Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni angkat bicara soal adanya perbedaan datanya dengan data perkembangan situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disampaikan BNPB, BMKG dan Kemenhut.

Raja Juli mengatakan semua pihak merujuk ke sistem pemantauan Sipongi dari Kemenhut.

Raja Juli memastikan setiap kementerian/lembaga lain juga merujuk ke data Sipongi.

"Data yang kita pakai, antara BNPB, BMKG, dan Kementerian Kehutanan pasti ini (menunjuk layar), Sipongi tadi yang saya lihat," kata Raja Juli di kantornya, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Video editor: Joshua

#menhut #rajajuli #karhutla

Baca Juga Menhut Raja Juli soal Dampak Karhutla Sampai ke Malaysia: Memang Asap Enggak Ada KTP di https://www.kompas.tv/nasional/688478/menhut-raja-juli-soal-dampak-karhutla-sampai-ke-malaysia-memang-asap-enggak-ada-ktp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688484/menhut-raja-juli-soal-beda-data-hotspot-karhutla-semua-merujuk-ke-sipongi
Transkrip
00:00Per tadi detik saya bicara tadi angkanya berapa.
00:03Jadi tidak ada yang bisa ditutup-tutupi.
00:05Mungkin perbedaannya adalah data yang disampaikan itu kapan.
00:09Data yang kita pakai antara BNPB, BMKG, dan Kementerian Kehutanan pasti ini.
00:16Si Pongi tadi yang saya lihat.
00:18Jadi dilihat nanti cut off-nya kapan.
00:23Ini per 23 lebih 59.
00:25Dan di real time.
00:26Dan ini bisa diakses oleh publik.
00:28Balik si Pongi kita.
00:31Ini bisa diakses teman-teman media juga ya.
00:35Ini bisa diakses ini.
00:36Ini bukan ditutup-tutupi.
00:38Real time.
00:39Jadi tadi saya buktikan kan.
00:40Calsel per cut off date-nya malam tadi jam 23.59 sekian.
00:46Tapi kita bisa lihat per tadi detik saya bicara tadi angkanya berapa.
00:51Jadi tidak ada yang bisa ditutup-tutupi.
00:53Mungkin perbedaannya adalah data yang disampaikan itu kapan.
00:57Jadi kadang-kadang itu juga kalau teman-teman lihat di media sosial, kota A berasap.
01:04Dan seolah-olah itu menjadi generalisasi semua Kalimantan.
01:07Atau jamnya kapan video itu diambil.
01:10Oleh karena itu disini juga selain memang dilakukan oleh BMKB disini juga arah angin bisa dilihat.
01:18Asap udah bisa belum kita ya?
01:20Belum ya?
01:21Sudah mas?
01:22Angin ya belum asap belum integrasi disini.
01:25Ya itu juga asap pada apa namanya visibility misalkan ya.
01:28Itu per jam berapa, tanggal berapa gitu.
01:30Jadi harus lebih akurat lagi melihat.
01:32Jadi sekali lagi tidak ada perubahan data.
01:34Ini angin ya, arah angin ya.
01:35Arah angin yang bisa kita lihat.
01:37Saya kira begitu.
01:51Jadi sekali lagi, pasti ini bukan sesuatu yang terjadi alami.
01:56Meskipun ada teorinya ya.
01:57Ada teorinya dalam pengertian.
01:58Mungkin saking keringnya ya.
02:02Ada gesekan kayu tertentu dengan angin yang keras menimbulkan api.
02:09Silahkan ditanya kepada para ahli apa itu terjadi.
02:13Tapi most likely, pasti ada yang membakar.
02:17Apakah itu tadi sengaja atau tidak sengaja tadi lempar putung rokok.
02:23Apakah itu petani kecil atau petani besar.
02:30Apakah itu perusahaan.
02:32Yang paling pasti ya, yang paling pasti.
02:34Dan kami akan kerjakan yang menjadi perintah Pak Presiden Prabowo.
02:37Penegakan hukum terutama dari bawah Pak Dirjen Gakum.
02:40Tidak akan pernah tumpul ke atas tajam ke bawah.
02:46Siapapun yang melakukan pelanggaran.
02:48Siapapun yang melakukan pelanggaran.
02:50Tanpa terdiskriminasi.
02:52Kami akan tindak sesuai dengan Undang-Undang Kehutanan yang kami miliki.
02:58Pak, saya berkata dari antara,
03:01Pak, terkait tadi kencegahan.
03:06Tadi kan Bapak udah bilang OMSI ada waktu goling.
03:08Apa maksudnya Pak Presiden bisa membangunan sekat kanal
03:11lebih terbanyak sama sebuah.
03:13Itu tuh rencananya gimana Pak?
03:14Karena ini kan September waktunya apa-apa ya?
03:17Mungkin ada target-target.
03:19Baik, saya laporkan.
03:19Saya dari Riau minggu lalu.
03:22Saya lupa hari apa itu dari hari Jumat saya di Riau.
03:27Kemudian kemarin dari Sumsel.
03:29Alhamdulillah seluruh perintah Pak Presiden dikerjakan di lapangan.
03:33Saya diperintahkan Pak Presiden justru untuk mengecek.
03:36Saya turun ke lapangan itu diperintahkan Pak Presiden untuk mengecek
03:39apakah perintah-perintah beliau berjalan.
03:40Alhamdulillah.
03:41Sumur bor berjalan.
03:44Pengiriman tambahan waterbombing dari alutsista yang dimiliki oleh kita
03:48dari TNI AU berjalan dengan baik ya.
03:51Jadi sekali lagi dari segi teknis insya Allah
03:56apa yang diminta oleh teman-teman daerah terpenuhi.
04:00Namun realitas lapangan sumber air tetap menjadi kendala Pak.
04:04Meskipun tadi sumber bor sudah datang ya.
04:08Kemudian ada rencana sekat kanal yang tetap dikerjakan.
04:11Sekat bakar dikerjakan.
04:13Namun karena memang sumber airnya ini yang jadi masalah.
04:16Semacam kemarin saya dari Sumsel ada kebakaran di pinggir tol.
04:19Dengan Pak Dirjen kemarin.
04:21Ini Pak Dirjen dapat ular malah kemarin ini.
04:23Di pinggir tol.
04:24Karena kita, apa namanya, sumber airnya cuma ada satu.
04:28Sementara kebakarannya sudah menjauh kemana.
04:32Tapi sumber airnya cuma ada satu.
04:34Akhirnya kemarin masih ada water bombing yang bisa kita kerahkan.
04:37Kita minta supaya untuk mengejar ujung api gitu ya.
04:43Lidah api di pakar supaya membasai ujung ini
04:46supaya tidak melebar kemana-mana
04:47sambil pasukan darat mulai mengeringkan.
04:50Luar biasa.
04:52Susahnya mengendalikan itu.
04:53Dan kita tidak tahu siapa yang membakar.
04:56Di pinggir tol.
04:58Kalau disebut di situ ada orang yang akan berkebun.
05:01di situ juga terjadi berkali-kali terbakar
05:04dan kemudian tidak ada juga yang berkebun gitu ya.
05:07Apa ini gitu yang terjadi?
05:08Jadi sekali lagi mungkin ada di medsos ada anak iseng gitu ya.
05:13Atau orang membuang puntung rokok.
05:14Sesimpel apapun ya.
05:16Dalam keadaan yang tidak baik-baik ini ya.
05:18Dalam keadaan cuaca yang tidak baik-baik ini.
05:21Tidak ngon, tidak dilakukan.
05:24Tidak ngon, tidak dilakukan.
05:51Cara baru nonton di Smart TV.
05:54Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
05:58langsung dari Smart TV kamu.
06:00Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
06:05Cari Kompas TV melalui pencarian.
06:08Pilih aplikasi lalu install.
06:10Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
06:15Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
06:20Terima kasih.
06:20Terima kasih.
06:21Terima kasih.
06:21Terima kasih.
06:21Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan