Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 17 jam yang lalu
KOMPAS.TV Kapal Italia Giuseppe Garibaldi tiba di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, setelah menempuh perjalanan dari Italia. Kapal ini akan menjadi kapal induk ringan pertama Indonesia dengan nama KRI Sriwijaya.

Kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi berstatus kapal hibah dari Italia dengan panjang 180 meter dan lebar 30 meter. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali memastikan kapal ini siap berlayar dan mampu beroperasi optimal di wilayah maritim Indonesia.

Kapal KRI Sriwijaya disebut mampu beroperasi hingga 20 tahun mendatang. Kapal ini akan menjadi pangkalan terapung untuk operasi udara dalam melaksanakan operasi militer perang dan operasi militer selain perang.

Untuk melihat lebih dekat, Jurnalis KOMPAS.TV Jonah Hamonangan dan juru kamera Denny Yosua mewawancarai Kolonel Laut Mochamad Fuad Hasan yang akan menjadi calon komandan pertama kapal induk ringan KRI Sriwijaya.

Baca Juga Visual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Pertama Indonesia Dari Italia Sudah Tiba | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/691435/visual-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-pertama-indonesia-dari-italia-sudah-tiba-kompas-petang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691487/besar-inilah-penampakan-kri-sriwijaya-kapal-induk-ringan-pertama-milik-indonesia-sapa-malam
Transkrip
00:00Kita beralih ke informasi selanjutnya saudara, kapal Italia Giuseppe Garibaldi tiba di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta setelah melalui perjalanan dari
00:09Italia.
00:11Kapal ini akan jadi kapal induk ringan pertama Indonesia dengan nama Kapal Republik Indonesia KRI Sriwijaya.
00:22Kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi berstatus kapal hibah dari Italia dengan panjang 180 meter dan lebar 30 meter.
00:33Kepala staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali memastikan kapal ini siap layar dan mampu beroperasi optimal di wilayah maritim
00:43Indonesia.
00:43Kapal ini mampu beroperasi hingga 20 tahun mendatang.
00:55Kapal ini juga nantinya akan lebih kita gunakan untuk kepentingan OMSP atau operasi militer selain perang.
01:05Namun juga bisa digunakan untuk kepentingan militer untuk perang.
01:11Tapi kita fokuskan terutama untuk OMSP.
01:16Di mana negara kita ini banyak bencana alam ya, jadi kita sangat butuh kapal atau platform yang bisa membawa banyak
01:25helikopter.
01:26Karena dengan helikopter ini logistik akan bisa banyak di drop dengan cepat dan ke seluruh area-area yang remote yang
01:36daerah terpencil pun dengan helikopter bisa di drop.
01:40Kapal induk ringan pertama Indonesia, KRI Sriwijaya akan jadi pangkalan terapung untuk operasi udara dalam melaksanakan operasi militer perang dan
01:50operasi militer selain perang.
01:51Untuk melihat lebih dekat, jurnalis Kompas TV Jonah Hamonangan dan juru kamera Denny Yosua mewawancarai Kolonel Laut Muhammad Fuad Hassan
02:00yang akan jadi calon komandan pertama kapal induk ringan KRI Sriwijaya.
02:06Persis di belakang saya inilah kapal induk Italia Giuseppe Garibaldi yang rencananya akan menjadi milik TNI Katalot melalui skema hibah.
02:15Dan sekarang di samping saya sudah ada calon komandan KRI Sriwijaya 100 yaitu dengan Kolonel Laut, Pelaut Muhammad Fuad Hassan.
02:23Komandan apa kabar?
02:24Baik Mas, terima kasih.
02:26Selamat datang di tanah air dan beberapa waktu ke depan akan menjadi calon komandan di kapal induk pertama milik Indonesia
02:32ini. Luar biasa komandan.
02:33Komandan boleh cerita terkait dengan salah satu mungkin kehebatan dari kapal ini?
02:37Jadi kapal ini adalah kapal induk yang tentunya dari sejarah TNI maupun TNI Angkatan Laut ini adalah sejarah pertama kali
02:47kekuatan TNI, TNI Angkatan Laut didukung oleh kapal induk.
02:53Dan tentunya kapal induk itu memiliki kemampuan yang cukup berbeda dengan kapal-kapal lain.
02:58Yang paling signifikan membedakan adalah kapal ini memiliki kemampuan mengangkut pesawat udara yang lebih banyak.
03:07Jadi dapat melaksanakan operasi udara yang lebih masif, lebih besar.
03:14Yang didukung oleh flight deck.
03:16Flight deck yang cukup panjang.
03:19Jadi kapal ini panjang 180 meter.
03:21Flight deck 174 meter.
03:23Kami mampu memuat pesawat kurang lebih sekitar 14 pesawat heli ukuran medium maupun besar.
03:30Jadi bisa kita persiapkan 7 aircraft, 7 heli di flight deck.
03:36Dan kemudian kami juga memiliki hanggar untuk menyimpan heli kurang lebih sekitar 7 unit.
03:43Jadi kemampuan inilah yang membedakan dengan KRI lain.
03:47Untuk DSP-nya atau mungkin jumlah prajurit yang menempati pos khususnya di KRI ini?
03:53Kita rencanakan dari pihak TNI Angkatan Laut.
03:57Kita merencanakan nanti total kru itu adalah 400 orang.
04:00400 orang ini akan mengawahi 5 departemen.
04:05Satu yang unik dari kapal ini adalah kami memiliki departemen udara.
04:08Yang saya sampaikan tadi bahwa fungsi utama kapal ini adalah menyelenggarakan operasi udara.
04:12Operasi udara yang dimana kapal ini dapat berfungsi sebagai floating base.
04:18Pangkalan yang terapung yang dapat digerakkan ke posisi yang diinginkan dan kemudian melaksanakan operasi udara.
04:25Terima kasih banyak komandan sewaktunya.
04:27Sekali lagi selamat sudah sampai tanah air.
04:29Sukses menjadi komandan perdana khususnya kapal Indok KRI Sriwijaya.
04:32Terima kasih komandan.
04:34Demikian wawancara saya dengan calon komandan KRI Sriwijaya 100.
04:37Dan tadi sudah disampaikan bagaimana keunikan dari kapal ini adalah adanya jabatan kepala Departemen Udara.
04:44Dimana kalau kapal-kapalan lain ada KADEP, OPS, KADEP, NAF dan sebagainya.
04:48Ini adalah kepala Departemen Udara.
04:49Dikarenakan tugas asasinya adalah dalam rangka melakukan operasi udara.
04:54Itu saja yang menjadi suatu hal yang penting dan menjadi catatan khususnya dalam hal pengembangan khususnya bagaimana rancangan operasi TNI
05:01Angkatan Laut ke depan.
05:03Denny Yosua, Kompas TV, Jakarta.
Komentar

Dianjurkan