Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, mundur dari kepengurusan Partai Golkar setelah sejumlah orang yang disebut sebagai orang kepercayaannya terseret dalam dugaan kasus suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan atau HGB PT Summarecon di Kabupaten Bogor. Keempatnya disebut sebagai pihak swasta yang diduga merupakan orang kepercayaan Nusron.

Nusron menyatakan telah lama membahas rencana pengunduran dirinya dari kepengurusan Golkar bersama Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Terkait kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN, Nusron menyatakan menghormati dan mengikuti proses hukum yang dilakukan KPK.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengaku kaget setelah KPK menyebut sejumlah orang kepercayaan Nusron dalam perkara tersebut. Doli menyatakan Golkar menyerahkan proses hukum kepada KPK dan meminta adanya klarifikasi mengenai keterkaitan Nusron dalam kasus tersebut.

Sejumlah mantan pejabat dan pengamat juga menyoroti kasus ini. Mereka meminta KPK menelusuri lebih jauh dugaan keterlibatan pihak lain serta mengungkap seluruh aliran uang dalam perkara tersebut.

Dalam penyidikan, KPK melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi untuk melengkapi alat bukti. KPK juga menyebut adanya dugaan penerimaan lain dalam jumlah besar selain dugaan suap dari pihak swasta.

Kini, publik menanti perkembangan penyidikan KPK dan kejelasan mengenai ada atau tidaknya keterlibatan Nusron Wahid dalam perkara dugaan korupsi pengurusan HGB PT Summarecon tersebut.

#nusronwahid #kpk #atrbpn #golkar #korupsi

Baca Juga Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Soal Alasannya: Tanya Bahlil | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/691888/nusron-wahid-mundur-dari-golkar-soal-alasannya-tanya-bahlil-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691901/nusron-mundur-dari-golkar-orang-kepercayaannya-terseret-kasus-kpk-ada-keterkaitan-sapa-malam
Transkrip
00:18Kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK.
00:24Jadi posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada.
00:39Seharusnya orang yang terlibat itu tidak boleh disebut-sebut langsung seperti itu.
00:46Jadi itu kalau misalnya sudah dikode terlebih dahulu, dia bisa hilangkan bukti seperti itu.
00:59Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid mundur dari kepengurusan Partai Golkar,
01:04usai anak buah atau orang kepercayaannya, terseret dalam dugaan kasus suap di lingkungan lembaganya.
01:10Selasa 15 September lalu, Komisi Pemberatasan Korupsi menetapkan 4 orang kepercayaan Nusron
01:16sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan atau HGB PT Sumarekon di Kabupaten Bogor.
01:51Selama kemudian
01:54karena sudah menyapaikan rencana mundur dari kepengurusan partai kepada Ketua Umum Golkar Bahli Lahadalia dari tahun lalu.
02:01Terkait dugaan korupsi di lingkungan kementerian ATR BPN,
02:04Nusron bilang akan menghormati proses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi KPK.
02:10Kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK.
02:16Jadi posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada.
02:22Isu mundur dari Ketua Umum Golkar?
02:25Kalau soal itu, kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu.
02:33Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku Ketua Umum.
02:39Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama.
02:42Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengaku partainya kaget
02:47saat KPK mengungkap empat orang kepercayaan Nusron Wahid jadi tersangka.
02:52Doli memastikan Partai Golkar akan mengikuti proses hukum
02:56tapi juga meminta KPK mengklarifikasi lebih lanjut
02:59bukti yang merujuk keterkaitan Nusron dalam kasus ini.
03:03Kalau memang terbukti salah, ya kita harus memprosesnya.
03:09Termasuk dalam kasus ini, saya kira Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada KPK.
03:15Walaupun sebetulnya, ya, apa namanya, saya kira memang harus clear betul, ya.
03:23Kami juga kaget ketika misalnya ada sekian orang yang ditangkap
03:28tetapi nama kader kami disebut-sebut, gitu ya.
03:32Misalnya tadi, misalnya ada empat orang yang statusnya kan disebutkan
03:39sebagai orang kepercayaan saudara Nusron, gitu.
03:43Kalau memang belum ada bukti, belum ada, apa namanya,
03:49ya tidak ditemukan keterkaitan langsung,
03:52ya seharusnya tidak perlu disebut.
03:55Kalau memang tidak ada, ya segera diklarifikasi saja,
03:58ya supaya tidak ada spekulasi lagi berkembang kemana-mana, gitu ya.
04:04Kalau memang tidak ada, ya jelaskan saja memang tidak ada.
04:08Empat orang kepercayaan terjerat kasus korupsi ini
04:11memicu pertanyaan publik sejauh mana keterlibatan Nusron Wahid sebagai menteri?
04:16Komisioner KPK 2015 hingga 2019, Laude Muhammad Syarif, menilai
04:21KPK perlu segera memeriksa Nusron Wahid
04:24dan memastikan barang bukti yang menunjukkan keterkaitannya dalam kasus ini.
04:30Seharusnya orang yang terlibat itu tidak boleh disebut-sebut.
04:34Langsung.
04:35Seperti itu. Jadi itu, misalnya ini,
04:39kalau misalnya sudah dikode terlebih dahulu,
04:41dia bisa hilangkan bukti.
04:43Tadi.
04:44Karena banyak dihubung-hubungkan dengan beliau,
04:47seharusnya salah satu yang diperiksa itu adalah,
04:50ya beliau,
04:52kapan akan diperiksa,
04:54itu kita serahkan kepada KPK.
04:58Dan seharusnya memang,
04:59kalau penggeledahan itu menurut pengalaman,
05:03sebaiknya segera.
05:05Setelah penangkapan,
05:07semua objek-objek yang dianggap menyimpan informasi tentang itu,
05:11langsung segera.
05:12Kalau seandainya belum bisa karena kekurangan anggota,
05:16sekurang-kurangnya disegel.
05:17Siapa ruangan mana yang disegel,
05:19kira-kira di mana saja.
05:21Jumat 18 September lalu,
05:24penyidik KPK menggeledah tiga lokasi strategis secara maraton,
05:27guna membongkar konstruksi perkara kasus korupsi
05:30di lingkungan Kementerian ATR BPN.
05:32Mulai dari kantor PT Sumarekon Agung TBK di Jakarta Timur,
05:36dan kantor pertanahan Kabupaten Bogor 1 di Cibinong.
05:39KPK juga menggeledah rumah Lampri,
05:42salah satu tersangka,
05:43yang merupakan dirjen pengendalian
05:45serta penertiban tanah dan ruang Kementerian ATR BPN
05:48di Bekasi, Jawa Barat.
05:50Ada hal yang ingin didalami oleh penyidik
05:52terkait dengan layanan-layanan yang ada di Kementerian ATR BPN.
05:56Sehingga menurut pertimbangan penyidik,
05:58menurut keyakinan penyidik,
05:59kemudian butuh melakukan penggeledahan
06:01di tiga ruangan dirjen tersebut.
06:06Melakukan pencairian untuk melengkapi alat bukti
06:09yang dibutuhkan dalam penyidikan perkara ini.
06:13Karena memang dugaannya selain swap
06:17yang dilakukan oleh PT Sumarekon,
06:20selalu pihak swasta,
06:21ada dugaan penerimaan lainnya
06:23dalam jumlah yang cukup besar.
06:26Dalam operasi tangkap tangan
06:28kasus dugaan korupsi pengurusan hak guna bangunan
06:31atau HGB PT Sumarekon di Kepupaten Bogor,
06:34KPK menyita uang tunai senilai 106,3 miliar rupiah.
06:39Dengan uang sebanyak itu,
06:41Ketua KPK 2011-2015 Abraham Samad yakin
06:44ada pihak berkedudukan tinggi setara menteri
06:47yang terlibat kasus ini.
06:49Ada lima orang kepercayaan menteri,
06:53satu pejabat esolon satu,
06:55ada duit 100 miliar lebih.
06:57Ini sudah bisa dipastikan bahwa sebenarnya
07:00ada keterkaitan dengan pejabat yang sifatnya high profile.
07:06Dalam hal ini menteri.
07:08Oleh karena itu, sebenarnya kalau KPK berani
07:12atau KPK bisa lebih progresif,
07:15maka sebenarnya yang harus dilakukan,
07:18dia harus melakukan juga penggeledahan
07:20di ruangan menteri.
07:23Menteri Nusron ini paling tidak,
07:25menurut saya paling tidak,
07:27sesegera mungkin untuk dipanggil,
07:29diperiksa sebagai saksi.
07:31Sehingga kita tahu betul apa perannya.
07:33Menko Polhukam 2019-2024 Mahfud MD menilai,
07:37secara manajerial dan logika hukum,
07:40keterlibatan pejabat esolon satu
07:42serta lingkaran dalam menteri hampir mustahil,
07:45luput dari pengawasan sang pimpinan tertinggi.
07:48Hampir mustahil untuk tidak tahu.
07:52Sampai pejabat-pejabat setikat esolon satu terlibat,
07:56itu, apalagi sampai ada tiga orang,
08:01empat semuanya yang dianggap orang dekat,
08:04itu menurut saya agak terstruktur kegiatannya.
08:07Tapi kita lihat saja perkembangannya nanti.
08:10Terstruktur itu artinya memang
08:13yang paling atasnya sangat diduga kuat.
08:17Ya, utahwa itu tahu.
08:20Senada dengan hal itu,
08:21pakar hukum tindak pidana pencucian uang
08:23Yenti Garnasi juga menduga
08:25ada praktik korupsi sistemik yang terstruktur.
08:29Yenti menambahkan,
08:30modus rotasi dan promosi jabatan
08:33diduga kuat sengaja digunakan sebagai instrumen
08:35untuk memuluskan atau menutupi kejahatan.
08:39Tiga diri jen lho terlibat dan
08:41selain bukan hanya Sumarekon,
08:44terlalu kecil kalau kita bicara Sumarekon,
08:46ternyata juga mengatakan tentang
08:48bahwa ini berkaitan dengan
08:50jual beli apa ya,
08:52jual beli paruh mungkin ya,
08:54berkaitan dengan nanti ada
08:56promosi jabatan,
08:58rotasi dan juga
09:00ada mutasi.
09:03Itu kan pasti untuk apa?
09:05Saya mah khawatir gini ya,
09:06aduh ini terstruktur sekali ya.
09:08Sehingga mungkin sebelum ini
09:10dipromosikan dulu seseorang
09:12dirotasi ke sini
09:13atau ada mutasi jabatan ini
09:16untuk memuluskan niat yang dari luar
09:18dari luar struktur
09:19kementerian itu disebutkan juga
09:22bahwa ada orang-orang
09:23dekat menteri tapi justru bukan di dalam.
09:26Pada dalam hal ini adalah pihak swasta.
09:29Analis komunikasi politik Universitas Pajajaran,
09:32Kunto Adiwibowo berharap
09:34istana memberikan pernyataan tegas
09:36mendukung KPK mengusut tuntas
09:38kasus korupsi di Kementerian ATR BPN ini.
09:41Ya Presiden atau Juru Bicara Kepresidenan
09:44atau Mensesnek gitu kan Mas,
09:46yang menurut saya harusnya
09:48secara tegas dan cepat itu
09:51menyelamatkan reputasi pemerintahan ini gitu.
09:55Bahwa mereka harus mengeluarkan
09:57penyataan resmi,
09:59mendukung penuh langkah KPK,
10:01jadi KPK nggak apa ya.
10:02publik tidak melihat bahwa
10:04langkah KPK ini tersandar secara politik
10:07atau kemudian ada intervensi politik
10:10dalam proses hukum gitu.
10:12Menurut saya strategi yang enak
10:14mungkin mendorong pengunduran diri
10:16yang lebih elegan terhadap Pak Nusron.
10:20Dan ini kan juga harus dikomunikasikan
10:23secara politik dengan Partai Golka.
10:27Publik ini berharap KPK menerapkan
10:29metode penyidikan follow the money
10:31untuk mengungkap tuntas
10:32semua pihak yang terlibat.
10:34KPK juga harus tegas menjelaskan
10:37adakah peran Menteri ATR BPN Nusron Wahid
10:39dalam kasus korupsi hak guna bangunan Sumarekon ini?
10:43Tim Liputan Kompas TV
Komentar

Dianjurkan