Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Krisis ekologis akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Selatan menjadi sorotan dalam forum diskusi terbuka yang digelar Brand New Indonesia bersama BEM SI Kalimantan Selatan di Lapangan Taman Kamboja, Banjarmasin.

Forum bertajuk "Menuju Indonesia Terbakar" tersebut digelar untuk menyuarakan keresahan masyarakat terkait dampak karhutla.

Co-Founder Brand New Indonesia Virdian Aurellio menilai pemerintah masih lamban dalam merespons persoalan karhutla di Kalimantan.

"Harusnya kalau menurut saya ya, yang bukan sebagai orang Kalimantan datang ke sini, saya terlalu kagum sama kesabarannya. Harusnya rakyat Kalimantan menagih hak dan menagih apa yang seharusnya menjadi miliknya, yaitu udara yang baik, kehidupan yang baik, air yang bersih, lapangan pekerjaan yang tidak terganggu karena orang susah berpindahan, pendidikan yang tidak terganggu karena asap. Jadi seharusnya masyarakat Kalimantan tidak berhenti bersuara,"kata Virdian, Minggu (27/9/2026).

Dampak karhutla juga dirasakan langsung oleh sektor pendidikan. Dinda, seorang pelajar yang hadir dalam forum tersebut, mengaku kecewa terhadap respons pemerintah yang dinilainya lambat.

"Sebenarnya aku sangat-sangat kecewa kenapa respon pemerintah sangat lambat. Karena udah hampir satu bulan, udah hampir sampai ke negara tetangga. Bahkan udah lewat ya. Di sisi lain, sebenarnya aku sangat berterima kasih karena PJJ. Tapi aku kurang paham apa sebenarnya tujuan dari PJJ ini. Karena kami murid PJJ, tapi guru kami enggak. Guru kami tetap ke sekolah," kata Dinda.

Video Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693098/brand-new-indonesia-dan-bem-si-desak-karhutla-kalimantan-selatan-jadi-bencana-nasional
Transkrip
00:22Ya, mereka menuntut negara menetapkan Karhutla Kalsal sebagai bencana nasional.
00:28Selain orasi darurat lingkungan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi publik untuk menyuarakan keresahan mereka akibat dampak Karhutla.
00:39Co-founder Brand New Indonesia Ferdian Aurelio menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai lamban dalam mengambil langkah pencegahan Karhutla di Kalimantan.
00:58Dan sebagai orang Kalimantan datang ke sini, saya terlalu kagum sama kesabarannya.
01:03Harusnya rakyat Kalimantan menagih hak dan menagih apa yang seharusnya menjadi miliknya.
01:08Yaitu udara yang baik, kehidupan yang baik, air yang bersih, lapangan pekerjaan yang tidak terganggu karena orang susah berpindahan, pendidikan
01:17yang tidak terganggu karena asap.
01:18Jadi seharusnya masyarakat Kalimantan tidak berhenti bersuara.
01:21Dan bersuara itu tidak harus pakai dengan bayangan negara yang rusuk, tidak kok.
01:27Tapi bisa dilakukan dengan cara-cara hikmat. Hari ini kita lakukan dengan hikmat.
01:34Dalam sesi diskusi yang fokus membahas dampak Karhutla tersebut, Dinda, seorang pelajar yang turut hadir, menyatakan kekesalannya karena bencana Karhutla
01:44telah melumpuhkan sektor pendidikan dan memaksa mereka kembali menjalani pembelajaran jarak jauh.
01:54Sebenarnya aku sangat-sangat kecewa kenapa respon pemerintah sangat lambat karena udah hampir satu bulan, udah hampir sampai ke negara
02:01tetangga.
02:02Bahkan udah lewat ya. Di sisi lain, sebenarnya aku sangat berterima kasih karena PJJ.
02:09Tapi aku kurang paham apa sebenarnya tujuan dari PJJ ini.
02:14Karena kami murid PJJ, tapi guru kami enggak. Guru kami tetap ke sekolah.
02:21Di sela-sela forum darurat Karhutla tersebut, Masa merumuskan delapan desakan utama kepada pemerintah.
02:28Termasuk menuntut penetapan Karhutla Kalimantan sebagai bencana nasional, pencabutan izin korporasi pembakar hutan, serta evaluasi total penanganan krisis lingkungan.
02:55Cara baru nonton di Smart TV.
02:58Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Grammedia langsung dari Smart TV kamu.
03:04Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:08Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:11Pilih aplikasi, lalu install.
03:14Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:18Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan