00:00Puan Jurnalis selama siang yang pertama kami akan sampaikan perkembangan terkait dengan penyidikan perkara
00:07Dukan Tindak Bindana Korupsi di lingkungan Kementerian ATR BPN
00:12Bahwa hari ini penyidik kembali melakukan kegiatan pengledahan
00:17Dimana pengledahan dilakukan di kantor Sumarekon wilayah Bogor
00:23Tentunya kegiatan pengledahan ini untuk mencari alat bukti tambahan
00:29Guna melengkapi pada proses penyidikan perkara ini
00:32Dimana sebelumnya penyidik juga sudah melakukan beberapa pengledahan di sejumlah lokasi
00:42Baik di kantor Kementerian ATR BPN
00:45Dimana dalam pengledahan tersebut penyidik masuk ke ruang-ruang tiga dirjen
00:52Dan juga ruang-ruang direktorat terkait
00:56Yang diduga ada alat bukti yang memang sedang dicari oleh penyidik dalam mengungkap perkara ini
01:04Selain itu juga penyidik telah melakukan pengledahan
01:08Bekan lalu di kantor PT Sumarekon Agung TBK di wilayah Jakarta Timur
01:14Dan juga rumah salah satu tersangka
01:18Yaitu saudara LMP yang merupakan salah satu dirjen di Kementerian ATR BPN
01:25Dalam rangkaian kegiatan pengledahan tersebut
01:28Salah satunya penyidik mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik
01:34Di rumah saudara LMP
01:35Berupa informasi-informasi yang ada dalam BBE
01:40Yang diduga terkait dengan aliran uang
01:44Tentunya dari informasi yang ada dalam BBE tersebut
01:48Nantinya penyidik akan melakukan ekstraksi terhadap seluruh informasi di dalamnya
01:54Penyidik akan menelaah dan menganalisis informasi-informasi
01:59Yang tentunya dapat mendukung mengungkap perkara ini
02:03Sehingga dari temuan-temuan kegiatan pengledahan
02:07Penyidik nantinya juga akan melakukan konfirmasi
02:10Akan meminta keterangan kepada pihak-pihak yang bisa menjelaskan
02:15Terkait dengan barang bukti yang diamankan dalam maraton kegiatan pengledahan
02:21Kaitannya dengan konstruksi perkara yang sedang dilakukan penyidikan
02:26Sehingga nanti bangunan dari perkara ini juga menjadi utuh
02:30Termasuk apakah masih ada pihak-pihak lain yang punya peran signifikan
02:37Terkait dengan konstruksi perkara ini
02:40Di luar 8 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka
02:46Jauh sebelum kegiatan penyelidikan tertutup
02:50Yang kemudian terjadi peristiwa tertangkap tangan pada pekan lalu
02:54KPK melalui Kedeputian Penjagaan dan Monitoring
02:59Pada tahun 2021-2022 sebetulnya sudah melakukan kajian
03:05Dimana kajian itu berfokus pada dua area
03:09Yang ini terkait dengan penerbitan sertifikat dan hak guna bangunan
03:14Artinya memang dua fokus area dalam kajian itu juga
03:18Menjadi area yang terungkap dalam peristiwa tertangkap tangan pekan lalu
03:24Dari dua fokus area dalam kajian yang dilakukan oleh Direkturat Monitoring KPK
03:31Tim setidaknya mengidentifikasi ada delapan titik kritis
03:36Yang mempunyai potensi terjadinya suatu tindak bidana korupsi
03:43Dalam proses dan mekanisme pelayanan di sektor pertanahan
03:48Di antaranya terkait dengan transparansi dan akuntabilitas proses pelayanan-pelayanan
03:56Yang ada di Kementerian ATR BPN
03:58Baik di tingkat kantah, kanbil maupun di tingkat pusat
04:03Apalagi kalau kita melihat di Kementerian ATR BPN itu
04:08Setidaknya ada 57 jenis layanan
04:13Yang memang berhubungan langsung dengan masyarakat sebagai pengguna layanan publik
04:18KPK mendapati adanya transparansi dalam proses pelayanan publik itu belum optimal
04:27Baik saat awal ya artinya bagaimana SOP, proses bisnis, SLA, service level agreement ya
