00:00Terima kasih saudara Anda masih menyaksikan Borbel bersama saya Niputu Trisnanda.
00:05Waspada dengan aksi pemerasan maupun pemalakan yang sering terjadi di sekitar kita.
00:11Tidak hanya menyasar tempat umum, pelaku bahkan menjaring korban menggunakan aplikasi kencang.
00:17Berikut rangkubannya untuk Anda.
00:22Seorang pereman yang membawa pedang di Purwakarta keragetahnya
00:26selesai memalak pengunjung minimarket yang ternyata adalah polisi.
00:29Video amatir merekam saat Aibda Asep Sumantri melumpuhkan pereman yang memalaknya.
00:33Sebelum dilumpuhkan, pereman sempat memalak lima orang lain di sekitar minimarket tersebut.
00:38Saat ini pelaku telah diserahkan ke Polres Purwakarta untuk diproses lebih lanjut.
00:42Di situ kemudian saya di geledah ternyata membawa senjata tajam jenis samurai.
00:48Dan hal-hal lain pada saat ditanyakan di situ ternyata selain saya ada yang medio masyarakat pun mengakui bahwa saya
00:58diminta uang
00:58kemudian kasir juga Indomaret diminta uang dan barang.
01:03Kemudian UMKM yang ada di situ ada tukang martabak, tukang reti bakar diminta uang dan pengunjung diminta uang terberikut yang
01:11ngopi di situ.
01:12Totalnya hampir lima orang waktu malam itu.
01:15Pak saya diminta uang.
01:15Saya tanya kenapa nggak berani setelah saya bertindak mungkin takut karena beliau bilangnya katanya saya bawa senjurai.
01:26Pria yang mengaku wartawan bernilisial AS ini menggabuk di SD Negeri Sukaraja Sukabumi Jawa Barat lantaran tidak diberi uang oleh
01:32kepala sekolah.
01:33Setelah ditangkap pria ini ditetapkan sebagai tersangka.
01:36Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku ternyata adalah residivis yang memeras sejumlah sekolah di Sukabumi dengan dalih uang keamanan.
01:43Selain menangkap tersangka, polisi juga menyintas sejumlah barang bukti diantaranya kartu pers palsu dan selembar kwitansi.
01:49Akibat perbuatannya tersangka terancam hukuman 4 tahun penjara.
01:53Ya benar, dia meminta jatah bulanan itu bukan hanya dari satu sekolah, tapi ada sekolah-sekolah yang lain, karena nanti
02:05itu akan kita kembangkan lagi.
02:08Kalau pengakuan tersangka berapa Pak memintanya kemarin?
02:12Untuk besarannya, dia itu memintanya 100 ribu.
02:18Aksi seorang pemalak yang meminta uang disertai pengancaman kepada sopir truk di Lampu Perah Simpang Macan Lindungan, Palembang, viral di
02:24media sosial.
02:25Pelaku pun ditangkap tanpa perlawanan berkat laporan warga.
02:28Kepada polisi, pelaku yang tak punya pekerjaan ini mengaku menggunakan uang hasil memalak untuk membeli minuman keras.
02:34Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Ilir Barat 1 untuk penyidikan lebih lanjut.
02:38Jajaran Polsek Ilir Barat 1 oleh Stabas Palembang berdasarkan informasi yang viral di media sosial,
02:45berhasil mengungkap satu pelaku inisial RH 26 tahun, pelaku pemalak yang beroperasi ataupun melakukan tindak didana pemalakan di daerah Macan
02:58Lindungan.
02:59Saat ini pelaku dan berang putih berupa satu bilah senjata tajam berhasil diamankan.
03:06Seorang pria ditangkap saat resfing Polres Madiun usai menipu seorang perempuan dengan modus aplikasi kencana online.
03:12Penangkapan pelaku berawal dari laporan seorang perempuan warga Kabupaten Madiun yang menjadi korban.
03:17Korban awalnya berkenalan dengan tersangka melalui aplikasi kencana online pada Januari lalu.
03:21Untuk meyakinkan korban, tersangka menggunakan identitas palsu.
03:25Korban mengaku rugi hingga 31 juta rupiah.
03:28Polisi mengita barang bukti uang 11 juta rupiah serta dua unit ponsel.
03:32Dari hasil pemeriksaan polisi, pelaku ternyata merupakan residivis kasus pencurian kendaraan promotor dan penandahan pada 2015 dan 2017.
03:39Jadi setelah kepercayaan dari korban ada pada tersangka,
03:45yang persinggungkan kemudian dengan berbagai macam alasan meminta uang kepada korban.
03:51Dalam hal ini beberapa alasan antara lain dia sedang dikerja di Jalarta,
03:55kemudian HP-nya hilang, KTP-ATM-nya kemudian ketinggalan,
04:00ataupun rekening terblokir, kemudian dia minta bantuan uang kepada korban.
04:04Sehingga kemudian terakumulasi sejumlah 31 juta.
04:13Polisi mengungkap kasus pemerasan bermodus jebakan aplikasi kencan di Pekanbaru, Riau.
04:18Komplotan ini sudah beraksi tiga kali sepanjang Agustus 2026 dengan keuntungan hingga puluhan juta rupiah.
04:23Kasus terungkap dari laporan korban yang dijebak di sebuah hotel di Jalan Melur Kejabatan Sukajadi.
04:28Korban yang memesan perempuan lewat aplikasi kencan tiba-tiba dihampiri sejumlah pria tidak dikenal,
04:32yang langsung merampas barang berharga serta mengancam korban.
04:35Tidak pidana pemerasan melalui aplikasi micet yang terjadi di salah satu hotel di wilayah hukum Pekanbaru, Riau Kejabatan Sukajadi.
04:45Modus operandi yaitu para pelaku korban memesan cewek melalui aplikasi micet.
04:54Kemudian pada saat yang dipesan datang dan terjadi tawar-menawar,
05:01jadi tawar-menawar kemudian harga tidak sepakat kemudian datang rombongannya,
05:08kelompoknya untuk melakukan pemerasan terhadap korban.
05:12Dema tersangka ditangkap dari dua lokasi.
05:15Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita satu mobil dan sejumlah ponsel.
05:19Empat pelaku lainnya masih diburu.
05:21Terima kasih telah menonton!
Komentar