00:00Nah, tapi dari informasi-informasi yang beredar di DPP, ya ini juga apa namanya ya, dugaan-dugaan ya.
00:10Saudara Nuson waktu itu ingin konsentrasi juga aktif di Organisasi Kemasyarakatan PBNU.
00:20Ya, kami waktu itu mendapatkan informasi dari Ketua Umum dan Pak Sekjen ya, Sekjen di Patel Golkar,
00:28yang waktu itu menyampaikan bahwa Saudara Nuson sudah bertemu dengan Ketua Umum dan menyatakan pengenduran diri ya, dari kepengurusan Deportel
00:41Golkar.
00:42Nah, posisi Pak Nuson kan sampai saat ini sebetulnya, karena memang proses revitalisasi penyegaran pengurusnya belum diterbitkan sebagai ketua, salah
00:54satu ketua ya, yaitu tepatnya ketua bidang keagamaan dan keorhanian.
00:58Nah, alasannya tidak tahu persis ya, tapi waktu itu yang kami dapatkan informasi, karena itu pernah juga disampaikan dalam rapat
01:08harian terbatas ya,
01:09bahwa beliau punya aktivitas lain dan kemudian tetap berkomitmen untuk membantu Partai Golkar.
01:22Nah, waktu itu sih banyak teman-teman yang, apa namanya, berspekulasi ya, atau kemudian menekan-nerkalah.
01:32Pak Nuson ini mungkin akan aktif di organisasi kemasyarakatan agama yang di mana tempat dia selama ini juga aktif ya,
01:43yaitu di PBNU.
01:44Ya, nah, betul lah.
01:45Bahkan kan isunya waktu itu kan sempat beredar, ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum, kemudian atau menjadi sekjen gitu.
01:55Dan kita juga tahu informasinya bahwa beberapa waktu yang lalu pada saat muktamar PBNU kan sangat aktif ya, aktif sekali
02:07bahkan beredar sebagai tim utama dari pemenangan ketua umum PBNU yang sekarang gitu.
02:15Nah, mungkin waktu itu teman-teman menganggapnya seperti itu.
02:21Tapi itu dugaan-dugaan beberapa teman-teman di Golkar yang mendengarkan informasi bahwa Saudara Nuson mengundurkan diri dari pengurusan di
02:29Partai Golkar.
02:33Pak Nuson, ada informasi tahun sekat bahwa dimintai keterangannya dari KPK nggak?
02:38Mas, itu kelanjutannya seperti itu di KPK untuk mengantifasi terulangnya kasus-kasus kemenangan diri, Pak Nuson.
02:43Ini kan, mas.
02:45Aku mau pulang, mas.
02:48Ini faloskopi.
02:50Alasan.
02:51Alasan keluarnya, kenapa bus?
02:53Kenapa mencukin di bus?
02:54Alasan pastinya bus?
02:55Dari Golkar bus, kenapa keluar?
02:56Bukan, mas.
02:59Makanan, bus.
03:00Semoga lagi, bus.
03:01Iya, bus.
03:01Ini kan aja, bus.
03:02Bentar aja, bus.
03:03Biar kondisi.
03:04Bikin aja, bus.
03:05Biar kondisi, bus.
03:06Ini kalau nggak dijalan, maka kayak gini, bus.
03:08Sedikit aja.
03:09Mohon maaf, ya.
03:10Mohon maaf, ya.
03:11Saya punya privasi.
03:12Jalan, bus.
03:14Boleh nggak saya jalankan?
03:15Jalan, ya.
03:16Jalan, ya.
03:17Jalan, ya.
03:17Mas, kasih, jalan.
03:19Jalan, ya.
03:19Jalan, ya.
03:21Rapatnya, alhamdulillah.
03:23Masalah yang sudah lama.
03:25Ini nantikan oleh rakyat, ya kan, sudah diselesaikan.
03:30Moga-moga dengan adanya RUU ini nanti, perusian reforma agraria dan konflik penyelesaian agraria menjadi lebih cepat, tidak terkatung-katung.
03:43Dan ada formula yang jelas.
03:46Karena hampir semua konflik itu kan terjadi karena, satu, hubungannya dengan aset pemerintah, aset BUMN, maupun konflik dengan aset korporasi.
03:58Dengan adanya formula ini, insya Allah akan ada formula penyelesaian lebih cepat.
04:04Oke?
04:04Bus, poin-poinnya, saya dikit, bus.
04:06Tadi.
04:06Tadi udah dibaca, kan?
04:07Tadi kan udah boleh ikut dibaca semua.
04:18Kan udah tak sampaikan kalau soal itu, kami menghormati proses hukum yang dilakukan oleh KPK.
04:26Jadi, posisi kami menghormati dan mengikuti proses yang ada.
04:33Bus, poin-poinnya, ada isu mundur dari Kulkar?
04:40Kalau soal itu, kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu.
04:48Jadi, selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku petua umum.
04:54Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama.
05:01Oke, tapi soal lagi-lagi soal alasan nih, Bang Doli dari yang bersangkutan untuk mundur dari jabatannya di DPP Partai
05:09Kulkar.
05:09Ini masih menjadi pertanyaan publik.
05:12Ada nggak informasi paling tidak sampingan dari yang diterima oleh Bang Doli soal alasan pengunduran diri Nusron?
05:19Ya, saya tidak tahu persis ya waktu itu alasan, karena dia sedang-sedang kan bertemu dengan
05:25Saudara Ketua Umum dan Saudara Sekjen secara langsung.
05:29Nah, tapi dari informasi-informasi yang beredar di DPP,
05:34ya, ini juga apa namanya ya, dugaan-dugaan ya.
05:39Saudara Nusron waktu itu ingin konsentrasi juga aktif di organisasi kemasyarakatan PBNU.
05:49Ya, waktu itu kan juga sempat beredar isu ya, pada saat menjelang-menjelang atau sesudah.
05:56Ya, kami tahu ya, Saudara Nusron mengunjukkan pundang itu kan beredar isu ada rencana Saudara Nusron mau menjadi
06:07atau menjawabkan diri sebagai Ketua Umum PBNU, bahkan atau misalnya menjadi sekjen PBNU.
06:13Dan itu kelihatan ya, terlihat bahwa setelah itu memang segera Nusron kan aktif ya,
06:19apa namanya, di aktif sekali setelah sebelumnya sudah mengundurkan diri juga,
06:26atau di, saya lupa, di mengundurkan diri atau juga di PAW ya, di Purus Besar Nadatul Ulama.
06:34Tapi setelah itu memang kelihatan aktif di dalam persiapan menjelang muktamar.
06:38Bahkan kemarin dalam muktamar itu kan kita mengetahui juga bahwa
06:44Saudara Nusron ya menjadi aktor penting lah di dalam memenangkan Ketua Umum PBNU yang terpilih sekarang gitu.
06:53Ya, sebenarnya tekanan politik itu tidak perlu ada seharusnya.
06:58Dan maksudnya kalau KPK bekerja secara profesional,
07:03tekanan-tekanan seperti itu tidak perlu ada, itu nomor satu.
07:08Nomor dua, untuk dipanggil dan tidak dipanggil itu kan pasti apakah ada bukti-bukti awal
07:19tentang keterkaitan beliau dengan kasus ini, seperti itu.
07:22Jadi kita profesional saja.
07:24Nomor tiga, saya lihat kan KPK sudah menggeledah termasuk ruang kerja beliau, seperti itu.
07:33Jadi sebenarnya saya melihatnya bahwa ini adalah sesuatu yang harusnya normal saja sebagai penegakan hukum.
07:42Dan saya melihat juga komentar dari DPP Partai Golkar mengatakan ini akan diserahkan sesuai proses hukum yang berjalan.
07:54Kurang tahu, kayaknya seperti itu Pak Doli ya, seperti itu dikatakan.
07:57Jadi kalau seperti itu kenyataannya, seharusnya KPK juga tidak perlu mersasungkan.
08:05Dan tidak perlu juga ada, ya kan kita jalankan saja sesuai prinsip hukum equality before the law.
08:12Dan KPK di zaman saya juga waktu itu kan pernah juga ada petinggi-petinggi partai, bahkan ketua partai sekalipun.
08:20Ya maksudnya ini adalah suatu pekerjaan yang normal seharusnya.
08:25Jadi seharusnya tekanan-tekanan politik itu harus dikesampingkan selama KPK berkata sesuai dengan realnya seperti itu.
08:38Sesuai dengan realnya.
08:38Ini menurut saya demi keterbukaan mestinya segera dijelaskan oleh KPK.
08:43Apakah sekarang ini dia ada nyataan memanggil norson, memanggil norson.
08:52Tapi mungkin, mungkin, KPK bukan jere juga.
08:56Itu kan kalau menteri mungkin mau memberitahu presiden dulu.
09:01Mungkin ya, kalau zaman Pak SBY itu kan gitu.
09:04Menteri kalau tersangka itu tidak harus minta izin presiden.
09:08Tapi pada zaman Pak SBY jatuh agar presidennya tidak kaget dan menyiapkan langkah-langkah untuk mencari pengganti sementaranya supaya presiden
09:18diberitahu dulu.
09:19Mungkin ini sudah memberitahu presiden dan belum dapat jawaban.
09:24Karena hampir tidak masuk di akal publik yang begini ini tidak diperiksa.
09:28Tidak masalah kan, sudah disebut kok terang-terangan gitu ya.
09:37Cara baru nonton di Smart TV.
09:40Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
09:46Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
09:50Cari Kompas TV melalui pencarian.
09:53Pilih aplikasi lalu install.
09:55Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
10:01Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.
10:05Terima kasih.
10:06Terima kasih.
Komentar