00:03Saudara konflik Arab Saudi dan Houthi kembali memanas puing-puing drone yang berhasil dicegat pertahanan udara Saudi jatuh di kota
00:11Ta'if
00:11dan menewaskan satu orang serta melukai dua orang lainnya.
00:16Pihak Saudi menyebut drone tersebut diluncurkan milisi Houthi namun hingga kini Houthi belum mengakui serangan tersebut saudara.
00:23Pertahanan sipil Saudi menyebut satu warga Yemen tewas sementara dua orang lainnya
00:28yaitu seorang warga Saudi dan warga Pakistan dalam kondisi kritis.
00:33Sebelumnya saudara Houthi mengklaim meluncurkan serangan ke fasilitas Aramco di Yanbu
00:38dan rangkaian ataupun juga menyerang pangkalan udara King Khalid di Hamis Mushaid menggunakan rudal balistik dan juga drone.
00:47Eskalasi ini saudara menambah panas konflik Arab Saudi-Houthi yang kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
01:02Kelompok Houthi mengklaim meluncurkan sejumlah rudal balistik, rudal jeladah dan juga drone ke target di Riyadh dan juga Yanbu pada
01:10Sabtu waktu setempat.
01:11Jurubicara militer di Houthi Yahya Sare menyebut serangan menargetkan objek sensitif di Riyadh dan juga fasilitas Aramco di Yanbu.
01:19Houthi mengklaim serangan tersebut berhasil memicu kebakaran besar.
01:22Namun Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan serangan tersebut gagal.
01:28Satu rudal balistik yang mengarah ke Riyadh diklaim berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.
01:35Otoritas Saudi juga menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada infrastruktur penting.
01:40Sistem peringatan dini sempat diaktifkan di Riyadh dan juga Al-Kharaj sebelum ancaman dinyatakan berakhir.
01:54Turki secara tegas menyatakan solidaritas penuh dan siap memberikan bantuan militer kepada Arab Saudi.
02:00Pasca serangan rudal dan juga drone yang diluncurkan oleh Houthi ke Arab Saudi saudara.
02:04Menteri Luar Negeri Turki mengecam serangan yang menargetkan infrastruktur minyak dan Mekah.
02:09Ia menegaskan sebagai bagian dari aliansi pertahanan Mekah, Turki siap memberikan dukungan teknis dan militer jika dibutuhkan oleh Arab Saudi.
02:24Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Washington berada dalam komunikasi terus-menerus dengan Houthi
02:30yang telah setuju untuk tidak memerangi Amerika Serikat.
02:34Koresponden luar negeri utama Fox News mengatakan pada hari minggu bahwa ia baru saja berbicara dengan Trump
02:41dan menyampaikan komentar presiden tersebut.
02:44Komentar Trump ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Houthi dan juga Arab Saudi saudara.
02:48Trump menyampaikan pernyataan serupa selama kunjungannya ke Irlandia pada awal bulan ini.
03:02Di tengah meningkatnya serangan Houthi ke Arab Saudi, Trump melontarkan klaimnya atas Houthi
03:07yang disebut setuju tidak akan melawan Amerika Serikat.
03:10Lebih lengkap soal memanasnya situasi di Timur Tengah dan klaim Trump ini kita bahas bersama dengan
03:15analis senior dari Indo-Pacific Strategic Intelligence, Mbak Fauzia Cempaka Timur.
03:20Selamat petang, Mbak Fauzia.
03:24Mbak Fauzia, yang Anda lihat tujuan Trump mengeluarkan klaim soal Houthi yang setuju tidak akan
03:31lawan Amerika Serikat di tengah Houthi yang juga tengah berperang dengan Arab Saudi ini apa?
03:36Saya melihat bahwa memang ini merupakan jawaban dari pertanyaan atau bahkan telpon yang diberikan
03:43oleh Muhammad bin Salman beberapa kali bahannya tidak hanya sekali saja ke Trump
03:48yang secara langsung menginginkan adanya bantuan yang sifatnya adalah bantuan militer
03:56yang sifatnya langsung dan serangan terhadap target-target Houthi.
04:00Namun tentu saja ini sebenarnya dilema mas Yaser bagi Amerika Serikat sendiri terutama Trump.
04:05Karena memang sudah lama bahwa arsitektur keamanan Arab Saudi ini bergantung pada Amerika Serikat.
04:14Dan dalam konteks ini jika dihadapkan pada serangan Houthi saat ini yang tentu saja sangat masif
04:20dan bahkan telah menimbulkan dampak ekonomi dan juga dampak korban yang cukup banyak
04:28dan bahkan kita juga tahu bahwa salah satu infrastruktur yang cukup kritis bagi Arab Saudi
04:35yaitu pipa East-West ini sudah menjadi korban dan juga saat ini bahkan sedang dihentikan operasionalnya begitu
04:44tentu menjadi dilema bagi Amerika Serikat.
04:46Sehingga Anda membacanya Mbak Fauzia ini secara tidak langsung Trump dalam hal ini Amerika Serikat
04:50ingin ngasih tahu bahwa perang antara Houthi dan juga Arab Saudi ini Amerika Serikat gak mau ikut campur.
04:57Iya betul Mas. Karena memang ada resikonya ya bagi Amerika Serikat jika ikut terlibat.
05:03Yang pertama adalah tentu saja Amerika Serikat akan terjadi perang yang lebih luas lagi dengan Iran.
05:10Karena kita tahu Houthi ini juga bukan merupakan milisi yang lepas saja dari Iran.
05:15Tapi tentu ini akan menjadi escalated regional.
05:18Dan yang kedua tentu saja ini untuk menghindari eskalasi yang lebih tinggi juga
05:24antara Houthi yang bisa saja menyerang juga ke partner-partner atau negara-negara lain
05:29yang juga sekutu dari Amerika Serikat yang berada di Teluk maupun di negara Arab.
05:34Dan ini tentu dikurangi resikonya oleh Amerika Serikat sendiri.
05:38Dan yang ketiga kita tentu tahu bahwa saat ini front yang dibuka oleh Amerika Serikat
05:43dalam konteks konflik dan perang sudah cukup banyak Mas.
05:46Dalam konteks Ukraine, apalagi Iran yang belum terus turun begitu ya.
05:50Dan juga beberapa wilayah lain yang kita tahu punya kepentingan geopolitik.
05:54Dan jika Amerika Serikat turun dalam konteks Houthi membantu Arab Saudi
05:59tentu akan membuat Amerika Serikat sendiri kewalahan dengan stok amunisi
06:06yang sudah menurun juga Mas Yasser.
06:08Sehingga Anda membacanya strategi yang diambil, langkah yang diambil oleh Arab Saudi
06:12akan seperti apa dalam menghadapi Houthi ini?
06:15Arab Saudi tentu saja akan semakin yakin ya Mas Yasser bahwa
06:19untuk mengurangi ketergantungannya dengan Amerika Serikat.
06:22Karena kita tentu ada yang disebut dengan Saudi 2030 Vision
06:25atau visi Saudi 2030 yang memang di dalamnya ini ingin mengurangi
06:30ketergantungan yang sifatnya militer dengan Amerika Serikat.
06:34Dan jika memang dalam konteks saat ini yang kita sebut sebagai testingnya Amerika Serikat
06:39bahwa ternyata penjagaan Amerika Serikat dalam konteks keamanan ini
06:43memang akhirnya menurun dan bahkan tidak reliable begitu ya.
06:47Dan bahkan sifatnya hanya kondisional begitu.
06:50Dan tentu saja ini akan membuat Arab Saudi justru semakin dekat dengan misalnya
06:54Turki dan Pakistan dalam konteks Mekhapak, fakta Mekhah yang baru-baru ini dibuat oleh Arab Saudi.
07:03Negara-negara lain selain Turki menurut Anda mereka akan ikut campur
07:06dalam konflik antara Houthi dan juga Arab Saudi ini?
07:11Saya rasa tidak Mas.
07:13Tetapi memang kalau kita melihat dari sejarah
07:15tentu sebenarnya salah satu negara yang juga memiliki keterkaitan
07:19dengan konflik yang dimiliki oleh Arab Saudi dan Houthi adalah
07:22United Arab Emirates atau UAE begitu ya.
07:25Dan yang memang memiliki histori dan baru-baru saja di awal 2026
07:29itu menarik kembali pasukannya yang sebelumnya ditempatkan bersama-sama
07:34dengan Arab Saudi di Yaman Mas.
07:37Untuk mendukung pemerintah atau militer Yaman yang resmi begitu.
07:42Dan baru-baru ini 2026 awal barulah saja United Arab Emirates menarik pasukannya kembali
07:50dan hanya meninggalkan pasukan Arab Saudi di Yaman.
07:53Nah ini menurut saya yang tentu saja tentu tidak akan menimbulkan dampak juga
08:00di negara-negara Teluk.
08:01Tapi kalau di luar dari negara-negara, di luar Arab United dan Arab Emirates
08:05saya rasa akan menjadi sangat kewalahan dan akan sangat tidak mungkin begitu ya
08:10untuk terlibat lebih jauh.
08:11Tetapi mungkin di jalur diplomasi masih ingin diwujudkan oleh negara-negara Teluk.
08:16Ini yang kita harapkan ya jalur diplomasi menjadi salah satu upaya
08:19dalam meredam ketegangan antara Houthi dan juga Arab Saudi.
08:22Terima kasih Mbak Fauzia Cempaka Timur,
08:26Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence
08:28telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang.
08:30Salam sehat Mbak Fauzia.
08:31Selamat menikmati.
Komentar