Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JOMBANG, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengatakan IMF (International Monetary Fund) dan Bank Dunia pernah menawari Indonesia pinjaman dana cukup besar yang disampaikan mereka ke Menkeu Purbaya beberapa bulan lalu.

Namun, Prabowo menolak hal ini.

"Kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana. Ajak investasi boleh, saudara-saudara. Kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang, yang bunganya sekecil mungkin," ujar Prabowo saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Baca Juga Target Prabowo akan Tutup 700 BUMN Lagi hingga Akhir 2026, Ini Alasannya di https://www.kompas.tv/nasional/688379/target-prabowo-akan-tutup-700-bumn-lagi-hingga-akhir-2026-ini-alasannya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688492/presiden-prabowo-tolak-tawaran-utang-imf-indonesia-masih-bisa-tanpa-pinjaman
Transkrip
00:00Jadi saya kira kita, dan penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati tiap tahun lebih dari 200 triliun, mendekati 300
00:10triliun tiap tahun.
00:13Uang inilah yang kita alihkan, yang kita glontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat.
00:19Ini yang kita pakai, Suruh Dara.
00:28Dan kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjem-pinjem uang dari mana-mana.
00:37Ajak investasi boleh, Suruh Dara.
00:41Kalau kita pinjem uang, kita mau pinjem uang yang bunganya sekecil mungkin.
00:49Jadi, saya kira kemarin berapa bulan yang lalu kaget Menteri Keuangan kita di Washington DC ditawarin pinjeman dari IMF, kita
01:01tolak.
01:02Terima kasih.
01:05Indonesia masih bisa tanpa pinjeman dari IMF.
01:11Jadi, Suruh Dara, ke depan tadi pesan-pesan dari Roy Saam terpilih, saya tangkap.
01:23Kalau hari ini saya bisa langsung tangkap.
01:25Jadi, inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita
01:51yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan.
02:07Kita harus berani, dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya.
02:19Saya sudah hitung, dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil.
02:24Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan.
02:32Dan kita sudah buktikan, dalam dua tahun pertama kita.
02:40Jadi, hari ini saya katakan saya diterima sebagai anggota Nadatul Ulama.
02:50Terima kasih.
02:55Berarti, berarti Nadatul Ulama, bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong rayong, kita akan bekerja keras.
03:07Semuanya di semua bidang, saudara-saudara sekalian.
03:12Kuncinya adalah kita mengelola semua kekayaan kita, sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat kita.
03:22Dan, karena NU adalah mungkin ormas yang terbesar di Republik Indonesia ini,
03:33NU sangat berkepentingan bahwa warganya, bahwa umat NU bisa meraih tingkat hidup yang layak.
03:51Kita tidak beraspirasi untuk mau hidup seperti negara-negara katanya dunia pertama, dunia enggak.
04:04Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan layak, hidup dengan baik, bisa makan dengan baik, punya rumah yang layak,
04:22Punya penghasilan tiap bulan yang layak, yang cukup, sehingga tidak perlu pinjem uang dari rentenir-rentenir.
04:34Kita akan yakinkan bahwa nanti negara hadir, negara akan hadir di tengah-tengah rakyat,
04:47Sehingga rakyat kalau perlu, dia bisa dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri.
04:55Tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapapun.
04:58Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat.
05:03Terima kasih, saya kira tidak panjang lebar.
05:07Saya ucapkan selamat kepada pimpinan NU yang terpilih.
05:14Saya ucapkan selamat atas berjalannya muktamar dengan sukses,
05:22Dengan guyup, dengan rukun, kita terima perbedaan, kita terima kompetisi yang sehat.
05:35Tapi saya kira NU memberi contoh kepada seluruh bangsa.
05:39Bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta,
05:51Pesantrennya ribuan,
05:54Kiai-nya puluhan ribu,
05:57Tapi bisa melaksanakan muktamar dengan sukses,
06:03Sukses, dengan damai, dengan rukun.
06:09Saya kira itu yang paling penting yang saya sampaikan.
06:12Selamat atas terlaksananya muktamar ke-35.
06:20Dan negara bangsa dan umat menunggu Dharma Bakti Nahdlatul Ulama
06:34Di hari-hari, bulan-bulan dan tahun-tahun yang akan datang.
06:39Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan