Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
TETAP TINGGI DI BALI, BUNUH DIRI BUKAN SEKADAR STATISTIK TAPI KEMANUSIAAN

Bali menempati peringkat tertinggi risiko kasus bunuh diri per jumlah penduduk di Indonesia, sebuah kenyataan pahit di balik keindahan Pulau Dewata yang perlu kita soroti bersama.

Fenomena ini tidak hanya dipicu oleh masalah kesehatan jiwa yang belum tertangani secara merata, tetapi juga didorong oleh perubahan sosial-ekonomi serta belum maksimalnya jangkauan kebijakan pencegahan hingga ke pedesaan.

Untuk menekan angka tersebut, dibutuhkan langkah nyata melalui perubahan narasi kebijakan, seperti perlindungan BPJS bagi korban percobaan bunuh diri, etika peliputan media yang lebih berempati, serta penguatan edukasi berbasis kisah para survivor.

Bagaimana pandangan kalian? Apakah angka bunuh diri di Bali bisa ditekan? Yuk tonton selengkapnya pembahasan mendalam bersama dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ.di YouTube channel Berita Bali!

Subscribe sekarang: https://www.youtube.com/@beritabalichannel
Transkrip
00:08Lalu nominal judi online tuh Bali masuk 5 besar, narkoba masuk 10 besar, jadi apa namanya di pulau yang...
00:20Apa sebenarnya penyebabnya? Padahal dari sistem sosial atau ada faktor lain, kita tahu sifat tradisional tuh nggak memungkinkan orang untuk
00:30berpikir ruwut gitu loh di pedesaan, itu apa sebenarnya?
00:34Jadi Dubai kedua itu mudah-mudahan dalam artian hanya pertumbuhan ekonominya ya, tetapi bukan penurunan ya status kesehatan jiwanya, macam
00:46-macam.
00:46Nah, jadi kalau kita lihat dari umur, sebagian 7% adalah anak-anak di bawah 17 tahun, tetapi angka tertinggi
00:56adalah usia berbeda, 35-55 tahun.
01:06Om saya Sese Sematon, kembali kita berjumpa di podcast berita bali.com.
01:11Untuk topik kali ini, saya Komang Robi akan membahas topik kasus bunuh diri di Bali.
01:19Ah, Bali dikenal sebagai pulau dewata, namun pulau identik dengan keindahan dan tujuan pariwisata dunia ini, menyimpan persoalan yang jarang
01:32terlihat.
01:32Kasus bunuh diri masih menjadi persoalan yang serius di Bali.
01:38Berdasarkan data, kasus bunuh diri merupakan salah satu tertinggi di Indonesia.
01:43Apa yang sebenarnya terjadi di balik angka-angka itu?
01:47Hari ini kita akan melihat bahwa persoalan bunuh diri bukan sekedar sebagai statistik,
01:53tapi sebagai persoalan manusia, keluarga, lingkungan, dan bagaimana kita bisa mencegahnya.
02:00Nah, untuk topik kali ini kita akan menghadirkan narasumber Dr. I. Gusti Rai Putrawiguno SPKJ,
02:07atau akrab dikenal dengan sebutan Dr. Rai.
02:11Ia adalah dokter spesialis kejiwaan atau psikiater yang berbasis di dan pasar.
02:18Beliau juga merupakan pendiri Bali Mental Health Clinic, atau BMHC,
02:24serta ketua perhimpunan dokter spesialis dokteran jiwa, atau PDS KJI, Jepang dan Pasar.
02:32Dr. Rai juga aktif melakukan edukasi di media sosial melalui akunnya.
02:38Kita langsung sahabat narasumber kita.
02:40Apa kabar, Pak, dokter?
02:41Oke, baik. Saya mantap jiwa ya kabarnya.
02:45Nah, dokter Rai, ini kan beberapa hari lalu kita juga melihat kasus bunuh diri yang dilakukan WNA
02:53sebelum memenuh dua anaknya.
02:56Ini yang mengemuka juga beberapa hari terakhir,
03:01dan terkait dengan hari pencegahan bunuh diri yang 10 September lalu diperingati.
03:10Ini kan marah dia juga ya, Pak dokter ya.
03:13Nah, untuk pertanyaan pertama ini,
03:16bagaimana dokter melihat fenomena ini dan kaitannya dengan kondisi kesehatan mental di Bali?
03:24Ya, ini jangan-jangan adalah gambaran besar dari situasi kesehatan mental di Bali utamanya.
03:33Karena kalau data terakhir memang ya di 2025 ya, data kepolisian ini,
03:40artinya yang bunuh diri dilaporkan ke kepolisian.
03:43Betul tadi, kita Bali ini memprihatinkan ya,
03:48ranking satu ya, seluruh provinsi di Bali.
03:53Jadi, di atas 3 per 10 ribu ya, penduduk itu ada kejadian bunuh diri.
03:58Secara angka absolut sebenarnya nomor 3 loh kita.
04:02Nomor satunya Jawa Tengah, nomor duanya Jawa Timur.
04:05Angka absolutnya.
04:06Padahal penduduk kita mungkin hanya 1 per 16 ya dari Jawa Tengah.
04:11Jadi, angka resiko kita untuk bunuh diri di Bali itu cukup besar.
04:18Ada sebetulnya yang lebih memprihatinkan,
04:21jadi data dari kolega saya, Dr. Oni, Sanders Oni,
04:27itu penelitiannya di MUAT, di Jurnal Internasional,
04:31data-data itu sebetulnya masih 12,8 persen dari angka yang sesungguhnya.
04:38Jadi, angkanya bisa jadi lebih besar daripada itu.
04:40Dan khusus di Bali, betul, beberapa kejadian itu terjadi pada warga negara asing
04:46yang tinggal di Bali.
04:49Ya, artinya permasalahan ini cukup kompleks.
04:53Menyebar, ada yang di pedesa, di perkotaan,
04:55dengan berbagai macam latar belakang yang berbeda.
04:58Dan yang paling mengemparkan ini adalah,
05:01kalau dalam istilah kesehatan mental,
05:03filicide, suicide.
05:05Jadi, bukan bunuh diri bersama ya.
05:07Karena sebetulnya kan si anak nggak punya pilihan.
05:10Artinya, sebelum dia melakukan bunuh diri,
05:13kemudian dia menyakiti anaknya.
05:18Nah, itu memprihatinkan.
05:20Saya jadi ingat kata-kata bahwa
05:23yang meruntuhkan,
05:25civilisation itu bukan pembunuhan,
05:28tapi bunuh diri.
05:30Karena itu mendatangkan derita
05:33tidak hanya pada yang mengalami,
05:35tetapi orang-orang sekitarnya.
05:38Nah, bagaimana sekarang kondisi kesehatan mental di Bali?
05:43Secara umum, lah dulu.
05:44Ya, sebenarnya mudah dipahami ya,
05:48kenapa angkanya tinggi.
05:50Karena indikator-indikator kesehatan mental yang lain juga buruk.
05:55gangguan jiwa berat itu kita masih ranking satu ya,
06:00riset kesehatan dasar 2018.
06:02Se-Indonesia.
06:04Kemudian,
06:06angka bunuh diri tadi tertinggi.
06:08Lalu, nominal judi online itu Bali masuk lima besar.
06:13Narkoba masuk sepuluh besar.
06:16Jadi,
06:18apa namanya,
06:19di pulau yang kecil ini,
06:22permasalahan-permasalahan kesehatan mentalnya
06:24cukup tinggi.
