00:00Oke, sambil ditampilkan saya bacakan ya, pernyataan media, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.
00:06Ini kami sampaikan karena ada pertanyaan dari media ya.
00:10Dengan hormat, sehubungan dengan postingan di media sosial mengenai gaya hidup pejabat
00:15serta tuduhan penyalahgunaan anggaran kepada salah seorang deputi di Bakom,
00:20sebagai Kepala Bakom, saya memandang perlu untuk menyampaikan tanggapan sebagai berikut.
00:27Selanjutnya, kami memahami perhatian publik terhadap Bakom.
00:32Arahan dari Bapak Presiden adalah agar pejabat hidup sederhana dan pekah terhadap keadaan masyarakat.
00:39Ini berlaku bagi seluruh jajaran pemerintah tanpa kecuali.
00:44Itu pula standar yang saya tekankan kepada setiap pejabat di lembaga ini.
00:49Terkait informasi bahwa seorang pejabat mengelola anggaran iklan media Rp60 miliar,
00:54angka tersebut tidak sesuai dengan informasi anggaran yang kami miliki.
01:00Belanja media merupakan belanja lembaga yang mengikuti mekanisme penganggaran dan pengadaan,
01:05bukan keputusan pribadi seorang pejabat saja.
01:10Setiap belanja lembaga harus tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.
01:15Itu nilai wajib yang selalu saya sampaikan setiap saat kepada jajaran di Bakom.
01:21Mengenai proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Bakom,
01:25perlu saya tekankan bahwa pihak Sekretariat Bakom turut melibatkan kelompok kerja Sekretariat Negara
01:34agar semua prosedur sesuai dan pruden.
01:38Jadi Bakom ini anggarannya mengikuti anggaran dari Kementerian Sekretariat Negara.
01:43Tidak berdiri sendiri.
01:46Selain itu kami juga selalu berkonsultasi dengan lembaga eksternal
01:51seperti LKPP, BPKP, dan Kejaksaan Agung
01:56agar seluruh proses pengadaan dijalankan secara benar dan tepat.
02:00Termasuk ke depan kami terus berkomunikasi juga
02:03dan akan berkomunikasi dengan pihak kepolisian dan BPKP
02:06untuk menjaga semua proses berjalan dengan baik.
02:10Kami menghargai perhatian publik dan pertanyaan dari rekan media.
02:14Menjaga kepercayaan masyarakat adalah tanggung jawab kami dalam menjalankan tugas.
02:19Demikian yang dapat saya sampaikan.
02:21Terima kasih Jakarta 30 September 2026.
02:24Mohd Qadari sebagai Kepala Badan Aktivis,
02:27Badan Aktivis, Badan Komunikasi Pemerintah R.
02:31Nah ini sekarang M. Qadari sebagai Aktivis nih.
02:38Ini Qadari sebagai Aktivis ya.
02:40Ini yang pertama tadi yang disiapkan oleh para deputi-deputi saya yang hebat-hebat ini.
02:45Ini saya yang menulis sendiri.
02:49Pernyataan M. Qadari terkait surat kaleng kepada BAKOM.
02:55Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:58Saat ini BAKOM dalam posisi under attack.
03:03BAKOM sedang diserang.
03:06Beredar surat kaleng dalam bentuk modern.
03:09Ya ini postingan di akun media sosial anonim.
03:12Saya sebut anonim karena saya tidak tahu siapa itu.
03:16Jadi ini surat kaleng Pak.
03:18Kalau dulu dikirim surat kaleng ya kertas.
03:22Sekarang kan sudah berubah zamannya, berubah teknologi.
03:24Sekarang pakai postingan medsos.
03:27Tapi tidak mengubah esensi sebagai surat kaleng.
03:31yang kemudian diamplifikasi oleh berita di beberapa media masa.
03:39Lalu ada info, demo, BEM.
03:44Ya salah satu universitas swasta.
03:48Surat kaleng ini adalah proyeksi dari ketakutan oligarki,
03:54kekuatan asing,
03:56dan londok irang.
03:58Yang takut BAKOM di bawah kepemimpinan M. Kodari
04:02akan menjadi besar dan sulit mereka lawan.
04:07Mereka takut BAKOM akan bertransformasi dari kapal tunda menjadi kapal induk.
04:14Mereka sedang melakukan intercept dan sedang berupaya mengkondisikan agar pimpinan negara
04:22untuk tidak memberikan kepercayaan kepada BAKOM untuk menjadi kapal induk dari asalnya kapal fregat.
04:31Ini cara mereka memenangkan pertempuran narasi.
04:37Jika BAKOM kecil, mereka menang.
04:40Jika BAKOM besar, mereka kalah.
04:45Serangan pada Timoti Ivan dan Fat Fahdevi kami prediksi akan berlanjut pada dua deputi BAKOM lainnya.
04:53Ulta Levenia dan Kurnia Ramadana.
04:57Puncaknya serangan pada Kabakom M. Kodari.
05:02Bukti bahwa surat kaleng tersebut banyak tidak akurat, antara lain sebagai berikut.
05:07Satu,
05:09Deputi satu Fat Fahdevi memasukkan 30 orang dari PAN.
05:13Partai Amanat Nasional.
05:15Hal tersebut jelas salah karena BAKOM saat ini hanya punya anggaran untuk memasukkan tambahan 15 orang.
05:22Saya masuk kira-kira beberapa bulan yang lalu, hanya ada bisa nambah 15 orang.
05:28Itu pun harus dibagi ke dalam empat kedeputian.
05:32Dan deputi satu yang dipimpin oleh Pak Fat sejauh ini cuma menambah empat orang.
05:39Jadi angka 30 itu dari mana?
05:41Tidak mungkin 30.
05:44Apalagi semuanya PAN.
05:46Tidak mungkin.
05:48Yang kedua, tidak ada alokasi anggaran media 60 miliar seperti dimaksud pada postingan medsos untuk agensi mutual.
05:55Ini tadi menyambung dari rilis sebagai Kabakom.
05:59Belanja media merupakan belanja lembaga yang mengikuti mekanisme penganggaran dan pengadaan,
06:05bukan keputusan pribadi seorang pejabat.
06:07Setiap belanja lembaga harus tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.
06:13Mengenai proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Bakom perlu saya tekankan bahwa pihak sekretariat Bakom turut melibatkan kelompok kerja
06:21sekretariat negara agar semua prosedur sesuai dan pruden.
06:24Selain itu kami juga selalu berkonsultasi dengan lembaga eksternal seperti LKPP, BPKP dan Kejaksaan Agung agar seluruh proses pengadaan dijalankan
06:34secara benar dan tepat.
06:36Belak-belakan saja saya, saya tidak mau nanti saya lepas dari sini lalu terkena masalah seperti mantan pejabat yang lain.
06:44Buat kami keamanan itu nomor satu.
06:48Saya kira itu sangat jelas.
06:52Yang ketiga, tulisan surat kaleng soal Deputi II Timoti Ivan dituduh bermasalah secara hukum di KPK tidak benar.
07:02Tidak benar.
07:04Yang benar Ivan hanya menjadi saksi dalam kasus suap amannya dan tidak ada sangkut pautnya dengan suap tersebut.
07:11Seperti halnya saya, seperti halnya Anda, kita tidak bisa memilih siapa paman kita.
07:21Saya tahu cerita ini, awalnya pamannya, dia punya teman mencari investor untuk membangun usaha kecantikan.
07:33Karena pamannya Pak Ivan ini seorang pengusaha, dipertemukanlah kedua-duanya.
07:39Sebutlah itu urusan A, urusan mendirikan bisnis kecantikan.
07:45Tapi setelah itu, antara yang dikenalkan dengan pamannya ini ada urusan yang lain, urusan B.
07:54Yang bermasalah secara hukum, kasus suap.
07:58Ivan tidak terlibat dalam kasus itu.
08:01Dia ditanya karena awal perkenalannya adalah lewat Ivan.
08:07Terlampir surat pernyataan resmi KPK terkait status Timoti.
08:12Sudah tampilkan di mana?
08:14Ini ya.
08:17Bisa dibaca.
08:20Sebagai saksi.
08:23Setio Budiyanto Ketua.
08:25Bersurat tanggal berapa ke atas?
08:29Tiba-tiba lihat ke atas.
08:322 Oktober 2025.
08:35Jadi ini salah satu bukti bahwa ini adalah upaya melakukan delegitimasi serangan dan sabotase pada BAKOM.
08:49Melalui beberapa deputinya.
08:53Tidak ada masalah hukum.
08:55Sudah clear dari tahun lalu.
08:59Tetapi dipakai untuk menyusun narasi yang mendelegitimasi BAKOM.
09:08Dengan demikian, sekali lagi jelas bahwa surat kaleng dan rangkaian terkait dengannya adalah
09:13upaya sabotase terhadap potensi peran BAKOM yang kuat dan dibutuhkan oleh pemerintahan ini di masa kini dan masa depan.
09:22Demi pemerintahan Prabowo-Gibran dan transformasi bangsa,
09:27saya menyatakan tidak takut dan akan melawan semua upaya sabotase tersebut.
09:34Saya ulangi, saya tidak takut dan akan melawan semua upaya sabotase tersebut.
09:42Sebagai penutup, patut saya sampaikan bahwa saya sudah menegur keras saudara Timoti Ivan
09:47dan mengingatkan FAD dan semua deputi BAKOM untuk lebih membatasi diri dan tidak mengekspos.
09:56Apa yang disebut dengan gaya hidup mewah, serta berhati-hati dalam menggunakan medsos.
10:02Saat tugas di KSP, sebelum di BAKOM saya di KSP,
10:07saya sudah pernah menyampaikan bahwa masyarakat punya ekspektasi atau norma tertentu tentang pejabat publik.
10:15Dan sudah saya berikan contoh, waktu itu saya mengatakan di depan teman-teman wartawan sekalian,
10:22saya menggunakan Arloji Seiko, nah begini saya waktu itu, saya angkat dengan saya,
10:28dalam kegiatan sehari-hari.
10:30Mungkin bagi sebagian orang tidak bisa disebut murah, tetapi yang pasti bukan brand mewah.
10:37Nah, untuk kelalaian mengingatkan deputi dan jajaran BAKOM tentang gaya hidup mewah,
10:42saya sebagai kabakom meminta maaf.
10:46Saya sebagai pribadi meminta maaf dan akan terus memperbaiki di masa depan.
10:50Permintaan maaf juga saya sampaikan,
10:53sekaligus di sini seandainya saya dan keluarga ada yang terindikasi menampilkan gaya hidup mewah
11:00setelah saya masuk dalam pemerintahan.
11:03Saya agak ulangi, setelah saya masuk di pemerintahan.
11:07Saya sudah mengingatkan diri, sendiri dan keluarga, namun seandainya masih terjadi,
11:12manusia adalah tempatnya keluput dan salah, dan alpah.
11:20Sekali lagi saya minta maaf kalau seandainya terjadi.
11:22Demikian saya sampaikan untuk menjadi penjelasan dan semoga dapat diterima dengan baik.
11:27Demikian terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.