- 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Inflasi di Bulan Agustus 2026 naik jadi 3,19% secara tahunan dan 0,21 persen secara bulanan.
Komoditas penyumbang utama andil inflasi adalah emas, bensin, daging ayam hingga minyak goreng.
Sejauh mana harga pangan akan terus membayangi gejolak inflasi kedepan? apa saja yang perlu diwaspadai?
Kita bahas bersama Abra Talattov, Ekonom Indef.
Video Editor: Frashiva Rizaldi
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689342/full-inflasi-naik-3-19-harga-pangan-bayangi-gejolak-inflasi-ke-depan-ini-kata-ekonom-indef
Komoditas penyumbang utama andil inflasi adalah emas, bensin, daging ayam hingga minyak goreng.
Sejauh mana harga pangan akan terus membayangi gejolak inflasi kedepan? apa saja yang perlu diwaspadai?
Kita bahas bersama Abra Talattov, Ekonom Indef.
Video Editor: Frashiva Rizaldi
Produser: Theo Reza
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689342/full-inflasi-naik-3-19-harga-pangan-bayangi-gejolak-inflasi-ke-depan-ini-kata-ekonom-indef
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:16Intro
00:18Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, saudara bersama saya, Yan Rahman.
00:21Saudara Badan Pusat Statistik atau BPS merilis secara tahunan inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19 persen,
00:30sementara secara bulanan inflasi tercatat 0,21 persen setelah mencatatkan deflasi pada bulan sebelumnya.
00:39Berdasarkan kelompok pengeluaran, saudara pendorong utama inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan anggil inflasi 1,13 persen.
00:48Diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,63 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,58 persen.
00:58Seluruh provinsi tercatat mengalami inflasi tahunan.
01:02Inflasi tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 5,28 persen, dan inflasi terendah di Kalimantan Utara sebesar 2,17 persen.
01:12Sementara secara bulanan inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21 persen, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 111,73 pada
01:25Juli menjadi 111,97 pada Agustus.
01:28Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:38Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:05Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:06Secara tahunan atau year-on-year terjadi inflasi sebesar 3,19 persen.
02:16Secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi sebesar 1,86 persen.
02:25Teman-teman media dan Bapak Ibu, kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi bulanan terbesar terutama pada makanan, minuman, dan tembakau.
02:41Laju inflasi Indonesia pada Agustus 2026 kembali naik ke 3,19 persen secara tahunan, di mana angka ini lebih besar
02:49dari Juli, sebesar 2,88 persen.
02:52Selain itu juga terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari Agustus 2025 sebesar 100,8,51 jadi 111,97 pada Agustus
03:032026.
03:05Sementara pada Januari 2026, sodara inflasi secara tahunan tercatat sebesar 3,55 persen, jadi secara tahun berjalan alias year to
03:14date, inflasi tercatat sebesar 1,86 persen.
03:25Sementara itu, sodara komoditas penyumbang utama andil inflasi pada Agustus 2026 secara tahunan adalah
03:33Ada emas sebesar 0,53 persen, bensin 0,31 persen, daging ayam ras sebesar 0,24 persen, ikan segar 0
03:44,22 persen, dan minyak goreng 0,13 persen.
03:54Sedara dalam sepekan harga beras naik di Malang, Jawa Timur, sulitnya mendapat pasokan beras, khususnya beras premium, diduga jadi penyebabnya.
04:05Naikan harga beras terpantau di pasar rakyat Bunurjo, kota Malang, dimana harga beras rata-rata naik sebesar 5.000 rupiah.
04:13Beras yang biasanya seharga 75.000 rupiah per 5 kilogram naik menjadi 80.000 rupiah.
04:19Sedangkan beras premium yang biasanya 80.000 rupiah naik menjadi 85.000 rupiah untuk kemasan 5 kilogram.
04:26Menurut salah satu pedagang, saat ini pedagang kesulitan saat meminta kiriman beras dari distributor dalam sepekan terakhir karena pasokan di
04:35tingkat distributor kosong, bahkan pedagang terpaksa membeli di pasar yang lebih besar.
04:44Agak susah itu kalau saya order itu kadang anggel gitu loh, bikin susah itu seperti itu.
04:51Karena itu barangnya kosong, nggak ada. Kalau ada kan nggak susah. Barangnya yang kadang-kadang kosong.
05:01Barangnya yang kadang-kadang kosong. Biasanya lancar sebelumnya.
05:07Itu beras apa, Bu? Premium atau apa?
05:09Premium, ya semua.
05:13Sementara itu harga daging ayam dan juga cabai rawit di Kabupaten Jemberana, Bali naik sejak pekan lalu,
05:19dimana harga daging ayam yang semula seharga 25.000 rupiah per kilogram naik menjadi 43.000 sampai 45.000 rupiah
05:27per kilogram.
05:28Bukan hanya harga ayam potong, di pasar umum negara terpantau harga cabai rawit juga naik 7.000 rupiah per kilogram
05:36dari 58.000 rupiah per kilogram naik menjadi 65.000 rupiah per kilogram.
05:41Kurangnya pasokan hingga gagal panen diduga jadi penyebab kenaikan harga.
05:45Untuk menyiasati naiknya sejumlah kebutuhan pokok, pembeli pun terpaksa mengurangi jumlah pembeliannya.
05:57Kemarin harga cabainya mencapai 58.000 rupiah, untuk sekarang naik lagi 65.000 rupiah.
06:04Yang cabai besarnya baru agak turunan dikit, kayak 20.000 rupiah, yang kemarin sekarang 25.000 rupiah.
06:21Makanya nomornya keras naik bisa-bisa, nanti bisa 100 lagi.
06:25Semua pake apa kan?
06:27Bumbu, rawur, gulih.
06:28Oh, jual-jual gulih ya.
06:30Satu.
06:33Harapannya gimana?
06:36Harapan biar turun semua harga.
06:38Ya, biar ringan lah masyarakat itu.
06:41Biar sama-sama enak.
06:43Pedagang juga enak.
06:46Saudara, inflasi Agustus 2026 naik jadi 3,19% secara tahunan dan 0,21% secara bulanan.
06:54Komoditas penyumbang utama andil inflasi adalah emas, bensin, daging, ayam, hingga minyak goreng.
07:00Sejauh mana harga pangan akan terus membayangi gejolak inflasi ke depan?
07:04Apa saja yang perlu diwaspadai, kita bahas bersama Abra Talatov, ekonom indef.
07:08Selamat pagi, Mas Abra. Selamat pagi. Apa kabar?
07:12Selamat pagi, Mas Yan. Baik, Mas Yan.
07:14Oke, Mas Abra ini kan secara bulanan dari deflasi di bulan Juli, ini jadi inflasi di bulan Agustus.
07:22Menurut Anda, mengapa demikian? Bagaimana analisis Anda?
07:26Ya, pertama kita menyaksikan kemarin BPS merilis inflasi, terutama yang menjadi concern kita semua memang inflasi harga bergejolak ya,
07:36ataupun inflasi pangan.
07:37Ini di bulan Agustus, ya secara year on year, inflasi pangan ini sudah mencapai 4,06 persen.
07:46Dan memang kalau kita lihat perbandingan dibandingkan bulan Juli, ini mengalami tren kenaikan.
07:52Nah, sebetulnya kalau kita bedah, kenapa inflasi pangan ini tinggi, terutama memang disebabkan beberapa komunitas,
07:59terutama daging ayam, tadi disampaikan, kemudian juga beras, dan juga cabai, baik cabai rawit maupun cabai merah.
08:07Nah, mungkin saya ingin fokus di daging ayam, Mas.
08:10Karena daging ayam ini ternyata menjadi penyebab sekitar 4 per 5 dari inflasi umum.
08:17Jadi, memang inflasi di bulan Agustus itu memang paling besar disebabkan oleh daging ayam.
08:22Kenapa? Karena memang kita tahu bahwa di bulan Agustus kemarin terjadi fenomena kenaikan harga daging ayam itu
08:29karena pasokannya juga terbatas.
08:32Karena biaya produksinya juga meningkat.
08:34Nah, biaya produksi ini kalau kita lihat memang dari sisi harga pakan,
08:38itu mengalami kenaikan sampai 14,5 persen.
08:40Jadi, memang ini sudah dikeluhkan oleh para produsen peternak ayam kita.
08:46Ya, harga pakan itu dari sebelumnya 8.300 per kilo, sekarang sudah mencapai 9.500 per kilo.
08:52Nah, inilah yang pada akhirnya menyebabkan biaya produksi untuk ayamnya juga meningkat.
08:56Di sisi yang lain, permintaannya meningkat.
08:58Karena pasca libur sekolah, ini kan kebutuhan untuk dapur MBG juga besar.
09:05Kemudian juga ada momen idul maulid nabi.
09:08Dan itu menjadi salah satu terjadinya shock ya terhadap pasokan kebutuhan ayam di dalam negeri.
09:17Jadi, memang pemerintah meskipun sudah punya mekanisme penetapan harga acuan ya
09:23ataupun HIT untuk beberapa produk pangan tadi.
09:27Tetapi kan faktanya para distributor ini juga kan semuanya saling berebut mas
09:32untuk mendapatkan pasokan pangan tadi.
09:35Apalagi kalau kita bicara beras, sekarang ini penggilingan padi termasuk yang mengalami tekanan
09:41untuk mendapatkan padi.
09:44Karena memang adanya permintaannya tinggi dari bulog.
09:47Karena bulog kan kita tahu di era saat ini memiliki peran yang lebih agresif
09:54untuk secara proaktif melakukan penyerapan gabah dari petani.
09:59Dan juga telah menetapkan HPP sebesar Rp6.500.000.
10:02Sehingga bagi para penggiling ya, khususnya di penggiling kelas menengah ini juga tentunya cukup mengalami tantangan ya
10:11untuk bisa mendapatkan gabah.
10:13Pastinya juga dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan harga yang ditawarkan oleh bulog.
10:18Itu Mas Ian.
10:19Oke, ada pasokan yang terbatas tadi seperti yang materis yang saya bawakan tadi.
10:24Mas Abra, ini juga Anda sempat menyinggung soal adanya peningkatan permintaan.
10:29Kalau kita menyinggung hal ini, peningkatan permintaan bahan pangan,
10:31termasuk Anda juga menyinggung tadi ada kebutuhan MBG,
10:35ada juga memuntung maulid Nabi.
10:36Apabila kita membahas lebih jauh terkait hal ini,
10:39begitu kontribusinya terhadap inflasi di bulan Agustus itu seperti apa sih, Mas?
10:43Ya, untuk yang inflasi pangan tadi, itu andilnya sebetulnya terhadap total inflasi umum itu 0,67%.
10:54Nah, memang tadi saya katakan khususnya untuk yang daging ayam itu 4 per 5,
10:59terus kita 80% kontribusinya terhadap inflasi umum.
11:03Jadi memang ini harus menjadi konsen pemerintah ya,
11:06bagaimana bisa segera meredam lonjakan harga daging ayam,
11:11karena ini kan menjadi salah satu kebutuhan protein yang diandalkan oleh masyarakat.
11:17Selain daging ayam, telur juga ini punya risiko nanti mengalami kenaikan juga harganya.
11:22Karena kan nanti, karena ongkos produksi ayam juga yang meningkat.
11:25Nah, mau tidak mau memang intervensi yang harus segera dilakukan oleh pemerintah
11:29di sisi hulu adalah bisa membantu para peternak ayam kita
11:33untuk mendapatkan harga pakan dan juga bibit ayam yang lebih terjangkau harganya.
11:41Nah, kita tahu kan ini juga efek dari harga pakan global yang masih tinggi,
11:48ditambah juga di bulan Juli Agustus kemarin, nilai tukar rupiah kita kan juga tertekan.
11:53Sehingga memang paling tidak ada dua variable tadi,
11:56ya turut mempengaruhi terjadinya kenaikan biaya produksi di sektor peternakan kita.
12:00Maka pemerintah juga harus mempercepat upaya bagaimana meningkatkan produksi pakan ternak dari dalam negeri.
12:07Nah, kemarin saya mendengar pemerintah sudah memulai ini ingin mempercepat peningkatan produksi pakan ternak di beberapa wilayah
12:14yang memang harus diarahkan atau difokuskan kepada daerah-daerah yang terjadi defisit komoditas pangan,
12:22khususnya tadi beras dan juga ayam ras tadi.
12:26Oke, kalau kita melihat berarti artinya variable-nya sudah diketahui terkait dengan inflasi pangan.
12:32Ada juga pasokan yang juga terbatas begitu, tadi juga Anda menyebutkan terkait dengan selain pasokan
12:39juga ada hal-hal lain yang perlu dilakukan, ada intervensi pemerintah juga gitu.
12:43Sebetulnya apa lagi sih yang perlu diwaspadai terkait juga peningkatan permintaan nantinya ke depannya?
12:51Bagaimana apa yang perlu diwaspadai ke depannya terkait dengan gejolak inflasi, termasuk inflasi pangan ini?
12:56Apa yang perlu diantisipasi oleh masyarakat termasuk oleh pemerintah?
12:59Namun kita bahas usai jeda, bahas abadah tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
13:24Sebenarnya membahas kenaikan inflasi pada Agustus 2026, kita kembali lanjutkan perbincangan bersama Abra Talatov, ekonom Indef.
13:31Mas Abra, ini kalau kita melihat kenaikan harga pangan pada bulan Agustus,
13:35apakah Anda melihat tren yang sama akan terjadi hingga akhir tahun?
13:39Seberapa besar ini harus diwaspadai dalam peningkatan gejolak inflasi?
13:46Ya, Mas Sian. Jadi salah satu titik kritis yang perlu diantisipasi pemerintah ya di semester kedua ini adalah
13:54proyeksi dari BPS mengenai luas panen padi,
13:58di mana 3 bulan ke depan itu ada potensi terjadi penurunan, bahkan 1,3 persen penurunannya.
14:04Penurunan luas panen padi ini implikasinya juga penurunan produksi gabah kering-giling.
14:10Nah, ini ketika nanti 3 bulan ke depan produksi nasional kita memang sudah diperkirakan akan mengalami penurunan,
14:17ya otomatis kan tadi saya katakan kebutuhan bagi para perusahaan penggilingan ini juga semakin mengalami tekanan.
14:25Nah, oleh karena itu beberapa hal yang perlu diintervensi oleh pemerintah.
14:30Pertama, segera lakukan operasi pasar ya dengan cadangan beras pemerintah yang ada di bulok.
14:35Itu harus bisa didistribusikan sejak dini, jangan sampai harganya sudah melonjak baru reaktif gitu melakukan operasi pasar.
14:44Dan yang kedua juga efektif secara lokasi dan waktu tadi, secara waktu dan secara ketepatan lokasi.
14:51Jadi, harus bisa menyasar wilayah-wilayah yang memang sangat butuh ya adanya tambahan pasokan beras maupun komunitas pertanian yang lain.
15:01Nah, berikutnya juga saya melihat bahwa tadi pangkal perusahaan ini kan karena memang adanya biaya produksi yang tinggi ya mas,
15:08khususnya di sektor peternakan.
15:10Nah, maka selain pemerintah bisa memastikan bahwa tidak terjadi manipulasi ataupun permainan di sisi hulunya adalah bisa mempercepat,
15:23membantu perusahaan-perusahaan peternakan tadi bisa mendapatkan khususnya bibit ayam atau dok itu dengan sumber yang bisa lebih variatif gitu
15:35mas.
15:35Dan maka itu, saya pikir ini adalah momentum ya bagi pemerintah melalui badan usaha di sektor pangan,
15:43seperti Bulog dan juga Edifood, itu untuk bisa juga dibebankan tanggung jawab untuk memikirkan bagaimana perusahaan pangan ini bukan hanya
15:50di sisi hilir,
15:51tapi juga di hulu.
15:52Nah, berikutnya juga saya melihat bahwa selama ini kan kalau kita bicara inflasi ya ataupun kenaikan harga ini,
15:59sejauh ini intervensinya itu hanya terpusat di pemerintah pusat.
16:05Padahal pemerintah daerah juga sebetulnya punya tanggung jawab besar yang melalui TPID,
16:10itu bisa memastikan bagaimana neraca pangan di masing-masing daerah itu bisa dijadikan basis ketika terjadi defisit.
16:19Itu masing-masing pemerintah daerah berinisiatif untuk melakukan kerjasamaan taberah.
16:23Jadi mereka secara bilateral itu melakukan perjanjian kontrat untuk mendapatkan sumber pasokan pangan dari daerah lain yang mengalami surplus.
16:31Nah, berikutnya juga di level pemerintah, Kementerian Lembaga,
16:33saya pikir ini tanggung jawab besar ada di Kemenko Pangan, mas.
16:35Selain di Kementerian Teknis ya, seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.
16:40Karena Menko Pangan ini punya peran strategis untuk mengorkestrasi agar lonjakan harga pangan ini tidak menjadi salah satu variable yang
16:52sensitif ya terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
16:56Karena kan kalau kita bicara pangan, ketika harganya ini tidak bisa dikendalikan secara baik,
17:00nah ini kan nanti pastinya akan merembet terhadap daya beli masyarakat, mas.
17:03Apalagi kalau kita bicara pangan, juga ada itu unsur ataupun dimensi logistik distribusi.
17:09Jadi mungkin harga pembelian pangan di satu daerah itu masih stabil,
17:15tapi ketika dipindahkan atau didistribusikan ke daerah lain,
17:18karena kita tahu sekarang harga BBM juga mengalami kenaikan,
17:21itu pastinya juga akan berdampak terhadap lonjakan harga pangan di daerah yang lain,
17:25yang memang mereka sangat bergantung dari sumber produk pangan dari daerah yang lain, bukan dari daerahnya sendiri.
17:32Oke, tadi ada beberapa rekomendasi kepada pemerintah, termasuk salah satunya adalah operasi pasar,
17:38dan diantaranya juga ada koordinasi antara pusat dan daerah.
17:41Kalau melihat soal rekomendasi dari Indef, termasuk dari Mas Abra,
17:48ini apa yang bisa dilakukan secepatnya oleh pemerintah agar tidak menunggu lagi?
17:52Apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk meredam, gejolak, inflasi ke depannya?
17:55Kalau kita lihat yang Agustus, pemicunya ada di harga emas, pangan, bensin, hingga minyak goreng.
18:02Ya, saya pikir quick wins yang bisa dilakukan pemerintah segera ya, untuk konteks,
18:07kita bicara mungkin perkomoditas ya, ayam, adalah segera melakukan audit cepat tentang rantai distribusi dan juga rantai produksi ayam.
18:16Nah, ini kan juga perlu didalami apakah memang gejolak harga ayam ini memang terjadi secara natural atau alamiah,
18:24tadi semata-mata karena terjadi kenaikan biaya produksi dan juga terjadinya peningkatan permintaan.
18:29Nah, itu juga perlu didalami apakah memang secara struktur pasar, ya, khususnya terkait dengan industri di bahan pakan ternak maupun
18:40bibit ayam ataupun dok,
18:42itu selama ini seperti apa?
18:44Nah, pemerintah intervensinya seperti apa? Apakah nantinya akan mendorong ya BMN-BMN kita di sektor pangan juga untuk berperan lebih
18:53ya,
18:53untuk bisa meningkatkan produksi pakan dan juga produksi bibit ayam yang lebih masif lagi,
18:59sehingga persoalan klasik yang selalu kita alami ini di saat harga pakan ini mahal,
19:06kemudian di saat harga BBM juga meningkat, ini kan pada akhirnya ujungnya konsumen yang selalu dibebankan dengan kenaikan inflasi pangan
19:12ini, Mas Ian.
19:14Oke, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah yang bisa secepatnya begitu agar inflasi tidak terus bergejolak,
19:20termasuk adalah intervensi pemerintah terkait operasi pasar, ada koordinasi pusat dan daerah,
19:24tadi juga ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan acuan begitu untuk kemudian fokus pemerintah untuk memperbaiki di seberbagai lini
19:32untuk menangani ataupun meredam gejolak inflasi.
19:36Terima kasih, Abra Talatov, Kepala Pusat Pangan dan juga Energi sekaligus Ekonomi Indep atas waktunya bersama kami di Kompas Bisnis
19:44Sehat Selalu, Mas.
19:46Terima kasih, Mas Ian.
Komentar