yang membuka tabir kehidupan yang ada di
09:38dalam lapas.
09:38Salah satunya, ini salah satunya gitu.
09:40Jadi memang ketika kami melakukan kunjungan kerja tadi, ya memang terkonfirmasi gitu.
09:47Bahwa ada yang tidak wajib.
09:49Ya artinya ada diskriminasi fasilitas di situ.
09:53Tapi memang betul apa yang disampaikan juga, ini sebenarnya ada di luar wilayah, wilayah lapas itu sendiri gitu.
10:02Jadi ada di bantaran sungai, di bantaran Kaliciriung sebenarnya.
10:06Di luar wilayah artinya di luar pagar, tetapi kan dalam nasi.
10:12Dalam lingkungan.
10:13Yang paling penting kan dalam koordinasi otoritas lapas kan.
10:16Dalam koordinasi.
10:16Itu yang menjadi temuk.
10:17Ya ada di pinggiran, tapi sebenarnya di luar pagar.
10:23Dan itu sebenarnya dibangun fasilitas itu untuk kalapas, untuk petugas lapas.
10:30Sebelumnya, artinya tahun 2000.
10:33Ini yang mau saya tanyakan justru.
10:35Ketika dua hari setelah sidak ombudsman, datanglah ke lokasi Bapitsus, Aris Marsudianto, dan Menteri.
10:45Waktu itu kan media, saya sendiri melihat kok aneh ya.
10:48Bukannya berterima kasih kepada ombudsman, tapi justru mengatakan bahwa ini fasilitasnya kalapas.
10:53Satu hal yang aneh adalah, kalau memang fasilitas kalapas, kenapa harus ditutupi?
11:00Memang ada tiga.
11:02Dan tiga belas itu?
11:03Dari tiga belas itu ada tiga.
11:03Apakah komisitiko juga?
11:05Ada tiga yang memang fasilitas kalapas.
11:08Nah yang lain itu tambahan.
11:10Yang lain itu tambahan.
11:11Ya ada sepuluh bangunan baru dengan fasilitas dari AC.
11:14Itu tambahan.
11:15Dan sempat dicopot kan.
11:17Itu yang ada di situ juga gitu.
11:19Jadi ya ini tahu sama tahu lah apa yang ada di dalam lapas itu gitu.
11:27Jadi yang tentu yang kita ini adalah yang bukan barang milik negara gitu.
11:32Yang tadi dibongkar gitu.
11:33Waktu RDP dengan Dirjen PAS itu kan dalam situasi yang menjadi pusat perhatian orang.
11:40Itu kok menterinya nggak datang?
11:42Itu sebenarnya masalah nggak sih buat komisi tiga?
11:45Kita akan dulu jawabannya.
11:46Satu meja akan kembali sajidah.
11:49Pasti.
11:50As soon as possible.
11:51Oke tunggu lagi.
11:52Seminggu ya.
11:53Belum minta seminggu paling lama.
11:55Tapi cuma ini berupan akan ada hasil ya Pak?
11:56Oh iya harus.
11:58Investigasi harus ada hasilnya.
12:00Kalau tidak ada hasilnya ya berarti nggak kerja.
12:03Ini nanti akan kita tindak lanjut dari hasil investigasi.
12:06Apalagi miras.
12:08Mungkin ada narkoba.
12:10Ada hal lain.
12:11Ini kesempatan kita untuk bersih-bersih lapas seluruh Indonesia.
12:15Ya Tunggu.
12:19Masih di Satu Mejadah Forum.
12:21Saya lanjut ke Pak Andreas.
12:22Tadi saya ralat bukan komisi tiga tapi RDP komisi tiga belas yang sebagai mitranya kementerian IMIPAS.
12:29Menterinya nggak hadir?
12:30Situasi genting jadi sorotan orang heboh.
12:32Harusnya kan sebagai bentuk pertanggung jawaban.
12:35Komisi tiga belas tidak mempersoalkan ini?
12:37Gini jadi ini respon cepat aja gitu.
12:40Karena kalau dengan menteri itu dapat kerja gitu.
12:43Oke.
12:43Kalau ini dapat dengan pendapat itu dengan dirjen atau esolon satu.
12:49Jadi itu boleh secara tertentu ya?
12:50Nah itu biar bisa.
12:51Sehingga bisa.
12:52Karena ini kan hari Jumat ya.
12:55Dari Ombudsman itu.
12:56Rabu.
12:57Ya hari Rabu.
12:58Rabu ya tapi Jumat itu kan biasanya teman-teman kan banyak di daerah kan.
13:02Jadi kita bersurat hari Jumat minta supaya secepat mungkin gitu.
13:08Tapi idealnya dalam situasi yang sangat krisis buat kementerian IMIPAS yang membawai dirjen PAS.
13:14Harusnya itu kan prioritas ya.
13:16Artinya menjelaskan ke publik bahwa sudah datang ke lokasi ya satu hal.
13:18Tetapi secara resmi.
13:20Kita minta.
13:20Kita minta supaya ini kehadiran.
13:22Tapi kesiapan dari mungkin Pak Menteri ada tugas-tugas yang lain atau ada hal-hal yang lain yang kemudian belum
13:30bisa hadir.
13:30Sehingga memang waktu rapat itu juga sempat ada pertanyaan dari kawan kita di Komisi 13.
13:40Yang minta dibatalkan kalau tidak ada Pak Menteri.
13:43Oh betul.
13:43Sempat ada ini.
13:45Karena itu tidak menunjukkan bahwa ada situasi minimal.
13:48Kita minta sebenarnya dengan Ombudsman sekalian.
13:50Tapi diwoleh Komisi 13.
13:51Artinya kalau Ombudsman memang mitranya Komisi 2 gitu.
13:56Dengan Pak Menteri ya mungkin Pak Menteri ada halangan.
14:00Sehingga akhirnya kita putuskan ini rapat dengan pendapat dengan Dirjen.
14:07Dan segera kita tindak lanjuti dengan kunjungan kerja ke Lapas, Cibinong.
14:14Sehingga apa temuan-temuan itu bisa langsung kita faith finding lah gitu.
14:19Artinya Komisi 13 masih akan terus menjadwalkan dengan Menteri?
14:25Karena ini kan bicara soal bukan hanya soal Cibinong.
14:27Kalau dari penjelasan Bu Ida kan ini penting juga dijelaskan ke publik.
14:32Bagaimana pengawasan dan konsen DPR terhadap ini?
14:34Ya kita minta bahwa apa yang dari hasil kemarin juga kita beberapa statement yang termasuk dari saya,
14:42saya sampaikan supaya Menteri melakukan investigasi yang lebih mendalam dan menyeluruh.
14:48Karena sebenarnya itu tadi kehidupan di Lapas ini kan kehidupan di balik tembok kan.
14:54Yang tahu itu bahkan mungkin juga Menteri juga atau Dirjen juga belum tentu semua tahu juga gitu.
15:02Apa yang terjadi di balik tembok itu gitu.
15:05Yang tahu itu kan persis day to day itu adalah petugas-petugas yang ada di Lapas.
15:09Berarti kan ini isinya soal pengawasan kan Pak?
15:11Betul.
15:12Internal kan Pak?
15:12Pengawasan internal.
15:13Kalapas katakanlah struktur paling bawah.
15:15Struktur yang paling bawah.
15:16Tapi kan harusnya ada pelaporan, ada mekanisme dan sebagainya.
15:19Ini yang mungkin harus diperbaiki.
15:21Persis, itu yang ini.
15:23Tadi pagi Pak saat kunjungan ke Lapas memang sudah mulai ada yang dicopot.
15:28Kan sempat tuh dicopot-copot semua setelah rame viral beredar foto-foto atau video-video dari timnya Bu Ida.
15:35Ya memang tapi ya kemudian ada yang ditaruh lagi kayaknya.
15:38Ada yang ditaruh lagi.
15:39Misalnya kayak minuman keras itu ada.
15:41Kemarin katanya sempat diangkut gitu.
15:45Artinya kita minta supaya apa yang fakta-fakta yang ada itu ya jangan dibongkar dulu gitu.
15:53Memang sudah ada yang dibongkar.
15:54Seharusnya kan itu disegel proyestisya supaya bisa jadi menelanjutkan ke langkah hukum berikutnya.
16:00Jangan sampai hilang.
16:01Karena itu kan bisa jadi alat bukti kan.
16:02Alat bukti memang alat bukti dan itu tadi salah satu poin yang kami tegaskan ke IRJEN.
16:09Karena pengawasan internal itu ada di IRJEN kan.
16:11IRJEN LAPAS untuk mencatat semua alat bukti itu.
16:16Untuk mencatat semua alat bukti.
16:18Sehingga ini pelanggaran administrasi atau ada pelanggaran yang sifatnya ya korupsi,
16:23kekriminal di situ yang menjadi dasar untuk pengambilan keputusan.
16:30Pesanksi bagi petugas yang ada di dalam situ.
16:33Jadi memang di sini memang pengawasan ini apa yang terjadi dengan peristiwa ini kan menunjukkan bahwa
16:41apa yang terjadi di LAPAS itu adalah tanggung jawab kita semua.
16:45Tanggung jawab di sini apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman ombudsman,
16:49apa yang komisi 13 melanjutkan itu, ya juga teman-teman media gitu.
16:54Kalau tidak media tidak memberitakan di situ, mungkin juga tidak tahu kita semua apa yang terjadi di situ.
16:59Saya ke Bu Ida dulu.
17:00Bu Ida, kalau lihat tadi kan pernyataan benar ya bahwa ada miras yang persis saat Ibu Hari pertama tanggal 23
17:06itu.
17:07Itu tepat mencatat enggak ombudsman?
17:09Penting sekali takutnya ini sudah kepalang dibongkar, kemudian ada beberapa alat bukti yang dihilangkan,
17:14sehingga ke depan itu akan mempersulit kalau memang mau ada penindakan hukum yang lebih tajam misalnya.
17:19Ya, kami bersyukurnya dokumentasi kami lengkap.
17:22Lengkap ya?
17:22Jadi Pak Andreas kemarin kami sudah serahkan ke Komisi 2 video rekaman yang waktu kami menemukan pertama
17:29sampai semua blok itu sebenarnya saya sempat sampaikan sama Ketua Komisi 2 kemarin,
17:35kalau diperkenankan itu nanti kami sampaikan juga ke Komisi 13 untuk sebagai bahan evaluasinya juga
17:43dan pemantauan dari pengawasan dari Komisi 13.
17:46Jadi memang ya miras tadi itu memang saya ya buka kulkas memang kelihatan itu.
17:53Jumlahnya cukup banyak untuk?
17:55Kalau yang di kulkas itu model wine itu ada mungkin 4 botol atau 3 botol itu yang dibaringkan,
18:02tapi yang di pintu kulkas itu ya ada berapa macam ya untuk dari satu rumah itu.
18:07Belum lagi yang rumah yang lain gitu ya kan.
18:09Dan itu kan terbukti ketika saya menjumpai tempat sampah yang di ujung itu menemukan banyak botol miras di situ.
18:16Sangat banyak.
18:17Dan itu saya tanyakan sama UABP yang bertugas memilah-milah sampah.
18:23Nah jadi ada botol aku air mineral, ada kardus-kardus gitu ya kan.
18:30Jadi sampahnya dipisah memang.
18:31Saya ajak ngobrol, petugasnya pun saya ajak ngobrol.
18:34Nah petugasnya itu juga menjawab.
18:36Saya tanya ini sampah berapa kali sehari diangkat.
18:40Nah dia jawab oh seminggu dua kali bu gitu.
18:43Dia menjawab.
18:44Jadi mereka itu semua-semua menjawab Pak Andreas.
18:46Jadi ada gambar yang dorong itu.
18:49Nah itu memang.
18:52Jadi di rumah yang putih itu.
18:55Jadi kan kita setelah, ini yang waktu saya nengok sampai ke tempat sampah itu dalam kondisi kita berbagi tim.
19:02Berbagi tim.
19:03Saya memang yang rumah putih itu.
19:05Di dalam rumah-rumah itu Pak ada satu vihara sebenarnya.
19:08Tadi Pak Adas ketemu nggak?
19:09Ada satu apa?
19:09Vihara kecil.
19:11Oh tempat bayangan.
19:12Ada vihara di dalam rumah itu.
19:13Tempat beribadahnya.
19:15Bukan bagian dari lapas tapi di dalam rumah itu ada dibangun vihara kecil.
19:19Jadi saya memantau itu.
19:21Nah kenapa bisa jadi dorong-dorongan di rumah yang itu?
19:24Itukah setelah yang rumah pertama yang kami menemukan warga binaan yang bernama Jimmy.
19:32Nah itu itu ya.
19:33Jimmy bu ya?
19:34Ya Jimmy.
19:34Apa ya nama lengkapnya itu?
19:36Patut diduga Jimmy lah ya.
19:37Kalau ada nama Ahmad Albani dan Hasanci itu ada?
19:40Nah itu yang kita wawancarai.
19:42Apa Ibu?
19:43Itu waktu itu wawancara kan tanya apakah bapak siapa?
19:46Dia bilang.
19:46Kasusnya apa gitu ya?
19:47Kalau kasus kita nggak sempat tanya.
19:49Kita cuma menanyakan bapak siapa.
19:50Dia bilang warga binaan.
19:53Terus kemudian ini nempatin.
19:56Jadi waktu dia wawancara pakai kamera dia nggak mau ngaku.
19:59Tapi waktu kita bicara tanpa kamera dia ngaku bahwa itu membayar.
20:04Membayar?
20:05Disebutnya nggak berapa jumlah membayar?
20:07Sudah berapa lama menepati pasir-pasir itu?
20:09Nah itu kami nggak sempat.
20:10Karena memang kan kami juga berkejaran dengan waktu.
20:12Dan memang petugas sudah.
20:13Sudah ya Bu?
20:14Sudah ya Bu?
20:14Jadi ya gitu.
20:15Oke kalau biayanya nggak keluar dari dua nama yang tadi saya sebutkan.
20:18Ada nggak ombudsman tim yang mendapatkan?
20:20Berapa sih sebenarnya perputaran uangnya?
20:22Berapa sih sebenarnya transaksi?
20:23Ya kami tidak tahu.
20:25Tapi kami dapat info dari beberapa teman-teman seperti ICW.
20:28Dari teman-teman media.
20:29Sampai berapa Bu itu?
20:31Itungannya ada tarifnya?
20:32Ya kami terbiasa Pak Andreas kebetulan pas ke kejadian itu.
20:35Ada mantan napi yang ditahan warga binaan dari Cibinong.
20:40Itu datang.
20:41Dia baru bebas juga.
20:42Dia datang ke kami.
20:44Tapi indonesia minta dirahasiakan.
20:45Ya ya pasti mulai.
20:46Jadi ada tiga, dua tiga orang.
20:49Itu mendem saya lewat Facebook waktu itu.
20:53Awalnya saya nggak respon.
20:55Karena saya takut itu ini kan biasa buzzer atau apa.
20:58Tapi sampai dia bilang Bu saya adalah mantan warga binaan.
21:02Itu di tahun yang sama Bu dengan?
21:03Baru aja?
21:04Baru saja keluar dia mungkin baru dua bulanan.
21:06Apa yang Ibu dapatkan?
21:07Nah dia menjelaskan bangunan itu dibangun tahun 2022 atau 2023.
21:15Baru ya yang baru.
21:17Kemudian dia bilang kami di lapas itu kalau mau kamar bayar sejumlah uang.
21:24Berapa?
21:24Kesebut angka nggak Bu?
21:25Waktu itu kisarannya kalau yang masih di sel ya.
21:27Yang di sel itu variatif.
21:30Antara berapa sampai berapa?
21:325 juta sampai ke atasnya.
21:33Per bulan?
21:34Per bulan.
21:35Terus kemudian handphone.
21:37Handphone itu mereka boleh beli dengan petugas.
21:40Dia beli dengan petugas.
21:43Harganya itu sekitar 3 sampai 4 juta.
21:463 sampai 4 juta.
21:48Nanti kalau dia itu dirazia ditangkap.
21:51Kalau dia mau ambil.
21:52Dia mau minta lagi.
21:54Dia bayar lagi 1 juta.
21:55Bayar lagi 1 juta.
21:56Kalau dia mau ambil lagi ya.
21:58Jadi itu diceritakannya dan kami tersimpan dengan rapi Pak Andreas.
22:02Mungkin kalau dibutuhkan kami siap.
22:03Tapi itu kan baru di Cibinong.
22:05Nah tapi yang di rutan lain juga ada.
22:08Kita fokus ke Cibinong Bu.
22:09Jadi total berapa ya warga binaannya?
22:12Kalau yang memang punya uang lumayan ya saya pikir lumayan juga.
22:16Di atas 10 juta kali ya.
22:17Itu 10 juta.
22:18Tapi jumlah total saya ingin tahu dari total berapa binaan.
22:22Itu saya nggak bisa pastikan.
22:23Berapa persen yang menggunakan valisitas mewah gitu.
22:25Persoalannya kami nggak bisa masuk.
22:27Kami tidak tahu bloknya.
22:29Tapi data kan bisa minta ombudsman kan.
22:31Sampai hari ini kami belum mendapatkan data itu dari Dijen PAS.
22:37Karena kami memahami mereka juga sedang melakukan investigasi dan pendalaman
22:41sebagaimana permintaan kami.
22:44Saya konfirmasi sekali lagi Bu.
22:45Tahun 2023 itu dimulai yang tadi menurut laporan mantan warga binaan itu.
22:50Itu semua keseluruhan 13 bangunannya atau bertahap?
22:53Kayaknya bertahap.
22:54Oke bertahap.
22:56Jadi dia ada iya.
22:57Kalau yang 2023 itu kayaknya kelihatan yang waktu kami tarik menarik itu.
23:00Oh itu yang mulai.
23:02Dan kelihatan memang bangunan masih bawah 5 tahun lah ya.
23:05Saya ke Pak Andreas.
23:06Pak Andreas kalau mendengar cerita ini kan sesuai judul ini cerita lawas.
23:102018 kita tahu di Sukamising juga ada sidak gitu sampai heboh juga.
23:15Fasilitas mewah.
23:16Terus 2010 juga sebelumnya di Pondok Bambu juga ada.
23:18Ada salon dan sebagainya.
23:20Ini saya bicara soal harusnya kan.
23:24Sistemnya.
23:24Ah sistem.
23:25Yang kedua ini cerita lama gitu.
23:28Tapi apa iya mau dibiarkan begini?
23:30Sebagai mitra Komitian IMPAS, Komisi 13 sebagai Wakil Pimpinan seperti apa?
23:37Ya jadi itu tadi yang saya sampaikan bahwa kehidupan dibalik tembok dan dibalik kawat-kawat dan temboknya tertutupi nih gitu.
23:46Dan disitu ya ada warga binaan yang seharusnya dibina untuk kemudian ya setelah mereka meninggalkan tempat lapas atau rutan itu
23:59menjadi lebih baik lah gitu.
24:01Nah cuma kita tahu bahwa di dalam itu kan petugas-petugas ya.
24:06Saya juga beberapa di beberapa lapas sebelumnya.
24:08Pertama soal SDM-nya.
24:12Petugas yang langsung, petugas di lapangan langsung ini.
24:15Yang sehari-hari berhadapan dengan para pewarga binaan ini.
24:21Ini memang dari yang saya tanya langsung ke mereka.
24:26Ini kebanyakan mereka tidak terlatih.
24:30Tidak terlatih.
24:31Artinya tidak ada latihan khusus gitu.
24:33Tidak ada ini pelatihan khusus.
24:35Itu satu hal.
24:35Tetapi bukankah kalau sistemnya diperbaiki dengan baik, diketat dan ada integritas dari masing-masing SDM-nya itu.
24:43SDM tadi gitu.
24:44Karena kalau yang terlatih dengan tidak jujur dua hal berbeda.
24:46Nah itu tadi gitu.
24:47Mana dalam hal ini?
24:48Orang yang tidak disiapkan.
24:50Oke.
24:50Orang yang tidak disiapkan.
24:52Jadi saya tanya misalnya pernah saya tanya.
24:54Dia pakai dengan pakaian seragam bagus.
25:00Eh kamu petugas sudah berapa lama?
25:03Sudah tiga tahun Pak.
25:05Apa ini?
25:06Lulusan SMA.
25:07Terus sudah ada persiapan latihan untuk petugas di sini.
25:11Tidak Pak.
25:12Kami langsung di sini.
25:13Jadi tamat SMA langsung dikasih seragam untuk tugas ini.
25:17Nah itu satu hal.
25:18Dan itu di dalam panjang dengan dirjen itu kami konfirmasi memang tidak ada anggaran khusus untuk petugas-petugas lapangan ini.
25:27Ini satu hal yang menyangkut.
25:29SDM, petugas yang ada langsung di lapangan.
25:31Dan itu berpengaruh Pak.
25:34Mas Yogi.
25:34Jadi berpengaruh.
25:35Ini kita tiap hari antara warga binaan dengan petugas langsung di lapangan.
25:43Nah di tempat-tempat seperti Cibinong atau di Sukamiskin, di beberapa tempat.
25:48Status warga binaan yang datang ini kan ada yang dengan status yang lebih tinggi.
25:56Pak Andres, tahan dulu.
25:58Saya harus jeda dan saya akan nanti bertanya ke Ibu Ida.
26:02Apakah ini benar-benar inisiatif orang per orang atau memang secara sistem diketahui oleh lembaga?
26:09Nah mohon izin menjelaskan Bapak bahwa figura tersebut setelah kami tanya ke Kasih Kantip Bapak bahwa pada hari Selasa tanggal
26:1822 tim Kantip melakukan razia keblokunian Bapak.
26:24Lalu menemukan beberapa barang telarang Bapak.
26:27Dan saya ingatkan ya, siap Bapak.
26:29Jangan tutupi kebohongan dengan kebohongan.
26:31Siap Bapak.
26:32Ini rakyat lihat.
26:33Siap Bapak.
26:34Maka saya tanya, sejak kapan figura itu ada?
26:37Sejak kapan kulkas itu ada?
26:39Sejak kapan sofa-sofa itu ada di situ?
26:41Siap Bapak.
26:42Ini barang gede Pak.
26:44Pertanyaan sedikit saya Pak.
26:46Di area situ ada CCTV nggak Pak?
26:48Tidak ada Bapak.
26:49Kenapa tidak ada?
26:50Karena yang CCTV kami pasang hanya di blok-blok dalam.
26:53Kenapa tidak ada?
26:54Ada tiga tahun loh di sana.
26:56Menurut Anda penting nggak ada CCTV di situ untuk pengamanan?
26:59Penting Bapak.
27:00Kenapa nggak dipasang?
27:01Siap Bapak.
27:03Hah?
27:03Apa hanya untuk menutupi, memberi fasilitas pada warga binaan?
27:07Tidak Bapak.
27:08Dan terus kenapa nggak dipasang?
27:10CCTV kami pasang di area-area tertentu Bapak, di blokunian.
27:13Iya kenapa di rumah dila tidak dipasang CCTV Pak?
27:16Siap Bapak.
27:17Itu kan tempat vital juga.
27:19Siap.
27:25Masih di Satu Menjadi Forum Bu Ida, Bu Ida percaya itu rumahnya Kalapas atau dibangun untuk fasilitasnya pengelolaan lapas?
27:34Atau memang ada sendiri yang dibangun atas inisiatif dari sejumlah napi?
27:40Waktu kami menemukan bangunan itu, kami kan menemukan juga rumah dinas.
27:45Eh, mohon maaf, rumah itu berwarna khas juga putih abu-abu.
27:51Ya, menurut kami sih berdasarkan ini browsing kami dari media, rumah dinas itu udah ada standarnya juga.
27:57Dan berdasarkan peraturan menteri kan juga ada standar untuk rumah dinas.
28:09Jadi saya kirirkan, jadi memang ada rumah dinas satu, tapi yang dari total 13 itu mungkin 12-nya adalah?
28:1610 ya, tadi kalau kata Pak Andreas kan 13, 23 rumah dinas betul, itu satu rumah Kalapas, dua rumah penjaga,
28:23rumah penjaga atau penjaga.
28:25Jadi ada tiga, itu 10, 10 bangunan.
28:2810 itu beda-beda warna, Mas Yogi.
28:31Jadi ada yang warna biru.
28:32Jadi kalau kayak resort itu ada kelas-kelasnya, warna kuning, kelas.
28:35Dan kita lihat, makanya saya sebutkan waktu kami kompresi pers, setelah kami masuk ke semua bangunan itu, memang beda-beda
28:43dia punya interior di dalam dan perlengkapannya.
28:47Luas bangunannya beda, warnanya beda, fasilitasnya pun beda?
28:50Beda.
28:51Apa kalau boleh cerita, Bu? Misalnya kalau yang paling mewah?
28:53Yang paling mewah itu kamarnya bagus, kemudian dia punya ruang tamu yang luas, dia punya TV yang sangat lebar, kemudian
29:02dia punya sofa yang paling bagus, dia punya meja makan paling bagus, dapur bersih paling bagus, kulkasnya itu dua pintu
29:09yang gede banget gitu ya.
29:11Ada kamar tidur berapa di dalamnya?
29:12Kamar tidurnya satu, cuma satu, tapi bagus, sangat bagus.
29:17Lemarinya empat lagi, waktu itu lemarinya empat?
29:19Lemari pintu, lemari pintunya empat gitu.
29:21Dan dari kualitasnya kelihatan itu kualitas baik ya?
29:23Kualitas yang baik.
29:24Kalau dibandingkan dengan yang paling rendahnya?
29:26Yang paling rendah yang saya masuk pertama, kalau tadi Pak Andreas masuk kan dari pagar, ada sebelah kanan itu warna
29:31krem.
29:33Nah, itu yang paling rendah menurut saya.
29:35Itu yang mungkin kira-kira harganya 5 juta itu ya?
29:37Paling murah kan 5 juta katanya?
29:39Yang 5 juta itu di blok itu.
29:41Oh di blok?
29:42Di blok, oh ini berarti harusnya lebih mahal loh, minimah 10 juta ya?
29:45Itu kurang tahu.
29:46Oke itu yang di blok, yang di dalam negara betulan gitu.
29:48Kalau ini yang di luar, yang di ibu sikap itu, paling murah 10 juta.
29:52Itu saya nggak bisa memastikan Mas Yul.
29:54Karena memang kami tidak bertanya berapa, dan kami tidak berapa informasi.
29:58Karena itu menjadi penting Bu, kayak ingin tahu apa sih perputarannya, apa yang harus diantisipasi.
30:02Yang sebenarnya bisa ditanyakan itu menurut saya, nanti mungkin dari pihak jajaran kementerian ini pas, dari IRJEN.
30:08Mungkin bisa menurut saya, kita kan ada foto napi dan warga binaan yang kami dapat, dan dia berada di dalam
30:15rumah tersebut.
30:17Itu yang figura-figura itulah?
30:19Ya figura satu yang kami wawancarai, yang dua warga binaan, mungkin bisa melalui mereka, ditanya berapa mereka membayar.
30:27Yang penting itu apakah ini diinisiasi resmi oleh lapasnya, membangun itu membiayai, atau lapas hanya sekadar memberikan izin, alias tidak
30:38menindak apapun, silahkan bangun nanti kita kelola.
30:40Ibu nggak menemukan itu?
30:42Kami kan nggak bisa wawancara.
30:44Oke.
30:44Itu dia.
30:45Tapi dalam konteks mengawasi pelayanan publik, dan sebagai lembaga independen, tentunya itu akan dilakukan kan oleh.
30:53Bagian yang akan kami nanti kan gini, kemarin hari Jumat kami sudah ketemu juga sama SES IRJEN, beliau berkunjung ke
31:01kantor, menanyakan langkah apa yang kami berikan kepada kementerian IMIPAS.
31:08Pertama waktu itu kami bilang, segera lakukan evaluasi menyeluruh, itu yang kami minta waktu itu.
31:14Kemudian termasuk itu Pak Andreas, penonaktifan dulu supaya bisa diperiksa lebih.
31:20Bukan ini, mohon maaf, penonaktifan ini kan supaya dia jangan sempat untuk memerintahkan untuk, ya macam-macam.
31:26Hakukan, menghilangkan barang bukti, memoles, dan sebagainya.
31:29Oke, saya ke Pak Andreas.
31:30Pak Andreas, di rapat, dengan pendapat dengan Komisi 13, kasihan ya, kalah pas kayak pasang badan gitu.
31:36Kayak dibilang berhenti di kamu ya gitu.
31:38Dia akuin semua, dia terima semua, dia talen semua, jangan berbohong.
31:43Masa CCTV aja, itu kan logika sederhana gitu.
31:47Kenapa nggak dipasang? Dia seperti berhenti di dia.
31:50Padahal kan nggak mungkin lah sekelas kalah pas berani memberikan 13 tempat.
31:55Ini penting loh Pak Andreas buat Komisi 13.
31:57Kalau memang mau sungguh-sungguh memperbaiki soal ini.
31:59Artinya gini, apa yang terjadi di lokasi itu adalah tanggung jawab dia gitu.
32:05Oke, kalah pas.
32:06Kalah pas.
32:06Dan itu harus mulai dari dia.
32:08Ya, setuju.
32:09Harus mulai dari dia gitu.
32:10Makanya di dalam keputusan kami di rapat dengan pendapat itu, kita minta mulai dari dia ini, irjen memeriksa gitu.
32:21Kalau keseluruhan atau dengan lapas-lapas yang lain, itu ya kita juga menyampaikan supaya ini stop.
32:28Dan itu di Panitia Kerja di Komisi 13.
32:34Kita sudah melihat itu juga sebenarnya.
32:36Cuma fakta-fakta yang seperti apa yang terjadi kemarin ini, yang ditemukan oleh teman-teman mulai dari teman-teman Ombudsman
32:46dan tadi yang kami lihat dan perhatikan itu memang ada.
32:50Terjadi benar gitu.
32:52Jadi memang yang ini yang harus kita benah ini adalah sistemnya gitu.
32:57Sistem pembinaan di dalam.
32:59Di situ ada diskriminasi itu pasti.
33:01Oh iya, dan itu sangat membahayakan proses pembinaan kan.
33:04Ada diskriminasi pasti.
33:05Konteks pembinaan itu bahaya sekali.
33:06Bora-bora efek jerah kan.
33:08Yang ada malah memindahkan tempatnya dengan kenyamanan.
33:12Betul, betul.
33:13Bahwa ada bagian bahwa orang itu dibatasi kebebasan, ya.
33:18Tapi ada ruang kehidupan yang ya kurang lebih inilah gitu.
33:23Kurang lebih tidak jauh beda dengan apa yang dia alami di rumahnya.
33:28Karena itulah kan ada standarisasi kan dalam konteks proses pembinaan.
33:31Sudah ada.
33:32Kayak misalnya di lapas ini, artinya ini pembelaan dari, bukan pembelaan tapi quote-unquote.
33:38Pak Andres jangan membela loh Pak.
33:39Maksudnya mereka menyampaikan argument.
33:41Oh iya, kalau sampai ada membela saya koreksi loh Pak.
33:43Sebagai rakyat Indonesia.
33:45Maksudnya mereka menyampaikan bahwa di dalam lapas ini juga satu problem, itu over capacity.
33:52Oh iya, itu satu problem.
33:53Satu problem itu over capacity.
33:54Tapi kan bukan lantas kemudian membolehkan pemberian diskriminasi.
33:59Saya pisahkan dulu Pak konteksnya.
34:01Tapi ini adalah satu fakta juga gitu.
34:04Oh iya, iya.
34:04Fakta bahwa apa yang terjadi itu juga bahwa ada over capacity.
34:11Misalnya di lapas yang di Cibinong tadi itu kapasitasnya 800 sekian lah gitu.
34:17820 sekian.
34:19Kalau over capacity yang dipertontakan oleh publik adalah dalam satu sel itu orang desek-desek.
34:23Desek-desek kan.
34:24Nah ini kan bicara over capacity tapi yang ditontakan ada kemewahan, klaster-klaster seperti resort gitu.
34:30Artinya itu ada.
34:31Ini yang kemudian publik marah kan.
34:32Itu juga ada gitu.
34:33Artinya di satu pihak kita ada ya hal yang kita harus perhatikan gitu.
34:39Aspek kemanusiaan.
34:40Tapi di sini juga ada aspek kemewahan yang ada.
34:43Oh iya, iya.
34:43Nah di sini kontradiktif gitu.
34:46Di sini kontradiktif.
34:47Dan ini siapa yang bisa melakukan itu?
34:49Tentu orang yang punya uang.
34:51Oke.
34:51Yang bisa mendapatkan percayaan lebih.
34:53Yang bisa mendapatkan itu.
34:54Itu yang tadi saya tanya.
34:55Apakah ini inisiatif benar-benar dari mereka, napi-napi yang saya sebut berduit.
34:59Kemudian main mata dengan petugas.
35:03Dengan kalapas.
35:04Ini tidak jadi karena mereka punya duit atau kawan-kawannya dari luar membantu.
35:07Itu artinya yang kami tahu dan dengar itu.
35:12Kawan-kawannya dari luar membantu secara.
35:15Artinya apa?
35:16Kalapas ini tidak sendirian.
35:17Dia atas perintah kan.
35:18Karena kawan-kawannya ada komunikasi.
35:21Ada komunikasi.
35:22Ada komunikasi.
35:35Seperti pasang badan dan seperti yang menjamin.
35:36Sudahlah kamu diem aja di situ.
35:38Itu kan bahaya sekali.
35:39Tapi itu juga tadi.
35:40Misalnya kawan ini.
35:41Artinya kalapas ini.
35:43Dengan dia 3 tahun loh.
35:45Dan dia ini sebelumnya juga di Cipinang kalau nggak salah.
35:48Itu.
35:50Sudah berpengalaman.
35:51Artinya sudah berpengalaman.
35:52Yang saya khawatir berpengalaman juga dengan hal yang sama.
35:55Hal yang sama.
35:56Itu yang lebih bahaya kan.
35:57Karena ada aduan gitu kan.
35:58Iya.
35:58Bu Ida.
36:01Diapresiasi.
36:02Jadi pembicaraan.
36:02Banyak dukungan dari masyarakat.
36:04Ini momentum yang baik.
36:06Bagi ombudsman.
36:07Untuk meneguhkan tugasnya.
36:09Sebagai lembaga independen.
36:11Selain Cipinang.
36:12Kedepan akan apalagi.
36:13Tentu tidak hanya bicara soal lapas.
36:14Tapi banyak pelayanan-pelayanan publik yang menjadi tugas ombudsman.
36:17Tapi dalam konteks perbaikan lapas ini seperti apa?
36:20Rencana.
36:20Iya.
36:21Kalau untuk kaitan dengan lapas ya.
36:24Kerja-kerja di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
36:28Seperti saya sebutkan tadi di awal.
36:30Kami juga sedang melakukan investigasi.
36:33Untuk memberikan perbaikan.
36:35Tindakan korektif.
36:36Terkait dengan lamanya.
36:37Orang di eksekusi.
36:39Nah.
36:40Jadi kembali lagi persoalan Cipinang.
36:42Kami pertama begini.
36:44Mas Yogi.
36:45Bahwa jangan sampai ombudsman ini hadirkan.
36:47Untuk membantu semua.
36:48Kementerian Lembaga.
36:49Memperbaiki tata kelola.
36:51Jangan sampai.
36:52Kami tidak dilibatkan.
36:54Tidak diberikan akses.
36:55Untuk melihat.
36:56Karena dari situlah.
36:56Kalau kita melihat diri kita kan.
36:58Kayaknya bagus saja semua.
36:59Tapi orang lain lihat kan berbeda.
37:01Sudut pandangnya.
37:02Karena memang kita kan lebih defensif.
37:04Ketika orang lain yang menilai.
37:06Nah.
37:06Untuk ini.
37:07Kami berharap.
37:08Nanti dukungan dari Komisi 13.
37:10Pak Andreas.
37:11Dan seluruh pimpinan.
37:12Dan anggota Komisi 13.
37:13Mendukung kami juga.
37:15Untuk bisa kami diberikan akses luas-luasnya.
37:17Untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.
37:19Membantu memberikan masukan.
37:21Terhadap perbaikan tata kelola pelayanan.
37:24Di lembaga pemasyarakatan.
37:26Sehingga kami.
37:27Bukan hanya memberi koreksi kepada.
37:29Kementerian ini pas.
37:30Tapi kami juga bisa memberikan masukan kepada DPR.
37:33Misalnya untuk peningkatan anggaran.
37:34Misalnya peningkatan pelatihan sumber daya.
37:37Yang tadi Pak Andreas sebutkan.
37:38Dan kami juga bisa menyampaikan presiden.
37:40Karena dalam undang-undang 37 tahun 2008.
37:43Selamping ke DPR.
37:45Om Busman bisa menyampaikan kepada presiden.
37:46Nah ini kan.
37:47Bentuk yang bisa kami lakukan.
37:49Membantu kementerian dan lembaga.
37:51Memperbaiki tata kelola pelayanan.
37:53Sehingga.
37:54Masyarakat itu tidak lagi merasa bahwa negara tidak hadir.
37:57Itu saja.
37:57Nanti lagi kalau sidak.
37:59Tidak usah bilang-bilang lagi ya.
38:00Biar sukses.
38:01Kalau sidak bilang-bilang.
38:01Bukan sidak namanya.
38:02Pak Andreas.
38:03Apa harapan Anda kepada mitra kerja.
38:06Kementerian MIPAS.
38:07Khususnya dirijian pemasyarakatan.
38:09Ya.
38:10Di sini kan sebenarnya.
38:11Ada satu fakta.
38:12Kemewahan.
38:13Ada fakta yang lain.
38:14Yang tadi saya sampaikan.
38:17Overcapacity.
38:18Itu juga harus berbaiki.
38:19Dan ada concern yang sama juga ya.
38:20Itu juga concern yang sama.
38:23Tapi di tengah itu ada diskriminasi.
38:27Ya.
38:28Diskriminasi itu diskriminasi di dalam pelayanan terhadap.
38:30Perbedaan perlakuan.
38:31Perbedaan perlakuan.
38:32Dan itu terbaca orang yang punya uang.
38:35Bisa membeli fasilitas.
38:36Dan itu bahaya sekali.
38:37Ini kan satu peristiwa yang berkaitan dengan apa yang terjadi ini adalah pelayanan yang.
38:43Yang tidak adil.
38:44Tidak adil.
38:45Tidak adil.
38:46Dan ini buat yang lain.
38:48Yang lain sengsara.
38:49Yang lain.
38:49Jadi perjuangan akan mendesak.
38:50Cara keseluruhan.
38:52Lebih menaikkan tensinya supaya lebih serius.
38:54Bukan sederhana.
38:55Ya justru poin itu gitu.
38:58Penting untuk ada keadilan di dalam memperlakukan para warga binaan.
39:04Dan itu harus dibuktikan dalam bentuk satu koreksi atas sistem.
39:07Dalam bentuk koreksi atas sistem.
39:09Ini sistem.
39:09Ini sistem.
39:10Yang berikut adalah juga perlu didukungan infrastruktur untuk pengamanan.
39:17Nah ini juga berkaitan dengan ya tadi misalnya soal CCTV yang seringkali dijadikan.
39:26Terus kemudian juga kalau soal penggunaan hape.
39:28Kenapa kita tidak pakai alat gamer untuk mematikan sinyal gitu.
39:33Nah kalau itu kan bisa dikontrol sebenarnya mudah-mudah dibutuh.
39:36Sikat saja Pak Andreas.
39:37Siapa yang harus bertanggung jawab?
39:38Apakah berhenti di Kalapas?
39:39Nah disitu.
39:40Atau berhenti ke Dirjen?
39:41Atau ke Menteri?
39:42Itu harus mulai dari paling atas yaitu Menteri.
39:44Karena kita bicara soal kebijakan secara menyeluruh gitu.
39:48Dan itu yang kami sedang lakukan di dalam pembahasan panjang lapaskus panjang pemasarakatan ini gitu.
39:56Dan rekomendasi-rekomendasi itu sudah kami mulai siapkan supaya perbaikan ini menyeluruh gitu.
40:03Dan saya kira itu poin.
40:05Masyarakat menyaksikan kita semua dan kita berharap ini semua dalam waktu tegak tidak terulang lagi muncul kemauan-kemauan.
40:12Meskipun kita masih berpikir jangan-jangan ada yang belum ketahuan.
40:15Terima kasih Pak Andreas Ugo Parera.
40:17Terima kasih Ibu Safrida R. Rahasan sudah bergabung dengan kami.
40:21Pelakuan tidak adil terhadap narapidana binaan lapas dalam bentuk fasilitas mewah adalah pertemuan antara kebutuhan napi berduit dengan lemahnya integritas
40:30pengelola lapas.
40:32Diskriminasi pelakuan napi merusak esensi pemindanaan.
40:35Tujuan pembinaan dan pemberi efek jerah sebagai bentuk hukuman semakin kabur.
40:41Setelah penyalahgunaan wawenang potensi korupsi harus segera ditutup.
40:45Jika tidak ingin hukuman penjara bukan lagi menakutkan tapi jadi bahan tertawaan.
40:51Demikian satu menjadi forum malam ini.
40:53Terima kasih dan sampai jumpa.