06:26Kemudian tadi,
06:27tidak saja angkanya tinggi,
06:29tetapi keteraturan terapi atau minum obatnya juga
06:34hanya separuhnya.
06:36Bayangkan nih,
06:37gangguan jiwa berat.
06:38Hanya separuhnya yang berobat teratur.
06:41Jadi itu risiko untuk kemudian ya,
06:44menjadi bunuh diri itu tinggi sekali.
06:46Kemudian ada pergeseran ya,
06:49saya pikir,
06:50Semeton,
06:52teman-teman di sini,
06:53memahami ada pergeseran pola wisatawan.
06:57Kalau dulu orang memang berlibur ke sini,
07:00kini tinggal di sini.
07:02Dan kita fasilitasi kan,
07:05ada digital nomad visa.
07:08Betul ada hal baiknya,
07:10dia membawa,
07:14investasi di pulau ini.
07:16Tetapi beda ya masalahnya,
07:18orang yang tinggal berlibur,
07:19misalnya dua minggu atau satu bulan,
07:21dengan orang yang akhirnya tinggal di sini bertahun-tahun.
07:26Dan kebanyakan dari mereka,
07:28biasanya adalah punya masalah.
07:31Sering kami,
07:32saya dengan klien saya agak lelucon gitu.
07:35Saya menyebutnya adalah,
07:37so you are a mental health refugee ya.
07:40Sebagian adalah,
07:41mengungsi sebetulnya ke sini,
07:44dari perang,
07:46dari persaingan yang tidak bisa mereka menangkan di negaranya.
07:50Sudah mengalami kecemasan akan performance mereka dalam hal pekerjaan dan sebagainya.
07:56Jadi memang datang sudah dengan masalah.
08:00Sebagian memang,
08:01karena memang sudah perlu bantuan.
08:03Akhirnya datang awalnya untuk ikut retreat,
08:06ikut pemulihan,
08:08diubut, kemudian tinggal di sini.
08:10Atau awalnya rehab,
08:13dari alkohol atau narkoba,
08:16kemudian tinggal di sini.
08:17Jadi sebetulnya,
08:18sudah datang dengan persoalan-persoalan.
08:22Jadi,
08:24memang rentan.
08:24Hal itu kemudian menimbulkan,
08:27tingginya angka kematian karena bunuh diri ini.
08:30Faktor apa kira-kira penyebab bunuh diri di Bali,
08:35secara umum?
08:37Ya,
08:38faktornya multifaktorial.
08:40Sebagian besar memang ada dasar masalah atau gangguan kesehatan jiwa.
08:46Ada penelitiannya.
08:4880-90% sebetulnya ada mengalami gangguan kesehatan jiwa.
08:54Saya dengar kasus kemarin kan juga ada memang.
08:58Dan tidak ditangani dengan teratur.
09:01Ini kurangnya kita.
09:03Data terakhir yang memang forensik psikiateria,
09:06membedah semua kejadian bunuh diri yang ada di Bali itu,
09:11terakhir itu angka tahun 2015.
09:15Dan yang menarik di sana adalah dari 60-an yang bunuh diri.
09:20Ada indikasi mengalami masalah kesehatan jiwa,
09:24dan nol yang pernah sebelumnya mendapatkan penanganan.
09:30Belum pernah ketemu psikater,
09:31belum pernah psikolog.
09:33Kita enggak tahu nih dari 2015 sampai sekarang,
09:36apakah ada perubahan atau masih angka itu mencerminkan.
09:40Kemudian kalau stresor psikososial,
09:43harus kita akui perubahan-perubahan dalam sosial ekonomi kan berubah.
09:49Karena pariwisata maka makin banyak orang-orang yang umur produktif,
09:54kemudian tinggalnya di Denpasar, di Badung, kantong-kantong pariwisata.
09:59Meninggalkan orang tua mereka untuk tinggal sendirian di kampung.
10:05Sebagian angka-angka bunuh diri itu adalah misalnya lansia.
10:11Makin banyak kita temui kan di Karangasem, di Beleleng, di Jemberana,
10:16itu lansia tinggal sendiri.
10:19Untuk masalah kesehatan fisik ditanggung kok oleh BPJS.
10:23Apapun.
10:24Apakah gagal ginjal, masalah jantung, dan sebagainya.
10:27Kenapa ketika masalah fisiknya sudah ditahani,
10:31tapi kemudian mereka memilih untuk mati bunuh diri.
10:35Berarti kan ada yang kurang di sana.
10:39Kemudian ya tentu hasil dari pandemi COVID kemarin,
10:45meruntuhkan beberapa rencana-rencana dalam kehidupan mereka.
10:51Kemudian tiba-tiba setelah pasca pandemi,
10:54banyak yang kehilangan aset mereka.
10:57Kini sebagian tanah-tanah.
11:00Aset-aset di Bali kan sudah bukan milik orang Bali.
11:04Jadi itu mesti banyak dipikirkan.
11:06Saya berpadi sih setuju ya.
11:08Soalnya, oh bagus Bali akan nanti saya dengar dijadikan Dubai kedua.
11:14Tapi kita juga perlu pikirkan loh.
11:19Kalau kita cermat,
11:20angka kesehatan jiwa di Dubai itu tidak baik-baik amat juga.
11:27Pertumbuhan ekonominya maju,
11:29tetapi kesehatan jiwanya lebih buruk.
11:35Jadi Dubai kedua itu mudah-mudahan dalam artian
11:39hanya pertumbuhan ekonominya ya,
11:41tetapi bukan penurunan ya.
11:44Status kesehatan jiwanya.
11:46Macam-macam.
11:47Jadi kalau kita lihat dari umur,
11:51sebagian 7% adalah anak-anak di bawah 17 tahun.
11:56Tetapi angka tertinggi adalah usia produktif.
11:5935-55%.
12:02Ini di Bali dong?
12:03Ya.
12:04Jadi kebayang kalau yang meninggal bunuh diri adalah
12:07orang yang usia produktif,
12:09maka dia akan menimbulkan penderitaan di keluarga.
12:15Dan mayoritas adalah laki-laki.
12:19Kalau di Bali,
12:21jatuh tinggi adalah di Beleleng, Karangasem, dan Jemberana.
12:25Jadi area pedesaan.
12:28Jadi kita harus menarasikan ulang,
12:32saya pikir ya.
12:33Karena tema tadi, hari penjagaan bunuh diri di dunia ini adalah temanya changing the narrative.
12:41Betul, kita sudah mengubah narasi.
12:45Bunuh diri dari yang dulu menasehat,
12:47di yang dulu, oh jangan bunuh diri, jangan mikir begitu.
12:50Kita ubah kalimatnya menjadi,
12:52oh ya enggak apa-apa, kamu ada ya pemikiran begitu.
12:56Yuk ceritakan, saya mungkin bisa membantu.
12:59Tapi yang agak memprihatinkan buat saya adalah
13:03kampanyenya makin besar,
13:05yang enggak bunuh diri kan enggak menurun.
13:08Jadi ini bagian juga refleksi buat diri saya,
13:13bahwa barangkali ada yang kurang yang sebelumnya kita lakukan.
13:17Misalnya,
13:18kalau kampanyenya ramai di media sosial,
13:21di perkotaan,
13:23lalu bagaimana kejadian-kejadian bunuh diri yang
13:26sebagian besar malah di pedesaan?
13:28Bagaimana menjangkaunya?
13:30Kalau ada headline,
13:32per-telepon,
13:33bagaimana menjangkau,
13:35itu bisa menjangkau lansia misalnya.
13:39Jadi alangkah baiknya,
13:41perubahan narasi kalimat itu juga dibarengi
13:45perubahan narasi dalam kebijakan.
13:47Menurut saya.
13:49Bagaimana mengubah angka laporan ini,
13:53bagaimana kita mentrip sesuatu,
13:56kalau kita enggak tahu apa yang kita hadapi.
13:58Kalau yang data yang kita punya
14:01hanya seperdelapannya,
14:04sisanya mungkin belum dilaporkan.
14:07Jadi persoalannya cukup besar.
14:11Ya, dok.
14:12Bagaimana masalah ini sebenarnya bisa dicegah?
14:15Dan bagaimana caranya?
14:17Ya.
14:18Jadi,
14:18yang pertama,
14:20menurut saya,
14:21refleksi dari tiga tahun tema ini,
14:23tidak cukup sebetulnya itu dimulai dari masyarakat.
14:27Menurut saya tadi perubahan narasi kebijakan itu penting.
14:32Dari bagaimana kita bisa membuka diri,
14:36melaporkan hal-hal tadi.
14:38Musa dibantu oleh desa adat,
14:41pemegang kebijakan,
14:42dan sebagainya.
14:43Kemudian,
14:45kalau kita selalu dari data,
14:47ini juga refleksi buat diri saya.
14:54Edukasi yang paling efektif itu,
14:58dari jurnal-jurnal,
15:00ya adalah cerita dari para survival,
15:03dari orang-orang yang mungkin pernah
15:06mencoba bunuh diri,
15:08pernah menghadapi kesulitan hidup,
15:11lalu kemudian bisa bangkit.
15:14Itu,
15:15ada jurnal yang menyitir,
15:17itu yang paling efektif
15:18untuk mencegah orang bunuh diri.
15:21Jadi, sebetulnya,
15:23saya ingin tahun-tahun ke depan
15:25kita mulai mengurangi ini, kan.
15:29Mengundang ahli,
15:30bicara soal data,
15:31seperti yang kita lakukan,
15:32sebetulnya kurang efektif.
15:34Jadi, terbalik.
15:38Kemudian,
15:40ini juga refleksi ya,
15:42buat teman-teman media,
15:43dan sekarang agak sulit membedakan ya,
15:45karena semua orang punya akun media sosial.
15:48Semua bisa menjadi influencer.
15:51Dan makin banyak yang nggak tahu
15:53ada kode etiknya.
15:54Tidak menyebut latar belakang
15:57berlaku bunuh diri.
15:59Bahkan tidak menyebut tempatnya bunuh diri.
16:03Kalaupun misalnya di Bali kemarin
16:05sempat ada yang viral ya,
16:07di satu lokasi ya,
16:08kemudian menjadi kejadian bunuh diri,
16:11bahkan saya nggak mau menyebutnya.
16:12Kemudian dipasangi pagar.
16:14Ya, itu karena kita-kita juga.
16:17Karena kita menyebutkannya.
16:20Aslinya kan tidak boleh kita menyebutkannya.
16:22Apalagi stresornya.
16:24Oh, ini karena perselingkuhan.
16:26Oh, oleh karena apa.
16:29Sehingga itu mendorong
16:30orang yang membaca beritanya,
16:32yang punya masalah sama,
16:34kemudian melakukan hal yang serupa.
16:36Itu kita perbaiki narasi itu.
16:39Kemudian yang paling penting menurut saya adalah
16:42tentang, mudah-mudahan saya nggak salah ya,
16:45Perpres 52 2018.
16:50Yang mengatur apa saja yang tidak ditanggung oleh BPJS.
16:54salah satunya adalah
16:56cedera akibat
16:58menyakiti diri.
17:01Itu tidak ditanggung BPJS.
17:04Padahal,
17:05kalau kita lihat dari jurnal-jurnal,
17:07yang paling berisiko untuk
17:08meninggal bunuh diri,
17:10adalah orang yang pernah melakukan
17:12percobaan bunuh diri.
17:15Seperti kasus yang kemarin misalnya.
17:17Saya dengar,
17:18itu sudah pernah.
17:21Artinya kan negara menolak
17:23untuk membantu orang yang paling berisiko.
17:26Kalau ada gimmick menyampaikan bahwa,
17:28oh, nggak kok dok.
17:30Apa namanya?
17:31Gangguan jiwa yang melatar belakangi.
17:35Percobaan bunuh dirinya ditanggung kok.
17:38Marilah kita terbuka.
17:41Sekarang kalau kita tanya,
17:43berapa orang yang akhirnya bisa diklaim.
17:48Karena nggak bisa cedera bunuh dirinya,
17:51misalnya keracunannya,
17:53lukanya,
17:55itu pasiennya bayar sendiri,
17:57nanti depresinya,
17:59atau gangguan jiwa yang melatar belakang itu
18:01ditanggung BPJS.
18:02Sampai sekarang belum bisa diklaim.
18:06Jadi menurut saya,
18:08perpres ini mesti direvisi.
18:11Sehingga kita betul-betul mendapatkan
18:14angka percobaan bunuh diri yang real.
18:16Kita tahu latar belakangnya,
18:18dan kita bisa mencegah dengan tepat.
18:23Itu perubahan yang cukup besar,
18:25menurut saya.
18:27Kita belajarlah misalnya,
18:29dari Sri Lanka,
18:30mereka nggak mengunggah tagar apapun kok.
18:33Tapi angka bunuh dirinya bisa menurun 70%.
18:36Hanya dengan kebijakan membatasi,
18:39misalnya,
18:39penggunaan herbicida,
18:41pesticida.
18:42Karena dari data mereka,
18:44mayoritas adalah di pedesaan,
18:46dan itu yang digunakan.
18:48Setelah itu ada kebijakan-kebijakan lanjutannya.
18:52Jadi tepat sasaran, gitu.
18:54Bukan hanya ya awareness-nya dibangun,
18:57betul itu penting,
18:58tetapi ada perubahan-perubahan kebijakan.
19:00Termasuk bagaimana warga negara asing ini, gitu.
19:04Ya, atau kemudian kita mau sampai kapan ribut, ya.
19:09Orang Bali,
19:10oh, kalau tempatnya,
19:12tempat yang disewakan,
19:13akhirnya jadi tempat bunuh diri,
19:15kemudian kita harus mencaru,
19:17ngelapin, dan sebagainya.
19:19Bagaimana?
19:20Nah, itu juga diperlukan, gitu.
19:23Makanya kami juga berusaha, ya,
19:26membuat fasilitas yang bisa ramah juga
19:29untuk warga negara asing, ya, kan.
19:31Ya, dok.
19:32terkait tadi di pedesaan
19:35yang justru angka bunuh dirinya tinggi.
19:38Itu faktor apa sebenarnya penyebabnya?
19:40Padahal dari sistem sosial
19:43atau ada faktor lain?
19:46Kan kita tahu sifat tradisional itu
19:47nggak memungkinkan orang untuk berpikir ruwut, gitu,
19:50di pedesaan.
19:51Itu apa sebenarnya?
19:53Ya, ada beberapa penelitian-penelitian kecil,
19:55sebetulnya.
19:56Ya, tergantung usianya juga.
19:58Kalau usia muda,
19:59ada penelitian di Beleleng, gitu,
20:01untuk usia muda,
20:03tekanan, ya, tekanan.
20:06Pembandingan, ya, secara sosial, misalnya.
20:08Sekarang kan ada media sosial,
20:10mau nggak mau anak remaja kita
20:11membandingkan dirinya dengan orang lain.
20:13Dari status sosial,
20:15dari apa yang mereka miliki, ya,
20:17dan sebagainya.
20:18Tadi salah satu faktornya adalah
20:20makin banyak lansia yang kesepian.
20:22Karena anak-anak mereka yang produktif,
20:24either mereka akan ke kapal pesiar,
20:27atau bekerja di luar negeri,
20:29atau bekerja, ya, di kota-kota.
20:32Ya, kos tinggal, ya,
20:34di Denpasar, atau Badung,
20:35atau di daerah wisata.
20:37Kemudian,
20:39apa namanya,
20:40penyakit kronis,
20:41itu juga, ya.
20:43Dan ada beberapa jurnal yang menyitir
20:47bahwa ini mungkin ada kaitannya dengan,
20:50jadi kalau dulu,
20:51upacara adat, ya,
20:54ngayah,
20:55itu adalah bagian dari
20:58koneksi sosial.
21:01Ya kan?
21:01Maka dulu, bagi orang Bali,
21:05waktu adalah hubungan baik.
21:08Hanya sekajar,
21:09sekarang kita multitasking, ya.
21:11Sekarang ini,
21:12mau tidak mau,
21:13waktu adalah hubungan baik,
21:15dan waktu adalah uang.
21:17Nah, perubahan hal itu juga
21:21mengakibatkan mungkin saja,
21:22ya, upacara-upacara agama itu
21:24rame dalam hal ritual,
21:26tetapi kosong mungkin dalam hal filosofi,
21:29dan kegunaan susila.
21:32Nah, itu hal-hal yang perlu
21:35untuk menjadi refleksi di dalam diri kita.
21:38Ya, dok,
21:40ada juga yang menyebut
21:41Bali ini sebagai imajinya,
21:44sebagai Bali Dream,
21:45tujuan, mimpinya, gitu.
21:47Karena banyak,
21:48dengan begitu orang banyak datang ke Bali
21:50untuk bekerja,
21:51untuk liburan,
21:52dan sebagainya.
21:53Mungkin bisa jelaskan lebih jauh,
21:54bagaimana sebenarnya dampaknya
21:56ke kesehatan mental.
21:58Ya,
21:58Bali Dream ini menyebabkan orang
22:03kemudian
22:03datang, ya, tadi,
22:05untuk motif ekonomi,
22:07motif kehidupan sosial yang lebih baik.
22:09Mereka dapatkan tidak sesuai ekspertasi.
22:12Ya,
22:12ternyata ketika mereka di sini,
22:14tidak itu yang terjadi.
22:15Bahkan kita menyebutnya, ya,
22:18Paris Syndrome itu mungkin berubah jadi ke Bali.
22:20Kalau dulu kan itu hal khas,
22:23itu namanya Paris Syndrome,
22:24orang merasa akan mendapatkan kehidupan
22:27yang lebih baik kalau datang ke Paris,
22:29sambil berwisata,
22:31sambil akhirnya hidup di sana.
22:32Nah, mungkin itu yang terjadi di Bali.
22:35Kemudian,
22:36Jerusalem Syndrome itu juga berubah.
22:40Orang kan ingin mendapatkan pencerahan spiritual
22:43datang ke Bali.
22:44Sebagian, loh ya.
22:45Terutama yang warga negara asing.
22:46Atau sebetulnya juga banyak para
22:49remaja atau dewasa muda
22:51dari kota-kota besar
22:52yang punya masalah keluarga.
22:55Ya, dari Jakarta,
22:56dari Surabaya,
22:57dari Medan.
22:58Khas, kan?
22:59Kemudian tinggal di daerah-daerah
23:01Badung Utara,
23:03ya,
23:04Canggu,
23:05ya,
23:05Pererenan.
23:07Sebetulnya datang sudah dengan masalah.
23:09Akhirnya bekerja secara nomad
23:12di sini,
23:12digital nomad.
23:15Akhirnya tidak sesuai
23:16dengan apa yang terjadi.
23:18Ada jurnal yang menyebut bahwa
23:20orang yang tadinya bermimpi
23:22untuk hidup di Bali,
23:24kemudian merasa kecewa
23:25dan ingin kembali.
23:27Karena sebetulnya
23:28mengubah geografis saja
23:30itu tidak mengubah
23:31permasalahan
23:33kesehatan mental kita.
23:35Jadi hanya memindahkan saja.
23:39Masalahnya tetap sama.
23:40Itu juga yang kami temui
23:42sebagai profesional kesehatan mental.
23:44Banyak, ya,
23:45orang yang datang, ya,
23:48punya mimpi,
23:49kayaknya mudah
23:50atau enak, ya,
23:52tinggal di Bali
23:53menjauh dari persoalan-persoalan
23:55kehidupan mereka.
23:56Tapi ternyata tidak demikian.
23:58Atau yang mudah-mudah sajalah
24:00bagi orang Bali sendiri,
24:03ini enggak semata-mata,
24:05oh, tenaga kesehatan mental kurang.
24:07Kan itu sering didengungkan.
24:08Betul, itu benar.
24:10Atau kurangnya headline dan sebagainya.
24:13Tetapi penjagaan bunuh diri itu
24:14menurut saya juga
24:15persoalan bagaimana
24:17meningkatkan kualitas hidup.
24:19makin ke sini,
24:21ya,
24:21orang Bali makin sulit.
24:23Makin sulit bisa beli rumah.
24:25Kalaupun beli rumah,
24:27makin ke pinggir.
24:28Kemudian perlu waktu yang
24:30panjang untuk datang
24:32ke tempat kerjanya.
24:33Kalau dulu mungkin jalan kaki,
24:34lima menit,
24:35naik motor, bisa.
24:36Sekarang rata-rata orang
24:37sejam kok berangkat.
24:39Ya kan?
24:41Kemacetan itu jangan
24:42sampai dipikir
24:43tidak ada hubungannya.
24:45Ya kan?
24:45Agak menggelikan menurut saya
24:48bahwa
24:49pembuatan transportasi umum
24:51nomor satu
24:52alasannya adalah
24:53parwisata.
24:55Kalau ada
24:56transportasi umum yang baik,
24:58orang bisa kerja
24:59ke tempat kerjanya
25:0010 menit
25:00tanpa halangan.
25:01Ada kepastian
25:02sekian menit
25:04saya akan sampai
25:04ke tempat kerja.
25:05Kualitas hidup kita
25:06membaik kok.
25:08Makin ke sini
25:09rata-rata
25:10penduduk kita
25:11yang urban
25:12akan tinggal
25:13kurang lebih
25:14berapa?
25:1415 kilo?
25:1510 kilo
25:16dari tempat kerja kita.
25:18Orang bisa
25:19sejam
25:21sejam
25:2215 menit
25:23untuk datang
25:24ke tempat kerja.
25:25Kali dua pulang pergi
25:26itu dua jam.
25:27Waktu tidur
25:28mereka terpotong
25:29dan sebagainya.
25:31Ya.
25:32Jadi
25:33saya
25:34sebagai
25:35profesional
25:36kesehatan mental
25:37juga merasa
25:38ternyuk
25:38kalau ada
25:39obrolan
25:40soal itu.
25:41Ya.
25:42Soal
25:43pendapatan
25:43ekonomi
25:44dan sebagainya.
25:46Itu
25:47apa namanya
25:48sangat berkaitan.
