Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengeluhkan soal kepastian 16.000 hektare tanah objek reforma agraria.

Sherly menyebut belum ada kepastian redistribusi dan sertifikasi lahan bagi petani setelah pengusulan berjalan sekitar satu tahun.

Hal ini disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat rapat kerja dan rapat dengar pendapat pengelolaan aset pemerintah daerah di Komisi II DPR.

Sherly menyebut 16.000 hektare dari potensi 36.200 hektare TORA atau tanah objek reforma agraria telah diverifikasi dan dinyatakan clear, namun belum bisa dibagikan kepada petani.

Sherly menilai redistribusi tanah dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemberian lahan sekitar satu hingga dua hektare kepada satu petani atau keluarga dinilai dapat membantu mengurangi kemiskinan.

Baca Juga [FULL] Babak Baru! Sidang Keabsahan Ijazah Jokowi di PN Jakpus, Bonatua Singgung UGM di https://www.kompas.tv/nasional/691054/full-babak-baru-sidang-keabsahan-ijazah-jokowi-di-pn-jakpus-bonatua-singgung-ugm

#gubernursherly #lahanpetani #dpr #tora #sertifikasitanah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691067/gubernur-sherly-curhat-ke-dpr-soal-kepastian-16-ribu-hektar-tora-jmp
Transkrip
00:02Intro
00:03Kita ke informasi pertama, Saudara Gubernur Maluku Utara Shirley Coanda
00:08mengeluhkan soal kepastian 16.000 hektare tanah objek reforma agraria.
00:13Shirley menyebut belum ada kepastian redistribusi dan sertifikasi lahan
00:17bagi petani setelah pengusulan berjalan sekitar 1 tahun.
00:25Hal ini disampaikan Gubernur Maluku Utara Shirley Coanda
00:29saat rapat kerja dan rapat dengar pendapat pengelolaan aset pemerintah daerah di Komisi 2 DPR.
00:36Shirley menyebut 16.000 hektare dari potensi 36.200 hektare torah
00:42atau tanah objek reforma agraria telah diverifikasi dan dinyatakan clear.
00:48Namun belum bisa dibagikan kepada petani.
00:50Shirley menilai redistribusi tanah dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.
00:56Pembelian lahan sekitar 1 hingga 2 hektare kepada satu petani atau keluarga
01:01dinilai dapat membantu mengurangi kemiskinan.
01:08dan untuk mendukung program presiden hirisasi kelapa kami butuh kepastian legalitas dan redis.
01:15Ada petani yang punya lahan tapi tidak punya sertifikat sehingga kepastian hukum atas keberlanjutan panennya itu tidak ada.
01:25Dan kemudian ada petani yang tidak punya lahan oleh karena itu kami sangat membutuhkan fungsi GTRA di daerah.
01:33Sehingga kami ketika dikasih tanggung jawab untuk mengurangi kemiskinan atau meningkatkan pendapatan masyarakat
01:40dengan membagi tanah satu petani, satu keluarga, satu sampai dua hektare itu sangat membantu menurunkan tingkat kemiskinan dan menaikkan pendapatan
01:50masyarakat.
01:51Kami sudah berproses satu tahun dan sampai saat ini kami bahkan belum bisa membagikan 16 ribu hektare yang menurut verifikasi
01:59kami sudah clear.
02:00Jikapun belum clear kami bisa ada satu sistem di mana dengan masuk kami tahu masalahnya di mana, ada di meja
02:07siapa, kami butuh apa dengan kepastian.
02:10Sehingga ketika kita turun di lapangan menjanjikan kepada petani kami akan membagikan lahan, itu ada kepastiannya.
Komentar

Dianjurkan