04:38Kemudian tarif BNBP yang resmi berapa
04:41Hingga output dari pelayanan publik itu
04:45Yaitu ketika sertifikat itu sudah jadi
04:48Di sini KPK menemukan adanya
04:52Dari pihak penyelenggara layanan ini
04:56Tidak serta-merta memberitahukan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan
05:01Jika sertifikat itu sudah jadi
05:04Nah ketidaktransparan dalam pelayanan publik
05:08Ini seringkali kemudian memunculkan
05:13Adanya pungli, suap, gratifikasi atau bahkan peberasan
05:19Karena ketika pelayanan publik tidak dibuka secara transparan
05:23Di sana ada ruang gelap yang kemudian bisa menjadi pemicu transaksi-transaksi ilegal
05:31Yang kemudian bisa menciptakan meeting of mind
05:35Menciptakan pertemuan kepentingan
05:37Baik masyarakat sebagai pengguna layanan
05:40Dan juga petugas dari Kementerian ATBPN
05:45Sebagaimana tercapture dalam perkara
05:48Yang pekan lalu kita naikkan ke tahap penyidikan
05:53Dari peristiwa tertangkap tangan
05:54Yaitu di kelas ter satu
05:55Dimana PT Sumarekon ini ada kebutuhan untuk membuka blokir
06:01Atas sebagian tanah yang saat itu dikelola oleh PT Sumarekon TBK
06:07Dimana sebagian tanah itu masih terjadi sengketa
06:10Dengan sejumlah warga
06:12Yang kemudian mengajukan blokir di kantah Bogor
06:16Maka kemudian dari pihak swasta tersebut masuk
06:20Memberikan bukaan suap kepada para oknum
06:23Untuk membuka blokir tersebut
06:26Selain dari kajian yang dilakukan pada tahun 2021-2022
06:31KPK juga masuk dalam rangka penjegahan
06:35Melalui instrumen survei penilaian integritas atau SPI
06:40SPI ini mengcapture secara utuh dan menyeluruh
06:44Karena melibatkan responden yang multi-stakeholder
06:48Tidak hanya responden dari internal Kementerian ATBPN
06:53Tapi juga melibatkan responden dari eksternal
06:56Yaitu masyarakat sebagai pengguna langsung dari layanan di Kementerian ATBPN
07:00Dan juga responden dari para ekspert
07:03Yang memang punya wawasan pengetahuan terkait dengan pelayanan publik di sektor pertanahan
07:09Dari responden internal yang merupakan para pegawai di lingkup Kementerian ATBPN
07:15Ini tentunya didalami terkait dengan proses bisnis di internal Kementerian tersebut
07:22Seperti soal rotasi, mutasi, dan promosi jabatan
07:27Bagaimana praktiknya di sana
07:31Ini juga terungkap dalam peristiwa tertangga-tangan kemarin
07:36Yang saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan
07:39Khususnya di klaster kedua
07:40Adanya dugaan penerimaan uang yang berkaitan dengan manajemen ASN
07:45Atau berkaitan dengan penempatan jabatan
07:48Ya artinya matching antara apa yang diukur oleh KPK melalui ranah pencegahan
07:55Dan apa yang kemudian terungkap dalam penindakan KPK
07:59Kemudian yang kedua
08:01Untuk responden eksternal sebagai pengguna pelayanan publik di Kementerian ATBPN
08:08Ini juga memberikan perspektifnya
08:13Memberikan penilaiannya
08:14Atas kualitas pelayanan di Kementerian ATBPN
08:20Karena ini memang jenis layanannya sangat banyak
08:22Tentunya juga responden dari sisi eksternal ini
08:26Dipilah secara beragam
08:28Sehingga bisa menjadi responden yang mewakili
08:32Secara sampling dalam survei tersebut
08:36Kemudian yang ketiga responden dari ekspert
08:40Baik teman-teman pemerhati dari lingkup akademis
08:44Dari peneliti dan juga kawan-kawan jurnalis
08:47Yang memang punya pengetahuan, punya wawasan yang lebih dan khusus
08:53Terkait dengan sektor pertanahan
08:56Khususnya terkait dengan layanan-layanan publik
08:58Yang disinggarkan oleh Kementerian ATBPN
09:08Terkait dengan perkembangan penyidikan perkara ini
09:11Mari kita sama-sama tunggu
09:13Saat ini penyidik masih fokus untuk melakukan kegiatan pengelidahan
09:18Ada sejumlah titik memang yang perlu untuk dilakukan pengelidahan
09:22Dalam pencairan alat bukti
09:23Dan tentunya penyidik nanti pasca rangkaian kegiatan pengelidahan
09:29Juga butuh untuk melakukan pemanggilan kepada para saksi
09:33Guna mengkonfirmasi ataupun meminta keterangan
09:36Baik untuk mengkonfirmasi apa yang sudah didapatkan oleh KPK
09:43Pada tahap-tahap sebelumnya
09:44Ataupun untuk mengkonfirmasi berkaitan dengan materi
09:48Yang ditemukan dalam rangkaian kegiatan pengelidahan ini
09:52Baik dari dokumen ataupun barang bukti elektronik
09:56Dan kami pastikan setiap pemanggilan saksi
10:00Ataupun pihak-pihak terkait dalam proses penyidikan
10:03Kami pasti akan ambil
10:05Kami pasti akan sampaikan kepada masyarakat
10:07Sebagai bentuk transparansi publik
10:10Atas proses hukum yang sedang berjalan di KPK
10:14Berarti ini ada peluang ya mas ya
10:15Jika nanti ada bukti-bukti yang terkait dengan
10:18Menteri Gino Fronwait
10:20Tentunya semua bergantung
10:22Bergantung pada kebutuhan penyidikan
10:24Bergantung pada alat bukti yang ditemukan
10:27Yang kemudian nanti butuh untuk dikonfirmasi
10:29Butuh untuk dijelaskan oleh pihak-pihak
10:32Yang diduga mengetahui
10:33Terkait dengan materi yang sedang dilakukan penyidikan tersebut
10:40Pengli ya bisa dikatakan
10:41Seperti itu hanya di satu kasus di Sumarekon
10:45Agung TBK aja
10:46Atau memang ada indikasi-indikasi penarikan dan dana lain
10:49Untuk kasus yang sama oleh tersangka yang sama mas
10:53Dalam perkara ini
10:54Setidaknya KPK membagi ke dalam dua klaster
10:57Yang pertama klaster dugaan swap yang dilakukan oleh PT Sumarekon
11:01Untuk melakukan buka blokir atas sengketa wahan yang sedang terjadi
11:07Di lingkup atau di wilayah Kabupaten Bogor
11:11Sehingga oknum-oknum di Kementerian ATR BPN yang diduga sebagai penerima
11:17Selain dari Kantah
11:20Selain dari Kepala Kantah Bogor
11:23Juga ada pihak-pihak lain yang menjadi perantara komunikasi
11:26Ataupun perantara pemberian dugaan uang swap
11:31Dari pihak swasta kepada oknum-oknum di Kementerian ATR BPN
11:35Klaster kedua ini ada dugaan penerimaan uang-uang lainnya
11:41Ya baik yang diduga berkaitan dengan layanan-layanan
11:47Yang ada di Kementerian ATR BPN
11:49Ataupun yang diduga ini terkait dengan proses mutasi, rotasi
11:57Ataupun promosi jabatan di lingkungan Kementerian ATR BPN
12:02Sehingga dari dua kelas terbesar itu
12:04Penyidik tentu nanti akan melakukan pendalaman dan penelusuran
12:09Baik alur perintahnya, aliran uangnya, dan sebagainya
12:14Dan di pihak swasta juga ada
12:16Kemarin kami sudah sampaikan
12:17Salah satunya juga salah satu perusahaan ya
12:22Yang memang diduga memberikan sejumlah uang kepada oknum-oknum di Kementerian ATR BPN
12:28Tentu semuanya ini masih akan terus kami dalami
12:31Dan kami pastikan kami akan update terus setiap perkembangan dari penyidikan perkara ini
12:37Ada dugaan swasta lainnya juga
12:51Kami masih terus dalami, kami masih terus suri
12:54Jadi memang dalam konstruksi dua klaster ini
12:58Ada dugaan swasta lain juga yang memberikan sejumlah uang kepada oknum-oknum di Kementerian ATR BPN
13:06Ini juga masih berkaitan dengan pengurusan HGW
13:13Terima kasih telah menonton!
Komentar