- 12 menit yang lalu
- #bali
- #beritabali
- #allaboutbali
- #gunungbatur
- #geologibali
100 TAHUN RARUD BATUR EPISODE 3 | SEJARAH LETUSAN GUNUNG BATUR
Pernahkah kita berpikir, mengapa masyarakat Batur hari ini sangat perlu memahami dan mengingat kembali peristiwa Rarud Batur?
Dalam episode terbaru, beritabali.com menghadirkan Guru Besar Udayana untuk menelisik kembali sejarah penting Rarud batur.
#Bali
#BeritaBali
#AllAboutBali
#GunungBatur
#GeologiBali
Pernahkah kita berpikir, mengapa masyarakat Batur hari ini sangat perlu memahami dan mengingat kembali peristiwa Rarud Batur?
Dalam episode terbaru, beritabali.com menghadirkan Guru Besar Udayana untuk menelisik kembali sejarah penting Rarud batur.
#Bali
#BeritaBali
#AllAboutBali
#GunungBatur
#GeologiBali
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Alam ini kebetulan berkaitan dengan disertasi yang saya tulis dulu ketika saya kuliah di mana? Di Jerman.
00:11Ya, bagaimana sebenarnya cerita erupsi waktu dulu?
00:15Ya, kalau kasus korupsi ini terjadi tahun berapa?
00:19Sebelumnya itu 18 tahun 50-an sekian sudah terjadi, pernah terjadi gunung api metus.
00:30Kita kembali ke podcast berita bali.com, topik yang sama dengan 100 tahun peringatan erupsi Gunung Batur.
00:39Kali ini kita mengundang narasumber dari Akademisi Unut, Prof. Ardana.
00:45Kali ini kita membahas sisi sejarah, bagaimana sih sejarah Gunung Batur waktu erupsi sebelumnya.
00:52Nah, Prof. selamat datang di podcast.
00:56Selamat.
00:56Dari sisi sejarah mungkin kajian historis dari literatur-literatur yang berbaca dulu di Belanda seperti apa sejarahnya dulu?
01:06Ya, kebetulan saya membaca persoalan-persoalan natural disaster bencana alam ini kebetulan berkaitan dengan disertasi yang saya tulis dulu ketika
01:19saya kuliah di mana?
01:20Di Jerman.
01:50Nah, di Jerman, saya ketemu lagi dengan masalah ini.
01:55Kenapa? Karena topik disertasi saya itu tentang Nusa Tenggara.
01:59Nusa Tenggara yang saya tulis dalam bahasa Jerman, Nusa Tenggara.
02:03Nah, Einrichtung der Kolonial Herrschaft.
02:05Jadi, penataan Nusa Tenggara pada masa kolonial 1915-1950.
02:11Nah, salah satu diantaranya yang menarik adalah karena Nusa Tenggara ini pada saat itu merupakan bagian dari residensi Timur and
02:19Under Horek Haden.
02:21Ada Sumbawa, Sumbawa, Forest Timur.
02:23Nah, Sumbawa ini yang banyak mengupas tentang persoalan erupsinya Gunung Tambora pada saat itu.
02:30Dan itu banyak sumber-sumber yang berkaitan dengan pandangan politik kolonial,
02:35terutama setelah berakhirnya masa cultivation system yang kita sebut dengan tanah paksa.
02:40Dimulainya dengan sistemnya politik kolonial liberal setelah tahun 1870.
02:47Nah, ini menarik ini.
02:48Kita melihat bagaimana berakhirnya politik kolonial yang konvensional menuju ke politik kolonial yang lebih liberal.
02:55Berkaitan dengan masalah keperkubunan, pondernamang, masalah penanaman kopi yang terat kaitannya sekarang dengan masalah Gunung Batur.
03:06Jadi, kopi ini memang satu produk tanaman baru yang menggantikan apa yang dulu menjadi komuniti unggulan abad 17-18 jaman
03:15Spanyol-Portugis
03:16berkaitan dengan space atau space trade atau apa namanya, perdagangan rempah-rempah.
03:24Sekarang sudah berubah menjadi kopi, gula, tebu, seperti itu.
03:30Bagaimana sebenarnya cerita erupsi waktu dulu?
03:33Ya, kalau kita lihat cerita erupsi, saya harus kembali lagi pada catatan-catatan kolonial yang ditulis oleh Lekker Keker,
03:42Bali and Lombok, Overseasdler Literatur.
03:45Fandise Island, dari tahunnya itu, tahun sampai tahun, apa namanya,
03:572019.
04:01Kasus korupsi ini terjadi tahun, berapa?
04:05Sebelumnya itu, 18 tahun, 50-an, sekarang sudah terjadi, pernah terjadi Gunung Api yang meletus.
04:10Kemudian, 1917, itu terjadi gempa bumi besar.
04:14Nanti, beberapa tahun kemudian, mungkin sekitar mungkin 15 tahun kemudian, itu 1926, terjadilah erupsi Gunung Batur.
04:22catatan-catatan yang menarik terutama
04:24yang dilakukan oleh Lekekeker
04:27dalam bukunya Bali & Lombok
04:28Om Tren di Sri Leland
04:32itu kita melihat
04:34banyak yang merangkum pendapat-pendapat karya-karya
04:36dari Zollinger, Zollinger yang
04:38datang ke Bali, yang berkunjung
04:41ke Bali melihat
04:42ternyata apa yang terjadi di
04:44Jawa Timur itu sama dengan yang terjadi di Bali
04:47dia melihat begitu, cuma kita
04:48kebayang gak bahwa
04:50Belanda, atau
04:52di daerah Belgia, itu tidak ada
04:54namanya gunung-gunung tinggi, seperti gunung batur
04:56gunung itu paling-paling 300 meter
04:58seperti Valsberg
05:00itu sudah bangga Belanda itu
05:02tetapi ketika datang ke
05:04Nusantara, dia melihat gunung-gunung yang tinggi
05:063.200 meter, di atas
05:083.000 meter, sedangkan di Eropa itu
05:10cuma 300 meter, jadi dia
05:12mengisahkan itu luar biasa, cerita
05:14tentang perjalanannya dari Jawa Timur
05:16ke Bali, berkaitan dengan
05:18batur, sekitar tahun 1850-an
05:21di pertengahan abad ke-19
05:22ya, dari erupsi
05:241926 itu bagaimana
05:27persiapan mitigasi
05:28pernah gak ada di
05:30literatur-literatur Belanda?
05:31ya, jadi kita melihat bahwa
05:33memang sudah diprediksi oleh Belanda
05:35akan terjadi
05:36apa namanya, erupsi itu, kan sudah
05:38dipersiapkan sebenarnya, kalau dari
05:40catatan
05:40catatan lokal, kita dengar
05:42mengenai oral tradisi, tradisi
05:44lisan kita itu, kita mendengar bahwa
05:46memang Belanda sudah memahami akan terjadinya
05:48letusan, jadi dia
05:50mempersiapkan mitigasinya
05:51ke daerah yang kita sebut sekarang
05:53wilayah yang diduduki oleh
05:54Kramo Batur ini
05:56begitu, jadi sudah dipersiapkan
05:57jadi dikatakan
05:58disana itu bahwa
05:59tidak ada yang meninggal dunia
06:01jadi memang ada
06:02konsep
06:03rarut
06:04batur, rarut
06:05artinya
06:06mengungsi
06:07mengungsi ke tempat yang lebih tinggi
06:08dari
06:09asli dari daerah yang pernah
06:12ditempati
06:12dimana di daerah yang ditempati ini
06:14kita
06:14sebut dengan
06:15apa namanya
06:16bukti-bukti
06:17geologinya itu
06:18ada namanya
06:19kaldera
06:19kaldera pertama
06:21kaldera yang kedua
06:22kaldera yang pertama itu terbentuk dari
06:2330 ribu tahun yang lalu
06:25setelah letusan
06:26kaldera yang kedua itu
06:2720 ribu tahun
06:28yang lalu
06:29setelah letusan
06:30jadi kita melihat
06:31daerah-daerah hunian itu
06:32masih bisa dilihat
06:33tetapi persoalannya sekarang
06:34apakah mungkin kita bisa
06:36menggali
06:37atau mengadakan ekskavasi
06:38terhadap
06:39hunian lama ini
06:40nah itu pertanyaannya sekarang
06:41ini kan daerah-daerah lava
06:42daerah-daerah hitam
06:44gitu kan
06:44begitu
06:44nah
06:45tetapi yang menarik
06:47disini kita
06:47ketika kita melihat bahwa
06:49orang-orang yang
06:50ber
06:52merarut
06:52atau mengungsi ini
06:54masih mempunyai nilai-nilai
06:56kearifan lokalnya
06:57dia masih pegang itu
06:58jadi kalau kita
06:58bicara tentang konsep
07:00apa namanya
07:01nation state
07:02sebetulnya
07:03konsep negara
07:04dalam tanda petik itu
07:05seduluh mereka sudah mempunyai
07:06ada istilah kebayang
07:08orang-orang tua
07:09dia mempunyai tatana adat
07:11jadi mereka sebetulnya
07:12sudah mempunyai kehidupan
07:12yang teratur
07:13yang masih hidup
07:15setelah
07:15pindah dari
07:17daerah bencana ini
07:19jadi mereka sebetulnya
07:19sudah mempunyai
07:20kalau kita berbicara tentang
07:21konsep
07:22negara
07:23dalam tanda petik
07:24sebetulnya mereka sudah punya
07:25untuk menindungi warganya
07:27seperti adanya
07:28sebutan-sebutan dari
07:29beberapa penguasa
07:31yang mengklaim
07:32wilayah daerah batur itu
07:33sebagai
07:34daerah-daerah
07:35yang pernah
07:36mendapat pengaruh
07:37seperti dari
07:38kerajaan Singa Mandawa
07:39di dalam persasti disebutkan
07:41misalnya
07:41jaya
07:42cihne
07:42cihne itu
07:46semacam
07:47tanda
07:48bahwa pernah terjadi
07:50kejayaan yang pernah
07:51dimiliki oleh
07:51raja Singa Mandawa
07:52terhadap batur
07:53nah begitu
07:54jadi dia mempunyai
07:55konsep seperti itu
07:56sebenarnya tidak
07:56susah
07:57kalau kita sekarang
07:58berbicara persoalan
07:59cultural identity
08:01bagaimana identitas itu
08:03terbentuk
08:03dari
08:04religious side
08:06situs-situs keagamaan
08:08atau situs-situs spiritual
08:09yang ada
08:10yang dimiliki oleh mereka
08:11dan itu
08:12semua di dalam
08:12persasti-persasti
08:13begitu
08:14dari
08:15literatur Belanda
08:17tadi
08:18ada tujuan apa
08:20ya
08:20kalau misalnya
08:22Belanda
08:23merelokasi penduduk
08:24untuk
08:25direlokasi ke atas
08:27gitu ya
08:27lebih ke tempat
08:28ke tempat yang aman
08:28itu kepentingannya
08:30apa mereka
08:30jadi sebetulnya
08:32kalau kita bicara
08:32tentang kebijakan
08:34politik kolonial
08:34sebetulnya
08:35apa yang dilakukan
08:37oleh Belanda
08:38itu di
08:39Kepulauan Nusantara
08:40ini sebenarnya
08:40kan sebagai
08:41respon
08:42terhadap
