Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama mengatakan pihaknya diminta memperketat pengawasan di wilayah perbatasan dan pesisir, terutama untuk mencegah penyelundupan barang ilegal.

Djaka mengatakan pengawasan akan diperkuat untuk mengantisipasi masuknya narkoba hingga berbagai barang terlarang lainnya.

"Dipanggil, disuruh memperketat perbatasan dan wilayah pesisir. Itu aja. Dari penyelundupan barang-barang ilegal maupun barang-barang yang dilarang," kata Djaka.

Untuk memperkuat pengawasan, Bea Cukai akan menambah peralatan serta memperketat satuan tugas.

Djaka menyebut salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah sepanjang Selat Malaka.

"Strateginya yang pasti nambah peralatan, kemudian satgas diperketat," ujarnya.

Video Editor: Lintang

Baca Juga Seminggu Pasca Copot Purbaya, Presiden Panggil Dirjen Bea Cukai ke Istana di https://www.kompas.tv/nasional/692053/seminggu-pasca-copot-purbaya-presiden-panggil-dirjen-bea-cukai-ke-istana



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692087/instruksi-presiden-ke-dirjen-bea-cukai-ini-kata-djaka-budi-di-istana-usai-rapat
Transkrip
00:01Ya, narkoba, balpres, dan sebagainya yang bentuknya terlarang.
00:05Jadi strategi biaya cukupnya gimana Pak?
00:09Ya, yang pasti kita akan dipanggil, disuruh,
00:14memperketat perbatasan dan wilayah pesisir.
00:18Itu aja.
00:19Dari apa Pak?
00:20Dari penyelundupan barang-barang ilegal maupun barang-barang yang dilarang.
00:27Ya, narkoba, balpres, dan sebagainya yang bentuknya terlarang.
00:31Jadi strategi biaya cukupnya gimana Pak?
00:34Ya, yang pasti kita akan...
00:36Aduh.
00:38Emang kayak gini Pak?
00:39Eh, eh.
00:43Strategi biaya cukupnya gimana Pak?
00:44Ya, strateginya yang pasti nambah peralatan,
00:52kemudian satgas diperketat, itu saja.
00:56Yang paling krusial penebalannya di titik mana Pak?
00:59Ya, di sepanjang Selat Malaka kan kita ada pangkalan sarana operasi kan,
01:04di situ kita ada beberapa, ada sekitar hampir 100 lebih kapal ya,
01:08nanti kita akan berdayakan semua.
01:10Untuk yang masuk dan...
01:11Tapi semuanya itu tergantung anggaran yang ada.
01:14Pertanyaan ini sampaikan juga ada penambahan anggaran Pak buat nambah-nambahin alat itu Pak?
01:18Ya, kita sudah dikasih penambahan anggaran kemarin pada saat rapat,
01:22ini ya, apa namanya, di...
01:25ini apa, bandan anggaran.
01:27Pak, pengusutan transfer rising perusahaan sawit jeninya gimana Pak?
01:30Wah, itu kan ini ya, bukan di BIA Cukai.
01:34Nah, cukup, cukup, cukup, cukup, cukup, cukup.
01:41Pak, soal nama Bapak yang ada diberbagi.
01:44Pak, soal nama Bapak disebut disegang korupsi terus Pak.
01:48Semoga, semoga, semoga.
01:53Masih kan, disitu kita ada beberapa, ada sekitar hampir 100 lebih kapal ya,
01:58nanti kita akan berdayakan semua.
02:00Tapi semuanya itu tergantung anggaran yang ada.
02:23Oke, siap.
02:44Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:47Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
03:17Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
03:21Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gram Media langsung dari Smart TV kamu.
03:27Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:31Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:35Pilih aplikasi, lalu install.
03:37Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:42Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan