- 4 jam yang lalu
- #gibran
- #ijazah
- #mahkamahkonstitusi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Mahkamah Konstitusi pukul 7 malam ini (21/9/2026) akan menggelar sidang sengketa Pilpres 2024 yang mempersoalkan syarat pendidikan atau ijazah Wapres Gibran Rakabuming.
Tuntutan ini berlangsung di tengah hasil Pilpres yang sudah ditetapkan 2 tahun lalu dan Gibran telah dilantik serta menjalankan amanatnya sebagai Wapres.
Pertanyaannya, apakah tuntutan untuk mendiskualifikasi dan meminta MK untuk memerintah MPR menyelenggarakan sidang memilih Wapres baru bisa sudah sesuai?
Kita bahas bersama Ketua Umum Relawan Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan dan anggota Bonjowi, Lukas Luwarso.
Baca Juga FULL! Ijazah SMA Wapres Gibran Digugat, Denny dkk Beberkan Hal Ini ke Mahkamah Konstitusi di https://www.kompas.tv/nasional/691919/full-ijazah-sma-wapres-gibran-digugat-denny-dkk-beberkan-hal-ini-ke-mahkamah-konstitusi
#gibran #ijazah #mahkamahkonstitusi
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691923/full-debat-andi-azwan-vs-anggota-bonjowi-jelang-sidang-gugatan-ijazah-gibran-di-mk-kompas-petang
Tuntutan ini berlangsung di tengah hasil Pilpres yang sudah ditetapkan 2 tahun lalu dan Gibran telah dilantik serta menjalankan amanatnya sebagai Wapres.
Pertanyaannya, apakah tuntutan untuk mendiskualifikasi dan meminta MK untuk memerintah MPR menyelenggarakan sidang memilih Wapres baru bisa sudah sesuai?
Kita bahas bersama Ketua Umum Relawan Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan dan anggota Bonjowi, Lukas Luwarso.
Baca Juga FULL! Ijazah SMA Wapres Gibran Digugat, Denny dkk Beberkan Hal Ini ke Mahkamah Konstitusi di https://www.kompas.tv/nasional/691919/full-ijazah-sma-wapres-gibran-digugat-denny-dkk-beberkan-hal-ini-ke-mahkamah-konstitusi
#gibran #ijazah #mahkamahkonstitusi
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691923/full-debat-andi-azwan-vs-anggota-bonjowi-jelang-sidang-gugatan-ijazah-gibran-di-mk-kompas-petang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Mahkamah Konstitusi pukul 7 malam ini akan menggelar sidang Perdana Sengketa Pilpres 2024
00:06yang mempersoalkan syarat pendidikan atau ijazah Wapres Gibran Rakabuming.
00:12Tuntutan ini berlangsung di tengah hasil Pilpres yang sudah ditetapkan 2 tahun lalu
00:17dan Gibran telah dilantik serta menjalankan amanatnya sebagai Wapres.
00:22Pertanyaannya, apakah tuntutan untuk mendiskualifikasi dan meminta MK
00:27untuk memerintah MPR menyelenggarakan sidang untuk memilih Wapres baru sudah sesuai?
00:35Kita bahas bersama Ketua Umum Relawan Militan Gibran 08 Nusantara Andi Aswan
00:40dan juga anggota bongkar ijazah Jokowi atau Bonjowi Lukas Luarso
00:46yang sama-sama sudah berada di studio Bang Andi, Bang Lukas, terima kasih
00:50sudah bergabung bersama kami di studio Menara Lopas.
00:52Terima kasih, selamat sore Sintia, kehormatan diundang.
00:54Terima kasih.
00:55Saya langsung ke Bang Andi.
00:57Bang Andi, Mas Gibran sudah tahu? Pasti dong?
01:00Ya, pasti.
01:00Responnya?
01:01Kalau kita ini karena kita ini militan,
01:04rinta atau tidak perintah kita harus jalankan kalau ini ada kebenaran.
01:08Kebenarannya apa?
01:10Kebenaran yang selama ini, mereka membuat suatu framing
01:13tentang persoalan ijazah Mas Gibran.
01:17dari Sayang Barat, tanggal 9, kemarin 9 Agustus, ditutup 9 September.
01:24Seorang yang datang dari yang katanya dari Australia, yang 11 tahun menghilang, dan status tersangka,
01:33tiba-tiba membuat suatu kegaduhan di Republik ini dengan mengatakan bahwa yang dilakukan Mas Gibran itu dalam proses pencalonan itu
01:43tidak sah.
01:44Oke, sebut nama dong?
01:46Ya, sebut saja.
01:47Deni Indrayana yang lakukan itu ya.
01:50Dan selama ini kan kita melihat, tiba-tiba ada muncul seperti itu.
01:54Mohon maaf, saya katakan ini seperti jelangkung.
01:56Tidak diundang, dia datang.
01:58Anda tadi juga menyebut Invisible Hand.
02:00Maksudnya?
02:01Kalau kita bicara Invisible Hand, ini setiap yang namanya okestra pasti ada di Rijen.
02:07Oke.
02:07Biar itu lagunya secara harmoni.
02:09Karena selama ini kalau kita lihat, apa yang terjadi?
02:13Sasaran paling utama memang adalah ijazah Mas Gibran.
02:17Oke.
02:18Kalau kita bicara yang namanya, sasaran antara dari ijazah Pak Jokowi.
02:22Itu sudah berlanjut.
02:24Dan itu masing-masing mereka itu mempunyai fungsi dan tugas yang dikerjakan secara simultan, kemudian dikoordinasikan, didirijen oleh seseorang.
02:34Oke, jadi maksud Anda Invisible Hand ini yang mengatur semuanya?
02:40Ya.
02:40Termasuk ijazah Pak Jokowi, isunya gitu?
02:43Isunya itu akan dilakukan seperti itu, karena berdasarkan apa yang saya katakan tadi, kebencian atas Pak Jokowi dan keluarganya untuk
02:52itu.
02:53Oke, gimana Bang Lukas menanggapi ini? Anda akan merespon apa nih?
02:57Kalau disebut Bang Andi ada Invisible Hand yang mengatur sebagai jirijen?
03:02Ya, kalau tadi Bang Andi Aswan menyebut militan kan, grup militan yang membela, kalau saya basisnya adalah rasional mencari kebenaran.
03:11Jadi menurut Anda Bang Andi nggak rasional?
03:13Karena militan, biasanya orang yang terlalu militan itu suka kabur kebenarannya.
03:18Tapi nggak apa-apa lah, itu pilihannya kan.
03:20Kita ini, meniasakan di atas rela orang.
03:22Kalau saya menilai gini, saya ini kan kita tahu ya, Jokowi, termasuk Gibran, itu kan paling nggak 5 tahun pertama
03:28era Presiden Jokowi itu kan menjadi darling public ya, media darling juga.
03:32Dan disukai public secara aktual.
03:35Nah, waktu itu kalau merespon kritikan itu srelek, apapun diterima.
03:39Nah, tapi kenapa soal ijazah ini Presiden Jokowi khususnya dan tim pendukungnya itu sangat ekstrim gitu ya.
03:48Istilahnya militan tadi yaitu, apa yang saya lawan?
03:51Nah, menurut saya itu salah satu respon yang agak mungkin memang terlalu sensitif menyinggung sesuatu yang kebenarnya masih dipertanyakan.
04:00Dan menurut saya begini, kalau misalnya soal apa yang menarik yang dilakukan Denny Indrayana dengan sayembara itu yang nilainya mencapai
04:0912 miliar,
04:10kalau memang itu valid dan sah, kenapa nggak Gibran dengan gaya jenaka, acting saja lah,
04:17menunjukkan izah-izahnya yang entah dari Orchid School di Singapura atau UTS Insert dan penyetaraannya jadi satu,
04:23tunjukkan ke publik dan mengklaim dana 12 miliar itu dan kemudian bisa disumbangkan ke YSLD.
04:29Jadi selesai ya sampai di situ ya, kenapa?
04:31Jadi ini persoalan-persoalan di publik, bukan sesuatu yang gampang untuk dibuat itu.
04:37Kita bisa melihat saja, Pak Jokowi saja ditunjukkan apa yang mereka lakukan.
04:42Mereka tidak akan menerima begitu saja, mereka akan mengambil, akan mereka akan melakukan penelitian,
04:49emang mereka ini siapa? Sebelum keep itu terbit ya, yang dikatakan itu.
04:54Tapi menjawab pertanyaan Bang Lukas, kenapa Mas Gibran nggak langsung bawa saat sayembara itu?
05:00Selesaikan nggak perlu kena?
05:01Ini sayembara digunakan, memang ada tujuan-tujuan multipolitik kalau kita bicara itu.
05:06Ini sudah selesai kalau kita bicara surat keterangan.
05:11Dan sini sudah ada yang namanya produk hukum yang dihasilkan tahun 2024.
05:17Dengan proses-proses yang berjalan dari pencalonan sampai yang namanya dilantik ada perselisian di makamah kongsi.
05:26Itu pun juga selesai.
05:27Produk hukum sudah ada yang namanya presiden dan wakil presiden.
05:32Kemudian kenapa?
05:34Mereka mempertanyakan itu dan mempertanyakan kembali mengenai surat keterangan itu.
05:38Oke, gimana Bang Lukas?
05:39Saya pernah menganggapi istilah-istilah kabur seperti Invisible Hand dan Dirijen tadi ya.
05:44Kenapa nggak disebut aja?
05:45Misalnya saya duga, saya nggak tahu.
05:47Saya duga yang disebut Dirijen dan Invisible Hand kayaknya anu deh, ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mungkin ya.
05:54Karena kebetulan kan dua orang ini juga mantan demokrat.
05:57Benar nggak?
05:58Benar nggak itu?
05:58Itu tuduhan dia.
05:59Nah, berarti kan gini poinnya adalah, kita harus melihat secara sisi ya, kita melihatnya begini.
06:08Jangan menuduh seseorang sebelum kau mengetahui ataupun mendapatkan yang namanya.
06:13Oke, pertanyaannya siapa Dirijen dan Invisible Hand itu?
06:15Mungkin disilakan dijawab, Bang.
06:16Bang Adi, silakan dijawab.
06:17Saya tidak mau mengatakan itu Dirijen.
06:20Saya tidak mau mengatakan itu.
06:21Yang jelas Invisible Hand itu, itu nyata adanya.
06:24Dan Pak Jokowi sudah mengatakan untuk bicara itu.
06:27Apakah itu Pak Prabowo, kata Bang Lukas?
06:28Itu, dia bicara untuk itu, kita tidak melakukan itu.
06:32Yang jelas kita kembali lagi ke substansinya lah.
06:35Yang kita bicarakan substansinya itu.
06:38Yang dilakukan mengenai surat keterangan itu yang dia challenge, silakan dengan Dik Dasmen.
06:44Jangan langsung ke Mas Gibran untuk itu.
06:46Dan itu kan sudah dilakukan.
06:48Tapi yang menarik buat saya, apalagi Pak Dudung sudah mengatakan,
06:53memang ada yang melakukan hal itu, melempar isu itu.
06:58Yang mencoba-coba bergenit-genit, nantinya syukur-syukur itu akan diterima dan jagoannya akan dimajukan.
07:05Gimana, Bang Lukas menjawab itu? Silakan.
07:07Kalau menurut saya yang substansi kita tunggu saja hasil sidang MK, akan mulai malam ini.
07:11Dan itu yang substansi.
07:13Tapi kan ini memang soal politik sebenarnya.
07:15Memang Jokowi, Gibran yang dulu dipercaya publik, sekarang trustnya kepada dua sosok itu memang berkurang.
07:21Dari mana berkurang sampai sekarang itu, dari data itu 78 persen.
07:28Tolong diceruh diam dulu.
07:2978 persen, tahan dulu Bang Andi. Silakan.
07:32Kalau sebagai mantan presiden dan sekarang menjadi wakil presiden, apa salahnya sih menjawab rasa ingin tahu rakyat,
07:37walaupun nuansanya mungkin agak ekstrim ya, menuduh jasanya palsu.
07:42Jawab saja dengan bukti, itu selesai. Itu soal mudah sebenarnya.
07:44Nah, ini yang juga menjadi pertanyaan. Isu ini berulang kali naik ke permukaan, naik ke publik, dan saat ini sudah
07:51masuk ke persidangan nanti malam jam 7.
07:54Tuntutannya itu juga bukan main-main.
07:59Mendiskualifikasi Wapres, Gibran.
08:01Yang lainnya adalah MPR diminta untuk memilih wakil presiden baru.
08:06Ada delapan tuntutan. Kenapa tidak dibuat sesimpel mungkin?
08:09Begini saja, apakah Denny Indraya ini adalah paslon kemarin? Satu dan tiga?
08:16Denny Indraya ini adalah salah satu di tim dari paslon Anies Baswedan.
08:21Jelas untuk itu.
08:23Kalau kita menarik runtut, artinya memang ada orang yang gak move on.
08:29Dan mencari celah mengenai hal tersebut.
08:34Karena mereka itu tidak, yang katakan dulu, yang menganggap bahwa Mas Gibran itu adalah pelengkap penderita.
08:41Gampang dikalahkan.
08:43Ya, ini kan mereka shock bahwa ini terjadi bahwa mereka, Pak Prabowo dan Mas Gibran ini sebagai pemenang.
08:49Lebih dari 58 persen.
08:51Nah, yang dilakukan Denny Indraya ini, yang saya katakan tadi, dan saya menyetujui apa yang dikatakan Pak Dudung.
08:57Bahwa desainnya yang saya katakan tadi ada Invisible Hand bermain di sana, itu jelas nyata untuk bicara.
09:02Kenapa gak disebut aja seperti Bang Lukas Mita?
09:04Tidak perlu kita menyebutkan itu.
09:05Memang sukanya yang gak perlu kabur.
09:06Oke.
09:07Andi Aswala.
09:08Dia menuduh ini ya silahkan saja.
09:09Gimana Bang Lukas?
09:10Bukan dari kita.
09:11Saya gak pernah memotong Anda.
09:12Oke, silahkan Bang Lukas.
09:13Sebenarnya begini ya, karena memang situasinya kalau saya dalamnya memang agak kompleks ya.
09:17Jadi, yang disebut Orchid Park Secondary School di Singapura itu kan tidak sepenuhnya SMA juga.
09:24Itu perantara-antara SMA.
09:26Kemudian yang UTS Insert itu, sekolah persiapan menuju universitas.
09:31Jadi, kalau kita ngomong substansi, itu memang agak kompleks dan di Indonesia gak ada.
09:36Tapi kan sudah ada surat penyetaraan ya.
09:39Ya, itu kan politik.
09:41Bagaimana dulu pencalonan Gibran, kalau Gibran bukan anak presiden Jokowi saat itu, pasti ditolak.
09:48Dan pasti tidak ada putusan MK yang begitu gaduh.
09:51Nah, intinya adalah, makanya kalau saya melihat gini, kita tunggu saja putusan MK, apakah dia akan meralat putusannya sendiri?
09:57Putusan nomor segera itu.
09:58Tapi gini, Bang Lukas, apa bukti konkretnya Gibran tidak memenuhi syarat?
10:02Saya gak melihat langsung ijazah-ijahnya Orchid School atau yang UTS Insert itu.
10:08Tapi, nyatanya ada sebagian publik yang mempersoalkan bukti.
10:11Saya kira, Dini Indraina cuma salah satu ya.
10:14Ada Marisi Hombeng dan berbagai tim lainnya.
10:16Nah, itu menurut saya, pertanyaan publik apalagi kalau dianggap pertanyaan yang ngaco, misalnya.
10:22Itu kan ditanggapi dengan relax saja.
10:24Jangan, soalawan-awawan.
10:26Dan artinya itu tidak akan milih sekian persoalan.
10:29Jadi maksud Anda berlebihan?
10:30Semakin responnya berlebihan, semakin mengundang rasa ingin tahu.
10:33Bang Andi, responnya dinilai berlebihan untuk hal-hal yang seakan-akan seharusnya simpel saja untuk dinyatakan ke publik.
10:41Bagaimana respon Anda?
10:43Tetap di kami ya, dijawab usaha jeda ya.
10:45Tetap bersama kami di Kompas Petang.
10:56Lagi-lagi muncul ke permukaan statement dari Bang Andi, invisible hand.
11:02Ini diminta untuk disebut saja namanya.
11:05Lalu bagaimana Bang Andi merespon, nama ini kenapa nggak disebut saja?
11:11Satu. Kedua, kenapa Mas Gibran tidak langsung saja menunjukkan ijazahnya agar tidak perlu bertele-tele masuk ke persidangan?
11:19Saya mesti menjelaskan dulu perbedaan yang sangat mendasar dalam kurikulum Indonesia.
11:24Kita pakai kurikulum UNESCO, 633.
11:27Sedangkan Orchard Secondary School, wapun Australia, itu adalah kurikulum British Education.
11:34Itu 642.
11:37Jadi itu kita harus membedakan itu.
11:39Dan di sana itu, kelas 9 pun bisa langsung menuju yang namanya,
11:45entah itu politeknik, atau masuk langsung foundation, bicara itu.
11:49Itu jelas untuk bicara itu.
11:51Tapi sebelum saya lanjut, saya potong.
11:54Ini supaya jelas publik juga.
11:56Ini kan ada verifikasi ya?
12:00Atau pesetaraan dari...
12:02Penyetaraan, surat keterangan penyetaraan.
12:05Ijazah aslinya?
12:07Bisa tidak ditunjukkan bersama-sama?
12:09Berdampingan gitu.
12:10Itu kan surat keterangan penyetaraan grade 12.
12:13Oke.
12:14Berarti kan dia diakui secara grade 12 itu.
12:17Dan beliau itu, dari UTS Insert.
12:20Berdasarkan dari UTS Insert yang dia majukan.
12:23Dan itu diterima oleh, ya ini grade 12.
12:26Karena begini.
12:27Ijazah aslinya ada?
12:29Yang dari Australia itu?
12:30Ijazah itu enggak ada kalau kita bicara ijazah.
12:32Di sana itu ada namanya sertifikat.
12:35Oke.
12:35A level atau O level.
12:37Ada itu?
12:38Ya.
12:38Gini.
12:39Jadi dia tidak masuk ke O level, dia masuk ke foundation.
12:42Yang ada di mana?
12:44Di UTS Insert.
12:45Selama tiga tahun itu.
12:47Itu ada sertifikasinya?
12:49Ya pasti foundation certificate itu ada.
12:51Kenapa?
12:52Saya katakan.
12:53Karena dia tidak akan bisa melanjutkan ke program S1 di Bradford University.
12:58Yang di MDIS sebagai afiliasinya.
13:01Kalau tidak mempunyai hal itu.
13:03Foundation certificate.
13:04Bahwa dia sudah masuk ke preparatory university.
13:08Oke.
13:08Ya disitulah maka kita bisa melihat secara jernih.
13:12Jangan membandingkan kurikulum di Indonesia.
13:15Itu sama dengan kurikulum yang di luar negeri.
13:17Oke.
13:17Nah yang menarik kalau saya tadi Bang Lukas itu kan menyatakan.
13:22Pak Jokowi.
13:23Ah kata lawan.
13:23Pak Jokowi ini santai orang.
13:25Oke Pak Jokowi santai.
13:26Tidak seperti yang dikatakan selama ini.
13:29Dia harus lawan.
13:30Tidak.
13:30Kita pun bertemu kemarin di bulan Agustus.
13:32Ya kami tangkap.
13:33Pertemuan tiga bulan.
13:34Beliau itu sangat santai dan mengatakan kepada relawannya.
13:38Kita dukung Prabowo Gibran 2009 untuk menuntaskan astacita itu.
13:44Bang Andi ijasanya ada dan Mas Gibran dengan suka hati, suka rela untuk menunjukkan ijasa yang baik itu dari hasil
13:51foundation ataupun yang lanjutkan itu.
13:53Nanti kan kita bisa lihat ya.
13:54Kalau kita bicara foundation itu kan sudah jelas.
13:57Karena surat keterangan itu adalah grade setara grade 12.
14:01Gimana Bang Lukas?
14:02Kalau memang Mas Gibran siap menunjukkannya seharusnya sudah selesai dong.
14:07Ya menurut saya pakai prinsip-prinsip wisdom normatif saja.
14:11Sesuatu yang benar itu simple.
14:14Sederhana.
14:14Ada ijasa apapun istilahnya, sertifikat dan semuanya tunjukkan saja dan semuanya lengkap ya.
14:20Memang saya setuju problem sistem pendidikan di Singapura, Australia.
14:24Jadi problemnya memang UTS Insert sendiri sekarang kan sudah berubah namanya menjadi UTS College ya.
14:33Jadi kompleksitas-kompleksitas seperti itu tidak bisa dengan perdebatan yang saling hujat gitu.
14:41Menurut saya MK...
14:43Saya boleh tanya enggak UTS Insert itu foundation diploma atau kursus bahasa Inggris?
14:50Yang saya enggak pernah meneliti universitas itu yang saya dengar waktu itu kan di Australia itu si Gibran untuk kursus
14:58bahasa Inggris sebenarnya.
14:59Nah itu adalah hasil dari kata yang dikatakan Iksan Katonde bahwa dia itu 6 bulan sebagai ikut kursus.
15:09Itu salah besar.
15:10Karena Roy Surya mendapatkan itu dari Iksan Katonde yang mengatakan itu.
15:14Dan diklaimlah oleh Roy Surya itu bahwa Mas Gibran itu tidak melakukan yang namanya kuliahnya.
15:21Di sana itu ya, aku ada tiga bagian UTS Insert.
15:24Pernah kasih surat keterangan bahwa kelulusan Gibran itu setara dengan...
15:27Saya kasih tahu ya.
15:28Gimana, gimana, gimana?
15:29Apakah pernah ada keterangan dari UTS Insert yang sekarang berubah namanya menjadi UTS College.
15:34Memberikan keterangan memvalidasi bahwa Gibran itu selesai dan itu setara dengan...
15:40Gimana?
15:41Tadi begini.
15:42Kita tahu ya.
15:42Itu langsung aja di jawabannya.
15:43Kita ketahui ya.
15:45Setiap perguruan tinggi di luar itu harus orangnya.
15:50Kalau kau ingin meminta yang namanya dokumen-dokumen terhadap orang tersebut, itu harus orangnya.
15:55Kalau di website tadi tidak?
15:57Di website tadi tidak?
15:59Biasanya kan...
16:00Di website tidak bakal bisa.
16:01Di website itu, kita sudah meneliti juga.
16:05Itu ada yang namanya kursus 2005 yang pada saat Gibran di sana.
16:11Di situ ada yang namanya foundation.
16:14Di situ ada yang namanya diploma.
16:16Kalau orang tiga tahun, itu berarti dia mengikuti namanya foundation.
16:20Ataupun diploma untuk itu.
16:22Karena itu preparatory.
16:24Makanya Mas Gibran melanjutkan ke Bradford University dengan afiliasinya itu adalah MDIS.
16:31Dan selama ini kan diglorifikasikan, MDIS itu bukan perguruan tinggi.
16:35MDIS itu adalah lembaga kursus.
16:36Ini salah besar untuk bicara itu.
16:38Tapi yang jelas, dari tahun 2005 itu pun sudah ada yang namanya foundation.
16:47Jadi kalau dari Bang Lukas, harapan dari teman-teman, termasuk dari Mas Deni Indrayana juga, harus ada permintaan dari Mas
16:57Gibran?
16:57Harus Gibran, karena seperti Ande bilang tadi, harus Gibran.
17:00Harus yang bersangkutan.
17:01Itu dijadikan bukti ke sedang MK.
17:03Oke.
17:04Sudah pernah dilakukan hal itu?
17:06Atau akan?
17:07Saya katakan begini.
17:08Kalau itu adalah haknya Mas Gibran.
17:10Mau menunjukkan, mau memberikan, itu haknya Mas Gibran.
17:13Tapi saya dalam hal ini adalah memberikan kebenaran itu.
17:17Terhadap yang namanya dua lembaga yang dikatakan, Ortiz Secondary School dan juga UTS Insight.
17:23Yang selalu diglorifikasi mereka, hanya untuk kursus 6 bulan.
17:28Oke.
17:29Kenyataannya kan tidak begitu, Cynthia.
17:31Karena mereka itu hanya mendapatkan dari seorang sopir namanya Iksan Katonde.
17:35Yang 6 bulan pada saat itu.
17:37Dan dia bercerita itu kemana?
17:40Ya kepada satu kolamnya, yaitu Reh Suri juga.
17:43Bang Lukas terakhir.
17:46Kenapa tuntutan ini di MK baru berlangsung ataupun dilakukan saat ini setelah Gibran Raka Buming menjadi wakil presiden selama dua
17:57tahun?
17:58Ya itu tanya ke Deni Indraena ya.
18:01Tapi menurut saya selama kasusnya terus menggantung, tidak ada jawaban yang valid.
18:06Kepastian hukum tentu akan terus dipersoalkan.
18:08Karena memang harus diakui, ini sisi politiknya tuh begini ya.
18:12Sebagian rakyat di Indonesia, kecuali pendukung-pendukung Jokowi dan Gibran, itu kan memang tidak rela lah.
18:18Kalau ada apa-apa dengan Prabowo, Gibran langsung jadi gitu.
18:22Nah itu yang dibalik semua ini, itu harus ditunjukkan, dilawan dengan kedinginan.
18:32Nah ya, fakta. Satu-satunya yang bisa membantu Gibran adalah fakta.
18:36Bahwa betul sekolahnya itu valid dan ada endorsement, ada keterangan dari masing-masing khususnya UTS Insert itu.
18:45Tapi sayangnya UTS Insert kan sudah berubah nama.
18:48Untuk menurutkan bahwa itu valid gitu loh.
18:50Oke.
18:50Itu salah satu cara.
18:52Kemudian juga MK sekarang karena presidennya bukan Jokowi, diharap bisa memutuskan lebih independen.
18:59Oke. Singkat saja Bang Andi, apa langkahnya yang sudah disiapkan Mas Gibran?
19:04Ya kalau langkah Mas Gibran, banyak Mas Gibran yang tahu untuk itu.
19:07Tapi dari kami, Melitian Gibran, tadi siang jam 3 kami sudah memberikan dokumen sebagai pihak terkait terhadap laporan dari Deni
19:21Indrayana ke MK untuk itu.
19:22Salah satunya apa dokumennya?
19:23Ada 16 dokumen di dalam sana, ya saya tidak akan membeberkan apa salah satunya di sana.
19:28Oke.
19:28Kita nanti juga, dan sudah diterima dan teregister dengan baik.
19:32Baik.
19:32Tidak ada yang namanya komplain dan sebagainya, tidak ada yang namanya kurang dan sebagainya.
19:37Yang memang, kata Pak Gus tadi, bagaimana nanti di persidangan MK itu.
19:41Baik, kita lihat.
19:42Tapi keyakinan penuh dari kita semua.
19:43Sampai kan ke publik.
19:45Keyakinan penuh dari kita semua.
19:46Dan dirijen.
19:47Oke.
19:48Itu akan ditolak oleh MK.
19:50Tetap diminta ya, dirijennya siapa, dirijennya siapa yang mengatur ini semua menurut Bang Andi.
19:55Terima kasih Bang Andi, terima kasih juga Bang Luka sudah berbagi perspektif di Kompas Petang sore hari ini.
20:00Terima kasih sekali lagi.
Komentar