08:43politik kolonial
08:44Belanda di Eropa
08:44yang menganggap
08:45bahwa diri mereka
08:46itu tidak sama
08:47dengan penjajah
08:48Spanyol-Portugis
08:49walaupun dia penjajah
08:50tetapi mempunyai
08:51persoalan etis
08:53makanya ada
08:53namanya
08:54politik etis
08:55tahun 1901
08:55untuk membedakan dirinya
08:57berbeda
08:58dengan penjajah-penjajah
08:59yang lain
09:00nah ini
09:00persoalan-persoalan ini
09:01jadi kalau kita lihat
09:02politik etis itu kan
09:04tahun 1901
09:05percua
09:07bencana ini kan 1926
09:08mungkin sudah
09:0825 tahun kemudian
09:10jadi Belanda
09:11ingin memberikan
09:12kesan
09:12kepada dunia
09:13bahwa mereka itu
09:14tidak sama dengan
09:15penjajah yang lain
09:15bahwa mereka
09:16mempunyai
09:17apa namanya
09:19perhatian
09:19atau interest
09:20pada persoalan-persoalan
09:21martabat manusia
09:23asasi manusia juga
09:24jadi kita kan
09:25lihat itu
09:26kalau di dalam
09:26kasus Bali itu
09:27bagaimana misalnya
09:28tawan karang
09:30mesatia
09:31orang tercebur
09:32ke dalam api
09:33itu kan
09:33tidak boleh
09:34itu masih
09:35kita lihat
09:36bukti-buktinya
09:37di awal abad
09:37ke-20
09:38sebelum puputan itu
09:40tidak berbolehkan
09:42Belanda ya
09:42iya tidak boleh
09:43karena tidak boleh
09:44Belanda sudah
09:44memperhatikan itu
09:45sebetulnya
09:46dari sisi aspek
09:47mitigasi itu
09:48Belanda memang
09:49sudah mempelajari dulu
09:50ya
09:50tanda-tanda erupsi
09:52ya sudah
09:52lewat apa itu
09:54ada teknologinya
09:55atau
09:55begini
09:56sumber-sumber
09:57Belanda menyebutkan
09:58tentu mereka melihat
09:59dari karya-karya
10:01apa
10:02paleoantropologi
10:03atau karya-karya
10:04epigrafi
10:04yang melihat bahwa
10:06posisi dari
10:08Batur ini
10:09yang merupakan
10:11sentrum dia
10:12antara
10:13daerah pantai
10:14yang dari utara
10:15naik
10:16kemudian Batur
10:17kemudian ke selatan
10:19jadi dia sudah
10:19mengetahui bahwa
10:20ini pusatnya
10:21sebetulnya
10:22bahkan di dalam
10:23persatasi-persatasi
10:24kita ketahui bahwa
10:24sumber irigasi
10:26atau sumber
10:26dibalikan dari
10:27air dari sungai
10:28Batur ini
10:29dan Batur ini
10:30memang menjadi pusatnya
10:31kenapa misalnya
10:32kita melihat bahwa
10:33banyak pedagang-pedagang
10:35dengan orang-orang lain
10:36juga datang
10:37ke sana
10:37kan
10:38bahkan
10:39kalau kita
10:39bicara tentang
10:40nilai multikultur
10:42sudah ada pada saat itu
10:43karena
10:43orang di Batur ini
10:45ada yang namanya
10:46menurut
10:46Hauser Schaublin
10:47seorang
10:48antropologi Jerman
10:50melihat bahwa
10:50disini sudah ada
10:51pelaksanaan
10:53upacara
10:55persembahyang
10:57sesajian
10:58yang berkaitan
11:00dengan
11:00masalah multikultur
11:01contohnya
11:01misalnya seperti
11:02black offering
11:04artinya
11:05sesajian hitam
11:06hitam itu siapa?
11:07muslim
11:07jadi sesajian itu
11:09diberikan kepada
11:12orang muslim
11:13yang tanpa ada
11:14babi gitu
11:15misalnya
11:15dia sudah ada
11:16pada saat itu
11:17ini luar biasa
11:17jadi Belanda itu
11:18kalau kita pikir
11:19sudah sampai
11:20sebegitunya dia
11:21dan juga dia
11:22misalnya melihat
11:23di dalam persoalan mitigasi
11:24dia sudah melihat
11:25sudah mulai
11:26tidak adanya lagi
11:27namanya
11:27harimau Bali
11:28pada saat itu
11:29disebutkan disana
11:30oleh Zollinger
11:31di Bali sudah
11:33tidak ada harimau lagi
11:34coba kita bayangkan
11:35tidak sekarang ini
11:35kayak apa sih
11:36harimau Bali itu
11:37nah Belanda sudah mencatat itu
11:38jadi
11:40ketika kita melihat
11:41dari pertanyaan tadi
11:43apa maksudnya Belanda
11:44jadi pemerintah Belanda
11:45memang dia lebih
11:45ini ya
11:46apa lebih
11:47teratur ya
11:48karena
11:49kalau kita melihat
11:50setelah
11:51Pak Nirlandika
11:52jadi daerah-daerah
11:54di Nusantara
11:55yang ditaklukan
11:55maka dibuatlah
11:56sistem
11:57reorganisasi
11:58pemerintahan
11:58dibuatnya
11:59provinsi-provinsi
12:00baru
12:01distrik-distrik baru
12:02kemudian
12:02setiap pejabat
12:03apa dia seorang
12:04reken kontrolur
12:05harus membuat laporan
12:06setiap masa jabatannya
12:07yang disebut dengan
12:09MVO
12:09memori
12:10vanover
12:10jadi kalau kita lihat
12:11dari setelah
12:12tahun 1900
12:14sampai datangnya Jepang
12:16itu dia sudah
12:16mempunyai laporan
12:17memori vanover
12:18jelas nih
12:18sama itu
12:19masalah genis kunda
12:20masalah
12:20gesonhaid
12:21masalah kesehatan
12:23masalah bencana
12:24semuanya itu
12:25ada disana
12:25tapi kalau
12:26persoalan-persoalan ini
12:27kita kan sampai
12:28tidak tahu
12:29kalau apakah
12:29Bupati
12:30tamat atau
12:31gubernur sekarang
12:31membuat laporan-laporan
12:32sedetil itu
12:33itu pertanyaannya
12:34sekarang kan
12:34jadi kita lihat
12:35persoalan manajemennya
12:36dia lengkap
12:37kalau kita sekarang
12:37menulis
12:38periodo kolonia
12:39dengan mampu
12:40berbahasa Belanda
12:40kita bisa menulis
12:41persoalan itu
12:42kan begitu
12:42itu
12:43saya kira
12:45caranya bagaimana
12:45mereka itu
12:46melangkah
12:46dengan tujuan tadi
12:48bahwa mereka itu
12:49adalah mempunyai
12:49tujuan-tujuan yang
12:50lebih mulia
12:52begitu kan
12:52bahwa dia tidak ingin
12:53dikatakan sebagai
12:54negara yang
12:55penjajah
12:56seperti yang ditulis oleh
12:57apa
12:57kritik yang dilakukan
12:59oleh Max Haflar
13:00kalau saya orang Belanda
13:02saya tidak mau
13:03merayakan
13:04atau
13:05kemerdekaan
13:06apa namanya
13:07Belanda itu
13:08di tanah jajahan
13:08ke begitu kan
13:09jadi sebuah kritik
13:10yang dilakukan
13:10terhadap
13:11penguasa Belanda
13:12dan ini mulai
13:12diberlakukan
13:13sejak kekuasaan Belanda
13:15di Nusantara
13:16terakhir
13:17untuk sisi mitigasi
13:19juga
13:19setelah kita
13:21berkaca refleksi
13:22dari sebelumnya
13:23di 1926
13:25apa yang perlu
13:26disiapkan
13:27untuk mitigasi
13:27ke depan
13:28untuk masyarakat
13:29batur ini
13:30pertama kita perlu
13:31pahami bahwa
13:32kita tidak bisa
13:34menyalahkan kepada
13:35pemerintah
13:35atau pengusaha
13:36atau kemana
13:37kita harus meminta
13:38kepada
13:38penduduk
13:40penduduk itu sendiri
13:41memahami
13:42kearifan lokalnya
13:44yang berbasis pada
13:45kearifan lokalnya
13:45sehingga
13:46ketika ada persoalan
13:47kita akan tahu
13:48seberapa kuat
13:50daya lenting sosial
13:51sosial resiliensnya
13:52dia itu
13:52ketika berhadapan
13:53dengan bencana
13:54jadi dia harus
13:55bisa memanfaatkan
13:56itu
13:56kan begitu
13:57dia mempunyai
13:57daya lenting sosial
13:58kayak bola itu
13:59kalau dijatuh
14:00naiknya ke atas
14:00itu tidak
14:01ini kan
14:01bisa melenting
14:02dia itu
14:03dari bencana
14:03jadi dia akan
14:04terkapar gitu
14:05nah ini
14:06bisa dilihat dari
14:07seberapa jauh
14:08masyarakat itu
14:09punya kearifan lokal
14:10dia membangun
14:10situs-situs
14:12keagamaannya dia
14:13begitu kan
14:13sehingga
14:14dengan
14:15adanya situs-situs
14:16seperti ini
14:17dia mempunyai
14:18konsep tentang
14:19social and culture capital
14:21modal sosial budaya
14:22di dalam menghadapi
14:23bencana-bencana
14:25dari luar
14:25atau pengaruh-pengaruh
14:26dari luar
14:26jadi untuk menjamin ini
14:27perlu masyarakat kita
14:28itu menyadari
14:29bahwa mereka itu
14:30tidak usah takut
14:31dia punya kearifan lokal
14:33ya buatlah seperti itu
14:34pelihara lah
14:35seperti itu
14:36dengan kita itu
14:37kemudian
14:38mengabaikan
14:39dari pengaruh-pengaruh
14:40luar ini
14:41jadi ini harus kita jaga
14:42caranya bagaimana
14:43seperti dikatakan bahwa
14:44sekarang ini kan perlu kita
14:46memahami bahwa
14:47bahasa lisan
14:49itu lebih penting
14:49daripada bahasa
14:50yang tertulis
14:51pertanyaan mengapa
14:53bahasa tertulis itu
14:55menjadi lebih penting
14:57karena ketidakmampuan
14:58dari
14:59apa namanya
15:00arsip-arkeologi
15:01atau sejenisnya
15:02itu untuk menyimpan
15:03persoalan ini
15:04karena dimakan oleh
15:05zaman ratusan
15:06tahun atau ratusan
15:07ribu tahun
15:08itu tidak bisa bertahan ini
15:09hanya melalui
15:10oral tradisi kita
15:11sedangkan dari catatan tertulis
15:12tidak kuat
15:13nah oleh karena itu
15:14kalau lebih baik
15:15bagaimana insalnya
15:17kita kembali kepada
15:19pemikiran
15:19ucapan
15:20dan perkataan kita itu
15:21pada oral tradisi kita
15:23tidak hanya
15:23ditulis
15:25dengan ungkapan-ungkapan
15:26yang belum tentu
15:27kita bisa laksanakan
15:28ini kan harus menjadi
15:30apa
15:30sebagai norm
15:31dalam kehidupan
15:33masyarakat
15:34tadi tatwa mahasis itu
15:35berpikir
15:36berkata
15:37berbuat
15:37itu lebih penting
15:38daripada hanya sekedar
15:39ditulis
15:40makasih Probe
15:42oke
15:42ya oke
15:43makasih ya
16:24selamat menikmati
16:54selamat menikmati
17:09terima kasih
17:10terima kasih
17:40terima kasih
18:10terima kasih
18:40terima kasih
19:10terima kasih
19:40terima kasih
20:10terima kasih
20:40terima kasih
21:10terima kasih
21:40terima kasih