Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Konflik Arab Saudi dan Houthi kembali memanas setelah puing-puing drone yang berhasil dicegat pertahanan udara Saudi jatuh di Kota Taif. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan melukai dua orang lainnya.

Pihak Saudi menyebut drone tersebut diluncurkan milisi Houthi. Namun, hingga kini Houthi belum mengakui serangan tersebut. Pertahanan Sipil Saudi menyebut satu warga Yaman tewas, sementara seorang warga Saudi dan warga Pakistan lainnya dalam kondisi kritis.

Sebelumnya, Houthi mengklaim meluncurkan serangan ke fasilitas Aramco di Yanbu dan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait menggunakan rudal balistik dan drone.

Dalam serangan lainnya pada Sabtu waktu setempat, Houthi mengklaim meluncurkan sejumlah rudal balistik, rudal jelajah, dan drone ke target di Riyadh dan Yanbu. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut serangan menargetkan objek sensitif di Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu. Houthi juga mengklaim serangan tersebut memicu kebakaran besar.

Namun, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan serangan gagal. Satu rudal balistik yang mengarah ke Riyadh disebut berhasil dicegat dan dihancurkan sistem pertahanan udara Saudi. Otoritas Saudi juga menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada infrastruktur penting.

Di tengah meningkatnya serangan Houthi ke Arab Saudi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyampaikan klaim mengenai Houthi yang disebut setuju tidak akan melawan Amerika Serikat.

Lebih lengkap soal memanasnya situasi di Timur Tengah dan klaim Trump, kita bahas bersama Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur.

#arabsaudi #houthi #timurtengah #yaman #trump #konflik

Baca Juga Trump Tantang Iran! AS Diklaim Bisa Menang Mudah, Perang Disebut Segera Berakhir | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/691895/trump-tantang-iran-as-diklaim-bisa-menang-mudah-perang-disebut-segera-berakhir-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/691903/full-konflik-saudi-houthi-memanas-pengamat-bahas-serangan-rudal-hingga-klaim-trump-kompas-petang
Transkrip
00:03Saudara konflik Arab Saudi dan Houthi kembali memanas puing-puing drone yang berhasil dicegat pertahanan udara Saudi jatuh di kota
00:11Ta'if
00:11dan menewaskan satu orang serta melukai dua orang lainnya.
00:16Pihak Saudi menyebut drone tersebut diluncurkan milisi Houthi namun hingga kini Houthi belum mengakui serangan tersebut saudara.
00:23Pertahanan sipil Saudi menyebut satu warga Yemen tewas sementara dua orang lainnya
00:28yaitu seorang warga Saudi dan warga Pakistan dalam kondisi kritis.
00:33Sebelumnya saudara Houthi mengklaim meluncurkan serangan ke fasilitas Aramco di Yanbu
00:38dan rangkaian ataupun juga menyerang pangkalan udara King Khalid di Hamis Mushaid menggunakan rudal balistik dan juga drone.
00:47Eskalasi ini saudara menambah panas konflik Arab Saudi-Houthi yang kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
01:02Kelompok Houthi mengklaim meluncurkan sejumlah rudal balistik, rudal jeladah dan juga drone ke target di Riyadh dan juga Yanbu pada
01:10Sabtu waktu setempat.
01:11Jurubicara militer di Houthi Yahya Sare menyebut serangan menargetkan objek sensitif di Riyadh dan juga fasilitas Aramco di Yanbu.
01:19Houthi mengklaim serangan tersebut berhasil memicu kebakaran besar.
01:22Namun Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan serangan tersebut gagal.
01:28Satu rudal balistik yang mengarah ke Riyadh diklaim berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi.
01:35Otoritas Saudi juga menyatakan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada infrastruktur penting.
01:40Sistem peringatan dini sempat diaktifkan di Riyadh dan juga Al-Kharaj sebelum ancaman dinyatakan berakhir.
01:54Turki secara tegas menyatakan solidaritas penuh dan siap memberikan bantuan militer kepada Arab Saudi.
02:00Pasca serangan rudal dan juga drone yang diluncurkan oleh Houthi ke Arab Saudi saudara.
02:04Menteri Luar Negeri Turki mengecam serangan yang menargetkan infrastruktur minyak dan Mekah.
02:09Ia menegaskan sebagai bagian dari aliansi pertahanan Mekah, Turki siap memberikan dukungan teknis dan militer jika dibutuhkan oleh Arab Saudi.
02:24Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Washington berada dalam komunikasi terus-menerus dengan Houthi
02:30yang telah setuju untuk tidak memerangi Amerika Serikat.
02:34Koresponden luar negeri utama Fox News mengatakan pada hari minggu bahwa ia baru saja berbicara dengan Trump
02:41dan menyampaikan komentar presiden tersebut.
02:44Komentar Trump ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Houthi dan juga Arab Saudi saudara.
02:48Trump menyampaikan pernyataan serupa selama kunjungannya ke Irlandia pada awal bulan ini.
03:02Di tengah meningkatnya serangan Houthi ke Arab Saudi, Trump melontarkan klaimnya atas Houthi
03:07yang disebut setuju tidak akan melawan Amerika Serikat.
03:10Lebih lengkap soal memanasnya situasi di Timur Tengah dan klaim Trump ini kita bahas bersama dengan
03:15analis senior dari Indo-Pacific Strategic Intelligence, Mbak Fauzia Cempaka Timur.
03:20Selamat petang, Mbak Fauzia.
03:24Mbak Fauzia, yang Anda lihat tujuan Trump mengeluarkan klaim soal Houthi yang setuju tidak akan
03:31lawan Amerika Serikat di tengah Houthi yang juga tengah berperang dengan Arab Saudi ini apa?
03:36Saya melihat bahwa memang ini merupakan jawaban dari pertanyaan atau bahkan telpon yang diberikan
03:43oleh Muhammad bin Salman beberapa kali bahannya tidak hanya sekali saja ke Trump
03:48yang secara langsung menginginkan adanya bantuan yang sifatnya adalah bantuan militer
03:56yang sifatnya langsung dan serangan terhadap target-target Houthi.
04:00Namun tentu saja ini sebenarnya dilema mas Yaser bagi Amerika Serikat sendiri terutama Trump.
04:05Karena memang sudah lama bahwa arsitektur keamanan Arab Saudi ini bergantung pada Amerika Serikat.
04:14Dan dalam konteks ini jika dihadapkan pada serangan Houthi saat ini yang tentu saja sangat masif
