Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah ibu-ibu PKK memanfaatkan sampah organik dan sisa makanan menjadi sumber pakan bagi ternak di lingkungan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Akankah inisiatif ini dapat terus berlangsung ke depan? Liputan ini didukung oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) melalui program Jakarta Food Waste Media Fellowship dalam mengampanyekan isu susut dan sisa pangan.

Berangkat dari kegelisahan seorang ibu rumah tangga terhadap sisa makanan yang berakhir di TPST Bantar Gebang, Chanifah memulai dari rumahnya.

Ia mengajak suaminya Taufiq Supriadi memilah hingga mengompos sampah dari dapur hingga ke lingkungannya sejak 3 tahun lalu.

Inisiatif ini berhasil dikembangkan di RT 8 RW 4 Malaka Jaya hingga mewujudkan ketahanan pangan dari hasil ternak ikan lele, nila, gurame hingga telur ayam, untuk memenuhi kebutuhan gizi warga.

Chanifah menjelaskan untuk mempertahankan inisiatif, berbagai macam cara dilakukan. Dan juga masih menemukan tantangan.

Saat ini, pengelolaan sampah di lingkungan ini melibatkan sekitar 24 rumah.

Sampah organik yang terkumpul mencapai kurang lebih 10 kilogram per pekan.

Untuk sampah organik, tidak ada nilai ekonomis hasilnya langsung dimanfaatkan sebagai media tanam dan pupuk.

Sementara, sampah anorganik yang terkumpul mencapai sekitar 100 hingga 150 kilogram per pekan. Hasil penjualan sampah anorganik ini berkisar Rp150 hingga Rp200 ribu.

Tidak hanya mengurangi sampah organik, upaya bersama warga ini juga menghasilkan lingkungan yang asri, ketahanan pangan serta menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga.

Sementara, upaya ternak ayam telah dihibahkan ke pesantren untuk dikembangkan.

Chanifah memberikan penyuluhan kepada warga dibantu suami untuk memilah dan kompos warga.

Baca Juga Warga Jakarta Inovasi Pengelolaan Sampah dari Rumah, Mengubah Limbah Jadi Nilai Ekonomi di https://www.kompas.tv/regional/692674/warga-jakarta-inovasi-pengelolaan-sampah-dari-rumah-mengubah-limbah-jadi-nilai-ekonomi

#sampah #ketahananpangan #ekonomi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/693102/warga-duren-sawit-kelola-sampah-organik-untuk-ketahanan-pangan-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara sejumlah ibu-ibu PKK memanfaatkan sampah organik dan sisa makanan menjadi sumber pakan bagi ternak di lingkungan Duren Sawit,
00:09Jakarta Timur.
00:10Akankah inisiatif ini dapat terus berlangsung ke depan?
00:13Liputan ini didukung oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development melalui program Jakarta Foodways Media Fellowship dalam mengampanyakan isu susut
00:22dan sisa pangan.
00:35Saudara saat ini saya sudah berada di Gang Malaka Jaya, Gang 8.
00:40Di sini merupakan tempat yang berhasil memanfaatkan sisa makanan, food waste dari rumah-rumah untuk dikembangkan menjadi ketahanan pangan di
00:48lingkungan RT ini.
00:49Seperti apa? Ikuti saya.
00:56Berangkat dari kegelisahan seorang ibu rumah tangga terhadap sisa makanan yang berakhir di TPST Bantar Gebang, Hanifah memulainya dari rumah.
01:04Ia mengajak suaminya, Taufik Supriyadi, memilah hingga mengompos sampah dari rapur hingga ke lingkungannya sejak 3 tahun lalu.
01:11Inisiatif ini berhasil dikembangkan di RT 8 RW 4 Malaka Jaya hingga mewujudkan ketahanan pangan dari hasil ternak ikan lele,
01:20nila, gurame, hingga telur ayam untuk memenuhi kebutuhan gizi warga.
01:25Hanifah menjelaskan untuk mempertahankan inisiatif, berbagai cara dilakukan dan juga masih menemukan tantangan.
01:33Kami ajarkan step-stepnya seperti apa, kami dampingi kegiat proses mereka itu.
01:42Awalnya itu kami menggunakan komposter yang kecil, yang 65 liter.
01:4765 liter itu kan hanya sebentar sudah penuh, jadi kami harus tambah lagi komposter berikutnya.
01:55Kemudian akhirnya dengan adanya komposter yang lebih besar ini, harapan kami jadi lebih lama ya mereka untuk mengganti komposter.
02:07Hanya beberapa warga yang maukan, gitu ya.
02:11Masih beli.
02:16Hingga saat ini pengelolaan sampah melibatkan sekitar 24 rumah.
02:21Sampah organik yang terkumpul mencapai kurang lebih 10 kg per pekan.
02:24Untuk sampah organik tidak ada nilai ekonomis.
02:27Hasilnya langsung dimanfaatkan sebagai media tanam dan pupuk.
02:32Sementara sampah anorganik yang terkumpul mencapai sekitar 100 hingga 150 kg per pekan,
02:37di mana hasil penjualan sampah organik bergisar 150 hingga 200 ribu rupiah.
02:45Tidak hanya mengurangi sampah organik, upaya bersama warga ini juga menghasilkan lingkungan yang asri,
02:50ketahanan pangan, serta menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga.
02:55Sementara upaya ternak ayam telah dihibahkan ke pesantren untuk dikembangkan.
03:00Hanifa memberikan penyuluhan kepada warga dibantu suaminya untuk memilah dan mengompos.
03:07Sebagian kompos dimanfaatkan untuk pakan magot dan sisanya menjadi pupuk tanaman di lingkungan RT 8.
03:14Selanjutnya, magot yang dewasa menjadi pakan ikan yang diternak.
03:18Telur dari ayam yang diternak bisa dimanfaatkan sebagai alas kandang ayam dan pakan ayam.
03:25Sementara hasil ternak diberikan ke balita, lansia, dan ibu hamil.
03:29Bahkan, hasil panen seperti ikan lele dapat diolah menjadi produk UMKM yang menjadi penghasilan warga.
03:37Hanifa berharap inisiatif yang dilakukannya bersama warga di RT 8 Malaka Jaya bisa menginspirasi setiap RT dan RW di Indonesia.
03:46Kelebihan hasil panen lele diolah kreatif oleh ibu-ibu PKK untuk menjadi produk UMKM seperti nugget dan otak-otak lele.
03:53Warga bisa menitipkan produk dagangan di freezer khusus bantuan dari RT untuk menambah pendapatan keluarga.
04:00Lalu, bagaimana tanggapan warga?
04:05Kemajuan dalam hal lingkungan, terutama kalau saya penerima manfaat ya untuk anak saya.
04:11Saya setiap bulannya itu dapat lele dan apa namanya, telur.
04:17Jadi ada namanya program Bapak itu di mana telur dan lelenya untuk balita, lansia, dan ibu hamil.
04:27Ada raket lelek, kayong filet gitu.
04:31Rutin tiap bulan atau gimana?
04:33Kalau ada itu aja lagi bikin, langsung taruh gitu.
04:36Kita yang udah pada sepuh-sepuh kan butuh giji untuk mempertahankan kesehatannya, mempertahankan hidupnya.
04:44Sehingga kebutuhan yang harus dipenuhi oleh yang sepuh-sepuh ini diperhatikan oleh Pak RT.
05:01Kita menghentikan open dumping pengelolaan sampah dari sumber mencari penting.
05:06Gang 8, RT 8 Malakajaya menunjukkan bahwa solusi bisa dimulai dari rumah.
05:13Ibu-ibu PKK sebagai penggerak dan warga sebagai bagian dari perubahan.
05:17Laini Soktania, Kompas TV, Jakarta.
05:19Laini Soktania, Kompas TV.

Dianjurkan