00:00Per tadi detik saya bicara tadi angkanya berapa.
00:03Jadi tidak ada yang bisa ditutup-tutupi.
00:05Mungkin perbedaannya adalah data yang disampaikan itu kapan.
00:09Data yang kita pakai antara BNPB, BMKG, dan Kementerian Kehutanan pasti ini.
00:16Si Pongi tadi yang saya lihat.
00:18Jadi dilihat nanti cut off-nya kapan.
00:23Ini per 23 lebih 59.
00:25Dan di real time.
00:26Dan ini bisa diakses oleh publik.
00:28Balik si Pongi kita.
00:31Ini bisa diakses teman-teman media juga ya.
00:35Ini bisa diakses ini.
00:36Ini bukan ditutup-tutupi.
00:38Real time.
00:39Jadi tadi saya buktikan kan.
00:40Calsel per cut off date-nya malam tadi jam 23.59 sekian.
00:46Tapi kita bisa lihat per tadi detik saya bicara tadi angkanya berapa.
00:51Jadi tidak ada yang bisa ditutup-tutupi.
00:53Mungkin perbedaannya adalah data yang disampaikan itu kapan.
00:57Jadi kadang-kadang itu juga kalau teman-teman lihat di media sosial, kota A berasap.
01:04Dan seolah-olah itu menjadi generalisasi semua Kalimantan.
01:07Atau jamnya kapan video itu diambil.
01:10Oleh karena itu disini juga selain memang dilakukan oleh BMKB disini juga arah angin bisa dilihat.
01:18Asap udah bisa belum kita ya?
01:20Belum ya?
01:21Sudah mas?
01:22Angin ya belum asap belum integrasi disini.
01:25Ya itu juga asap pada apa namanya visibility misalkan ya.
01:28Itu per jam berapa, tanggal berapa gitu.
01:30Jadi harus lebih akurat lagi melihat.
01:32Jadi sekali lagi tidak ada perubahan data.
01:34Ini angin ya, arah angin ya.
01:35Arah angin yang bisa kita lihat.
01:37Saya kira begitu.
01:51Jadi sekali lagi, pasti ini bukan sesuatu yang terjadi alami.
01:56Meskipun ada teorinya ya.
01:57Ada teorinya dalam pengertian.
01:58Mungkin saking keringnya ya.
02:02Ada gesekan kayu tertentu dengan angin yang keras menimbulkan api.
02:09Silahkan ditanya kepada para ahli apa itu terjadi.
02:13Tapi most likely, pasti ada yang membakar.
02:17Apakah itu tadi sengaja atau tidak sengaja tadi lempar putung rokok.
02:23Apakah itu petani kecil atau petani besar.
02:30Apakah itu perusahaan.
02:32Yang paling pasti ya, yang paling pasti.
02:34Dan kami akan kerjakan yang menjadi perintah Pak Presiden Prabowo.
02:37Penegakan hukum terutama dari bawah Pak Dirjen Gakum.
02:40Tidak akan pernah tumpul ke atas tajam ke bawah.
02:46Siapapun yang melakukan pelanggaran.
02:48Siapapun yang melakukan pelanggaran.
02:50Tanpa terdiskriminasi.
02:52Kami akan tindak sesuai dengan Undang-Undang Kehutanan yang kami miliki.
02:58Pak, saya berkata dari antara,
03:01Pak, terkait tadi kencegahan.
03:06Tadi kan Bapak udah bilang OMSI ada waktu goling.
03:08Apa maksudnya Pak Presiden bisa membangunan sekat kanal
03:11lebih terbanyak sama sebuah.
03:13Itu tuh rencananya gimana Pak?
03:14Karena ini kan September waktunya apa-apa ya?
03:17Mungkin ada target-target.
03:19Baik, saya laporkan.
03:19Saya dari Riau minggu lalu.
03:22Saya lupa hari apa itu dari hari Jumat saya di Riau.
03:27Kemudian kemarin dari Sumsel.
03:29Alhamdulillah seluruh perintah Pak Presiden dikerjakan di lapangan.
03:33Saya diperintahkan Pak Presiden justru untuk mengecek.
03:36Saya turun ke lapangan itu diperintahkan Pak Presiden untuk mengecek
03:39apakah perintah-perintah beliau berjalan.
03:40Alhamdulillah.
03:41Sumur bor berjalan.
03:44Pengiriman tambahan waterbombing dari alutsista yang dimiliki oleh kita
03:48dari TNI AU berjalan dengan baik ya.
03:51Jadi sekali lagi dari segi teknis insya Allah
03:56apa yang diminta oleh teman-teman daerah terpenuhi.
04:00Namun realitas lapangan sumber air tetap menjadi kendala Pak.
04:04Meskipun tadi sumber bor sudah datang ya.
04:08Kemudian ada rencana sekat kanal yang tetap dikerjakan.
04:11Sekat bakar dikerjakan.
04:13Namun karena memang sumber airnya ini yang jadi masalah.
04:16Semacam kemarin saya dari Sumsel ada kebakaran di pinggir tol.
04:19Dengan Pak Dirjen kemarin.
04:21Ini Pak Dirjen dapat ular malah kemarin ini.
04:23Di pinggir tol.
04:24Karena kita, apa namanya, sumber airnya cuma ada satu.
04:28Sementara kebakarannya sudah menjauh kemana.
04:32Tapi sumber airnya cuma ada satu.
04:34Akhirnya kemarin masih ada water bombing yang bisa kita kerahkan.
04:37Kita minta supaya untuk mengejar ujung api gitu ya.
04:43Lidah api di pakar supaya membasai ujung ini
04:46supaya tidak melebar kemana-mana
04:47sambil pasukan darat mulai mengeringkan.
04:50Luar biasa.
04:52Susahnya mengendalikan itu.
04:53Dan kita tidak tahu siapa yang membakar.
04:56Di pinggir tol.
04:58Kalau disebut di situ ada orang yang akan berkebun.
05:01di situ juga terjadi berkali-kali terbakar
05:04dan kemudian tidak ada juga yang berkebun gitu ya.
05:07Apa ini gitu yang terjadi?
05:08Jadi sekali lagi mungkin ada di medsos ada anak iseng gitu ya.
05:13Atau orang membuang puntung rokok.
05:14Sesimpel apapun ya.
05:16Dalam keadaan yang tidak baik-baik ini ya.
05:18Dalam keadaan cuaca yang tidak baik-baik ini.
05:21Tidak ngon, tidak dilakukan.
05:24Tidak ngon, tidak dilakukan.
05:51Cara baru nonton di Smart TV.
05:54Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia
05:58langsung dari Smart TV kamu.
06:00Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
06:05Cari Kompas TV melalui pencarian.
06:08Pilih aplikasi lalu install.
06:10Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
06:15Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
06:20Terima kasih.
06:20Terima kasih.
06:21Terima kasih.
06:21Terima kasih.
06:21Terima kasih.
Komentar