04:20dan bahkan telah menimbulkan dampak ekonomi dan juga dampak korban yang cukup banyak
04:28dan bahkan kita juga tahu bahwa salah satu infrastruktur yang cukup kritis bagi Arab Saudi
04:35yaitu pipa East-West ini sudah menjadi korban dan juga saat ini bahkan sedang dihentikan operasionalnya begitu
04:44tentu menjadi dilema bagi Amerika Serikat.
04:46Sehingga Anda membacanya Mbak Fauzia ini secara tidak langsung Trump dalam hal ini Amerika Serikat
04:50ingin ngasih tahu bahwa perang antara Houthi dan juga Arab Saudi ini Amerika Serikat gak mau ikut campur.
04:57Iya betul Mas. Karena memang ada resikonya ya bagi Amerika Serikat jika ikut terlibat.
05:03Yang pertama adalah tentu saja Amerika Serikat akan terjadi perang yang lebih luas lagi dengan Iran.
05:10Karena kita tahu Houthi ini juga bukan merupakan milisi yang lepas saja dari Iran.
05:15Tapi tentu ini akan menjadi escalated regional.
05:18Dan yang kedua tentu saja ini untuk menghindari eskalasi yang lebih tinggi juga
05:24antara Houthi yang bisa saja menyerang juga ke partner-partner atau negara-negara lain
05:29yang juga sekutu dari Amerika Serikat yang berada di Teluk maupun di negara Arab.
05:34Dan ini tentu dikurangi resikonya oleh Amerika Serikat sendiri.
05:38Dan yang ketiga kita tentu tahu bahwa saat ini front yang dibuka oleh Amerika Serikat
05:43dalam konteks konflik dan perang sudah cukup banyak Mas.
05:46Dalam konteks Ukraine, apalagi Iran yang belum terus turun begitu ya.
05:50Dan juga beberapa wilayah lain yang kita tahu punya kepentingan geopolitik.
05:54Dan jika Amerika Serikat turun dalam konteks Houthi membantu Arab Saudi
05:59tentu akan membuat Amerika Serikat sendiri kewalahan dengan stok amunisi
06:06yang sudah menurun juga Mas Yasser.
06:08Sehingga Anda membacanya strategi yang diambil, langkah yang diambil oleh Arab Saudi
06:12akan seperti apa dalam menghadapi Houthi ini?
06:15Arab Saudi tentu saja akan semakin yakin ya Mas Yasser bahwa
06:19untuk mengurangi ketergantungannya dengan Amerika Serikat.
06:22Karena kita tentu ada yang disebut dengan Saudi 2030 Vision
06:25atau visi Saudi 2030 yang memang di dalamnya ini ingin mengurangi
06:30ketergantungan yang sifatnya militer dengan Amerika Serikat.
06:34Dan jika memang dalam konteks saat ini yang kita sebut sebagai testingnya Amerika Serikat
06:39bahwa ternyata penjagaan Amerika Serikat dalam konteks keamanan ini
06:43memang akhirnya menurun dan bahkan tidak reliable begitu ya.
06:47Dan bahkan sifatnya hanya kondisional begitu.
06:50Dan tentu saja ini akan membuat Arab Saudi justru semakin dekat dengan misalnya
06:54Turki dan Pakistan dalam konteks Mekhapak, fakta Mekhah yang baru-baru ini dibuat oleh Arab Saudi.
07:03Negara-negara lain selain Turki menurut Anda mereka akan ikut campur
07:06dalam konflik antara Houthi dan juga Arab Saudi ini?
07:11Saya rasa tidak Mas.
07:13Tetapi memang kalau kita melihat dari sejarah
07:15tentu sebenarnya salah satu negara yang juga memiliki keterkaitan
07:19dengan konflik yang dimiliki oleh Arab Saudi dan Houthi adalah
07:22United Arab Emirates atau UAE begitu ya.
07:25Dan yang memang memiliki histori dan baru-baru saja di awal 2026
07:29itu menarik kembali pasukannya yang sebelumnya ditempatkan bersama-sama
07:34dengan Arab Saudi di Yaman Mas.
07:37Untuk mendukung pemerintah atau militer Yaman yang resmi begitu.
07:42Dan baru-baru ini 2026 awal barulah saja United Arab Emirates menarik pasukannya kembali
07:50dan hanya meninggalkan pasukan Arab Saudi di Yaman.
07:53Nah ini menurut saya yang tentu saja tentu tidak akan menimbulkan dampak juga
08:00di negara-negara Teluk.
08:01Tapi kalau di luar dari negara-negara, di luar Arab United dan Arab Emirates
08:05saya rasa akan menjadi sangat kewalahan dan akan sangat tidak mungkin begitu ya
08:10untuk terlibat lebih jauh.
08:11Tetapi mungkin di jalur diplomasi masih ingin diwujudkan oleh negara-negara Teluk.
08:16Ini yang kita harapkan ya jalur diplomasi menjadi salah satu upaya
08:19dalam meredam ketegangan antara Houthi dan juga Arab Saudi.
08:22Terima kasih Mbak Fauzia Cempaka Timur,
08:26Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence
08:28telah berbagi perspektifnya di Kompas Petang.
08:30Salam sehat Mbak Fauzia.
08:31Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan