Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANTUL, KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional Regional Daerah Istimewa Yogyakarta, memberhentikan karyawan SPPG yang mengejek korban keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara.

Keputusan memberhentikan karyawan SPPG tersebut merupakan bagian dari menjaga standar perilaku, etika dan profesionalitas seluruh jajaran dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

BGN DIY juga meminta jajaran SPPG, agar bijak menggunakan media sosial.

Imbas pemberhentian karyawan SPPG, seluruh operasional dapur SPPG tempatnya bekerja juga ditutup.

Pihak Pemkab Bantul menyebut, penutupan karena syarat operasional SPPG, harus dilengkapi tiga karyawan inti.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyayangkan adanya karyawan SPPG yang dinilai nir-empati.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyoroti video perundungan korban keracunan MBG yang dilakukan oknum SPPG.

Gibran menyayangkan pernyataan bernada ejekan, yang disampaikan dalam video tersebut.

Gibran juga menyampaikan perkembangan kondisi dua korban asal Kabupaten Karo, yang dirawat di RSCM sudah bisa kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga Karyawan SPPG Ejek Korban Keracunan MBG, Dipecat, Dapur Ditutup, Sikapnya Disayangkan | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/691863/karyawan-sppg-ejek-korban-keracunan-mbg-dipecat-dapur-ditutup-sikapnya-disayangkan-sapa-malam

#sppg #keracunanmbg #gibran

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691910/wapres-gibran-buka-suara-soal-pegawai-sppg-ejek-korban-keracunan-mbg-berut
Transkrip
00:00Sorotan lainnya saudara, Badan Gizi Nasional Regional Daerah Istimewa Yogyakarta
00:04memberhentikan karyawan SPPG yang mengejek korban keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara.
00:13Keputusan memberhentikan karyawan SPPG tersebut merupakan bagian dari menjaga standar perilaku,
00:19etika, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis.
00:25BGNDI juga meminta jajaran SPPG agar bijak menggunakan media sosial.
00:46Meninggung korban, saya tidak ada niatan menyinggung siapapun itu.
00:57Dalam keterangan tertulisnya, Koordinator Regional BGNDI, Wiran Ditagagat Widyatmoko menyatakan,
01:04kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan yang bersangkutan telah diberhentikan.
01:12Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis,
01:19tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.
01:33Imbas pemberhentian karyawan SPPG, seluruh operasional dapur SPPG tempatnya bekerja juga ditutup.
01:39Pihak Pemkap Bantul menyebut penutupan karena syarat operasional SPPG harus dilengkapi tiga karyawan inti.
01:47Bupati Bantul Abdul Halim Muslim menyayangkan adanya karyawan SPPG yang dinilai tir empati.
01:57Ya saya menyayangkan itu muncul statement yang mestinya tidak perlu ada statement seperti itu.
02:13Lihat saja tanggung jawab kita masing-masing.
02:16Jika setiap orang itu bertanggung jawab pada tugasnya masing-masing,
02:21saya kira semua urusan kita ini menjadi beres dan tidak menghasilkan kegaduhan-kegaduhan baru yang tidak penting.
02:36Btw, gue makan chicken katsu masakan kemarin.
02:42Apakah masih enak?
02:59Sementara itu Saudara Wakil Presiden Gibran Raka Buming menyoroti video perundungan korban keracunan MBG yang dilakukan Oknum SPPG.
03:07Gibran menyayangkan pernyataan bernada ejekan yang disampaikan dalam video tersebut.
03:12Gibran juga menyampaikan perkembangan kondisi dua korban asal Kabupaten Karo yang dirawat di RSCM sudah bisa kembali ke rumah masing
03:20-masing.
03:26Dalam unggahan di akun Instagramnya, Gibran menyatakan perkataan Oknum SPPG ini sangat disayangkan.
03:34Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua.
03:39Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan.
03:44Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan korban.
03:46Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban.
03:48Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban.
Komentar

Dianjurkan