Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Seorang pengusaha makanan di Yogyakarta mengaku mengalami pungutan liar saat berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul Yogyakarta.

Pemilik usaha kuliner Bolosego, Dyah Fardisa, mengaku diminta membayar tarif parkir food truck sebesar Rp2,5 juta per hari. Setelah bernegosiasi, pungutan tersebut turun menjadi Rp1 juta per hari.

Merasa keberatan, food truck yang sebelumnya berencana berjualan selama lima hari akhirnya hanya beroperasi satu hari dan kemudian pindah lokasi.

Pemkot Yogyakarta melakukan inspeksi mendadak ke kawasan Alun-Alun Kidul untuk menemui juru parkir yang diduga melakukan pungutan liar. Pemkot juga berencana memanggil pihak terkait untuk melakukan klarifikasi.

Dikutip dari situs Pemda DIY, Dishub Kota Yogyakarta menyatakan tidak menerbitkan izin kepada juru parkir di lokasi tersebut. Polresta Yogyakarta juga telah membentuk tim investigasi untuk mengusut dugaan pungutan liar.

Hingga kini, pemilik food truck belum melaporkan dugaan pungutan liar tersebut ke polisi.

#pungli #yogyakarta #alkid #foodtruck #parkir

Baca Juga Diduga Korsleting Mesin, Minibus Terbakar Saat Diparkir di Pondok Gede | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/688367/diduga-korsleting-mesin-minibus-terbakar-saat-diparkir-di-pondok-gede-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691612/viral-pengusaha-food-truck-mengaku-diminta-parkir-rp2-5-juta-per-hari-di-alkid-yogyakarta-berut
Transkrip
00:01Kita ke informasi pertama, saudara di berita utama.
00:04Seorang pengusaha makanan di Yogyakarta mengaku mengalami pungutan liar saat berjualan di alun-alun Kidul Yogyakarta.
00:12Ia mengaku diminta tarif parkir food truck sebesar 2,5 juta rupiah per hari.
00:19Kita bayar parkir 1 juta per hari, total 5 juta.
00:25Itu aja udah proses Neko. Tadinya tukang parkir mintanya berapa?
00:292,5 juta per hari. Jadinya 12,5 juta 5 hari.
00:33Itu kok yuk?
00:34Wau ke hei ya Allah, omsetnya segitu aja gak tau.
00:38Pernyataan salah satu pemilik usaha kuliner di Yogyakarta ini ramai di media sosial.
00:43Ia mengaku terkena pungli saat berjualan di alun-alun Kidul.
00:47Awalnya, tukang parkir meminta biaya 2,5 juta per hari.
00:52Setelah negosiasi, pungutan itu turun jadi 1 juta rupiah per hari.
00:57Merasa keberatan, food truck yang tadinya berjualan selama 5 hari,
01:02akhirnya hanya dibuka sehari saja.
01:05Kita sudah tidak manggal lagi di sana.
01:09Yang harusnya tanggal 16 sampai tanggal 20 sudah menjadi keputusan,
01:14tidak kita lanjut cukup 1 hari saja.
01:18Pemkot Yogyakarta melakukan sidak ke kawasan alun-alun Kidul
01:21untuk menemui juru parkir yang diduga melakukan pungli.
01:25Pemkot berencana memanggil pihak terkait untuk mengklarifikasi.
01:29Dikutip dari situs PMDDI,
01:31Kabit Perparkiran di Subkota Yogyakarta, Imanudin Aziz,
01:35memastikan sesuai perda tentang perparkiran,
01:38tidak ada juru parkir di sana yang kita terbitkan izinnya.
01:41Kalau tidak berizin, konsekuensinya arahnya ke penghutan liar.
01:46Polres Tayyuk Yogyakarta telah membentuk tim investigasi
01:49untuk mengusut dugaan pungli di alun-alun Kidul.
01:53Untuk langsung melakukan pendalaman.
01:57Saat ini, unit restrim dan fungsi program
02:01sudah turun ke lapangan untuk melakukan pendalaman
02:05dan verifikasi secara menyeluruh
02:08dan saat ini prosesnya sedang berjalan.
02:12Jika nanti ditemukan adanya pelanggaran hukum
02:15atau pelanggaran SOP dari anggota,
02:18akan kita tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
02:24Setelah setari beroperasi, pemilik food truck
02:27memutuskan tidak lagi berjualan di alun-alun Kidul
02:29dan memilih pindah lokasi.
02:31Hingga kini, pemilik juga belum melaporkan dugaan pungli ke polisi.
02:35Michael Aryawan, Kumpas TV, Yogyakarta
02:42Ke informasi lain, sodara seorang sopir truck
02:45asal Kabupaten Karangasem, Bali
02:47mengalami luka bakar hingga 40 persen
02:50usai dianiaya oleh bosnya.
02:52Diduga penganiayaan akibat perselisihan uang setoran.
Komentar

Dianjurkan