00:00Bapak Presiden, saya tak ngomong agak enggak enak ya Pak, sorry eh.
00:09Dulu Bapak Presiden Soekarno, Jasmira, apa ya, jangan sekali-kali melupakan sejarah.
00:22Saya membaca buku, bergurulah pada sejarah.
00:26Gontor, tidak puas, apa Gontor, cerdaslah menyikapi sejarah, karena kita akan membangun sejarah.
00:46Tidak menyerah pada sejarah, tidak hanya jangan melupakan sejarah, tidak hanya berguru pada sejarah, tetapi kita membangun sejarah, membangun peradaban.
00:57Dari Gontor.
01:04Maka, kami yang ada ini, sudah mengeluh-eluhkan Pak, sejak Pak Prabowo ngomong sama saya, September, September, September.
01:14Otak saya, Pak Prabowo, Pak Prabowo.
01:22Andai kata Pak Prabowo, hari ini enggak datang.
01:26Nah ini.
01:30Muka saya, saya taruh di mana?
01:33Akhirnya saya harus tarik muka.
01:37Sekarang banyak orang yang tarik muka.
01:40Betul.
01:41Orang enggak punya ijazah, cari ijazah.
01:45Orang enggak punya nama, cari nama.
01:48Orang enggak punya uang, cari uang.
01:51Orang enggak punya jabatan, cari jabatan.
01:54Orang enggak punya muka, cari muka.
02:00Ini kok tepuk tangan, tepuk tangan tidak pada waktunya.
02:05Sorry, sorry.
02:08Kami di sini, Bapak Presiden, tidak keluar dari kata-kata iman, islam, ihsan.
02:15Sesuai dengan istihad para pendiri.
02:19Sehingga, ngontor ini.
02:22Dari NO, masuk sini, keluar NO lagi.
02:26Anak Muhammadiyah masuk ngontor, keluar Muhammadiyah lagi.
02:31Pimpinan Nahdlatul Ulama menjadi santri ngontor dan mimpin Nahdlatul Ulama.
02:40Putranya pengurus besar Nahdlatul Ulama, Kiai Haji Badawi.
02:46Anaknya dulu di sini juga.
02:49Dan yang ada kita ini, banyak sekali anak-anak Muhammadiyah.
02:53Mempunyai anak dan mantu NO.
02:56Banyak anak-anak NO punya menantu Muhammadiyah.
03:02Saya ini orang bebas.
03:05Orang bilang itu Muhammadiyah agak wahabi dikit gitu Pak saya.
03:09Tapi menantu saya, NUKB Pak.
03:15Akhirnya saya menempat titel baru Hasan Abdullah Aswabi.
03:22Aswaja Wahabi.
03:27Pondok kita ini sejak pertama, sejak zaman Belanda, mendidik, memerdekakan bangsa, memerdekakan umat dari kesesatan, dari kekuburan.
03:40Membebaskan bangsa ini dari ketergantungan.
03:46Alhamdulillah.
03:47Alhamdulillah.
03:47Dengan kekuatan yang ada.
03:49Dengan kekuatan yang ada.
03:51Semua presiden menyetujui ini.
03:55Subhanallah.
03:56Subhanallah.
03:56Subhanallah.
03:57Kalau Allah sudah membuka, tidak ada yang bisa menutup.
04:03Kalau Allah sudah mencintai seseorang, tidak ada orang yang akan membencinya.
04:09Saya ulangi.
04:10Kalau Allah sudah mencintai seseorang, tidak mungkin orang lain akan mencintainya.
04:16Eh, salah ngomong ya?
04:20Ini ngomongnya atau teringai yang salahnya?
04:23Kalau Allah sudah mencintai seseorang, tidak ada orang pun yang membencinya.
04:30Dan tidak ada, tidak ada kalau Allah sudah membenci seseorang, tidak mungkin ada orang mencintainya.
04:38Dalam doa kita.
04:52Tidak ada orang yang akan menjadi mulia kalau dimusuhi oleh Allah.
04:56Tidak akan menjadi orang hina kalau dicintai oleh Allah.
05:00Inilah kita semuanya.
05:01InsyaAllah.
05:02Di atas hanya Allah.
05:04Di bawah hanya tanah.
05:11Bapak Presiden, hadirin dahil dan hati rot.
05:14Saya tidak mau panjang-panjang.
05:16Dekis-dekis waktu itu 15 menit.
05:18Ini sudah 20 menit lebih.
05:20Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
05:21Nanti ngomong lagi.
05:22Nanti makan siang di sini, Pak.
05:25Makan siang di sini, ya.
05:29Saya ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden.
05:32Boleh disaksikan.
05:34Kalau makan saya,
05:36pakaian saya,
05:37Kendaraan saya,
05:39Rumah saya,
05:42Apalagi?
05:45Melebihi
05:46Makanan santri,
05:48Pakaian santri,
05:50Kendaraan santri,
05:51Rumah santri,
05:53Protes.
05:54Boleh.
06:00Saya ulangi.
06:02Kalau apa yang saya makan,
06:04Apa yang saya pakai,
06:06Apa yang saya tempati,
06:07Apa yang saya kerjakan,
06:10Lebih daripada santri,
06:12Boleh diprotes,
06:13Boleh dikritik,
06:14Boleh didemo.
06:17Inilah ngkontor.
06:19Inilah ngkontor.
06:21Maka,
06:22Dengan inilah,
06:24Maka,
06:25Para pendiri telah mewakafkan ini,
06:27Dengan ikhlas.
06:29Dengan ikhlas.
06:30Maka,
06:31Saya yakin,
06:33Tidak lama,
06:35Mudah-mudahan,
06:36Satu detik,
06:37Dua detik ini,
06:38Pak Presiden ini,
06:40Bersama kita,
06:41Sayang sama kita.
06:46Dengan ekor-ekornya.
06:58Seratus tahun,
06:59Seratus tahun itu,
07:02Pasti,
07:03Pak,
07:03Jenderal,
07:05Purnawirawan,
07:06Prabowo,
07:07Prabowo,
07:09Subianto,
07:10Pasti berpengalaman,
07:12Berpengalaman,
07:13Seratus tahun,
07:16Sakit,
07:17Sehat,
07:18Enak,
07:19Tidak enak,
07:19Manis,
07:20Pahit,
07:21Seratus tahun,
07:22Kami rasakan semua.
07:24Alhamdulillah,
07:25Sampai sekarang,
07:26Alhamdulillah,
07:27Masih bisa,
07:28Terus seperti ini.
07:29Tidak sepi,
07:30Daripada kesulitan,
07:32Tidak sepi,
07:33Daripada masalah.
07:34Tetapi,
07:35Kita mengatakan,
07:37Setiap masa,
07:38Ada tokohnya.
07:40Setiap tokoh,
07:41Ada masanya.
07:42Setiap masa dan tokoh,
07:43Ada masalahnya.
07:45Setiap masalah,
07:46Harus ada solusinya.
07:49Terima kasih.
Komentar