00:00Saya akan persilakan arus sumber kita berikutnya, yakni Bapak Mohd Kodari,
00:04selaku Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, untuk memberikan arahan terkait komunikasi publik.
00:09Dipersilakan Bapak.
00:111, 2, 3, Caca, apakah sudah jelas?
00:13Jelas Bapak.
00:15Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
00:18yang kami hormati Bapak Menteri Kehubungan, Bapak Rudi Pua tadi,
00:23kemudian Ibu Lana Syariah dari Kementerian SDM,
00:27kemudian Kepala Badan Geologi, kemudian Ibu Siti Jumilaah dari Kepala Pusat Vulkanologi,
00:35Medikasi Bencana Geologi.
00:38Baik, kami akan memulai.
00:41Badan Komunikasi Pemerintah RI menjelaskan hal-hal sebagai berikut.
00:44Pertama, Bapak Presiden dan Pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Rakatau
00:52beserta setiap potensi dampaknya.
00:55Seluruh pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang terwenang.
01:03Kemudian, keselamatan dan keamanan masyarakat adalah
01:06prioritas utama dari Bapak Presiden dan Pemerintah.
01:09Seluruh langkah penanganan, termasuk mitigasi terhadap dampak erupsi
01:14dan penyesuaian aktivitas transportasi,
01:17bagaimana tadi sudah disampaikan juga oleh Bapak Menteri Perhubungan,
01:21dilakukan dengan prinsip penuh kehati-hatian.
01:25Kemudian, Bapak Presiden dan Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.
01:32Selama Abu Kulkanik masih turun, seluruh warga yang berdampak dapat menjalankan langkah berikut.
01:39Pertama, gunakan masker penutup hidung dan mulut.
01:42Yang kedua, lindungi mata dengan kacamata,
01:45pelindung saat beraktifitas di luar ruangan,
01:49menutup pintu dan jendela,
01:50tutup rapat tempat penampungan air bersih,
01:54kemudian minum air putih yang cukup,
01:56serta cuci tangan dan wajah setelah beraktifitas.
01:59Warga yang membutuhkan bantuan dapat langsung menghubungi layanan darurat.
02:04Beberapa penjelasan ini juga sudah disampaikan oleh Bapak Menteri Kesehatan
02:08pada press conference yang sudah dilakukan sebelumnya pada jam 10 pagi.
02:15Kemudian Bapkom atau Badan Komunikasi Pemerintah RI
02:18memastikan komunikasi pemerintah berjalan dengan satu narasi,
02:23cepat dan berbasis data.
02:25Informasi dari BPMBG, BMKG, BNPB,
02:31Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan,
02:33dan instansi terkait akan disinkronkan
02:36agar publik dapat memperoleh informasi yang jelas
02:40mengenai apa yang terjadi,
02:42apa dampaknya, langkah pemerintah,
02:45dan apa yang perlu dilakukan oleh masyarakat.
02:48Bapak Menteri juga menghimbau masyarakat untuk merujuk
02:51hanya pada informasi resmi pemerintah,
02:54tadi yang sudah disebutkan,
02:56dari BPMBG, BMKG, BNPB, Kemenkes,
03:01maupun instansi lainnya,
03:03dan tidak meneruskan kabar-kabar
03:06seperti potensi tsunami yang tidak berdasarkan sumber resmi.
03:11Kami ulangi,
03:13BAKO mengimbau masyarakat merujuk
03:14hanya pada informasi resmi pemerintah
03:17dan tidak meneruskan kabar-kabar
03:19seperti potensi tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi.
03:23Pemerintah terus memperbarui informasi
03:26aktivitas gunung anak kerap atau secara berkala
03:29melalui kanal-kanal resmi
03:32dan setiap perkembangan disampaikan langsung kepada publik.
03:36Terakhir,
03:37Badan Komunikasi Pemerintah RI telah menyusun
03:40siaran pers penjelasan lintas kementerian dan lembaga
03:44terkait sejak hari Minggu pagi 6 September 2026
03:48mengenai perkembangan erupsi dan dampaknya
03:51serta hal-hal yang perlu dilakukan masyarakat
03:54untuk mencegah dampak dari erupsi tersebut.
03:57Selain itu juga
03:58menyosialisasikan himbawan kewaspadaan dan keselamatan
04:01serta kanal informasi resmi
04:03melalui media sosial BAKOM RI
04:06dan ini akan terus diperbaiki.
04:08Demikian kami sampaikan.
04:09Terima kasih.
04:10Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:12Terima kasih Pak Kodari selaku Kepala BAKOM RI.
04:16Sekarang saya persilahkan rekan-rekan media untuk bertanya.
04:19Boleh di rest hand?
04:22Siap.
04:24Mbak Caca.
04:25Iya, Pak Menhub, ada yang mau ditambahkan?
04:28Saya ingin menambahkan
04:29ada yang perlu kita sampaikan juga ke masyarakat
04:32bahwa ada dua flight Garuda dari Jeddah dan Madinah
04:38mohon maaf dari Jeddah dan Madinah
04:41itu kami alihkan penindaratannya ke Bandara Kertajati.
04:46Sejauh ini berdasarkan hasil paper test yang dilakukan di Bandara Kertajati
04:51Bandara Kertajati belum terdampak.
04:55Masih memungkinkan.
04:56Namun demikian
04:57mengingat cuaca yang selalu dinamis
05:01sangat dinamis
05:02kami minta supaya airlines
05:04juga mengantisipasi atau mewaspadai
05:07apabila penyebaran dari debu vulkani ini
05:10mengarah ke Kertajati.
05:12Jadi ada dua nanti flight
05:15diperkirakan mungkin satu jam lagi
05:18itu akan mendarat di Kertajati.
05:21Nah ini kami juga tawarkan kepada airlines yang lain
05:25apabila memungkinkan untuk
05:29dilakukan penerbangan di luar bandara-bandara yang terdampak.
05:32mengingat masyarakat mungkin
05:35masih banyak yang menginginkan
05:38atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing
05:40untuk dapat terbang khususnya ke Jakarta
05:43tapi kami menyiapkan alternatif
05:45seperti di Kertajati
05:46kemudian Bandara Semarang
05:50Ahmadiyani
05:51dan juga Bandara Surabaya
05:53Juanda
05:54Jadi ada beberapa bandara yang di Jawa
05:58yang kami persiapkan sebagai alternatif
06:00untuk dilakukan pendaratan dari luar Jawa
06:04maupun internasional.
06:05Demikian Mbak Caca
06:06tambahannya bisa kami sampaikan.
06:08Siap Bapak.
06:09Baik, kalau sudah tidak ada lagi
06:11mungkin kita akan buka sesi tanya-jawab ya Bapak.
06:15Jika ada yang bertanya langsung
06:17boleh raise hand
06:18sambil kemudian saya akan bacakan
06:22ini sudah ada pertanyaan yang masuk
06:24di kolom chat
06:26yang pertama
06:27ini sudah banyak ya
06:28untuk PVMBG
06:30oh mungkin sebelum saya bacakan
06:32karena sudah ada yang raise hand
06:34dari Mbak Caca
Komentar