00:00Saudara sejumlah ibu-ibu PKK memanfaatkan sampah organik dan sisa makanan menjadi sumber pakan bagi ternak di lingkungan Duren Sawit,
00:09Jakarta Timur.
00:10Akankah inisiatif ini dapat terus berlangsung ke depan?
00:13Liputan ini didukung oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development melalui program Jakarta Foodways Media Fellowship dalam mengampanyakan isu susut
00:22dan sisa pangan.
00:35Saudara saat ini saya sudah berada di Gang Malaka Jaya, Gang 8.
00:40Di sini merupakan tempat yang berhasil memanfaatkan sisa makanan, food waste dari rumah-rumah untuk dikembangkan menjadi ketahanan pangan di
00:48lingkungan RT ini.
00:49Seperti apa? Ikuti saya.
00:56Berangkat dari kegelisahan seorang ibu rumah tangga terhadap sisa makanan yang berakhir di TPST Bantar Gebang, Hanifah memulainya dari rumah.
01:04Ia mengajak suaminya, Taufik Supriyadi, memilah hingga mengompos sampah dari rapur hingga ke lingkungannya sejak 3 tahun lalu.
01:11Inisiatif ini berhasil dikembangkan di RT 8 RW 4 Malaka Jaya hingga mewujudkan ketahanan pangan dari hasil ternak ikan lele,
01:20nila, gurame, hingga telur ayam untuk memenuhi kebutuhan gizi warga.
01:25Hanifah menjelaskan untuk mempertahankan inisiatif, berbagai cara dilakukan dan juga masih menemukan tantangan.
01:33Kami ajarkan step-stepnya seperti apa, kami dampingi kegiat proses mereka itu.
01:42Awalnya itu kami menggunakan komposter yang kecil, yang 65 liter.
01:4765 liter itu kan hanya sebentar sudah penuh, jadi kami harus tambah lagi komposter berikutnya.
01:55Kemudian akhirnya dengan adanya komposter yang lebih besar ini, harapan kami jadi lebih lama ya mereka untuk mengganti komposter.
02:07Hanya beberapa warga yang maukan, gitu ya.
02:11Masih beli.
02:16Hingga saat ini pengelolaan sampah melibatkan sekitar 24 rumah.
02:21Sampah organik yang terkumpul mencapai kurang lebih 10 kg per pekan.
02:24Untuk sampah organik tidak ada nilai ekonomis.
02:27Hasilnya langsung dimanfaatkan sebagai media tanam dan pupuk.
02:32Sementara sampah anorganik yang terkumpul mencapai sekitar 100 hingga 150 kg per pekan,
02:37di mana hasil penjualan sampah organik bergisar 150 hingga 200 ribu rupiah.
02:45Tidak hanya mengurangi sampah organik, upaya bersama warga ini juga menghasilkan lingkungan yang asri,
02:50ketahanan pangan, serta menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga.
02:55Sementara upaya ternak ayam telah dihibahkan ke pesantren untuk dikembangkan.
03:00Hanifa memberikan penyuluhan kepada warga dibantu suaminya untuk memilah dan mengompos.
03:07Sebagian kompos dimanfaatkan untuk pakan magot dan sisanya menjadi pupuk tanaman di lingkungan RT 8.
03:14Selanjutnya, magot yang dewasa menjadi pakan ikan yang diternak.
03:18Telur dari ayam yang diternak bisa dimanfaatkan sebagai alas kandang ayam dan pakan ayam.
03:25Sementara hasil ternak diberikan ke balita, lansia, dan ibu hamil.
03:29Bahkan, hasil panen seperti ikan lele dapat diolah menjadi produk UMKM yang menjadi penghasilan warga.
03:37Hanifa berharap inisiatif yang dilakukannya bersama warga di RT 8 Malaka Jaya bisa menginspirasi setiap RT dan RW di Indonesia.
03:46Kelebihan hasil panen lele diolah kreatif oleh ibu-ibu PKK untuk menjadi produk UMKM seperti nugget dan otak-otak lele.
03:53Warga bisa menitipkan produk dagangan di freezer khusus bantuan dari RT untuk menambah pendapatan keluarga.
04:00Lalu, bagaimana tanggapan warga?
04:05Kemajuan dalam hal lingkungan, terutama kalau saya penerima manfaat ya untuk anak saya.
04:11Saya setiap bulannya itu dapat lele dan apa namanya, telur.
04:17Jadi ada namanya program Bapak itu di mana telur dan lelenya untuk balita, lansia, dan ibu hamil.
04:27Ada raket lelek, kayong filet gitu.
04:31Rutin tiap bulan atau gimana?
04:33Kalau ada itu aja lagi bikin, langsung taruh gitu.
04:36Kita yang udah pada sepuh-sepuh kan butuh giji untuk mempertahankan kesehatannya, mempertahankan hidupnya.
04:44Sehingga kebutuhan yang harus dipenuhi oleh yang sepuh-sepuh ini diperhatikan oleh Pak RT.
05:01Kita menghentikan open dumping pengelolaan sampah dari sumber mencari penting.
05:06Gang 8, RT 8 Malakajaya menunjukkan bahwa solusi bisa dimulai dari rumah.
05:13Ibu-ibu PKK sebagai penggerak dan warga sebagai bagian dari perubahan.
05:17Laini Soktania, Kompas TV, Jakarta.
05:19Laini Soktania, Kompas TV.