00:00Sorotan lainnya saudara, puluhan orang di Denpasar, Bali menjadi korban penipuan jual beli emas di sebuah toko.
00:05Total 93 korban telah melapor ke polisi.
00:18Sejumlah korban penipuan jual beli emas di Denpasar, Bali mendatangi toko emas now.
00:24Mereka menuntut kejelasan atas emas yang sudah mereka bayar, namun tak kunjung diberikan.
00:31Namun para korban menghadapi kenyataan pahit, toko emas sudah tutup.
00:37Hanya ada selembar pengumuman terkait penipuan.
00:41Salah satu korban Agung Wulan mengaku, ia menjual emas miliknya, namun uang tak kunjung ditransfer.
00:49Tangisnya pecah, menelan kenyataan pahit, emas yang ia beli dari cerih payahnya menjadi petugas kebersihan jalan, turut dibawa kabur pemilik
00:58toko emas.
00:59Mereka janji tanggal 11 September, karena menurut saya kok udah lama gak ada transperan.
01:05Saya coba kesini, dan kaget kok rame-rame disini, saya gak tahu kalau ini tutup.
01:10Ini uangnya rencananya, saya mau pakai upacara anak saya 6 bulanan, tapi saya gak nyangka kalau ini, ini bawa lari
01:18juga.
01:20Kasus ini tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali.
01:25Total 93 orang telah melapor, dan 32 di antaranya berstatus saksi.
01:32Laporan polisi yang kita buat itu ada 5 laporan polisi, dengan 32 orang sebagai saksi.
01:43Yang tadi saya sebutkan, 32 orang ini kita bagi dalam 4 kluster, yaitu berperan sebagai penjual,
01:52yaitu 23 orang, kemudian pembelinya ada 7 orang, kemudian sebagai supplier perak ada 1 orang,
02:00dan pemisaris PT Nelava Fine, ini 1 orang.
02:04Sementara laporan ini kita terima, langkah-langkah penyelidikan dari penyidik tetap berjalan,
02:11termasuk mengecek legalitas PT yang dilaporkan ini ya, PT New Must Now.
02:20Sementara penyidik kita masih bekerja.
02:23Penyidik Polda Bali kini berkoordinasi dengan Divisi Hubinter
02:27untuk melacak keberadaan pelaku yang diduga sudah pulang ke negaranya di India.
02:32Nandang Astika, Kompas TV, Denpasar, Bali.
02:40Penyidik Polda Bali
Komentar