00:00Belum selesai persoalan ijazah milik Jokowi, kini ijazah putranya, Wapres Gibran, juga dipersoalkan hingga ke Mahkamah Konstitusi.
00:09Kubu yang mempersoalkan menilai keaslian ijazah adalah syarat dasar menjadi pemimpin.
00:15Namun, bagi Kubu, Jokowi dan Gibran menganggap gugatan soal ijazah kental muatan politik.
00:25Menjaga harga diri!
00:27Menjaga diri bawah!
00:30Menjaga paruah Jokowi Hukum Indonesia!
00:36Kamis 10 September, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana,
00:41mendaftarkan permohonan gugatan sengketa Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi
00:46atas tidak terpenuhinya syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Raka Buming.
00:52Ada enam tuntutan yang diajukan Denny Indrayana bersama Roy Suryo CS.
00:56Di antaranya, mendiskualifikasi Gibran Raka Buming sebagai Wakil Presiden,
01:01serta melakukan pemilihan ulang Wakil Presiden oleh MPR.
01:05indikasi awal bahwa talon Wakil Presiden pasangan calon nomor 02 itu tidak memenuhi syarat pendidikan.
01:16Apa salah pendidikan paling rendah, tamat, SLTA atau subgerajan.
01:26Kalau tidak memenuhi syarat calon,
01:28sejak awal,
01:30jangankan mendapatkan suara,
01:33jangankan dituatkan sebagai pemenang,
01:36jangankan dilantik sebagai Wakil Presiden.
01:42Upaya Denny Indrayana CS dinilai jauh dari upaya menuntut keadilan,
01:47melainkan sensasi untuk menjatuhkan Gibran
01:51yang sejak dilantik dua tahun lalu
01:53tak ditemukan kejanggalan secara administratif untuk pencapresan.
01:58Kalau memang ada catatan hukum sebesar tuduhan yang disebutkan nama Pak Denny ini,
02:02kenapa tim profesional dari dua kubu loh,
02:05itu tidak menyoalkannya.
02:06Kalau prinsip baru tahu jadi alasan sah mengajukan gugatan ini diterima,
02:11maka nanti setiap sengketa pemilu bisa dibuka kapan saja
02:14selama ada orang yang mengaku baru tahu nih.
02:17Kita baru saja diminta menggungurkan seorang Wakil Presiden
02:21yang hampir dua tahun setelah dilantik
02:23sudah bekerja untuk lakyat.
02:25Ini keadilan atau kejutan yang pengen dipaksakan oleh Pak Denny?
02:29Kita semangat di atas kemenaraan!
02:32Jika persoalan ijasa SMA Gibran digugat di MK,
02:36tudingan ijasa palsu sang ayah oleh Roy Suryo
02:38segera disidangkan pada Kamis 17 September nanti.
02:42Roy Suryo pun meminta,
02:44sebagai pelapor,
02:45Jokowi harus hadir langsung
02:46dan menolak kehadiran melalui Zoom.
02:50Jangan hanya bilang siap-siap-siap,
02:52buktikan nanti pada saat sidang,
02:54pelapor itu harus datang sendiri,
02:56Jokowi harus datang sendiri
02:57dan tidak boleh menggunakan alasan
03:00kalau misalnya nanti memang sidangnya itu ada
03:03perbedaan waktu, berbeda,
03:05tidak boleh menggunakan alasan,
03:06oh itu sudah pernah hadir di sidang,
03:08misalnya Dr. Tifa,
03:10kemudian dia hanya hadir dengan menggunakan Zoom.
03:13Harus hadir.
03:14Kalau tidak hadir,
03:15maka seperti pada sidang Nikita Mirzani
03:17yang terjadi juga di sini,
03:18maka kami tolak
03:20dan perkara itu dinyatakan
03:22batal atau selesai.
03:25Pak Jokowi akan hadir.
03:27Kita doakan bersama-sama Pak Jokowi sehat
03:29dan tentunya
03:30kami akan kawal Pak Jokowi
03:34di pengadilan nanti
03:35tentunya dengan beberapa
03:37teman-teman relawan.
03:39Ini adalah satu momentum sejarah
03:40di mana seorang Presiden kedua Republik ini
03:44berhadapan dengan orang
03:47yang melakukan fitnah
03:49dan percamanan terhadap dirinya.
03:49Dan pasti jamin ya Pak Jokowi akan hadir.
03:51Saya yakin betul ini untuk
03:53pembelajaran buat publik
03:54dan sebagai rumodel bagi pemimpin nanti.
03:58Serangan bertubi-tubi terhadap Jokowi dan Gibran
04:01dengan narasi yang sama
04:02yakni ijasa
04:03memunculkan pertanyaan.
04:05Benarkah ini murni soal keaslian ijasa
04:08atau serangan politik semata.
04:11Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar