Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Wapres ke-10 & 12 RI, Jusuf Kalla, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Putri Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid, Yenny Wahid menyampaikan pesan di malam puncak acara peringatan hari ulang tahun ke-15 KompasTV.

Malam Puncak HUT ke-15 KompasTV digelar di Bidakara, Jakarta pada Rabu (9/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla bicara soal pentingnya kepercayaan diri bangsa. Dalam hal ini Jusuf Kalla bicara soal teknologi hingga ekonomi di Indonesia.

#jusufkalla #kapolri #kompastv

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690380/pesan-jusuf-kalla-kapolri-hingga-yenny-wahid-di-malam-puncak-hut-ke-15-kompastv
Transkrip
00:17Terima kasih telah menonton.
00:32Guyu menek.
00:36Ngana?
00:37Guyunya merepresentasikan Indonesia.
00:40Merepotkan ini barusan Guyunya.
00:42Ini Mbak Oki Indonesia yang cantik dan molek.
00:46Kalau Mbak Enda?
00:47Enda laras Indonesia yang subur dan makmur.
00:51Sangat subur nih.
00:52Coba-coba, kalau diajak Guyu gimana?
00:55Munggu, munggu boleh.
00:56Coba, kira-kira Mbak Enda mau ngajak Guyu semuanya.
01:00Monggo, munggu, munggu.
01:01Kalau semua hadir di sini, Guyu seperti apa?
01:04Ayo, Guyu.
01:07Udah bernada.
01:09Iya.
01:10Guyu menek.
01:13Ayo, Ayo, Guyu.
01:17Ayo, Guyu.
01:18Ayo, Guyu.
01:19Ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha.
01:21Sekali lagi ya.
01:22Coba, sekali lagi ya.
01:23Coba, sekali lagi ya.
01:23Sekali lagi ya, Pak.
01:24Coba.
01:24Ayo, ikutin.
01:25Ini Mbak Enda soalnya kalau misalnya back foot suka bongkar panggung loh.
01:29Bahaya loh ya.
01:30Ayo.
01:30Ayo, Guyu.
01:32Ha, ha, ha, ha.
01:34Ayo, Guyu.
01:36Ha, ha, ha, ha.
01:37Ayo, Ayo, Guyu.
01:39Ha, ha, ha, ha, ha.
01:41Ayo, Guyu.
01:43Ayo, Guyu.
01:43Ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha, ha.
01:47Tepuk tangan.
01:49Coba sebelah sini.
01:51Oh, mau go, mau go.
01:52Ada, ya, Bapak Yusuf kalau.
01:54Oh, berani.
01:56Kalau Guyu seperti apa?
01:57Mbak Eda berani minta Pak Yusuf kalau.
01:58Berani, karena pernah Guyu juga saya atur remake.
02:01Oh, mau go, mau go.
02:03Halo, Bapak, masih ingat saya.
02:06Coba, Guyu-nya seperti apa?
02:08Ketertawanya seperti apa?
02:11Ayo, Guyu.
02:13Ha, ha, ha, ha.
02:15Has, has, Pak Yusuf.
02:16Kalah.
02:17Lagi.
02:18Guyu meneh.
02:19Guyu peneh.
02:20Guyu meneh tertawa lagi.
02:22Oh.
02:23Ha, ha, ha, ha.
02:26Maturnumun, Bapak.
02:28Harus pakai bahasa Makassar.
02:30Oh, iya, iya.
02:30Iya, oke.
02:31Guyunya bahasa Makassar kayak apa?
02:32Iya, iya.
02:33Pak Lili sekarang.
02:34Ha, ha, ha.
02:35Ha, ha, ha, ha.
02:36Ha, ha, ha, ha.
02:36Ha, ha, ha, ha.
02:37Ha, ha, ha, ha.
02:38Ha, ha, ha, ha.
02:39Ha, ha, ha, ha.
02:40Ha, ha, ha, ha, ha.
02:42Ketawanya CEO banget.
02:44Agak, agak tegas.
02:46Iya, ha, ha, ha, ha.
02:48Ayong, goyu.
02:49Ha, ha, ha, ha.
02:50Enak, enak.
02:51Enak, kedengerannya enak aja pokoknya Pali Limah.
02:54Udah ketawanya merdua aja ya udah.
02:56Luar biasa.
02:57Luar biasa.
02:58Yang datang pada malam hari ini bener-bener istimewa.
03:01Istimewanya.
03:02Seperti Jogja.
03:05Istimewa.
03:06Oh, baiklah kalau begitu.
03:08Oke.
03:08Ha, aku dipegang.
03:10Ya masih di malam Pucak Hood ke-15 Kompas TV Indonesia Bisa.
03:16Tentunya dengan lagu yang telah dinyanyikan tadi berjudul Koyo Jogja Istimewa menambah keceriaan kita pada malam hari ini semangat dan
03:24juga optimisme.
03:26Tentunya saudara ini mengingatkan kita bahwa kebersamaan adalah alasan utama mengapa Indonesia bisa bertahan dan juga terus bangkit.
03:33Namun untuk melangkah ke depan di tengah berbagai tantangan tentu dibutuhkan arah dan juga pijar optimisme.
03:42Sebelum saya juga melangkah lebih jauh izinkan saya berterima kasih terlebih dahulu kepada hadirin yang sudah hadir pada malam ini.
03:47Dan juga tokoh yang juga sudah hadir malam ini menambah keceriaan dan juga optimisme semangat di hari ulang tahun Kompas
03:57TV ke-15 Indonesia Bisa.
03:59Nah kali ini saudara saya sudah satu meja, satu meja juga program Kompas TV ya.
04:06Satu meja bersama sejumlah tokoh yang tentunya juga sehasa Pak.
04:11Ada Mbak Yeni Wahid, selamat malam Mbak Yeni.
04:14Ketua Kowani kita.
04:17Mbak Uci tentunya.
04:20Pak Sumi Dasko Ahmad, Wakil Ketua DPR.
04:23Pak Dasko selamat malam.
04:24Dan di samping saya juga ada Pak Jeka yang sudah hadir.
04:30Terima kasih Pak Jeka telah hadir.
04:31Dan Pak Lili juga, terima kasih Pak Lili sudah satu meja juga bersama saya di sini.
04:37Pak Jeka ini saya langsung todong aja nih.
04:39Saya ada pertanyaan buat Pak Jeka.
04:41Ini kan di hari ulang tahun Kompas TV hari ini, slogannya adalah Indonesia Bisa begitu.
04:49Nah Indonesia Bisa itu bukan hanya jadi slogan Kompas TV, tapi juga kerap menjadi ataupun digaungkan di tengah-tengah masyarakat
04:56di berbagai macam kondisi begitu Pak.
04:59Untuk meningkatkan optimisme kita.
05:01Namun menurut Pak Jeka nih Pak, apa yang perlu dilakukan agar Indonesia Bisa itu tidak hanya sekedar menjadi slogan saja.
05:09Apa yang perlu dilakukan langkah nyatanya?
05:11Ya, pada prinsipnya kita ini punya ilmu, punya pengetahuan, punya kemampuan.
05:17Karena itu memang yang harus, yang ada kepercayaan diri, bahwa kita bisa.
05:23Bila ekonomi contohnya, teknologi.
05:26Sering orang mengatakan, tidak bisa ini.
05:30Dan begitu kita, karena tidak percaya diri.
05:33Waktu kita sanggup bikin hidroelektrik, kebelnya besar.
05:40Saya tidak bilang, mana bisa bikin hidroelektrik ini.
05:42Karena tidak percaya, selalu dia tidak punya pengalaman, jadi tidak bisa.
05:47Kalau tidak dipercaya, tidak punya pengalaman, bagaimana bisa?
05:50Jadi, semuanya harus ada kepercayaan diri, baik pengusaha, pemerintah, mempercayai kita semua.
06:00Wah, kita bisa sebenarnya.
06:02Walaupun tidak sebaik yang, tapi dengan perkembangan, sama dengan China contohnya.
06:08Dulu dia belajar, dia cuplik dari Jepang, dari Amerika, sekarang dia lebih baik daripada Amerika.
06:15Kalau China bisa, kita mestinya juga bisa, karena kita lebih duluan maju daripada China sebenarnya.
06:22Jadi kita harus percaya diri, Pak Jika ya.
06:24Menurut Pak Jika, berarti kita tidak kalah dong sebenarnya sama negara-negara luar, apalagi negara-negara tetangga kita.
06:29Iya, kita tidak selama kita percaya diri, dan juga dipercaya.
06:36Jadi ilmuwan kita begitu banyak, tapi lebih banyak berada seperti universitas.
06:44Begitu banyak asuanya, tapi banyak mengagur, karena lebih tidak mempercayai ilmunya, percaya diri sebenarnya.
06:52Begitu banyak kita punya riset, tapi risetnya tidak terlalu bermanfaat.
06:57Oke, lagi-lagi kepercayaan diri itu penting sekali.
07:00Tapi Pak Jika, kalau kita ngomong-ngomong soal Indonesia ya, Indonesia itu kan bangsa yang besar,
07:04dan tidak dapat dipungkiri juga bangsa yang besar ini, di belakangnya ada juga tokoh-tokoh yang besar.
07:08Tapi, bukan hanya tokoh yang besar, ada juga warga biasa yang sebetulnya punya kontribusi besar
07:14begitu terhadap kemajuan negeri ini.
07:16Mereka punya langkah dan juga dampak-dampak nyata terhadap negeri ini,
07:20yang juga sebetulnya patut diapresiasi begitu Pak Jika.
07:22Menurut Pak Jika, apa peran utama wajah Indonesia ini yang tadi saya sebutkan,
07:27orang-orang biasa yang sebetulnya berdampak, menumbuhkan optimisme dan juga persatuan masyarakat,
07:32apa yang bisa dilakukan?
07:34Ya, kita menghargai dia punya inovasi contohnya.
07:37Kita menghargai apa yang dia buat.
07:38Kita menghargai apa baktinya kepada lingkungannya, dirinya dan macam-macam-macam.
07:45Tapi juga secara ekonomi, dia harus membuat juga yang efisien, yang bagus.
07:51Karena apabila kita menghargai, orang harus bikin lebih baik, lebih cepat dan lebih murah contohnya.
07:58Kalau kita bicara ekonomi.
07:59Kenapa China begitu?
08:01Kan dia bisa tiga hal ini.
08:02Nah, kita bisa lebih lebih baik tapi mahal sudah.
08:07Kita lebih baik tapi lambat.
08:09Jadi syarat-syarat ini dipenuhi.
08:11Bagi orang yang kecil, kita hargai dia punya produksi.
08:15Memang dalam masyarakat juga harus mengutamakan produksi lokal.
08:21Semua negara mula-mula begitu.
08:23Sekarang Amerika yang maju juga justru malah kembali dia proteksi dirinya.
08:29Jadi di dalam itu penghargaan kepada bantanya.
08:34Oke baik, terima kasih Pak Jika telah berbagi bersama kami optimismenya.
08:38Tentunya ini juga berbagi optimisme bukan hanya bagi kita insan media,
08:42tapi juga bagi masyarakat pada umumnya.
08:44Pesan yang sangat mendalam.
08:45Sekali lagi terima kasih Pak Jika atas optimismenya yang telah dibagi kepada kami semua.
08:50Terima kasih atas pesan-pesan mendalamnya tadi dari Bapak Yusuf Kala
08:55bahwa Indonesia bisa selama kita percaya diri dan dipercaya.
08:59Salah satunya dari wajah-wajah Indonesia.
09:01Dan kehadiran sosok-sosok pembawa harapan ini bukan hanya memberikan dampak nyata,
09:07tetapi menjadi pemantik solidaritas yang menyatukan kita semua sebagai bangsa.
09:13Dan lewat penelusuran jurnalisme di lapangan, hadirin dan pemirsa sekalian,
09:17kami Kompas TV benar-benar beruntung bisa bertemu langsung dengan sosok-sosok mulia ini.
09:24Mereka yang tidak berjarak dengan duka, merawat sesama dan ini yang paling penting,
09:29membuktikan bahwa kepedulian di negeri ini Friska tidak pernah padang.
09:34Betul sekali Tifa.
09:35Dan untuk berbagi cerita tentang bagaimana sosok-sosok wajah Indonesia Kompas TV ditemukan,
09:42Kami undang Direktur Utama Kompas TV, Ibu Rosyana Silalahi.
10:12Kamera Kompas TV tidak saja menyiarkan secara langsung peristiwa dramatis,
10:18yang terjadi sekeliling kita.
10:21Tetapi kamera Kompas TV juga merekam wajah-wajah yang memberi harapan dan mengingatkan kita
10:29bahwa Indonesia adalah tanah air yang selalu layak untuk diperjuangkan.
10:38Mereka bekerja dalam diam, berkarya tanpa pamrih, bagi sesama dan tanah air.
10:45Malam ini Kompas TV memberikan penghormatan melalui penghargaan wajah Indonesia Kompas TV.
10:54Inilah mereka.
11:01Dari riset di kampus, Prof. Adi Utarini memimpin revolusi sains dalam menanggulangi demam berdarah dengki.
11:08Melalui penerapan bakteri Wolbachia pada nyamuk Edis Egypti, Prof. Uud dan timnya berhasil menekan kasus DPD hingga sekitar 77%
11:17dan diakui secara global.
11:19Jadi saya berharap apa yang sudah kami rintis selama puluhan tahun ini bisa bermanfaat lebih luas lagi di Indonesia.
11:27Sehingga benar-benar ilmu yang kita peroleh itu bisa mengubah, memperbaiki status kesehatan masyarakat.
11:39Garis depan kemanusiaan Nusa Tenggara Timur, Suster Francisca Imaculata dengan teguh melawan kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang.
11:48Tak hanya menyelamatkan korban dari sindikat gelap, Suster Ika juga terjun langsung sebagai tim penyelamat kemanusiaan saat gempa bumi mengguncang
11:56Flores.
11:57Kami selalu punya spirit bahwa ya semuanya untuk manusia.
12:05Karena yang menjadi korban itu manusia, perjuangan untuk mengangkat kembali martabat seorang manusia itu yang harus menjadi dasar di atas
12:13segala-gala pelayanan yang akan buat di sini.
12:18Di kawasan Kars Ramang-Ramang, Sulawesi Selatan, Muhammad Ihwan atau Ihwan Dento gigih menjaga alam.
12:25Lebih dari satu dekade, ia menggerakkan warga untuk membenung ancaman tambang ilegal.
12:31Bersama masyarakat, Ihwan mengubah tebing kapur peninggalan prasejarah menjadi ekowisata berbasis masyarakat yang diakui UNESCO.
12:40Bagi saya, Ramang-Ramang itu bukan hanya sekedar tempat wisata.
12:42Saya ingin orang memahami bahwa Ramang-Ramang itu ruang hidup.
12:46Dia ruang interaksi.
12:47Ada hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan lingkungan, hubungan manusia dengan lingkungan sosial,
12:55bahkan hubungan orang-orang Ramang-Ramang dengan orang-orang yang berada di luar Ramang-Ramang.
13:03Terlahir sebagai penyandang disabilitas bukanlah halangan bagi Triyono untuk berkarya.
13:09Mengalami kelumpuhan akibat polio sejak kecil,
13:12ia membuktikan bahwa keterbatasan bisa diubah menjadi kemandirian.
13:17Pada tahun 2015, Triyono menjadi pelopor transportasi inklusif melalui pendirian diva bike di Yogyakarta.
13:25Yang terbaik adalah bagaimana melembangkan diri sesuatu.
13:29Teman-teman ini mempunyai profesionalitas dan mempunyai keahlian khusus dalam bekerja.
13:35Sehingga kita akan benar-benar mandiri secara ekonomi dan mempunyai profesionalitas.
13:40Jadi tidak ada lagi yang akan merendahkan pintu.
13:46Di kawasan Danau Sentani, Papua,
13:49Yune Monim atau Mama Yune dengan konsisten menjadi pejuang literasi bagi anak-anak.
13:55Selama lebih dari 12 tahun,
13:57ia menggunakan perahu pribadinya untuk menyusuri perairan dan menjemput anak-anak ke rumah baca.
14:04Dedikasi ini berhasil meningkatkan literasi anak-anak di pesisir Danau Sentani.
14:08Itu Mama sekolah, Mama harus kuliah.
14:12Tapi Mama orang tua tidak mampu.
14:15Akhirnya Mama kuliahi anak-anak.
14:17Mama macam hatinya kedorong untuk membantu bagian pendidikan itu.
14:24Ya apa yang ada, Mama ajar.
14:26Selagi Mama pernah ajar, Mama punya anak-anak sudah jadi, sudah tamat.
14:44Sosok-sosok di depan kita inilah yang dengan rasa syukurnya mengabdikan diri,
14:51menguntai kebajikan untuk sesama.
14:52Inilah wajah Indonesia Kompas TV 2026.
14:58Berikan tepuk tangan yang meriah.
15:02Hadirin sekalian dengan hormat kami mengundang CEO Kompas Gramedia,
15:07Bapak Lili Utama untuk ke atas panggung bersama Direktur Utama Kompas TV,
15:12Ibu Rosyana Silalahi memberikan apresiasi kepada wajah Indonesia Kompas TV.
15:19Kompas TV, kami persilahkan kepada Bapak Lili Utama menyerahkan apresiasi kepada Profesor Adi Utarini.
15:27Kemudian Iwan Dento.
15:37Selanjutnya Suster Francisca Immaculata.
15:45Apresiasi berikutnya kepada Triyono dan Yune Monim.
15:59Dan kami persilahkan Bapak Lili dan Ibu Rosy untuk berfoto bersama dengan wajah Indonesia Kompas TV.
16:08Kita hitung bersama, 3, 2, 1.
16:14Boleh agak ke tengah, merapat ke tengah.
16:17Baik, Mama Yunet boleh juga merapat ke tengah.
16:20Mama Yunet boleh merapat ke tengah.
16:22Ke Pak Triyono, baik.
16:25Kita foto lagi ya.
16:263, 2, 1.
16:293, 2, 1.
16:31Berikan, tunggu tangan yang beriah.
16:32Sekali lagi selamat dan kami ucapkan terima kasih kepada wajah Indonesia Kompas TV.
16:37Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Lili Utama.
16:40Kami persilahkan kembali ke tempat dan mohon kepada Ibu Rosyana Silalahi untuk tetap bersama kami.
16:51Baik, hadirin sekalian malam ini kami juga memberikan apresiasi bagi mereka yang berjalan di balik layar.
17:01Pihak-pihak yang membuka jalan, memberi ruang, dan menumbuhkan harapan hingga lahir sosok-sosok wajah Indonesia Kompas TV.
17:16Kemajuan ekonomi dan pelestarian budaya dapat tumbuh beriringan.
17:20Berangkat dari keyakinan ini, Mind ID bersama anggota holding terus hadir mendampingi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
17:27Mengembangkan usaha berbasis kearifan lokal, membuka peluang ekonomi, sekaligus menjaga nilai adat dan budaya yang telah diwariskan lintas generasi.
17:37Karena bagi Mind ID, pertumbuhan bukan hanya tentang menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga tentang menjaga jati diri, merawat budaya, dan
17:45memperkuat masyarakat.
17:47Bersama kita gerakan ekonomi lokal, lestarikan kearifan budaya, dan bangun fondasi bagi masa depan Indonesia.
18:01Di Desa Bulog Kalianda, Lampung Selatan, Supra Itno menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi nira kelapa menjadi gula semut.
18:09Sebagai Ketua Gapok Tan Nira Sari yang dibina oleh PTPN 1 Persero,
18:14ia bertekad membebaskan petani dari cerah tengkulak dan meningkatkan pendapatan mereka.
18:19Kini, ketekunannya telah memayungi 13 kelompok tani yang saling menguatkan.
18:24Peran untuk PTPN 1 sendiri sangat berharga bagi masyarakat kami,
18:31karena selain memberikan ilmu kepada kami, juga memberikan alat kepada kami berupa alat pembuat gula semut yang modern.
18:43Kemudian kita lebih efektif dan praktis.
18:52Sekali gitu ketahuan yang meriah, hari ini perwakilan dari Mind ID berhalangan hadir,
18:57karena kami persilakan Ibu Rosyana Silelahi untuk memberikan apresiasi kepada PT Perkebunan Nusantara 1
19:03yang diwakilkan oleh Direktur Utama PTPN 1 Persero, Bapak Abdul Rifai Ras.
19:12Dan binaan PT Perkebunan Nusantara 1, Bapak Supra Yitno, pelopor kemandian petani kelapa dan mitra binaan PTPN 1.
19:23Kami persilakan untuk Ibu Rosy berfoto bersama dengan wajah Indonesia Kompas TV.
19:30Mari kita berfoto bersama, 3, 2, 1, sekali lagi, 3, 2, 1, berikan tuang tangan yang beri ya.
19:38Sekali lagi selamat dan kami persilakan kepada Ibu Rosyana Silelahi berserta penerima untuk kembali ke tempat.
19:50Hadirin dan pemirsa, 15 tahun perjalanan Kompas TV adalah jejak langkah dedikasi jurnalis kami.
19:58Reporter kami yang menjadi mata dan kamera di garis terdepan untuk menembus medan sulit dan menyuarakan nurani dari setiap sudut
20:07Indonesia.
20:07Terutama Friska ketika negeri ini menghadapi bencana seperti beberapa waktu belakangan ini.
20:13Dan dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, kebakaran hutan di Kalimantan hingga erusi di 6 gunung berapi di berbagai
20:21wilayah Indonesia.
20:22Seperti Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Semeru, Lewatomi Laki-Laki, Ili Lewatolog, dan Sinabung.
20:30Namun di tengah himpitan bencana itu kita selalu menyaksikan ketangguhan masyarakat yang bertahan dan bangkit bersama.
20:40Nah, malam ini kita akan melihat kondisi saudara-saudara kita di lapangan.
20:44Dan sudah siap dengan laporannya jurnalis Kompas TV Citos Natun di Maumere Nusa Tenggara Timur dan Samsul Hardi di Kalimantan
20:53Barat.
20:54Saya mau ajak Anda melihat kondisi di Nusa Tenggara Timur terlebih dahulu lewat laporan Citos.
20:58Citos, gambarkan kepada kami.
21:01Selamat malam, Tifal.
21:03Saat ini saya berada di Kampung Lai, Desa Tuanggeo, Kabupaten Sika, Nusa Tenggara Timur.
21:09Di tempat ini merupakan satu dari delapan desa yang terdampak gempa pada tanggal 15 Agustus kemarin.
21:17Sampai saat ini memang ada sejumlah warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengusian
21:24karena memang sampai saat ini masih terus terjadi gempa susulan.
21:27Saya akan tunjukkan kepada saudara sekalian bagaimana situasi anak-anak belajar di tenda darurat yang ada di Kampung Lai ini.
21:37Nah, kira-kira seperti ini, Pemirsa.
21:43Kondisinya, anak-anak dengan buku tulis dan juga buku-buku yang bergambar begitu,
21:55mereka tetap belajar dengan beralaskan bila-bila bambu dan juga ada kardus dan juga terpal.
22:08Nah, mereka diatapi oleh terpal yang memang dibuat secara mandiri sejak hari pertama pada tanggal 15 Agustus kemarin.
22:16Nah, di sini kurang lebih ada tiga tenda yang dibangun.
22:26Dua tenda merupakan bantuan dari BNPB dan satu tenda dibuat secara mandiri.
22:34Dapat saya tunjukkan di sini satu tenda untuk para lansia dan anak-anak dan juga satu tenda yang dibuat secara
22:43mandiri yang dikhususkan untuk 22 kakak yang menempati wilayah di Dusun Lai ini.
22:51Seperti apa, saudara, kondisi mereka di dalam tenda ketika malam hari mereka harus berjuang dengan situasi yang dingin dan juga
23:01ketika siang hari harus berjuang dengan rasa panas yang cukup menyengat di siang hari.
23:09Nah, seperti ini aktivitas para pengungsi yang masih memilih untuk bertahan di tenda-tenda pengungsian.
23:21Ini ada beberapa lansia yang memang memilih bertahan di tenda-tenda pengungsian yang mereka harapkan adalah kebutuhan akan air bersih.
23:37Beberapa pengungsi mengaku bahwa untuk mendapatkan air bersih mereka harus membeli air bersih dalam satu jergen yang berukuran 30 liter
23:51dihargai 10 ribu.
23:53Demikian kami kembali ke Rekan Tifal di Hotel Bidakara Jakarta. Terima kasih.
24:00Terima kasih juga untuk laporan Anda, Cito Senatun dari Nusa Tenggara Timur.
24:04Itu untuk kondisi di Bau Mere.
24:06Sekarang kita akan melihat situasi di titik kebakaran hutang di Kubur Raya, Kalimantan Barat lewat laporan dari Samsul Hardi.
24:13Samsul, silakan.
24:15Baik, Tifal. Kebakaran baru saja terjadi siang tadi di Kecamatan Pontinak Utara dan tim terus masih melakukan upaya berjibaku untuk
24:23memadamkan api yang terjadi yang hampir 3 bulan ini.
24:27Kondisi kebakaran lahan yang terjadi di Kalimantan Barat khususnya Pontinak dan Kubur Raya terus dilakukan pemadaman.
24:33Nah, menariknya di tengah kondisi pemadaman tersebut ada Sri Kandi-Sri Kandi yang turut serta melakukan pemadaman.
24:41Nah, saat ini saya bersama Mbak Inak yang juga merupakan salah satu Sri Kandi yang turut melakukan upaya pemadaman selama
24:50kurang lebih 3 bulan ini.
24:52Mbak Inak, kenapa Mbak Inak mau turun terjun ke lapangan selama kurang lebih 3 bulan ini untuk melakukan pemadaman?
24:59Kalau dilihatkan Mbak seorang perempuan yang biasanya berjibaku ini laki-laki, mungkin seperti apa Mbak?
25:06Mungkin dari jiwa hati, dari tahun 2019 saya sudah turun ke lahan.
25:14Pernah nggak gitu Kak, kalau kakak ini perempuan di belakang aja yang cowok-cowok di depan atau seperti apa Pak
25:20ketika pelakukan pemadaman itu Kak?
25:23Kita biasanya di ujung tombak, Pak. Jadi perempuan dengan lelaki kita sama aja. Jadi kita biasakan rolling. Kadang perempuan, kadang
25:36lelaki-laki. Saling didampingi aja.
25:38Harapannya Mbak Inak untuk kebakaran lahan di Kalimantan Barat?
25:41Semoga cepat kembali lagi hijau dan juga kemarau juga cepat berlalu.
25:49Terima kasih Kak Inak, waktunya.
25:51Kebakaran lahan yang terjadi di Kalbar memang menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga agar kembali sehat untuk udara yang ada
26:00di Kalimantan Barat.
26:01Dan tentunya warga semua berharap musibah ini, bencana kabur asap ini bisa segera berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktifitas dengan
26:10normal.
26:11Demikian laporan dari Pontianak, Kalimantan Barat. Kembali ke Anda Tifal dari Bidakara, Jakarta.
26:18Sam Sulhardi, terima kasih sudah melaporkan dari Kalimantan Barat. Itu kondisi di dua titik dengan harapan ada perbaikan ke depannya.
26:25Itu untuk kondisi di sana, kita kembali lagi ke malam puncak Indonesia Bisa dan sepertinya Yan Rahman sudah bersama dengan
26:34tamu-tamu undangan kami.
26:35Tapi posisinya di mana Yan, di manakah Anda?
26:37Saya di sini loh Tifal.
26:39Tidak terlihat.
26:40Tidak kelihatan, di sini saya harus melapahkan tangan.
26:43Mana?
26:43Di sini loh.
26:44Di depan saya, mohon maaf silakan.
26:47Baik, terima kasih Tifal.
26:49Betul sekali seperti yang Anda sebutkan bahwa saya kali ini juga akan masih berbincang-bincang begitu.
26:53Sebenarnya masih banyak sih pertanyaan karena memang pada hari ini, hari yang istimewa, hari ulang tahun kelima belas Kompas TV
27:01Indonesia Bisa.
27:02Nah ngomong-ngomong soal Indonesia Bisa juga, saya punya pertanyaan nih.
27:06Bagi tokoh yang ada di samping saya ini, ada Pak Yanri Susanto, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia.
27:14Pak Yanri selamat malam.
27:16Malam Mas.
27:17Apa kabar?
27:18Baik, selamat buat Kompas TV Indonesia Bisa.
27:21Indonesia Bisa.
27:22Pak Yanri, ini ngomong-ngomong Indonesia Bisa juga.
27:25Ini tadi saya sudah bertanya ke Pak Jekai soal Indonesia Bisa.
27:28Ini sebetulnya kalau kita kaitkan dengan kondisi Indonesia saat ini, kemarin dan hingga saat ini masih ada karhutlah begitu di
27:36Kalimantan dan juga beberapa pulau besar di Indonesia.
27:40Ada juga gempa di NTT, ada juga kemarin gunung erupsi begitu.
27:45Kalau kita hubungkan dengan Indonesia Bisa, apa yang bisa dilakukan kita bangsa Indonesia agar tetap optimistis di tengah bencana seperti
27:55yang terjadi akhir-akhir ini?
27:57Ya intinya kebersamaan Mas.
28:00Jadi kalau kita bersama-sama kemudian sulit atas kita jaga, kekompakan kita kedepankan, jadi apapun persuluhan bangsa saya yakin bisa.
28:11Dan itulah yang kata Bapak Presiden Prabowo, kita ini bukan superman, kita ada superteam.
28:17Dengan superteam itu artinya apapun yang dihadapi bangsa ini harus menjadi tanggung jawab kita semua.
28:23Apakah itu bencana, erupsi gunung anak Krakatau, atau gempa di NTT, atau kebakaran hutan, itu semua perusahaan yang mesti kita
28:34hadapi.
28:34Dan dengan kebersamaan baik dari desa, kecamatan, pemerintah daerah, kabupaten, kota, provinsi sampai ke pusat,
28:42dan semua kita merasa punya tanggung jawab, saya kira bisa kita lalui.
28:47Dan Indonesia biasa menghadapi perusahaan besar dengan kekompakan bagi kita keluar dari perusahaan itu.
28:52Baik, sungguh menginspirasi, intinya sih dua yang bisa tangkap, kekompakan dan juga kebersamaan.
29:00Terima kasih Pak Yandri atas pesan-pesannya, tentunya bermanfaat sekali bagi kita di tengah-tengah kondisi saat ini.
29:07Ada beberapa bencana yang memang perlu dihadapi adalah ada dua kunci, kebersamaan, salah satunya kebersamaan dan juga kekompakan.
29:18Baik, terima kasih Pak Yandri dan sepertinya ada juga rekan saya Friska Kalisa yang akan juga berbincang-bincang pada malam
29:25hari ini.
29:25Friska, silakan.
29:26Betul sekalian Rahman, saya saat ini sudah satu meja dengan Bapak Kapolri, Bapak Jenderalis Tio Sigit Prabowo,
29:33dengan Gubernur M. Hanes, Bapak Aceh Hasan Syazili, juga Ketua OJK, Ibu Kegi Widyasari, selamat malam.
29:39Dan juga pemimpin tradaksi Kompas TV, Mas Yogi Arief Nugrahas.
29:43Saya mau tanya ke Pak Kapolri, izin ya Bapak, ngomong-ngomong Kompas TV.
29:47Sekarang kita ulang tahun yang ke-15, program favoritnya Pak Kapolri.
29:52Apa kabarnya kan Bapak suka nonton Kompas TV, betul ya Pak ya?
29:55Yang pertama tentunya saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-15 untuk Kompas TV dengan tema Indonesia Bisa.
30:05Saya kira kita sama-sama memiliki pandangan yang sama bahwa kita harus bersama-sama menjaga negara kita,
30:15negara yang besar untuk terus bisa bersama-sama kita jaga menuju cita-cita besar mewujudkan Indonesia Mas 2045.
30:26Yang kedua tentunya saya selalu mengikuti berita-berita yang ada, khususnya mungkin Kompas Pagi, Kompas Siang, Kompas Malam, Kompas Record.
30:41Karena kadang-kadang suka, nggak sempat baca jadi lihatnya di situ.
30:46Tapi yang paling utama adalah kita selalu mengikuti semuanya itu karena itu sebagai salah satu masukan bagi kita.
30:57Karena apapun Kompas adalah salah satu media, alat kontrol yang tentunya kita tentu harus terus mengikuti.
31:07Dan dari informasi yang ada tentunya kita juga bisa melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan tugas kami sebagai Kapolri.
31:21Tentunya harapan kita Kompas selalu menjadi TV berita yang terus independen, bisa dipercaya.
31:32Dan tentunya harapan kita juga bagaimana kita selalu menjaga agar seluruh berita yang ada selalu berimbang.
31:45Sehingga Kompas bisa menjadi salah satu media yang memberikan literasi yang tentunya menjadi harapan kita bersama untuk bisa menjaga dan
31:57merawat bangsa kita menjadi lebih baik.
31:59Saya kira itu. Terima kasih.
32:00Tepuk tangan untuk Bapak Kapolri luar biasa. Terima kasih banyak Bapak ucapan juga harapannya untuk kami di 15 tahun Kompas
32:08TV.
32:08Dan ternyata kita tidak menyangka Pak Kapolri nonton Kompas TV bahkan sejak program pertama ya Pak Kompas pagi membuka mata
32:14langsung tontonnya Kompas TV.
32:15Terima kasih banyak sekali lagi Bapak Kapolri.
32:18Berikutnya akan ada rekan saya lagi Yan Rahman yang akan berbincang dengan siapa Yan?
32:23Baik terima kasih Friska. Kita bolak-balik ya Friska di sini ya.
32:26Tadi saya lempar ke Friska, Friska lempar lagi ke saya. Tapi memang ini diperlukan karena banyak sekali tamu-tamu yang
32:32hadir yang harus kita tanya-tanya nih.
32:34Nah yang sekarang ada di samping saya ada Mbak Yeni Wahid, Ketua Umum Kowani kita.
32:40Selamat malam Mbak Yeni.
32:42Selamat malam.
32:43Mbak Yeni dari sekian banyak pertanyaan sebetulnya yang ingin saya tanyakan terkait Kompas TV.
32:47Ini kan di hari ulang tahun ke-15 Kompas TV.
32:50Kompas TV memiliki slogan independen terpercaya begitu.
32:54Sebelumnya juga ada inspirasi Indonesia.
32:56Menurut Mbak Yeni apa sih setelah 15 tahun itu apa yang jangan berubah dari Kompas TV?
33:01Oke, jadi kita kan sekarang menghadapi dunia yang sangat terpolarisasi.
33:06Jadi masyarakat dunia mengambil posisi yang saling berhadapan vis-a-vis selalu posisinya sangat ekstrim.
33:14Nah kadang-kadang posisi itu berdasarkan emosi bukan berdasarkan kepada logika.
33:20Perlu ada pihak-pihak yang terus mengingatkan masyarakat menyajikan fakta yang berimbang dan jernih
33:26agar masyarakat bisa tidak gampang terpervokasi.
33:32Nah ini tugasnya Kompas TV.
33:34Selama ini Kompas TV mampu menjalankan tugas itu dengan sangat baik.
33:38Dan tentu kita apresiasi semua.
33:40Jadi dalam dunia yang terpecah, dalam dunia yang narasinya seringkali membelah,
33:49perlu ada media yang tetap jernih dan berdasarkan fakta.
33:54Baik, tetap jernih dan berdasarkan fakta.
33:57Boleh tepuk tangan?
33:59Ya itu menjadi acuan dasar juga bagi kami Kompas TV dan juga Insan Media tentunya.
34:05Seperti yang Mbak Yeni sebutkan tadi, itu merupakan hal-hal yang mendasar begitu yang perlu
34:10agar kita juga bisa memberitakan secara jujur dan juga benar.
34:14Dan saudara itu tadi penjelasan-penjelasan yang memang menginspirasi kita malam ini,
34:19membangkitkan optimisme dan juga kepercayaan diri kita sebagai bangsa Indonesia.
34:23Dan tentunya malam ini hari ulang tahun Kompas TV ke-15 Indonesia Bisa masih akan berlanjut dengan harmoni.
34:32Kita lihat.
34:44Suara
35:00Terima kasih telah menonton!
35:35Selamat menonton!
35:56Selamat menonton!
36:39Terima kasih telah menonton!
36:45Selamat menonton!
37:02Selamat menonton!
37:15Selamat menonton!
37:34Selamat menonton!
38:03Selamat menonton!
38:11Selamat menonton!
38:31Selamat menonton!
38:33Selamat menonton!
38:41Selamat menonton!
38:55Selamat menonton!
38:57Hingga ku lukis dengan cinta pesan damai
39:03Dan terujung harmoni
39:12Harmoni
39:14Harmoni
39:20Harmoni
39:33Harmoni
39:34Harmoni
39:35Harmoni
39:38Harmoni
39:39Harmoni
39:41Harmoni
39:41Harmoni
39:41Harmoni
39:41Harmoni
39:42Harmoni
39:42Harmoni
39:42Harmoni
39:43Harmoni
Komentar

Dianjurkan