- 1 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi XII DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,37 triliun.
Menteri ESDM memaparkan, sekitar Rp22,51 triliun atau 82 persen dialokasikan untuk program strategis infrastruktur, termasuk pembangunan listrik desa, jaringan gas, pipa gas, konversi motor listrik, serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Dalam rapat kerja, anggota Komisi XII DPR menyoroti pemerataan listrik desa, khususnya di wilayah 3T, Kalimantan Tengah, serta daerah dengan tingkat elektrifikasi yang masih rendah.
Menteri ESDM menyebut masih terdapat sekitar 11.000 titik desa dan dusun yang membutuhkan akses listrik dan menargetkan BPBL meningkat menjadi 400.000 rumah pada 2027. Rapat juga membahas pasokan batu bara untuk pembangkit, RKAB, serta perkembangan RUU Migas.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691031/full-bahlil-beberkan-anggaran-esdm-2027-tembus-rp27-37-triliun-listrik-desa-jadi-prioritas
Menteri ESDM memaparkan, sekitar Rp22,51 triliun atau 82 persen dialokasikan untuk program strategis infrastruktur, termasuk pembangunan listrik desa, jaringan gas, pipa gas, konversi motor listrik, serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Dalam rapat kerja, anggota Komisi XII DPR menyoroti pemerataan listrik desa, khususnya di wilayah 3T, Kalimantan Tengah, serta daerah dengan tingkat elektrifikasi yang masih rendah.
Menteri ESDM menyebut masih terdapat sekitar 11.000 titik desa dan dusun yang membutuhkan akses listrik dan menargetkan BPBL meningkat menjadi 400.000 rumah pada 2027. Rapat juga membahas pasokan batu bara untuk pembangkit, RKAB, serta perkembangan RUU Migas.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691031/full-bahlil-beberkan-anggaran-esdm-2027-tembus-rp27-37-triliun-listrik-desa-jadi-prioritas
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00DPR bersifat terbuka, kecuali dinyatakan tertutup.
00:05Oleh karena itu, pimpinan meminta persetujuan anggota agar rapat ini bersifat terbuka.
00:11Apakah disetujui?
00:15Atas persetujuan anggota, dan memucapkan bismillahirrahmanirrahim,
00:19rapat kerja Komisi 12 DPR RI dengan Menteri SDM dalam ini dibuka dan dinyatakan untuk umum.
00:32Bapak dan Ibu yang kami hormati,
00:37Berdasarkan keputusan rapat kerja Komisi 12 DPR RI dengan Menteri SDM RI pada tanggal 31 Agustus 2026,
00:47Komisi 12 DPR RI telah menyetujui usulan RKA-KL Kementerian SDM RI untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp27.372.800
00:59.000.
01:04Selanjutnya, keputusan tersebut telah dibahas oleh Badan Anggaran DPR RI dan berdasarkan surat dari Badan Anggaran DPR RI,
01:12Nomor B, Garis Miring 12157 Garis Miring AG, 05.02 Garis Miring 09 Garis Miring 2026, tanggal 9 September 2026,
01:23Perihal penyampaian hasil pembahasan RUU-APBN tahun anggaran 2027,
01:30bahwa hasil pembahasan Badan Anggaran DPR RI menyebutkan bahwa RK-KL Kementerian SDM RI tahun anggaran 2027 yang disetujui oleh
01:39Badan Anggaran DPR RI bersama dengan hasil,
01:42Sama dengan hasil kesepakatan rapat kerja Komisi 12 DPR RI sebesar Rp27.372.845.631.000.
01:56Untuk efektif dari waktu pembahasan ini, kami persilakan Menteri SDM RI menyampaikan tanggapan atas keputusan dari Badan Anggaran DPR RI
02:07tersebut.
02:08Kami persilakan.
02:12Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:17Shalom, Om Suwatiya, Tsun, Om Budaya, Salam Kebajikan.
02:20Yang saya hormati pimpinan Komisi 12, dan yang saya hormati seluruh anggota DPR RI Komisi 12,
02:29dan seluruh tim Kementerian SDM.
02:34Pimpinan yang kami hormati, pertama kami sampaikan terima kasih atas proses persidangan dalam pembahasan anggaran yang telah berlanjut selama beberapa
02:46hari kemarin.
02:47Untuk itu, kami menyampaikan bahwa kesempatan perkenalkan menyampaikan gambaran umum mengenai pagu anggaran Kementerian SDM tahun anggaran 2027,
02:56berdasarkan sulat bersama Menteri Keuangan dan Menteri Bapenas tanggal 5 Agustus 2026,
03:03Rapat Kerja Kementerian SDM dan Komisi 12 DPR RI pada tanggal 31 Agustus 2026,
03:10dengan Agenda Pendetapan RKKL tahun 2027,
03:14dan Rapat Panja Asumsi Dasar Pendapatan Defisit dan Pembiayaan dalam rangka pembahasan RAPBN tahun 2027
03:22antara pemerintah dengan Badan Anggaran DPR RI tanggal 3 September 2026.
03:28Ditetapkan panggungan kementerian SDM tahun 2027 tidak mengalami perubahan seperti apa yang dari pimpinan sampaikan sebesar Rp27,37 triliun.
03:41Dari tetap pagu tersebut, anggaran dilakukan sebagai berikut.
03:46Rp22,51 triliun atau setara dengan 80% untuk program strategis berupa pembangun infrastruktur kementerian SDM.
03:55Ini untuk membangun pipa, membangun jargas, membangun listrik desa.
04:02Jadi semuanya kita melakukan program ini ke rakyat langsung,
04:09kemudian Rp1,31 triliun atau 5% untuk kegiatan publik non-fisik,
04:16dan sebesar Rp3,56 triliun atau 30% untuk belanja operasional serta layanan manajemen.
04:24Selanjutnya berdasarkan anggaran per unit Eselon 1,
04:27rincian pagu anggaran kementerian SDM tahun 2027 adalah sebagai berikut.
04:31Sekretariat Jenderal sebesar Rp537,91 miliar.
04:39Inspekturat Jenderal sebesar Rp122,46 miliar.
04:42Dirjen minyak gas bumi sebesar Rp11,340,79 miliar.
04:53Dirjen ketenaga listrikan sebesar Rp10,449,63 miliar.
05:00Dirjen minyak batubara sebesar Rp702,53 miliar.
05:05Sejen Dewan Energi sebesar Rp81,47 miliar.
05:10Dirjen penegakan hukum sebesar Rp89,38 miliar.
05:15BPSDM sebesar Rp834,90 miliar.
05:19Badan geologi sebesar Rp774,83 miliar.
05:24BPH migas sebesar Rp474,43 miliar.
05:28Dirjen EBTKE sebesar Rp1,819,16 miliar.
05:35Dan BPMA sebesar Rp109,35 miliar.
05:39Anggaran tersebut termasuk belanja program strategis infrastruktur sebesar Rp22,500 triliun.
05:47Dan alokasi minimal untuk anggaran pendidikan sebesar Rp165,1 miliar.
05:54Secara rencian belanja program strategis infrastruktur kementerian SDM
05:58yang direncanakan pada tahun anggaran 2027 alas sebagai berikut.
06:03Konfrenkit petani serta konsultan pengawas sebesar Rp158,50 miliar.
06:08Pipagas bumi dusem serta konsultan pengawas sebesar Rp3,948,16 miliar.
06:16Jargas rumah tangga serta konsultan sebesar Rp5,212,62 miliar.
06:23Pipagas transmisi gas Semarang, Solo, Yogyakarta, serta konsultan pengawas sebesar Rp702,38 miliar.
06:32Pipagas transmisi gas Cirebon, Bandung serta konsultan pengawas sebesar Rp5,77,56 miliar.
06:39PLTMH serta monef infrastruktur untuk 3 unit sebesar Rp58,58 miliar.
06:44Kompor listrik sebesar Rp815,56 miliar.
06:49Konversi motor listrik sebesar Rp635,24 miliar.
06:55BPBL serta konsultan pengawas yang tadinya cuma Rp220,000 kita naikkan menjadi Rp400,000 rumah.
07:02sebesar Rp9,49 miliar.
07:09Infrastruktur listrik serta konsultan pengawas untuk Rp1,220,000 lokasi besar Rp9,317,9 miliar.
07:20Dan pembangunan kapal geomerin Rp5 sebesar Rp130,46 miliar.
07:27Demikian pimpinan yang perlu kami laporkan, menyakutkan hal dan lain-lain kita selesaikan secara baik semuanya.
07:36Termasuk dalamnya adalah kami minta tolong pimpinan dan seluruh anggota Komisi 12
07:39untuk membantu kami dalam proses untuk pemasangan listrik dan listrik desa.
07:47Kita rencana untuk melakukan di tahun ini dan tahun 2007 secara masif.
07:51Demikian pimpinan yang perlu kami laporkan.
07:53Kami kembalikan. Terima kasih.
07:56Baik, terima kasih Pak Menteri.
07:59Bapak-bapak dan Ibu anggota, ada yang ingin?
08:02Ingin instruksi pimpinan.
08:04Pimpinan, izin pimpinan.
08:05Kami usul sesuai dengan yang sudah dipaparkan oleh Pak Menteri.
08:09Ini kan sebetulnya terkait dengan RKKL.
08:12Hasil pembahasan di Bandar Negara ini kan tidak ada perubahan.
08:15Sehingga kami mengusul.
08:17Ini sebetulnya sudah kita putuskan pada rapat yang terdahulu.
08:21Maka bisa kita langsung masuk kepada draft kesimpulan.
08:25Sehingga apa yang kita bahas ini, ya langsung dapat kita tuntaskan.
08:29Demikian pimpinan masukan dari kami. Terima kasih.
08:31Ya, pimpinan sebelum diputusin kami ada sedikit usulat.
08:35Ya, silakan.
08:36Baik, terima kasih yang kami hormati.
08:39Pimpinan Komisi 12 beserta seluruh anggota.
08:43Dan juga yang kami hormati, Pak Menteri SDM beserta jajarannya.
08:48Ini yang berkaitan dengan program strategis infrastruktur mendukung ketahanan energi, Pak.
08:55Kami sedikit juga akan menyampaikan supaya dari Kementerian SDM juga ada evaluasi.
09:02Ini berkaitan dengan listrik desa dan juga bantuan pasang baru listrik, infrastruktur yang utama, infrastruktur energi.
09:12Ini hanya terjangan sampai terkonsentrasi di wilayah-wilayah tertentu.
09:17Ini juga harus menjangkau daerah tertinggal, kepulauan perbatasan, dan wilayah yang dengan tingkat elektrifikasinya masih rendah.
09:25Nah, ini kami kaitkan di wilayah Kalimantan, umumnya dan khususnya di Kalimantan Tengah.
09:34Sekarang ini penderitaan suruh-suruh kami masih terjadi.
09:38Karena masih terjadi menyala bergiliran dan juga BBM antri.
09:45Itu yang menjadi permasalahan.
09:47Nah, kami memberikan masukan kepada Kementerian SDM.
09:53Agar RUPTL-nya dari GATRIK, PLN, ini juga dilakukan perubahan.
10:01Karena saya sudah dapat data bahwa pembangunan pembangkit ini hanya daerah-daerah tertentu.
10:07Kami berkeinginan supaya Kalimantan Tengah itu juga punya pembangkit yang lebih besar.
10:13Kenapa saya sampaikan, kami sumber dayanya berlimpah, tapi pembangkitnya hanya sedikit.
10:20Itu yang terjadi permasalahan dan disuplai oleh wilayah provinsi lain.
10:26Nah, selanjutnya kami juga berkeinginan supaya nanti dari Kementerian SDM untuk ke PLN,
10:33agar Kalimantan Tengah ini berdiri sendiri Pak Menteri, yaitu unit indodistribusi.
10:40Supaya bisa berdiri sendiri.
10:43Nah, karena kalau digabung dengan Kalimantan Selatan,
10:46karena sekarang ini digabung Selatan dengan Kalimantan Tengah.
10:49Biar berdiri sendiri, dan kalau ada program-program bisa kita sama-sama berjuangkan,
10:54dan mudah-mudahan yang namanya kedaulatan energi ini juga bisa dinikmati di daerah-daerah yang agak terpencil.
11:05Saya kira demikian pimpinan dapat. Terima kasih.
11:07Baik, Pak Menteri, kita...
11:12Pimpinan, tunggu, tunggu, tunggu.
11:13Satu, pimpinan, tunggu, tunggu.
11:15Jadi, inilah tugas anggota DPR, memberikan masukan.
11:21Jadi, saya kasih waktu sedikit-sedikit supaya bisa jadi catatan buat Pak Menteri
11:26untuk perbaikan di daerah-daerah yang mungkin daerah pemilihannya.
11:31Silakan.
11:32Terima kasih pimpinan, pimpinan yang sangat bijaksana.
11:36Jadi, dan seluruh anggota yang saya hormati, Pak Menteri, dan seluruh jajaran yang saya hormati.
11:43Pak Menteri, saya dari Gerindra ada kekhawatiran,
11:47Jangan sampai terjadi pemadaman listrik.
11:52Hati-hati mengenai RKAB Batubara.
11:57Ya, kemarin ada keluhan dari Vale juga mengenai RKAB.
12:03Ya, juga dari BUMN-BUMN, supaya Pak Menteri memberikan dukungan yang luar biasa.
12:10Ya, demi masa depan BUMN kita, terutama dari MEN-ID.
12:14Dan, saya kira perlu dukungan dari Pak Menteri mengenai RKAB Batubara supaya kembali normal.
12:24Terima kasih, Pak Menteri.
12:26Baik.
12:27Ketua.
12:28Ketua izin.
12:29Ya, silakan.
12:30Terima kasih, Ketua.
12:32Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
12:34Ketua Pimpinan dan sahabat-sahabat Komisi 12 yang kami hormati,
12:41Pak Menteri, beserta jajaran yang kami banggakan.
12:46Selamat, Pak Menteri, karena sepertinya Kementerian ESDM ini sangat tangguh begitu ya,
12:52sehingga usulan anggarannya juga bisa aman sesuai perencanaan, lolos dibanggar.
13:00Saya juga dalam kesempatan ini ingin menyampaikan apresiasi kepada Pak Menteri ESDM,
13:06karena di saat carut-marut pelaksanaan program bantuan dari pemerintah,
13:15Alhamdulillah pemasangan bantuan pasang baru listrik gratis,
13:21ini kalau yang ada di daerah pemilihan kami ya,
13:24desil itu diabaikan oleh Kementerian ESDM.
13:28Boleh kita tepuk tangan untuk Kementerian ESDM.
13:33Ini bagus, Pak Menteri, karena saat kita mengusulkan, saat dilaksanakan survei,
13:40itu tidak ada urusan dengan desil-desilan.
13:44Desil ini hadirnya mendadak di tengah-tengah jalannya program.
13:48Sehingga harusnya semua Kementerian ini meniru Kementerian ESDM.
13:54Desil ini dilaksanakan tahun depan, begitu.
13:59Karena urusannya panjang.
14:02Ini urusannya dengan hak-hak masyarakat yang harusnya mendapatkan menjadi terhambat
14:08dengan adanya program desil-desil yang tidak jelas.
14:11Belum jelas kalau menurut saya.
14:13Namun, harus ada mitigasi, Pak Menteri,
14:19mengingat di halaman 4,
14:21program BPBL ini ditingkatkan di tahun 2027
14:26menjadi 400 ribu rumah tangga.
14:29Kami berharap urusan desil ini tidak akan menyulitkan calon penerima bantuan.
14:37Sehingga kami mohon surveyor yang sudah sangat independen ini,
14:44pihak ketiga independen ini menjadi penentu dari do or donnya calon penerima manfaat ini
14:55mendapatkan program bantuan yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
15:00Mungkin itu, Pak Ketua yang bisa kami sampaikan.
15:03Terima kasih.
15:04Mohon maaf.
15:05Kami akhiri.
15:06Wallahul mu'afiq ila kwami ta'orik.
15:08Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
15:11Baik.
15:12Udah ya?
15:14Cukup.
15:15Baik.
15:15Pak Menteri, itu masukan-masukan yang sangat berguna buat bangsa dan negara.
15:22Jadi, saya ingin tanya kepada Bapak dan Ibu sekalian,
15:28apakah anggaran yang sudah disetujui bisa disetujui?
15:34Saya akan bacakan kesimpulan daripada rapat kerja pada pagi hari ini.
15:48Belum masih baca kesimpulan dulu.
15:51Apa Pak Menteri mau kasih tanggapan tadi?
15:54Ya, kasih tanggapan dikit.
15:56Pak Menteri ini kan jago soal tanggapan-tanggapan ini.
16:01Terima kasih.
16:01Terima kasih.
16:02Pimpinan dan seluruh anggota Komisi 12 yang kami hormati,
16:06yang pertama menyangkut dengan listrik desa,
16:08memang kita kan masih mempunyai hampir kurang lebih 11.000 titik.
16:1311.000 titik itu adalah desa dan dusun.
16:182025 program kita,
16:20baru kita resmikan tahun 2026,
16:23sekitar 1.416 titik.
16:27Di 2026 program kita,
16:30itu kurang lebih sekitar 1.300 titik.
16:32Di dalamnya itu adalah memang kita penetrasi pertama adalah daerah-daerah 3T.
16:37Daerah 3T ini menjadi prioritas.
16:41Kalimantan, Maluku, NTT,
16:45kemudian Papua,
16:46sebagian daerah di Sumatera.
16:49Nah, tetapi,
16:50kita juga harus tahu bahwa
16:52ternyata daerah listrik ini tidak hanya daerah 3T.
16:57Dusun-dusun dan desa-desa di Jawa pun sebagian belum punya.
17:02Ini fakta yang terjadi,
17:04saya juga kaget.
17:06Jadi,
17:07karena Menteri SDM inilah Menteri Kementerian SDM Negara Kesatuan Republik Indonesia,
17:12maka kita akan melakukan secara adil dari Aceh sampai Papua.
17:16Jadi,
17:17tapi proporsionalnya adalah daerah-daerah yang memang membutuhkan kecepatan.
17:21Itu menyangkut dengan infrastruktur listrik desa,
17:25menyangkut RUPTL,
17:27kami akan menyelesaikan.
17:28Memang sekarang di Kalimantan Tengah,
17:30itu terjadi penurunan terdapat maintenance
17:33yang dilakukan oleh PLN.
17:35Tapi apapun ceritanya,
17:37itu kesalahan kami.
17:38Nanti kami akan berkoordinasi dengan PLN.
17:42Sekalipun memang SDM itu kan regulator.
17:45Implementasinya itu ada di PLN.
17:49Tapi begitu listrik mati,
17:51tetap yang disalahkan SDM gitu kan kira-kira.
17:54Ya itu konsekuensi,
17:55nggak boleh kita lari dari tanggung jawab.
17:57Pemimpin itu kan harus berani mengambil tanggung jawab.
18:00Gitu.
18:01Jadi,
18:02ini akan saya selesaikan dengan RUPTL.
18:05Ini memang sore ini kami ada ratas menyangkut dengan PLN.
18:11Dan saya akan melanjutkan aspirasi
18:13untuk dibuat wilayah sendiri ya.
18:16Saya akan melanjutkan itu.
18:19Yang berikut menyangkut dengan RKB
18:22dari sahabat saya Gerindra.
18:24Kalau RKB Batubara nggak ada isu lagi
18:26menyangkut dengan PLN.
18:29Untuk kebutuhan RKB di wilayah.
18:32Sekarang Dirjen Minerva
18:35sudah merangkap VP pengadaan Batubara.
18:39Karena kerjaan sekarang Batubara untuk PLN
18:41dilangsung dikerjakan oleh Dirjen.
18:43hampir tiap hari.
18:45Supaya jangan lagi lampu mati alasan RKB.
18:48Ini kita fair-fair saja.
18:51Nggak ada apa urusannya lampu mati di
18:53apa namanya di
18:56Kalimantan sama di Sulawesi.
18:58Itu nggak ada urusannya sama RKB.
19:00karena di sana memang adalah PLTA.
19:03L-Nino kemudian airnya rendah.
19:06Kemudian kontribusi dari 400 MW
19:09tinggal aktif 250.
19:12Jadi terjadi kekurangan di sana.
19:14Jadi, nah ini memang kesalahan kita juga.
19:18Antisipasi dari PLN-nya harus kita lakukan secara bersama-sama.
19:21Itu kemudian.
19:22Menyangkut Vale saya tahu
19:24tidak ada BUMN yang kita potong RKB-nya.
19:27Cuma Vale saja.
19:29Vale itu bukan memotong.
19:31Kita kasih,
19:32tetapi dia minta tambah.
19:35Jadi, tahap pertama kita sudah kasih.
19:37Jangan dia kasih laporan sembarang-sembarang.
19:39Aku fair-fair saja kok.
19:41Kita sudah kasih,
19:42tetapi dia minta tambah.
19:43Tapi kita memberikan tambah itu
19:45bukan sesuai amal perbuatan.
19:48Kalau amal perbuatannya bagus,
19:49kita kasih bagus.
19:51Karena negara ini bukan
19:53mau-mau kita saja kita mau urus.
19:55Harus semuanya equal treatment.
19:56Kira-kira itu.
19:57PT BA,
19:58PT
20:01Antam,
20:03semuanya kita kasih.
20:04Tidak ada yang kita kasih.
20:06Tapi saya memahami,
20:07sahabat saya dari Gerinda tadi,
20:08mereka datang curhat kelihatannya ya.
20:11Kalau disuruh buat aturannya clear,
20:14tidak mau.
20:15Buat curhatnya di sini.
20:18Berikut menyangkut dengan...
20:19Memang di sini tempatnya orang curhat.
20:22Betul.
20:23Ya kita memahamilah.
20:25Saya akan menjadi atesi saya nih
20:27untuk bisa kita clear-kan.
20:30Menyangkut dengan
20:31desil
20:31dari Ibu
20:34Rama,
20:35Ibu Ratna,
20:36mohon maaf.
20:38Bu,
20:39tidak ada orang kaya
20:40yang mau pasang listriknya
20:42hanya satu,
20:44dua, apa,
20:45dua lampu,
20:45satu stok kontak,
20:46dan
20:46apa namanya itu?
20:49Saklar lah.
20:51Itu kan harganya dua juta.
20:53Mana ada orang kaya
20:54yang mau pasang rumahnya
20:55cuma seperti itu.
20:56Jadi,
20:57menurut saya,
20:59desil itu penting.
21:00tapi jangan kita tunggu desil dulu
21:02baru orang lampu nyala.
21:04Jadi dulu ya kita lakukan terobosan.
21:06Ini untuk rakyat kok.
21:08Jadi memang kadang-kadang
21:09kita harus ada keberanian
21:11untuk mengambil risiko
21:11selama kita tidak punya
21:14niat aneh-aneh.
21:15Semuanya kalau untuk rakyat,
21:17ya kalau ada risiko,
21:18tugas kita pemimpin harus
21:19mengambil risiko itu.
21:20Jadi,
21:21untuk PPPL,
21:21400 ribu rumah bu,
21:23saya mohon bantuan
21:24dari seluruh anggota
21:25Komisi 12
21:26dan pimpinan
21:27untuk rumah mana-mana saja
21:29yang perlu kita bantu.
21:30Karena yang dekat
21:31sama rakyat,
21:32ya Bapak Ibu semua.
21:33Saya pikir demikian
21:35tanggapan dari kami,
21:36pimpinan,
21:37atas apa yang ditanyakan oleh
21:39anggota DPR.
21:41Menyakut RKB,
21:41sekali lagi,
21:42akan saya klirkan.
21:43Menyakut dengan Vale.
21:44Tapi amal perbuatannya
21:45juga harus diperbaiki.
21:47Demikian,
21:47terima kasih pimpinan.
21:48Saya kembalikan.
21:48Pemimpinan.
21:50Pemimpinan,
21:52sayap kiri.
21:53Udah,
21:54udah,
21:55udah,
21:55iya udah.
21:56Sedikit aja pimpinan.
21:57Keluhan, curhat.
21:58Satu menit.
21:59Satu menit, ya?
22:00Satu menit.
22:02Pak Menteri yang
22:03kami hormati,
22:05Bapak Pimpinan dan Anggota,
22:07sedikit saja Pak Menteri saya ini,
22:09cuma tanya informasi
22:11terkait dengan
22:12RUU Migas.
22:14Karena
22:14berdasarkan peraturannya itu,
22:18sejak kita paripurnakan
22:20tanggal 18,
22:22hari ini sudah tanggal 16.
22:24Berdasarkan aturan itu,
22:26maksimal 30 hari.
22:29Yang ingin saya tanyakan,
22:30apa kabar gerangan
22:31RUU Migas?
22:33Itu aja Pak Menteri.
22:34Terima kasih.
22:36Silahkan Pak Menteri.
22:38RUU Migas
22:40memang sudah diserahkan ke
22:42eksekutif,
22:43kepada pemerintah.
22:44namun kami setelah ini,
22:46kami langsung akan
22:47melakukan pemerintah
22:48dengan Kementerian
22:49Sekretariat Negara.
22:51Kita juga ingin
22:52untuk bisa dilakukan
22:53pembahasan
22:53agar bisa kita
22:54melahirkan
22:55undang-undang yang lebih baik.
22:58Oke.
22:58Terima kasih Pimpinan.
23:00Jadi bahasanya itu
23:01semua indah pada waktunya.
23:03Itu lah.
23:06Jadi tadi saya
23:07dengar
23:08Pak Menteri bilang
23:10pemimpin itu
23:11jangan mau enaknya saja.
23:12ya kan?
23:14Itu benar.
23:15Dan harus berani
23:16ambil resiko.
23:17Jadi terima kasih
23:18itu tadi
23:19desil-desil
23:19sudah bisa diselesaikan
23:21supaya rakyat itu
23:22bisa dapat
23:23listriknya
23:23enggak susah-susah.
23:25Karena desil itu
23:25datanya juga
23:26belum tentu benar
23:27Pak Menteri.
23:28Jadi
23:29saya bacakan ya
23:30kesimpulan ya.
23:33Kesimpulan
23:33rapat kerja
23:34Komisi 12
23:35DPRRI
23:35dengan Menteri SDM
23:37Rabu
23:3816 September
23:382026.
23:39Komisi 12
23:41DPRRI
23:42menyetujui
23:43pagu anggaran
23:44Kementerian SDM
23:45RI
23:46tahun anggaran
23:462027
23:47sebesar
23:48Rp27.372.845.631.000
23:56dengan rincian
23:57sebagai berikut.
23:58Yang pertama
23:59Sekjen
24:00Rp537.909.153.953 rupiah
24:07Irjen
24:09Rp122.461.3084.000
24:15Irjen
24:15Migas
24:16Rp11.340.792.22 rupiah
24:21Irjen
24:22Ketanakalistrikan
24:23Rp10.449.625.900 rupiah
24:31Irjen
24:33Minerba
24:33Rp702.531.718.000
24:40Sekjen
24:40Den
24:41Rp81.473.862 rupiah
24:49Ditjen
24:49Gakum
24:50Rp89.381.672 rupiah
24:56BPSDM
24:57Rp874.902.757 rupiah
25:03Badan Geologi
25:05Rp774.825.736 rupiah
25:10BPH Migas
25:11Rp474.429.999 rupiah
25:17Ditjen EBTKE
25:20Rp1.815.161.440 rupiah
25:26BPMA
25:27Rp109.349.988.000 rupiah
25:35Total Rp27.372.845.631 rupiah
25:44Bisa disetuju ya
25:46Ini
25:52Baik
25:53Bapak dan Ibu sekalian
25:55Kita sudah
25:56Menyepakati
25:57Anggaran
25:57Kementerian
25:59SDM
26:00Dan
26:02Untuk
26:03Selanjutnya
26:04Kami persilahkan
26:05Pak Menteri
26:05Untuk menyampaikan
26:06Closing Rimat
26:07Silahkan Pak Menteri
26:10Pimpinan dan seluruh anggota Komisi 12 yang kami hormati
26:15Pertama kami mengucapkan terima kasih
26:17Atas
26:19Bantuan
26:20Terutama
26:21Permohonan kami penambahan anggaran yang telah diperjuangkan oleh Komisi 12 kebadan anggaran
26:28Semoga ini menjadi bagian dari optimalisasi pilihan kita kepada masyarakat
26:33Yang kedua
26:35Saya juga ucapkan terima kasih atas seluruh kerjasamanya selama dalam proses masa persidangan
26:39Pembahasan anggaran
26:412027
26:42Demikian pimpinan yang perlu kami sampaikan
26:46Terima kasih
26:48Baik
26:48Terima kasih kami sampaikan kepada Menteri SDM
26:51Wakil Menteri SDM setajarannya atas kerjasama yang baik
26:54Dalam rapat ini
26:56Kami atas nama pimpinan dan juga anggota Komisi 12 DPRRI
27:00Mengucapkan terima kasih
27:01Yang
27:02Dan juga kepada Bapak dan Ibu Komisi 12 yang telah mengikuti rapat
27:06Pada hari ini
27:08Akhirnya dengan mengucapkan akhluk 25
27:10Rapat kerja pada hari ini saya nyatakan ditutup
27:16Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
27:18Terima kasih
Komentar