00:00Iran dan Oman menyatakan segera sepakat menentukan jalur maritim baru di Selat Hormuz.
00:04Bagaimana Amerika Serikat serta negara-negara Teluk akan bereaksi saat kesepakatan ini resmi berlaku?
00:10Akankah ada eskalasi militer baru?
00:11Kita bahas bersama dengan penggambat militer dari Center for Intermastic and Diplomatic Engagement, Anton Ali Abbas.
00:18Mas Anton, selamat malam.
00:20Selamat malam, Mbak Friska.
00:21Kalau kita lihat progresnya sejauh ini, soal Iran dan Oman berbicara soal jalur pelayaran Hormuz.
00:31Tapi tampaknya eskalasi militer di Selat ini tidak juga meredah ya, Mas Anton?
00:37Iya, pertama kalau bicara tentang progres ini, ini memang sebuah kemajuan yang cukup berarti.
00:43Karena sebenarnya kita sudah bisa lihat dari rangkaian ya, Mbak Friska.
00:47Ini kan mulai dari April sebenarnya, bagaimana pembahasan terkait jalur lalu kemudian pada awal Agustus ada muncul isu, muncul kabar
00:55tentang ada koridor tengah gitu.
00:57Tapi ternyata ketika kita bicara yang terakhir tadi yang kita bahas saat ini, itu ceritanya tentang berbeda gitu.
01:02Jadi bagaimana arah kesepakatan adalah membentuk ada jalur baru yang lebar sekitar 7 mil gitu ya.
01:08Ini berbeda dengan jalur utara, jalur selatan gitu.
01:11Dan ini disepakati sejauh ini ya, ada kabarnya disepakati oleh kedua belah pihak bagaimana pengelolaannya gitu ya.
01:16Itu satu. Yang kedua, bahkan misalnya 4 hari lalu tuh saya dapat kabar, Iran itu berencana kalau memang ini disepakati
01:23akan mendaftarkan ke AMO.
01:24Ini yang tadi kalau misalnya kita bicara, ini selatram nih kayaknya bisa gagal nih.
01:30Walaupun Mbak Friska, ketika tadi kepertanyaan apakah ini kemudian akan merendahkan konflik atau tidak, ini yang memang bagi saya itu
01:37ada ganjalan.
01:38Ganjalan pertama adalah misalnya, ini belum disepakati gitu ya, terkait penerapan tarif tol.
01:45Dan karena dari awal kan ini, Iran itu kan ngotot, pengen ada tarif tol, sementara kemarin tidak menyebuti.
01:50Itu satu.
01:51Kedua, Iran itu tetap ngotot.
01:53Kalau ada mereka yang menggunakan jalur di luar ini, mereka akan melakukan koersi, akan melakukan penghukuman.
01:59Nah, ini kan juga akan menjadi kompleks juga kalau misalnya ada penghukuman di luar jalur itu.
02:04Ketiga, adalah posisi Amerika Serikat.
02:06Kan Amerika Serikat dalam peringkatan ini tidak dilibatkan.
02:09Nah, ini yang kemudian menjadi, apa namanya, bisa jadi batu sandungan.
02:13Kalau tiba-tiba, Trump dikasih mic, ngomong lagi, atau dia kemudian nge-cweet lagi, usahnya menolak.
02:19Nah, ini kan menjadi kompleks.
02:20Jadi, dampaknya bahwa sejauh ini mungkin ini menjadi salusi tomporer, karena memang ini sepakatnya adalah, ini adalah jalur sementara bagaimana
02:26para pihak,
02:28dalam hal ini adalah Oman dan Iran itu sama-sama sepakat ingin membersihkan dari ranjau.
02:33Tapi, di sisi lain, kan perangnya antara Amerika Serikat melawan Iran, gitu.
02:37Oman itu, nah, ini akan menjadi kompleks.
02:39Kalau misalnya Amerika Serikat sendiri tidak menyetujui ada jalur ini, nah kan menjadi kompleks.
02:45Jadi, perangnya kan tetap jalan, gitu.
02:48Ini yang bagi saya memang sedikit banyak, apa, masih menyimpan masalah, ya.
02:53Mbak Friska, dan ini masih belum terjawab sampai saat ini.
02:55Tapi, most likely, kemungkinan besar sih Amerika Serikat nggak akan setuju, ya.
02:59Kalau statement Trump tadi bilang, ini selah Trump, apalagi mau pemilu selah, dan kayaknya harus tetap menjaga sikap Amerika Serikat
03:09untuk menggayat masa di US,
03:10kayaknya, ya, Amerika Serikat akan tidak setuju dengan kesepakatan Iran dan Oman, ya.
03:15Ya, ada banyak analisis yang menyebutkan bahwa ini perang panjang, gitu.
03:20Apalagi, misalnya, Trump itu karena pernah ngomong bahwa, ya, kalau mau nanti damai, nanti damai setelah pemilu aja, ya.
03:28Jadi, jangan-jangan memang Trump juga menikmati, menikmati, apa namanya, masa-masa seperti ini.
03:33Bagaimana dia kemudian bisa mengeluarkan retorika-retorika, dan itu dia merasa bahwa itu bermanfaat dalam pemilu selah ini.
03:40Walaupun juga dari sisi Republik kan juga tidak merasa bahwa isu ini banyak memanfaat apa.
03:45Mereka mendapatkan manfaat yang banyak, gitu, dalam konteks adalah bagaimana vote gator, misalnya.
03:50Nah, ini memang, bagi saya, kalau bicara perang panjang, kayaknya ini, naga-naganya ini masih akan panjang, gitu.
03:55Jadi, ada banyak poin-poin yang kemudian kita bisa mencermati, ini masih belum selesai.
04:00Kalau belum selesai ini, kayaknya perangnya masih hilalnya belum kelihatan, ya, damai jangkapannya, Mbak Fisca.
04:06Apalagi Iran kan bilang, jangan cuma ikut campur, ya, buat negara-negara lainnya untuk sekutu-sekutunya Amerika Serikat di posisi
04:14saat ini.
04:15Artinya, ya, kita akan banyak melihat peta pertarungan ini, ya, dari Iran dan AS yang saling serang, terutama di Selat
04:24Hormuz ini, Mas Anton.
04:27Benar, karena ketika Amerika Serikat menyerang lima kapal tanker, misalnya, itu kan Iran juga melakukan pemukulan yang cukup serius, gitu.
04:34Bagaimana, misalnya, serta Jordan, gitu ya, dengan melakukan kluster, gitu ya, peluru-peluru kluster.
04:39Jadi, ini yang bagi saya sih, ada, kalau bicara tentang potensi kerusakan atau potensi eskalasi, indikasinya ada banyak, gitu.
04:48Bagaimana Iran sudah mulai berani untuk menyerang aset Amerika Serikat secara langsung, dalam hal ini kapal, kapal perang, misalnya.
04:54Itu kan juga adalah sebuah progres. Belum lagi mereka menyerang Jordan secara serius adalah sebuah progres.
04:59Belum lagi kita bicara tentang, nanti dalam proksi-proksi adalah cerita yang lain lagi.
05:03Jadi, kompleksitas masih tetap terasa, masih tetap ada.
05:06Itu yang jawabannya juga masih belum ada.
05:08Tapi, di sisi lain, memang sedikit banyak, kalau bicara tentang Hormuz, ada harapan.
05:12Kalau, misalnya, memang koridor sementara ini, yang lebar nanti 7 mili, itu memang disepakati oleh Oman dan Iran.
05:19Setidaknya ada, ada, apa namanya, indikasi angin segar.
05:24Walaupun, ya, kalau Amerika nggak setuju, ya, memang buahkan bubuiar lagi, menurut Rizka.
05:27Nah, dan sekarang kan main theaternya itu, teater utamanya ada di Selat Hormuz tetap.
05:32Apa masih ada implikasi terhadap jeluruh perdagangan energi yang 20% ini lewat Hormuz?
05:38Ya, kalau misalnya ini disepakati, dan ini tentu saja tadi, ini bagi saya ini nafasnya agak lega, gitu.
05:45Apalagi kalau misalnya Amerika Serikat, pasif saja, dia tidak menyentuhkan sikapnya secara terbuka.
05:51Bahwa bagi saya ini sudah lumayan, ya, lumayan untuk membuka koridor sementara.
05:55Walaupun kemudian, karena kita bicara tentang mereka yang tidak mau belahirkan, karena asuransi nggak mau bayar.
06:00Tapi kalau misalnya Iran kemudian melakukan penghukuman bagi mereka yang tidak mau belahirkan jalur,
06:04itu kan menjadi problem sendiri.
06:06Bagaimana dunia asuransi kapal, apakah mereka berani atau tidak berani kemudian menanggung risiko premi, misalnya.
06:12Nah, ini kan juga menjadi problem sendiri, gitu.
06:14Ini yang bahwa, kalau misalnya, tadi saya bilang bahwa kalau bicara tentang ada indikasi, kabar gembira, iya.
06:22Tapi bagaimana realisasinya ini yang nanti akan kita harus cermati.
06:25Kalau misalnya disepakati, progresnya kayak apa, belum lagi ngomong tentang apakah mereka serius untuk membersihkan teranjau.
06:32Lalu kemudian kalau misalnya Iran itu kemudian menghukum bagi mereka yang tidak koordinasi sama Iran.
06:37Nah, itu kan menjadi pelik miri.
06:39Belum lagi ngomong tentang tarif tol yang masih sejauh ini masih belum disepakati oleh Oman.
06:43Itu bagi saya juga akan menjadi sandungan, Mbak Friska.
06:46Jadi harapannya ya, angin segar ini bisa berjalan dengan baik.
06:50Minimal Amerika Serikat nggak mencuit macem-macem lah ya,
06:53agar bisa berjalan kesepakatan di Selat Hormus sejauh ini.
06:56Terima kasih, Mas Anton, pegamat militer dari Center for Intermastic and Diplomatic Engagement.
07:01Anton Ali Abbas. Selamat malam.
Komentar