Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV Banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam (21/9/2026). Banjir sempat memutus akses Jalan PadangSolok serta merusak rumah warga dan kantor Pemerintah Kabupaten Solok.

Sedikitnya lima orang mengalami luka akibat banjir bandang. Satu korban yang berhasil dievakuasi dibawa ke Rumah Sakit Semen Padang di Kota Padang karena mengalami luka pada bagian kaki.

Tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan penyisiran lokasi terdampak dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir bandang di kawasan Arosuka. Akses jalan yang terputus akibat material longsor membuat proses evakuasi dilakukan dengan kondisi terbatas.

Sembari melakukan evakuasi, petugas masih mendata jumlah korban dan besaran dampak banjir bandang. Petugas juga mengimbau pengendara yang mendekati lokasi kejadian untuk membubarkan diri demi keamanan.

Mengapa banjir bandang terjadi di satu wilayah, sementara wilayah lainnya mengalami kekeringan? Apakah kondisi tersebut berkaitan dengan El Nino? Kita bahas bersama Pengamat Kebencanaan sekaligus mantan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

#banjirbandang #solok #sumaterabarat #bencana #dwikoritakarnawati #bmkg

Baca Juga BMKG: El Nino Sangat Kuat Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027 di https://www.kompas.tv/nasional/692076/bmkg-el-nino-sangat-kuat-diprediksi-bertahan-hingga-awal-2027

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692084/full-mantan-kepala-bmkg-bahas-banjir-solok-dan-kekeringan-kaitannya-dengan-el-nino-sapa-malam
Transkrip
00:00Kami lanjutkan Sampai Indonesia Malam, saya Sindu Permade.
00:03Saudara, satu orang meninggal dan satu lainnya masih hilang
00:06pasca banjir bandang menerjang Kabupaten Solo, Sumatera Barat, Senin Malam.
00:11Sementara itu sedikitnya lima orang terluka akibat peristiwa ini.
00:17Banjir bandang menerjang wilayah Arosuka, area Kaki Gunung Talang, Solo, Sumatera Barat.
00:23Banjir Sungai Batang Barus meluap dan membawa material batu dan kayu besar
00:28hingga menghantam kawasan permukiman dan perkantoran.
00:31PMK Pesolo masih mencari dua korban hilang bernama Davi Arrohman, 21 tahun, dan Angusrah, 59 tahun.
00:42Korban kita yang masih hilang dalam pencarian dua, sudah masuk ke posko.
00:47Umumnya seluruh fasilitas pemerintah ini terdampak,
00:50termasuk bangunan termasuk dokumen-dokumen kita yang memang anyut ya,
00:54terutama bagi Jumbo, itu yang memang dihantam oleh batu-batu besar ya.
01:00Dan kendaraan-kendaraan dinas termasuk alat-alat berat kita yang memang
01:06berdampak di atas masih tertimbun oleh batu-batu.
01:11Senin malam banjir bandang menerjang Kabupaten Solo, Sumatera Barat.
01:15Banjir sempat memutus akses jalan Padang Solo dan merusak rumah warga
01:20hingga kantor pemerintah Kabupaten Solo.
01:23Untuk sementara, warga perlu melewati jalur lembah anai
01:26untuk mencapai Padang ataupun Solo.
01:29Sedikitnya lima orang luka akibat banjir bandang ini.
01:34Banjir di Solo, Sumatera Barat memakan korban
01:38serta merusak permukiman hingga perkantoran.
01:40Mengapa banjir bandang terjadi di satu wilayah
01:43sementara wilayah lainnya kekeringan dampak dari El Nino?
01:46Kita bahas bersama pengamat kebencanaan sekaligus mantan
01:50Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG,
01:54Dwi Korita Karnawati.
01:55Dwi Korita, selamat malam.
01:58Selamat malam, Mbak Sindi.
02:00Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:02Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
02:04Ibu, BMKG kan emang sudah bilang kalau ini intensitas hujannya tinggi
02:08kemarin di Solo, tapi ini murni hanya karena cuaca?
02:11Atau ada faktor lain ketika dampaknya sampai memutus jalan,
02:14rusaknya fasilitas maupun juga rumah?
02:19Jadi faktor cuaca adalah pemicu, pemicunya.
02:23Namun penyebabnya bukan satu-satunya cuaca.
02:27Pertama, penyebab pertama adalah kondisi lahan dan bentang alam,
02:32terutama kondisi geologi di wilayah tersebut.
02:35Jadi wilayah yang mengalami banjir bandang ini secara geologi merupakan zona tektonik aktif,
02:43di situ zona patahan aktif, dan terdiri dari, itu kan lereng yang curam dari lereng gunung talang.
02:51Dan banjir bandang itu dipicu oleh selain hujan yang lebat,
02:59juga terjadinya longsor pada tebing lereng barat gunung talang.
03:07Dan longsor tersebut merupakan atau menghasilkan batuan-batuan,
03:14rombakan batuan bercampur pasir kerikil ya,
03:18karena secara geologi komposisi dari penyusun gunung talang adalah batuan-batuan beku ya,
03:25tuf ya, bercampur beberapa batuan,
03:28dan saat terjadi longsor yang dipicu oleh hujan dengan intensitas sangat tinggi,
03:33terjadilah longsor dan timbunan longsor itu hanyut terseret oleh aliran yang dibawa oleh,
03:47yang diakibatkan oleh hujan tadi.
03:49Dan mengalir ke bawah, ke kaki, ke kaki lereng ya,
03:54menuju dataran rendah, dalam jarak yang cukup jauh,
03:58dan hal ini sebetulnya tidak terjadi hanya satu kali ini saja.
04:02Dari jejak-jejak sedimen, geologi yang ada di sana,
04:08zona tersebut memang jalurnya banjir bandang.
04:11Jadi zona tersebut yang mengalami banjir bandang ini merupakan endapan kipas alufial.
04:18Kipas alufial itu istilah geologi, terminologinya.
04:22Namun secara awam itu menjadi atau disebut sebagai banjir bandang.
04:29Oke, Bu.
04:29Tapi selain di Sumatera Barat, ada wilayah lain yang memungkinkan juga ada hujan intensitas tinggi,
04:37sampai ada bencana hidrologi?
04:40Ada, karena begini, wilayah Indonesia ini kan sangat luas, topografinya bervariasi,
04:48dan geografi di Sumatera Barat, dan topografi di sana,
04:53yang terhalang oleh perbukitan barisan, itu mengkondisikan daerah tersebut tidak signifikan terdampak El Nino.
05:03Daerah lain kekeringan Karhutlah ya.
05:06Tapi wilayah tersebut karena posisi geografis dan kondisi topografinya,
05:11tetap mengalami musim hujan di sepanjang tahun.
05:15Di beberapa wilayah Indonesia, ada yang memiliki kondisi semacam itu.
05:20Nah, artinya wilayah tersebut selama masih terpengaruh oleh hujan,
05:25dengan intensitas tinggi,
05:27dan kondisi bentang alamnya terdiri dari lereng-lereng yang curam,
05:33ya, kemudian ada jejak-jejak tipas alufial,
05:37sebetulnya itu sudah bisa diidentifikasi sebelum kejadian zona-zona mana yang rentan banjir bandang.
05:47Demikian.
05:47Oke, artinya sebenarnya apa yang terjadi di Solo atau di Sumatera Barat ini bukan hal yang anomali,
05:54memang tergantung dari topografi ya, Bu?
05:56Betul, betul.
05:58Di wilayah Indonesia, hal semacam itu sesuatu yang, apa ya,
06:04menjadi suatu hal yang umum terjadi.
06:07Tapi poinnya adalah, dengan mengetahui itu adalah hal yang bisa dan tidak jarang terjadi,
06:14mestinya mitigasinya itu menjadi semakin baik.
06:18Minimal bisa mengidentifikasi zona-zona mana yang biasanya dilewati banjir bandang.
06:25Itu terlihat dari endapan-endapan sedimennya.
06:28Dan, ya, yang menjadi persoalan penting,
06:33periode ulangnya itu biasanya panjang.
06:36Katakanlah 100 tahun sekali atau 50 tahun sekali.
06:40Tapi saat ini, itu menjadi semakin sering.
06:44Mungkin hanya 20 tahun, 10 tahun, atau bahkan 5 tahun sekali.
06:47Itu karena apa, Bu?
06:48Karena apa?
06:48Nah, karena terlihat bahwa lahan itu sudah semakin luas terbuka.
06:57Sehingga mengakibatkan periode ulang semakin pendek.
07:00Demikian.
07:01Nah, artinya mitigasi apa yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah di wilayah yang kemungkinan terdampak,
07:06misalnya di sekitar Bukit Barisan tadi,
07:08agar jangan sampai ada korban.
07:11Sekarang sudah ada korban meninggal dan juga korban hilang, Bu.
07:13Betul.
07:14Saya turut bela sungkawa akan hal tersebut.
07:16Nah, yang pertama, cek lagi identifikasi tata ruang.
07:21Saya yakin di setiap provinsi, itu ada dinas PU ataupun ESDM-nya.
07:28Beliau-beliau di sana itu akan bisa melakukan identifikasi zona-zona mana yang akan rawan tersebut.
07:37Ada universitas, di situ ada departemen geologi, bisa mengidentifikasi dini zona mana yang rawan.
07:45Sehingga tata ruang itu diatur menghindari zona yang bahaya banjir bandang.
07:51Kalau terpaksa tidak bisa dihindari, pasang sistem peringatan dini.
07:56Jadi, kalau kita tidak bisa, artinya menghindar zona bahaya, terpaksa harus tinggal di zona bahaya,
08:04harus diberi informasi kapan harus segera evakuasi meninggalkan daerah tersebut.
08:09Dan yang lebih penting lagi, lingkungan, lahan yang terbuka, itu harus kembali dihijaukan,
08:18agar mengurangi periode ulang yang terlalu sering.
08:23Demikian.
08:24Oke. Dan kalau gitu untuk masyarakat yang memang tinggal di daerah rawan tadi,
08:28apa yang setidaknya bisa mereka siapkan kalau ada bencana yang mungkin terjadi, Bu Dukerita?
08:35Nah, sebelum terjadi bencana, amati lingkungan sekitar.
08:41Sebetulnya BNPB itu sudah menyediakan aplikasi Inaris.
08:47Jadi, cek di aplikasi Inaris, posisi kita berada.
08:52Itu termasuk rawan apa?
08:55Rawan bencana gempa bumi, banjir bandang, atau bencana apa?
08:59Misalnya, ternyata rawan bencana banjir bandang.
09:02Kita harus waspada.
09:04Rumah kita seberapa jauh dari sungai.
09:07Sehingga kita harus mengantisipasi, siapkan jalur evakuasi.
09:11Kalau ada peringatan dini dari BMKG, atau dari Balai Wilayah Sungai,
09:18atau dari Badan Geologi, kita harus segera menyingkir ke arah mana?
09:23Tentunya kalau banjir bandang, kita menyingkir ke tempat yang lebih tinggi.
09:28Di luar alur-alur yang rawan banjir bandang.
09:32Itu biasanya alur sungai, atau bantaran sungai, atau dekat tepi sungai.
09:37Jadi, siapkan hal tersebut, agar seandainya terjadi, kita segera mengamankan diri.
09:44Demikian.
09:45Bu Dwi Korita Karnawati, terima kasih sudah berbagi pandangan di Shop Indonesia Malam.
09:49Sehat selalu ya, Bu.
Komentar

Dianjurkan