Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bapkom) RI Muhammad Qodari mengatakan Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta potensi dampaknya.

"Bapak Presiden dan pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta setiap potensi dampaknya," ujar Qodari dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026). (timecode 00:47)

Qodari menyampaikan pemantauan dilakukan pemerintah berdasarkan data dan rekomendasi dari lembaga teknis terkait.

Muhammad Qodari mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi terkait potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.

"Bakom mengimbau masyarakat merujuk hanya pada informasi resmi pemerintah dan tidak meneruskan kabar-kabar seperti potensi tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi," ujar Qodari dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Informasi dari PVMBG, BMKG, BNPB, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan instansi terkait akan disinkronkan sebelum disampaikan kepada masyarakat.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689307/presiden-pantau-erupsi-anak-krakatau-qodari-imbau-masyarakat-tetap-tenang
Transkrip
00:00Saya akan persilakan arus sumber kita berikutnya, yakni Bapak Mohd Kodari,
00:04selaku Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, untuk memberikan arahan terkait komunikasi publik.
00:09Dipersilakan Bapak.
00:111, 2, 3, Caca, apakah sudah jelas?
00:13Jelas Bapak.
00:15Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
00:18yang kami hormati Bapak Menteri Kehubungan, Bapak Rudi Pua tadi,
00:23kemudian Ibu Lana Syariah dari Kementerian SDM,
00:27kemudian Kepala Badan Geologi, kemudian Ibu Siti Jumilaah dari Kepala Pusat Vulkanologi,
00:35Medikasi Bencana Geologi.
00:38Baik, kami akan memulai.
00:41Badan Komunikasi Pemerintah RI menjelaskan hal-hal sebagai berikut.
00:44Pertama, Bapak Presiden dan Pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Rakatau
00:52beserta setiap potensi dampaknya.
00:55Seluruh pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang terwenang.
01:03Kemudian, keselamatan dan keamanan masyarakat adalah
01:06prioritas utama dari Bapak Presiden dan Pemerintah.
01:09Seluruh langkah penanganan, termasuk mitigasi terhadap dampak erupsi
01:14dan penyesuaian aktivitas transportasi,
01:17bagaimana tadi sudah disampaikan juga oleh Bapak Menteri Perhubungan,
01:21dilakukan dengan prinsip penuh kehati-hatian.
01:25Kemudian, Bapak Presiden dan Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.
01:32Selama Abu Kulkanik masih turun, seluruh warga yang berdampak dapat menjalankan langkah berikut.
01:39Pertama, gunakan masker penutup hidung dan mulut.
01:42Yang kedua, lindungi mata dengan kacamata,
01:45pelindung saat beraktifitas di luar ruangan,
01:49menutup pintu dan jendela,
01:50tutup rapat tempat penampungan air bersih,
01:54kemudian minum air putih yang cukup,
01:56serta cuci tangan dan wajah setelah beraktifitas.
01:59Warga yang membutuhkan bantuan dapat langsung menghubungi layanan darurat.
02:04Beberapa penjelasan ini juga sudah disampaikan oleh Bapak Menteri Kesehatan
02:08pada press conference yang sudah dilakukan sebelumnya pada jam 10 pagi.
02:15Kemudian Bapkom atau Badan Komunikasi Pemerintah RI
02:18memastikan komunikasi pemerintah berjalan dengan satu narasi,
02:23cepat dan berbasis data.
02:25Informasi dari BPMBG, BMKG, BNPB,
02:31Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan,
02:33dan instansi terkait akan disinkronkan
02:36agar publik dapat memperoleh informasi yang jelas
02:40mengenai apa yang terjadi,
02:42apa dampaknya, langkah pemerintah,
02:45dan apa yang perlu dilakukan oleh masyarakat.
02:48Bapak Menteri juga menghimbau masyarakat untuk merujuk
02:51hanya pada informasi resmi pemerintah,
02:54tadi yang sudah disebutkan,
02:56dari BPMBG, BMKG, BNPB, Kemenkes,
03:01maupun instansi lainnya,
03:03dan tidak meneruskan kabar-kabar
03:06seperti potensi tsunami yang tidak berdasarkan sumber resmi.
03:11Kami ulangi,
03:13BAKO mengimbau masyarakat merujuk
03:14hanya pada informasi resmi pemerintah
03:17dan tidak meneruskan kabar-kabar
03:19seperti potensi tsunami yang tidak berasal dari sumber resmi.
03:23Pemerintah terus memperbarui informasi
03:26aktivitas gunung anak kerap atau secara berkala
03:29melalui kanal-kanal resmi
03:32dan setiap perkembangan disampaikan langsung kepada publik.
03:36Terakhir,
03:37Badan Komunikasi Pemerintah RI telah menyusun
03:40siaran pers penjelasan lintas kementerian dan lembaga
03:44terkait sejak hari Minggu pagi 6 September 2026
03:48mengenai perkembangan erupsi dan dampaknya
03:51serta hal-hal yang perlu dilakukan masyarakat
03:54untuk mencegah dampak dari erupsi tersebut.
03:57Selain itu juga
03:58menyosialisasikan himbawan kewaspadaan dan keselamatan
04:01serta kanal informasi resmi
04:03melalui media sosial BAKOM RI
04:06dan ini akan terus diperbaiki.
04:08Demikian kami sampaikan.
04:09Terima kasih.
04:10Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
04:12Terima kasih Pak Kodari selaku Kepala BAKOM RI.
04:16Sekarang saya persilahkan rekan-rekan media untuk bertanya.
04:19Boleh di rest hand?
04:22Siap.
04:24Mbak Caca.
04:25Iya, Pak Menhub, ada yang mau ditambahkan?
04:28Saya ingin menambahkan
04:29ada yang perlu kita sampaikan juga ke masyarakat
04:32bahwa ada dua flight Garuda dari Jeddah dan Madinah
04:38mohon maaf dari Jeddah dan Madinah
04:41itu kami alihkan penindaratannya ke Bandara Kertajati.
04:46Sejauh ini berdasarkan hasil paper test yang dilakukan di Bandara Kertajati
04:51Bandara Kertajati belum terdampak.
04:55Masih memungkinkan.
04:56Namun demikian
04:57mengingat cuaca yang selalu dinamis
05:01sangat dinamis
05:02kami minta supaya airlines
05:04juga mengantisipasi atau mewaspadai
05:07apabila penyebaran dari debu vulkani ini
05:10mengarah ke Kertajati.
05:12Jadi ada dua nanti flight
05:15diperkirakan mungkin satu jam lagi
05:18itu akan mendarat di Kertajati.
05:21Nah ini kami juga tawarkan kepada airlines yang lain
05:25apabila memungkinkan untuk
05:29dilakukan penerbangan di luar bandara-bandara yang terdampak.
05:32mengingat masyarakat mungkin
05:35masih banyak yang menginginkan
05:38atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing
05:40untuk dapat terbang khususnya ke Jakarta
05:43tapi kami menyiapkan alternatif
05:45seperti di Kertajati
05:46kemudian Bandara Semarang
05:50Ahmadiyani
05:51dan juga Bandara Surabaya
05:53Juanda
05:54Jadi ada beberapa bandara yang di Jawa
05:58yang kami persiapkan sebagai alternatif
06:00untuk dilakukan pendaratan dari luar Jawa
06:04maupun internasional.
06:05Demikian Mbak Caca
06:06tambahannya bisa kami sampaikan.
06:08Siap Bapak.
06:09Baik, kalau sudah tidak ada lagi
06:11mungkin kita akan buka sesi tanya-jawab ya Bapak.
06:15Jika ada yang bertanya langsung
06:17boleh raise hand
06:18sambil kemudian saya akan bacakan
06:22ini sudah ada pertanyaan yang masuk
06:24di kolom chat
06:26yang pertama
06:27ini sudah banyak ya
06:28untuk PVMBG
06:30oh mungkin sebelum saya bacakan
06:32karena sudah ada yang raise hand
06:34dari Mbak Caca
Komentar

Dianjurkan