00:03Intro
00:05Saudara, dalam satu pekan kasus keracunan MBG terjadi di Sidoarjo,
00:10Nganjuk, Tanatoraja, hingga Rembang.
00:12Perbaikan total tata kelola MBG kembali disuarakan.
00:16Ulasan selengkapnya disampaikan rekan saya, Sintia Rompas.
00:19Ya, terima kasih Sindi.
00:21Dua tahun berjalan, evaluasi dan perbaikan menyeluruh mendesak dilakukan.
00:27Selain pengawasan ketat, perubahan mendasar soal dapur berbasis sekolah
00:32juga disampaikan Komisi 9 DPR RI.
00:35Publik berharap ini jadi momentum evaluasi secara total dan sistematis.
00:42Dan Saudara, inilah catatan Kompas TV.
00:45Keracunan MBG mau sampai kapan?
00:52Kasus keracunan diduga akibat menu program makan bergizi gratis MBG
00:56terjadi di sejumlah daerah selama beberapa hari terakhir.
00:59Di kebupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ratusan santri pondok pesantren
01:04membaul hikam keracunan diduga akibat menu MBG.
01:07Hingga Kamis 3 September, jumlah korban keracunan mencapai 664 orang.
01:13BGN juga mencatat kasus keracunan di sejumlah wilayah lain
01:16seperti Agam, Nganjuk, Tanatoraja, hingga Rembang.
01:19Kepala BGN Sudaryono menjelaskan
01:2280% kasus keracunan disebabkan tidak taat
01:26pada Standar Operasional Prosedur atau SOP.
01:30Kasus keracunan yang ada itu kalau kita breakdown itu
01:3380-90% itu karena tidak taat SOP.
01:36Tidak taat SOP penyimpanan, tidak taat SOP pada saat dia penerimaan barang,
01:41tidak taat SOP terkait suhu dan waktu konsumsi,
01:45waktu konsumsi, batas konsumsi, waktu dan seterusnya.
01:48Adanya keracunan di Sidoarjo, di Agam,
01:51kemudian tadi di mana, di Lasem, di Rembang ya.
01:55Ini tentu saja kami sangat terpukul sebetulnya,
01:59tapi ini, dan kami tidak boleh menyerah.
02:02Insya Allah ini kami kita perbaiki semua tata kelolanya.
02:05Kasus keracunan juga menjadi pembahasan
02:08di rapat kerja Komisi 9 DPR bersama Kepala BGN di Senayan.
02:13Wakil Ketua Komisi 9 DPR RI, Charles Honoris,
02:17meminta Badan Gizi Nasional BGN melakukan perubahan fundamental
02:20dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis,
02:24khususnya sistem penyediaan makanan.
02:26Charles mendorong BGN beralih dari sistem dapur tersentralisasi
02:31menuju dapur berbasis sekolah untuk menekan resiko keracunan.
02:36Setelahnya 50.059 orang.
02:40Dengan 560 kejadian,
02:42di 36 provinsi,
02:45245 kebupatan-kota.
02:47Artinya hampir semua provinsi di Republik ini
02:50pernah mengalami kasus keracunan dalam 2 tahun terakhir.
02:53Kalau tidak ada perubahan,
02:54secara fundamental,
02:56kita tidak akan berhenti melihat kasus-kasus keracunan terus terjadi.
03:11Sementara itu, MBG Watch menilai,
03:13sanksi yang diberikan BGN tidak berdampak optimal
03:16bagi perbaikan program makan bergizi gratis.
03:19MBG Watch bahkan menyarankan untuk men-stop sementara
03:22agar BGN dapat melakukan evaluasi total.
03:25Melempar masalahnya kepada SPPG,
03:30bukan kepada BGN
03:33yang mengendalikan, merencanakan, dan mengimplementasikan MBG ini.
03:39Jadi saran saya suspensinya memang harus suspensi di BGN
03:43dan suspensi MBG keseluruhan.
03:45Kenapa sih kalau tidak mau di-stop dulu,
03:49di-evaluasi total untuk perbaikan yang optimal
03:53supaya pemerintah itu benar-benar bisa mengantarkan
03:57makanan yang bergizi.
03:59Ini kita baru ngomongin keracunan ya,
04:00kita belum ngomongin kualitas makanan yang ada dalam MBG itu.
04:06Audit hingga menutup SPPG yang belum berizin
04:09atau belum memenuhi standar mutu teknis penting dilakukan.
04:13Namun, kasus keracunan yang terjadi sepekan terakhir
04:16diharapkan juga menjadi momentum evaluasi secara total dan sistematis.
04:21Tim Liputan, Kompas TV
04:42Sampai jumpa di video selanjutnya.
04:55Desaikan perbaikan total menggema usai keracunan
04:59diduga akibat menu MBG terjadi di sejumlah wilayah
05:02dan mencapai ratusan korban.
05:04Berulangnya, keracunan diperlukan terobosan dan kebijakan politik
05:09agar program prioritas ini tidak jadi bahan olok-olokan
05:13yang akhirnya menjatuhkan wibawa pemerintah.
05:17Lagi-lagi, siswa-siswi dan santri jadi korban
05:20makan bergizi gratis atau MBG.
05:23Dalam sepekan, terjadi keracunan MBG di Sidoarjo, Jawa Timur,
05:28Lasem, Jawa Tengah, serta Toraja, Sulawesi Selatan
05:31yang jumlahnya lebih dari seribu siswa dan santri.
05:36Pekan sebelumnya, sekitar 300 siswa di Karo Sumatra Utara juga keracunan.
05:43Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono langsung sigap memberi sanksi
05:48kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
05:53Sudaryono mengungkap 80 persen kasus keracunan MBG akibat kelalaian SOP.
05:59Tentu langkah cepat Kepala BGN Sudaryono merespon setiap kasus keracunan MBG
06:05harus dihargai.
06:06Tapi sebaiknya, jangan cuma berhenti di situ.
06:10Karena kesannya, langkah ini ibarat memadamkan kebakaran.
06:14Tapi tidak pernah tahu apa penyebab kebakarannya.
06:18Pengungkapan kasus korupsi yang melibatkan eks Kepala BGN Dadan Hindayana
06:23juga patut diapresiasi.
06:25Namun, harus diikuti langkah pembenahan total menyeluruh.
06:36Harus ada terobosan dan kebijakan politik.
06:39Misalnya, moratorium MBG untuk dapat evaluasi menyeluruh,
06:45memperbaiki tata kelola, dan mencari akar penyebab munculnya kasus keracunan.
06:50Tidak apa-apa, mundur satu langkah,
06:53agar dapat maju 10 langkah apabila moratorium dilaksanakan.
06:59Sebab mengelola program MBG bukan sekadar memasak,
07:03lalu membagi-bagikannya ke sekolah.
07:05Moratorium untuk melihat apakah selama ini
07:09semua SPPG melaksanakan program MBG
07:13sesuai standar penyajian makanan sehat.
07:16Dari mulai pemilihan bahan makanan,
07:19bagaimana standar penyimpanan bahan makanan,
07:21hingga pencucian omprengnya.
07:24Apakah sudah melewati proses yang higienis?
07:27Atau apakah semua ahli gizi di setiap SPPG
07:32punya kompetensi yang sama?
07:39Memang program MBG seharusnya sejak awal dilaksanakan
07:45setelah melewati proses perencanaan yang baik
07:48berdasarkan kajian akademik dan medis
07:51tidak menggunakan pendekatan trial and error
07:55sebab tak ada individu atau lembaga di Indonesia
07:59yang punya pengalaman mengelola program MBG.
08:03Karena itu, tak perlu malu juga meniru
08:07atau fotokopi sistem pengelolaan MBG
08:10dari negara-negara yang sudah melakukannya puluhan tahun,
08:15seperti Jepang atau Taiwan.
08:17Sejumlah lembaga pendidikan dan guru sudah ada yang mengusulkan
08:21agar pengelolaan MBG diserahkan kepada sekolah
08:25atau pesantren.
08:26Ini juga harus dipertimbangkan.
08:29Program MBG adalah salah satu program prioritas
08:33pemerintahan Presiden Prabowo
08:35yang sudah hampir dua tahun berjalan
08:37dan menyedot anggaran paling besar dari APBN.
08:42Jangan sampai program yang baik ini
08:46hanya cuma bahan olok-olokan
08:48yang malah jatuhkan wibawa pemerintah.
08:52Presiden pun perlu mendapat laporan apa adanya.
08:57Berikut rekomendasi agar tidak ada korban keracunan lagi.
09:06Perlu diingat, program MBG tujuannya
09:09memberi makanan sehat dan bergizi.
09:12Bukan sebaliknya, malah jadi ancaman
09:15bagi anak sekolah dan ibu hamil.
09:17Tidak ada makanan yang bisa disebut bergizi
09:20jika hasilnya malah membuat penerimanya keracunan
09:26dan masuk rumah sakit.
09:28Jika sudah berulang kali keracunan terjadi,
09:31tetapi sistem pengelolaan masih menggunakan pola lama,
09:35melalui yayasan dan SPPG,
09:37patut diduga ada motif lebih besar.
09:41selain pemenuhan gizi,
09:43anak, lansia, dan ibu hamil,
09:46yaitu bagi-bagi anggaran.
09:54Demikian catatan Kompas TV pekan ini.
09:57Sampai jumpa pekan depan.
Komentar