25:49Masalah ekonomi
25:50itu juga
25:51mempengaruhi hal-hal itu.
25:52Jadi pencegahan
25:53bunuh diri itu
25:54bukan
25:54hanya soal
25:55datang ke psikolog
25:57ya.
25:57Kemudian
25:58menghubungi headline.
26:00Pencegahan bunuh diri itu
26:01mendapatkan pendapatan
26:02yang cukup
26:03sesuai dengan pengeluaran
26:04itu bagian dari
26:05pencegahan bunuh diri.
26:07Ya.
26:07Sehingga
26:08punya banyak waktu
26:09lebih banyak waktu
26:10bersama keluarga
26:11di luar pekerjaan
26:12itu adalah pencegahan
26:13bunuh diri.
26:14Dengan lebih banyak
26:15berkumpul di keluarga
26:16tidak hanya kumpul
26:17tetapi ngobrol
26:19ya.
26:20Tegur sapa
26:21mesmetonan
26:22itu juga bagian
26:23dari pencegahan
26:24bunuh diri.
26:25Kita punya libur
26:26khusus untuk
26:27bisa melestarikan
26:28budaya kita
26:29itu juga bagian
26:30dari pencegahan
26:31bunuh diri.
26:32Ya.
26:33Kita berusaha
26:34mencegah
26:35orang-orang sekitar
26:36kita untuk
26:36tidak kena narkoba
26:38tidak kena judi
26:39online
26:39itu adalah
26:40pencegahan
26:40bunuh diri.
26:41Jadi itu
26:43yang kita bisa
26:43lakukan
26:44sebetulnya.
26:45Kalau beban hidup
26:46orang sebagai
26:47orang Bali
26:48ini kan
26:48banyak ya
26:49selain dari
26:50pendapatan
26:51pengeluaran
26:52sehari-hari
26:53juga
26:53untuk pengeluaran
26:55budaya gitu ya.
26:56Menurut dokter
26:57seperti apa ini
26:57pengaruhnya
26:58kesehatan mental?
26:59Ya.
27:01Tentu
27:02itu salah satu
27:03ya.
27:03Kalau tadi
27:03kita bicara
27:04bagi orang Bali
27:05utamanya
27:06sebetulnya
27:06waktu itu adalah
27:07hubungan baik.
27:08Saat ini
27:09kita sulit
27:10mempunyai
27:10hubungan yang baik
27:11tanpa ekonomi
27:13yang baik.
27:14Upacara adat
27:16kemudian
27:16tanggungan keluarga
27:18juga makin besar
27:19ya kan
27:20gaya hidup
27:22juga ya.
27:24Betul
27:25pendapatan
27:25selalu naik
27:26ya.
27:27Ini
27:28obrolan saya
27:29pribadi dengan
27:30salah satu
27:30anggota
27:31DPR
27:32dari Bali
27:32ya betul
27:33pendapatan kita
27:34naik kok
27:34selalu naik
27:35kan tiap tahun.
27:36tapi gak
27:37sejalan
27:38dengan misalnya
27:38inflasi rumah
27:3915%
27:41ya kan
27:43setahun
27:43itu
27:44besar
27:45suatu saat
27:46kita gak
27:46bisa punya rumah
27:48sendiri
27:48kita kontrak
27:49jadi itu
27:50erat kaitannya
27:52kemudian
27:52orang harus tinggal
27:53terpisah-pisah
27:54seperti tadi
27:55orang tuanya
27:56dimana
27:56anaknya
27:58dimana
27:58sekolah
27:59ya kan
27:59itu
28:00pergeseran itu
28:02juga
28:03mempengaruhi
28:04ya
28:06ini ketukan
28:07ya sebetulnya
28:08ya
28:08jadi ini bukan
28:09hal-hal yang
28:09terpisah
28:12saya pernah
28:13ditanya nih
28:13salah satu
28:14klien saya
28:15kerja di salah
28:16satu hotel
28:17bintang 5
28:18di Bali
28:18cabangnya hanya
28:20dua
28:20ada di Bali
28:21ada di Jakarta
28:22dia tanya ke saya
28:23menurut dokter
28:25harga kamar
28:26hotelnya
28:27yang di Jakarta
28:27sama di Bali
28:28lebih tinggi
28:30mana
28:31di Bali
28:32ya kan
28:33terus
28:34kalau gaji pegawainya
28:36menurut dokter
28:36lebih tinggi
28:37dimana
28:39di Jakarta
28:40atau di Bali
28:41oh ya Jakarta
28:42ya kan
28:44gitu
28:45jadi
28:46itu
28:47logika-logika
28:49yang kita
28:50apa namanya
28:51jarang masuk
28:52jadi
28:53kalau ada
28:54usulan-usulan
28:55misalnya
28:55kita ikut
28:56juga lah
28:57ada
28:57dihitung juga
28:58ya
28:59angka
29:00akibat kita
29:01menanggung
29:01pariwisata
29:02harga
29:03makanan
29:03di pariwisata
29:04kan
29:04lebih tinggi
29:05ya kan
29:06kemudian
29:07menanggung
29:08budaya
29:08juga
29:09ya kan
29:11lebih murah
29:12kan
29:12ini bukan
29:13bermaksud
29:14rasis
29:14maksudnya
29:15kan kita
29:16menanggung
29:16budaya
29:17itu
29:17itu
29:18melahirkan
29:19pariwisata
29:19tapi
29:20libur
29:20untuk
29:20melestarikan
29:21itu
29:22tidak mendapatkan
29:23kelebihan
29:24sehingga
29:24pengusaha
29:26akhirnya
29:26lebih mudah
29:27yaudah
29:28cari pekerja
29:28yang bukan
29:29orang Bali
29:29itu
29:31itu
29:32juga
29:33tekanan
29:34kuat
29:35untuk
29:35orang Bali
29:36jadi hal-hal
29:37itu juga
29:38penting
29:39ya selain
29:41melestarikan
29:42itu juga
29:43butuh biaya
29:44ya
29:44ritual
29:45juga
29:46tidak
29:46bertambah
29:47kecil
29:47ya
29:48tetapi
29:50bagaimana
29:50ritual itu
29:51tetap berjalan
29:52tetapi
29:53isinya
29:53ya
29:54semetonannya
29:55ya kan
29:56kita kumpul
29:57keluarganya
29:57juga tetap
29:58berjalan
29:58makin care
30:00sehingga
30:00pencegahan
30:01bunuh diri
30:01dengan
30:02tanyakan
30:03temani
30:04dan ajak
30:05untuk mencari
30:05pertolongan
30:06itu bisa berjalan
30:07ya kan
30:08dari upacara
30:09kita ada
30:09tiga bulanan
30:10ada odalan
30:11kita ketemu
30:12keluarga
30:13ada keluhan-keluhan
30:14apa kan
30:15kita jadi tahu
30:16kita jadi tanyakan
30:17gimana
30:18kengken
30:19ya kan
30:19kemudian
30:21kita bisa
30:21dengarkan
30:22ya
30:22temani
30:24dampingi dia
30:25ya
30:25jangan banyak
30:26nasihat
30:27kemudian
30:27kita bisa
30:28ajak
30:28yuk
30:29ya kan
30:30itu
30:30bisa kok
30:31ya kan
30:32kita mencari
30:33pertolongan
30:33itu bisa berjalan
30:34tapi
30:36kalau itu
30:36kita hafalkan
30:38saja
30:38tapi kita
30:39sejatinya
30:40gak pernah ketemu
30:41sama keluarga kita
30:42ketemu teman
30:43hanya saat
30:44bekerja
30:44kan sulit ya
30:46menjaga itu
30:47jadi itu
30:48menurut saya
30:49hal-hal yang juga
30:50perlu diimbangi
30:50selain awareness
30:52masyarakat
30:52soal
30:53tanda
30:54gejala
30:54bunuh diri
30:55kemudian
30:56kemana
30:57mencari
30:57pertolongan
30:59ya
30:59anti-stigma
31:00bahwa orang
31:01gangguan mental
31:01tidak hanya
31:02yang
31:02disyaratikan
31:04sebagai gila
31:04atau si sorennya
31:05tapi banyak
31:06hal
31:06ya
31:07kaitannya itu
31:08dok
31:09ini kan
31:10dari pembicaraan
31:11tadi
31:11kita menghadapi
31:13beberapa
31:14ini ya
31:15apa namanya
31:16lingkungan
31:17atau situasi
31:17sebagai orang Bali
31:18misalnya
31:19tadi disebutkan
31:20ada Bali Dream
31:21itu warga perantau
31:22yang memang
31:23datang untuk
31:24mencari
31:24penghidupan
31:26potensi
31:27gangguan jiwa
31:28kan ada
31:28disana
31:29betul
31:29terus kemudian
31:30ada WNA
31:31disini
31:33mereka kan
31:33juga
31:34apa namanya
31:34berpotensi
31:36juga
31:36untuk
31:37mengalami
31:37gangguan jiwa
31:38itu
31:38untuk
31:39healing lah
31:40disini
31:41kita kan
31:41semakin terhibit
31:43sekali
31:43sebagai orang Bali
31:44melayani
31:44dan menghadapi
31:45lingkungan
31:46seperti ini
31:46agak
31:47ribut
31:48sebenarnya
31:49situasinya
31:50iya kan
31:50memang ada
31:51teorinya
31:52perubahan
31:53sosial
31:55masyarakat
31:55yang terlalu cepat
31:57itu
31:57akan membawa
31:58tekanan
31:59seperti tadi
32:00makin heterogen
32:01dalam satu banjar
32:03sekarang
32:03ada juga
32:04warga-warga
32:05negara asing
32:06bahkan tersebar
32:07dari mana-mana
32:08dengan budaya
32:09yang berbeda
32:10kemudian
32:12cukup sering
32:12diviralkan
32:13itu seakan-akan
32:14berulah
32:15itu kan
32:17perlu kita
32:18cermati
32:18menurut saya
32:19bukan hanya
32:20soal
32:20tidak menghormati
32:21budaya
32:22tapi ada
32:23hal-hal
32:24berbeda juga
32:25misalnya
32:26dari
32:26mereka
32:28kenapa mereka
32:29berulahnya
32:30disini
32:30tidak di negara
32:31mereka
32:31tidak saat
32:32mereka berlibur
32:33di tempat lain
32:34ada kok
32:35aturannya disini
32:36kan
32:37berlulu lintas
32:38dan sebagainya
32:39tapi ada
32:40teori psikologi
32:41bahwa aturan
32:43tidak efektif
32:44kalau pada
32:45kenyataan
32:46yang dia lihat
32:47banyak yang melanggar
32:48walaupun ada
32:49tulisan di tiap
32:50perempatan
32:51harus gunakan helm
32:52kalau dia lihat
32:53di depannya
32:54ada lima orang
32:55tidak pakai helm
32:55itu tidak akan
32:57efektif
32:59kemudian
33:00alkohol
33:01zat-zat
33:03bahkan
33:04beberapa kali
33:04pengerebekan
33:07narkoba
33:08itu di Bali
33:08justru
33:10dipasok oleh
33:10orang luar
33:12belum lagi
33:13obat-obatan
33:14kedokteran
33:14yang disalahgunakan
33:15itu tinggi juga
33:16kasusnya di Bali
33:18jadi
33:19yang tadinya
33:20datang
33:21sudah bermasalah
33:22tinggal
33:24dengan masalah
33:24sosial yang ada
33:25disini
33:26itu
33:28kombo
33:29itu kombo
33:31supaya
33:31akhirnya
33:32ini yang terjadi
33:34tapi bagaimana
33:35kita menciptakan
33:36sekarang
33:36dari diri kita
33:38sambil menunggu
33:40perubahan
33:40kebijakan
33:41dari pemerintah
33:42kita mulai
33:43tertib
33:43dari diri kita
33:44sendiri
33:45kemudian
33:46mari
33:47desa adat
33:48itu
33:48kritik juga
33:50kerja utamanya
33:52bukan hanya
33:52menarik
33:53retribusi
33:55bukan hanya
33:56untuk parkir
33:57bukan hanya
33:59untuk hal-hal itu
34:00tetapi
34:00menertibkan
34:01hal-hal ini
34:03jangan hanya
34:04melihat
34:05investasinya
34:06tetapi
34:06masalah-masalah
34:07sosialnya
34:10kemudian
34:10mengarahkan
34:12hal ini
34:12lebih peka
34:13kalau ada
34:13masalah-masalah
34:14ini
34:14kami sering
34:15kok
34:15di klinik
34:16kami
34:16menjemput
34:17masian
34:19sudah 3 hari
34:204 hari
34:21tidak keluar rumah
34:22sudah ada
34:23kekacauan
34:23di dalam rumah
34:24ada KDRT
34:26kita peka
34:27kita laporkan
34:30sehingga
34:32sebagian
34:32dari mereka
34:33itu sudah
34:34mengalami gangguan
34:35dari negaranya
34:36dan sebagian
34:38tidak bisa meneruskan
34:38obatnya
34:39karena obatnya
34:39juga tidak ada
34:40di Indonesia
34:41obat yang
34:42cocok
34:43itu
34:44problem juga
34:45jadi
34:46perlu juga
34:48kita menyampaikan
34:49jadi
34:49jangan cepat
34:50tumbuh
34:51tetapi
34:52tidak kita kelola
34:53kalau kita
34:53ini usul
34:54saja ya
34:54yang menarik
34:56adalah
34:56para wisata
34:56di Butan
34:58negara itu
34:59memang
35:01tidak terlalu
35:01terkenal
35:02karena para wisata
35:03tapi dikelola
35:04setiap ada
35:05ya
35:06apa namanya
35:07para wisata
35:08yang tumbuh
35:09ada komitenya
35:11ada yang menentukan
35:12ada alokasinya
35:14ya
35:15untuk beban-beban
35:16sosial
35:17gitu
35:18jadi kalau memang
35:20nanti ada program-program
35:21unggulan
35:22untuk meningkat
35:23nomor wisata
35:23sebaiknya kita meniru
35:25hal-hal itu
35:25sehingga
35:27ada dampak
35:28baik juga
35:29untuk warga sekitar
35:30ya
35:30termasuk dalam
35:32kesehatan mental
35:33mereka
35:33itu
35:34ya
35:35dok
35:35pertanyaan berikutnya
35:37apa yang harus dilakukan
35:38untuk menjaga
35:39agar kondisi mental
35:40di Bali itu
35:41tetap berjaga
35:42dengan Bali
35:42ya
35:43kalau tadi kita
35:44mengulas lebih banyak
35:46ya
35:46kebijakan pemerintah
35:48saya juga ingin
35:49ya
35:49bagaimana
35:50teman-teman
35:52ya
35:52sementon disini
35:53kita mulai dari
35:54diri kita
35:55dari unit keluarga
35:56kita
35:57di tengah
35:58apa
35:59hal-hal yang
36:00tidak ideal
36:00tadi
36:01soal pekerjaan
36:03kita
36:03waktu kerja
36:04yang tersita
36:05oleh grup WA
36:05yang 24 jam
36:06sekarang
36:07ya kan
36:08gak ada waktu kerja
36:09tapi bagaimana
36:10kita juga punya
36:11waktu
36:12bersama keluarga
36:14lebih peduli
36:15tidak hanya
36:16tinggal bersama
36:18tapi hidup bersama
36:20saya yakin
36:22kita semua
36:22tinggal bersama
36:23tapi belum tentu
36:24hidup bersama
36:25orang hidup bersama
36:26itu ya makan bersama
36:27ya
36:28kemudian
36:29saling menanyakan
36:31kabar
36:31menyampaikan
36:33kesulitan-kesulitannya
36:34ya
36:35di dalam
36:37keluarga kita
36:38ya
36:39sehingga
36:40apapun
36:40permasalahan
36:41sosial yang muncul
36:42ya
36:43stressor
36:44psikososial
36:45yang muncul
36:46kita adalah orang
36:47yang pertama
36:48tahu
36:48untuk hal itu
36:49ya
36:50mari
36:52tungguhkan lagi
36:53ya
36:54gerakan bahwa
36:55anakmu
36:55adalah anakku
36:56juga
36:57jadi kalau ada
36:58anak
36:59teman kita
37:00apa
37:01teman anak kita
37:02yang datang
37:03ya kan
37:03kita peduli
37:04kita perlakukan
37:05kalau ada
37:06ya
37:07orang tua
37:08dari
37:08apa
37:09teman anak kita
37:10ya
37:11yang
37:12memberitahu
37:13anak kita
37:13dan sebagainya
37:14kita harus senang
37:14ya
37:15guru juga
37:17ya
37:17sebagai orang tua
37:18kedua
37:19janganlah mereka
37:20ya
37:20di pepet terus
37:22ya
37:22dengan isu-isu
37:23ya
37:23kekerasan
37:24dan sebagainya
37:25ya itu penting
37:26tetapi
37:27kita bekerja sama
37:28ya
37:29jangan juga
37:30kita hanya
37:31memfasilitasi
37:32maaf ya
37:33kenakalan
37:34atau perilaku
37:34ya
37:35remaja kita
37:36penting itu
37:37kita
37:37ya
37:38optimalkan
37:39kembali
37:40dan
37:40dengan ritual
37:42yang sangat besar
37:43itu
37:43jangan sampai
37:44itu meninggalkan
37:45isinya
37:46ya
37:46tata susila
37:47ya
37:48kenyamanan
37:49keakraban
37:50kita dalam
37:51mesemetol
37:52menyamobraya
37:53itu
37:53juga ya
37:55tumbuh
37:55sehingga kita
37:56lebih peka
37:57pada sekitar
37:58sehingga program
37:59penjagaan bunuh diri
38:00tanyakan
38:02temani
38:03dan ya
38:04ajak
38:05untuk meraih
38:06pertolongan
38:06itu bisa berjalan
38:07dengan baik
38:08ya
38:09kalau berikutnya
38:10ini fasilitas apa
38:11yang harus disediakan
38:12untuk memberikan
38:13layan pengobatan
38:14ya
38:15yang terlenjur
38:16mereka menghadapi
38:17masalah
38:17betul
38:18nah
38:19tadi
38:20setelah kita bisa
38:21menanyakan
38:22ya
38:22menangkap
38:23tanda-tanda
38:24ya gejala
38:24orang
38:25yang punya keinginan
38:26bunuh diri
38:27bisa mendengarkan
38:28tanpa menghakimi
38:29ya
38:30tanpa banyak
38:31menasihati
38:32ya
38:33mengajak
38:33tentu
38:35penting juga
38:36setelah orang
38:37tahu
38:37mesti ngajak
38:38kadang-kadang bingung
38:39saya ajak kemana
38:40ya
38:41saya ajak kemana
38:42bisa
38:43ada profesional
38:44kesehatan mental
38:45itu tidak hanya
38:46dokter jiwa
38:46atau psikiater
38:47tapi juga psikolog
38:48psikolog klinis
38:49ada perawat jiwa
38:51dan itu tersebar
38:52sekarang mulai ada
38:54di
38:55ya
38:55di
38:56puskesmas
38:57ya
38:58kemudian ada
38:59di rumah sakit
39:00rumah sakit umum
39:01daerah
39:02yang justru
39:03baiknya adalah
39:05sebelum ada
39:05cedera bunuh diri
39:07ya
39:07masalah-masalah ini
39:08ditanggung oleh
39:09BPJS
39:10jadi warga
39:11bisa menggunakan
39:13ya BPJS-nya
39:14datang ke
39:15vaskus primernya
39:16sampaikan hal ini
39:17ya
39:17kemudian
39:18kalau memang
39:19membutuhkan
39:20rawatan lanjutan
39:21pasti mendapatkan
39:22rujukan
39:22ya
39:24nah
39:24kalau sudah
39:25emergensi
39:26sudah ada
39:26pikiran bunuh diri
39:27saja
39:28jangan ditunggu
39:29jangan hanya
39:30dinasehati
39:31ya
39:32tetapi
39:33sudah diajak
39:34boleh datang ke
39:35IGD
39:35pikiran bunuh diri
39:36itu sudah adalah
39:37kedaruratan
39:38kedaruratan
39:39kesehatan mental
39:40jadi kalau
39:41pikiran bunuh diri
39:42masih ditanggung
39:43oleh BPJS
39:44yang gak ditanggung
39:46kalau sudah cedera
39:46sebenarnya
39:48ya
39:48dari pencobaan bunuh diri
39:50bisa langsung
39:51terjambat
39:52ya
39:52ada pikiran
39:53saja nih
39:53ada anggota keluarga
39:55kita
39:55eh kalau gini
39:56apa
39:57sebaiknya mati
39:58saja saya
39:58kayaknya kalau mati
40:00beres
40:00ini gitu
40:01ada sudah menyampaikan
40:03itu saja
40:03sudah tanda bunuh diri
40:05boleh
40:05dia aja
40:06ya
40:07yang begitu
40:08bisa dapat penanganan
40:10penanganan dari BPJS
40:11seperti apa
40:12atau helpline
40:12apa gimana
40:13ya itu
40:14di UGD
40:15akan terhubung
40:16akan ketemu
40:17psikiater
40:18psikolog
40:19kami misalnya
40:20di rumah sakit
40:20umum Wangayil
40:21kami buat
40:22suicide prevention center
40:24yang bisa
40:26asal
40:27tidak melanggar
40:28peraturan BPJS
40:29seperti tadi
40:30kalau percobaan
40:31ada lukanya
40:32masuk ICU
40:33gak bisa ditanggung
40:35tapi kalau
40:36pikiran bunuh diri
40:37itu bisa
40:37nah kita mengharapkan
40:40layanan-layanan ini
40:41ada di Puskesmas
40:43ya
40:44saat ini ada headline
40:46ya
40:48119
40:49ya
40:50extension 8
40:51itu dikelola oleh
40:53teman-teman ya
40:53asosiasi psikolog
40:55tapi per telepon
40:56bagaimana
40:58meluaskan layanan ini
41:00bisa menyangkau juga
41:01pedesaan
41:02orang lansia
41:03apakah kelompok lansia
41:04di banjar
41:06kan rada-rada banjar
41:08punya kelompok-kelompok lansia
41:09ya kan
41:10kami sebetulnya
41:12ingin membuat itu
41:13tidak ingin bermimpi besar
41:14ada headline
41:15untuk se-Indonesia
41:16tapi rasanya
41:17sebagai ya
41:18orang yang bermukim di Bali
41:20saya pribadi
41:21ingin membuat
41:22ya
41:23helpline khusus
41:24yang gak hanya
41:24telpon saja
41:26tetapi terhubung juga
41:27ya
41:28dengan misalnya
41:30senter-senter di desa
41:32di desa adat
41:34ya kita bisa latih
41:35pemuka-pemuka
41:37ya adat
41:38dan agama
41:39ya
41:39untuk
41:40kita bisa mencegah ini
41:42bersama-sama
41:42pemangku itu di Bali
41:44ya bukan hanya untuk
41:46ngeteg karya
41:47kan
41:47tapi sebenarnya
41:49siapa yang paling tahu
41:50misalnya ada
41:51oh ponakan disitu
41:52yang disabilitas
41:54yang punya konflik
41:56antara
41:57mertua
41:57sama menantu
41:58misalnya
41:59ya
41:59rasanya pemangku itu
42:02pemangku keluarga itu
42:04paling tahu
42:05hal itu
42:06ya kalau
42:07kita bayangkan mereka
42:08ya dibekali
42:09dengan ilmu ini
42:11saya pikir
42:12angka
42:12ya
42:13bunuh diri di Bali
42:14bisa cepat menurun
42:16ya
42:17kemudian
42:18kemarin saya ngobrol
42:19dengan warga asing
42:21kenapa sih
42:22saya
42:22ya izin tinggal
42:23gitu
42:23harus lapor
42:24ya
42:25kepala banjar
42:26apa
42:27administrasi
42:28tiap tiga bulan
42:29sebaiknya
42:30bukan hanya soal
42:31ya bayar aja
42:32tapi ditanya juga
42:34kamu kerja apa
42:35disini sehat
42:36apa enggak
42:37ya
42:37gimana keadaan
42:39ya di rumahnya
42:40dan sebagainya
42:41sehingga
42:41kalau ada indikasi-indikasi
42:43ya gangguan mental
42:44bisa cepat
42:46ditangani
42:46ya
42:47itu juga akan
42:49cukup efektif
42:50gitu
42:51dari sisi hilir ya
42:53itu pada
42:53jadi
42:54ke desa adatnya
42:55lebih aktif
42:56itu ya
42:57menangkan warganya
42:58dan ada
42:59semacam
43:00satga sih
43:01untuk memangku
43:02misalnya
43:03di beberapa
43:03banjar
43:04ya
43:05jadi
43:06harus dibalik
43:07narasinya
43:08kalau kemarin
43:10kita menyembunyikan
43:11malulah
43:11ya kan
43:12desa kita
43:13kalau banyak
43:13ya kan
43:14sekarang kita justru
43:16oh
43:17berarti desa ini
43:18paling tangkap
43:19paling bisa
43:20ya
43:21mencegah
43:22cepat
43:23ya kan
43:23baru ada masalah
43:24kita kemudian
43:25cepat tanggapi
43:26ya kemudian
43:27bisa mencegah
43:28kejadian bunuh diri
43:29kalaupun
43:30anda bunuh diri
43:31ya cepat
43:32bisa dilaporkan
43:33dan ada rehabilitasi
43:34buat keluarga
43:35itu yang belum ada
43:37coba bayangkan
43:38kalau anggota
43:39keluarga kita
43:40meninggal
43:40bunuh diri
43:42ya kan
43:43yakin
43:44keluarganya
43:45tidak terdampak
43:46ada jurnal
43:47yang mengatakan
43:48bahwa
43:48anggota keluarga
43:50eh apa
43:50keluarga yang
43:51anggotanya meninggal
43:52bunuh diri
43:52itu resiko
43:53untuk kemudian
43:54bunuh dirinya
43:56meningkat
43:565 sampai
43:576 kali
43:58jadi perlu
44:00intervensi awal
44:01jadi bukan hanya
44:02sudah ada
44:03tanda
44:04jadi yang berisiko
44:05berisiko
44:06itu
44:06itu siapa yang melakukan
44:07seharusnya
44:08itu bisa
44:09ya
44:10awalnya adalah
44:10dari
44:11ya
44:11kader
44:12siaga
44:13sehat jiwa
44:13kalau di dalam pasar
44:14kami membentuk itu
44:15ya
44:16jadi yang berisiko
44:18ya
44:18ODMK
44:19pasca
44:20perceraian
44:21ada kejadian
44:22bunuh diri
44:23di sekitar
44:24ya
44:24kemudian
44:25misalnya
44:26untuk
44:27paham bahwa
44:28ada yang namanya
44:29depresi
44:30pasca persalinan
44:31ibu-ibu
44:32kalau ya
44:32habis bersalin
44:33ya
44:34gak mau ngurus anaknya
44:35itu bukan karakternya
44:36itu gangguan
44:37nah itu
44:38dilaporkan
44:39nah di
44:40Denpasar
44:40kami berusaha
44:41membuat itu
44:42dilaporkan
44:43terhubung dengan
44:43poskesmas
44:44poskesmas
44:45berjejaring
44:46dengan kami
44:47ya
44:47di RSUD
44:48jadi turun
44:49gitu
44:50tiap bulan
44:51untuk
44:51ya
44:51ada intervensi
44:53hal itu
44:53jadi ini memang
44:55kecegaan bunuh diri
44:56ya gotong royong
44:57kita bersama
44:58ya
44:58itu
44:59baik dok
44:59terima kasih waktunya
45:00mungkin ada kesimpulan
45:02dari diskusi podcast
45:03kita kali ini
45:04bisa disampaikan
45:05ya
45:05ini awal
45:06untuk menggugah kita
45:07ya
45:08ini bukan sesuatu
45:09yang perlu dibanggakan
45:10ya
45:10tapi memperhatinkan
45:12kalau di Bali
45:12angka bunuh diri
45:13itu masih tinggi
45:14ya
45:15tetapi
45:16yuk
45:17ya
45:18kita tidak berhenti
45:19di sana
45:19tidak patah
45:20patah semangat
45:22ya
45:22semangat menyama
45:23beraya ini
45:24kita arahkan
45:25untuk ya
45:26mendorong
45:26perubahan
45:27kebijakan
45:27dan juga
45:28memperbaiki
45:30ya
45:30koneksi
45:32ya
45:32hubungan kita
45:34di dalam keluarga
45:35dengan teman
45:36dengan tetangga
45:37lebih peduli
45:38dan itu bisa
45:39ya
45:40sama-sama kita
45:41ya
45:41membuat
45:43masyarakat
45:43Bali sendiri
45:45tidak hanya
45:46menjadi
45:46tempat
45:47destinasi
45:48wisata
45:49yang membahagiakan
45:50tapi kita
45:51sendiri yang di Bali
45:52juga
45:52berbahagia
45:54baik
45:55demasi dok
45:55waktunya dok
45:57baik
45:58semangat tahun
45:59berita bali.com
46:00demikian podcast
46:01kita kali ini
46:02bersama dokter
46:03Rai
46:03semoga
46:03konten ini
46:05bermanfaat
46:05bagi kita semua
46:06sampai jumpa
46:07kembali di podcast
46:08berikutnya
46:09Om
46:09Santy
46:10Santy
46:11Santy

Dianjurkan