Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
PONOROGO, KOMPAS.TV Inilah momen mengundang tawa dari Presiden Prabowo Subianto saat Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Kiai Hasan Abdullah Sahal meminta maaf ke Prabowo karena kurang sopan dalam berbicara.

Hal ini disampaikan Kiai Sahal usai sesi foto bersama saat syukuran 100 tahun Ponpes Gontor di Ponorogo pada Sabtu (20/9/2026).

"Saya juga minta maaf ngomong saya nggak bisa sopan," ujar Kiai Sahal disambut tawa Prabowo.

Sebelumnya, Kiai Sahal mengundang riuh para tamu hadirin saat menyampaikan pidatonya.

Kiai Sahal juga menyinggung soal Ijazah, Cari Muka hingga soal siap diprotes jika gaya hidupnya melebihi para santrinya.

Video Editor: Lintang Amiluhur

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691730/tawa-prabowo-saat-kiai-pimpinan-gontor-minta-maaf-ngomong-tak-bisa-sopan
Transkrip
00:00Terima kasih telah menonton!
00:30Terima kasih telah menonton!
01:00Balai Pertemuan Mondok Modern dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor
01:36Terima kasih
01:38Dan bangsa Indonesia termasuk yang menerima wakaf cinta pondok ini dan semuanya mencintai kita semua
01:47Terima kasih telah menonton!
02:03Terima kasih telah menonton!
02:16Tahun 1958 komplek pondok ini hanya 1,2 hektare
02:261,2 hektarenya nyuplik
02:29Sekarang setelah 100 tahun belum banyak juga
02:341,2 hektare
02:42Insyaallah saya yakin
02:44Pak Prabowo ini berbincang-bincang dengan saya
02:53Sudah satu kali, dua kali, tiga kali, sekarang yang keempat kali
03:03Maka saya insyaallah
03:07Selama Pak Presiden khusnudan kepada saya
03:11Dengan gontor
03:13Insyaallah gontor khusnudan kepada Pak Presiden
03:24Pondok ini
03:28Milih menetapkan, memutuskan untuk
03:35Memilih pendidikan
03:38Anak-anak kita
03:39Alumni-alumni kita
03:41Yang ada di pemerintahan
03:43Eksekutif
03:44Ada yang di legislatif
03:45Ada yang di yudikati
03:47Ada yang di tip-tip yang lain
03:49Insyaallah
03:50Insyaallah
03:51Tetap sama-sama membina umat
03:54Membina bangsa kita
03:56Ini sesuai dengan cita-cita Republik Indonesia
04:00Banyak orang yang cari muka
04:03Betul?
04:05Orang tidak punya ijazah
04:06Cari ijazah
04:08Orang tidak punya nama
04:09Cari nama
04:11Orang tidak punya uang
04:13Cari uang
04:14Orang tidak punya jabatan
04:15Cari jabatan
04:17Orang tidak punya muka
04:19Cari muka
04:23Ini kok
04:24Kok tepuk tangan
04:26Tepuk tangan
04:27Tidak pada waktunya
04:28Sorry
04:31Kami disini
04:32Bapak Presiden
04:33Tidak keluar dari kata-kata
04:36Iman
04:36Islam
04:37Ihsan
04:38Sesuai dengan
04:40Ejtihad para pendiri
04:41Dengan deket
04:42Sidi waktu itu 15 menit
04:44Ini sudah 20 menit lebih
04:46Gak apa-apa
04:47Gak apa-apa
04:47Nanti ngomong lah
04:48Nanti makan siang
04:49Makan di sini Pak
04:50Saya ingin menyampaikan
04:56Kepada Bapak Presiden
04:58Boleh disaksikan
04:59Kalau makan saya
05:02Pakaian saya
05:04Kendaraan saya
05:05Rumah saya
05:08Apalagi
05:11Melebihi
05:12Melebihi
05:12Makanan santri
05:14Pakaian santri
05:15Kendaraan santri
05:17Merumah santri
05:18Protes
05:20Boleh
05:26Saya ulangi
05:28Kalau apa yang saya makan
05:30Apa yang saya pakai
05:32Apa yang saya tempati
05:33Apa yang saya kerjakan
05:35Lebih
05:37Lebih daripada santri
05:38Lebih daripada santri
05:38Boleh diprotes
05:39Boleh dikritik
05:40Boleh didemo
05:43Inilah kontor
05:45Inilah kontor
05:46Maka
05:49Dengan inilah
05:50Maka para pendiri
05:52Telah mewakafkan ini
05:53Dengan ikhlas
05:58Zainuddin Fanani
06:00Kiai Haji Imam Zarkasi
06:03Dengan ikhlas
06:05Mewakafkan ide
06:07Mewakafkan nilai
06:10Mewakafkan sistem
06:11Mewakafkan lembaga
06:13Mewakafkan cinta
06:15Kepada pondok ini
06:18Sehingga
06:19Mudah-mudahan
06:21Bapak Presiden
06:22Dan bangsa Indonesia
Komentar

Dianjurkan