Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah terkait kasus keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur.

BGN jatuhkan sanksi penghentian operasional sementara atau suspend kategori berat selama 30 hari dan usulan copot Kepala SPPG.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana mengatakan, dari total 516 orang terdampak, sebanyak 82 orang masih menjalani perawatan.

Sementara, 312 orang dinyatakan pulih dan 120 lainnya masih dalam proses observasi.

Sebagai langkah tegas, SPPG Kalitengah, Sidoarjo dikenakan suspend kategori berat selama 30 hari serta diusulkan pencopotan Kepala SPPG.

Pascasantrinya alami keracunan, pihak Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, meminta evaluasi terhadap proses produksi hingga distribusi MBG agar dipastikan aman saat dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Pihak ponpes sementara waktu meliburkan aktivitas atau kegiatan belajar mengajar dan fokus pada pemulihan kesehatan para santri.

Ponpes Manbaul Hikam menerima manfaat MBG sebanyak seribu porsi per hari untuk kebutuhan makan santri dan santriwati.

Data sementara ada lebih dari 500 santri dan 10 guru yang terdampak, yang sebagian besar mengalami gejala muntah dan diare.

Baca Juga Magang Nasional 2026 Batch 2 Angkatan 2 Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar dan Jadwalnya di https://www.kompas.tv/ekonomi/688764/magang-nasional-2026-batch-2-angkatan-2-dibuka-ini-syarat-cara-daftar-dan-jadwalnya

#mbg #bgn #ponpes #keracunanmbg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/688770/kasus-keracunan-mbg-pesantren-di-sidoarjo-bgn-suspend-sppg-kalitengah-kompas-siang
Transkrip
00:00Yang juga jadi sorotan Saudara Badan Gizi Nasional, BGN mengambil langkah terkait kasus keracunan masal di Pondok Pesantren Manbaul, Hikam
00:09Sidoar, Jawa Timur.
00:10BGN jatuhkan sanksi penghentian operasional sementara atau suspend, kategori berat selama 30 hari, dan usulan copot kepala SPPG.
00:22Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana bilang, dari total 516 orang terdampak, sebanyak 82 orang masih menjalani perawatan.
00:33Sementara 312 orang dinyatakan pulih, dan 120 lainnya masih dalam proses observasi.
00:41Sebagai langkah tegas, SPPG Kali Tengah Sidoarjo dikenakan suspend kategori berat selama 30 hari, serta diusulkan pencopotan kepala SPPG.
00:58Kemudian kami juga melakukan suspend berat dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo Talang Angin Kali Tengah.
01:09Kemudian kami juga mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan sekaligus melakukan pergantian.
01:21Pasca santrinya alami keracunan, pihak pondok pesantren menbaul hikam Sidoarjo meminta evaluasi terhadap proses produksi hingga distribusi MBG
01:32agar dipastikan aman saat dikonsumsi oleh penerima manfaat.
01:36Pihak pondok pesantren sementara waktu meliburkan aktivitas atau kegiatan belajar mengajar, dan fokus pada pemulihan kesehatan para santri.
01:45Pondok pesantren menbaul hikam menerima manfaat MBG sebanyak 1000 porsi per hari untuk kebutuhan makan santri dan santriwati.
01:54Data sementara ada lebih dari 500 santri dan 10 guru yang terdampak, yang sebagian besar mengalami gejala muntah dan diare.
02:06Dan harapan kami dengan kejadian ini ada evaluasi, baik dari segala pihak yang terkait, baik dari MBG apapun siapapun itu
02:18ada evaluasi.
02:20Informasi yang kami dapatkan kan memang SBBG-nya layak, tapi tetap pelayanannya tiap harinya harus dikawal.
02:29Tapi yang jelas kami tidak menyalahkan siapapun, harapannya kejadian ini menjadi pelajaran bagi titik kita semuanya.
02:37Harapannya ke depannya pelayanan semakin baik.
02:41Korban keracunan diduga karena MBG yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Notopuro, Sidoarjo, mengaku trauma mengonsumsi MBG.
02:49Santri Pondok Pesantren Man Baul Hikam ini masih dirawat karena merasa pusing dan lemas.
02:58Sebanyak 27 santri korban keracunan usai menyatap MBG, hari ini masih menjalani perawatan di RSUD Notopuro, Sidoarjo.
03:06Korban merupakan santri Pondok Pesantren Man Baul Hikam Tanggul Angin.
03:10Mereka umumnya menggeluhkan pusing, mual, muntah, dan diare.
03:15Salah satu siswa bercerita, usai menyatap menu MBG yang berisi orek telur, sayur kacang, tempe, dan buah apel, ia tidak
03:22langsung merasakan gejala keracunan.
03:24Ia baru merasakan gejala keracunan, yaitu pusing dan lemas keesokan harinya, dan langsung dibawa ke RSUD Notopuro, Sidoarjo.
03:32Barusan, itu yang masuk barusan tadi?
03:35Iya, yang barusan masuk, masuk sini.
03:38Pak yang dirasakan sama ada apa, Pak? Pas mau bang ke sini?
03:41Itu pusing sama mual.
03:44Itu kapan, Pak?
03:46Mulai, kapan?
03:49Terasa aku sih, rakan, mulai kapan?
03:52Jam 6 pagi.
03:53Jam 6 pagi.
03:54Itu makan MBG-nya jam berapa sih?
03:57Kira-kira jam 1, malam.
03:59Semarang jam 1 itu.
04:01Tapi baru perasanya jam 6 pagi.
04:03Akibat kejadian ini, SPPG Kali Tengah Tanggul Angin Sidoarjo yang menyediakan menu MBG terpaksa dihentikan operasionalnya.
04:09Penyelidikan dan pemeriksaan penyebab keracunan masih dilakukan polisi, BGN, dan PMK Sidoarjo.
04:15Mahendra Triginanjar, Kompas TV Surabaya, Jawa Timur.
04:23Baik, Saudara Gubernur Jawa Timur, menjenguk korban keracunan MBG yang dirawat di rumah sakit Siti Hajar Sidoarjo.
04:30Di rumah sakit ini masih ada 27 korban yang menjalani perawatan intensif.
04:36Gubernur Jawa Timur, Hoviva Indar Parawansa, menjenguk korban yang masih dirawat di rumah sakit.
04:42Dari 27 korban yang masih dirawat, rencananya 24 orang akan dipulangkan karena kondisinya sudah membaik.
04:48Sementara 3 orang lainnya masih harus observasi lebih lanjut karena masih ada keluhan pusing, mual, dan diare.
04:57Kalau di Siti Hajar, MRS atau yang sedang dirawat, ada 27 pasien.
05:05Dari 27 itu, 24 insya Allah yang pagi ini bisa pulang.
05:113 nunggu observasi lagi, tapi jam-jam sore juga bisa pulang.
05:17Jadi insya Allah mereka sudah dalam emisi baik.
05:20Yang saya tanya kan, apa indikasinya ke dokter?
05:26Oh, luar, lalu pusing.
05:30Yang saya tanya kepada semua pasien, luar dan pusing sudah tidak ada.
05:37Saudara informasi terkini, kita akan segera tanyakan ke jurnalis Kompas TV Nyoman Deni dan juru kamera Miss Bahul Munir di
05:46Sidoarjo, Jawa Timur.
05:48Jadi Nyoman saat ini berapa jumlah santri yang masih dirawat dan seperti apa kondisinya?
05:58Baik, terima kasih Fidi dan juga Saudara.
06:01Memang data yang kami kumpulkan sejak pagi hari tadi, pihak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menyatakan bahwa totalnya ada sekitar
06:116 data yang terbaru,
06:13ada sekitar 664 siswa yang juga santri maupun santriwati dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Putat Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo ini
06:24yang diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi menu MBG.
06:30Sementara dari 664 pasien yang diduga keracunan MBG ini, saat ini jumlahnya ada sekitar 77 pasien yang masih dilakukan perawatan
06:42di 3 rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo,
06:45yaitu Rumah Sakit Notopuro Kabupaten Sidoarjo, Rumah Sakit Siti Hajar, dan juga Rumah Sakit Delta Surya.
06:51Sementara yang dilakukan observasi, ya ini sekitar 6 orang yang dilakukan di rumah sakit, di ketiga rumah sakit tersebut.
07:00Sementara pada pagi hari tadi, Gubernur Jawa Timur, Koviva Indar Parawansa juga telah menjenguk pasien yang berada di Rumah Sakit
07:08Siti Hajar Kabupaten Sidoarjo,
07:11dan di rumah sakit tersebut totalnya ada sekitar 27 pasien yang dirawat.
07:15Sementara direncanakan pada hari ini ada sekitar 24 pasien yang akan dipulangkan karena kondisinya telah membaik.
07:24Sementara untuk 3 orang pasien masih perlu dilakukan perawatan atau menunggu hasil observasi.
07:31Seperti itu, sementara untuk mayoritas yang terdampak dari dugaan keracunan menu MBG ini,
07:41memang sebagian besar merupakan santri dan juga santriwati dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang ada di Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten
07:49Sidoarjo.
07:50Dan dampak dari dugaan keracunan tersebut, pihak dari Badan Gisi Nasional melakukan penangguhan atau suspend terhadap dapur SPPG Kali Tengah
08:01pada hari yang menyuplai makanan MBG tersebut pada tanggal 1 September 2026 lalu.
08:10Seperti itu, Vidi.
08:12Baik, Nyoman Deni, terima kasih untuk laporan Anda.
08:16Baik, Nyoman Deni, terima kasih.
Komentar

Dianjurkan