Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
Muktamar ke-35 NU memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU melalui Majelis Ahwa serta menetapkan aturan baru soal rangkap jabatan politik.
Transkrip
00:00Ke-35 Nahdotul Ulama akan memilih Roy S.A.M. dan Ketua Umum PBNU untuk 5 tahun mendatang.
00:06Peserta muktamar sepakat pemilihan Roy S.A.M. dan Ketua Umum PBNU akan dilakukan melalui Majulis Ahwa.
00:16Ahwa atau Ahlul Halil Wal-Aqdi merupakan majulis beranggotakan 9 Kiai atau Ulama
00:23yang diberi mandat untuk bermusyawarah serta menentukan sosok pemimpin tertinggi NU.
00:29Ahwa dipilih dari nama-nama yang diusulkan peserta muktamar.
00:339 nama yang meraih suara terbanyak ditetapkan sebagai anggota Majulis Ahwa
00:39dan selanjutnya Ahwa bermusyawarah untuk memilih satu nama sebagai Roy S.A.M.
00:43Sedangkan Ketua Umum PBNU juga akan ditentukan oleh Majulis Ahwa.
00:475 nama calon Ketua Umum PBNU dari usulan muktamirin yang meraih suara terbanyak diserahkan ke Roy S.A.M.
00:54Selanjutnya Roy S.A.M. dan Majulis Ahwa bermusyawarah untuk menentukan satu nama
00:59yang akan menjabat sebagai Ketua Umum PBNU yang baru mendatang.
01:10Dalam muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama kali ini
01:14juga disepakati aturan baru terkait larangan rangkap jabatan politik bagi pengurus tertinggi NU.
01:21Roy S.A.M. dan Ketua Umum PBNU
01:23dan larangan tersebut mencakup jabatan Ketua Parpol, Pimpinan DPR, DPD, Presiden, Gubernur hingga Menteri.
01:32Sementara pengurus di luar mandataris masih memungkinkan untuk rangkap jabatan.
01:41disepakati adalah khusus untuk mandataris muktamar di dalam hal ini
01:47Roy S.A.M. dan juga Ketua Umum tidak boleh rangkap jabatan politik
01:53termasuk Ketua Partai, kemudian Pimpinan DPR, DPD, Presiden, Gubernur, Menteri
02:04dan sejenisnya yang didefinisikan secara rinci
02:08yang terlarang khusus itu adalah Roy S.A.M. dan Ketua Umum
02:13pertimbangannya apa?
02:16nah ketemulah logikannya disini
02:17karena Ketua Umum dan juga Roy S.A.M. adalah mandataris muktamar
02:24yang menjadi simbol kepemimpinan organisasi
02:29dia menjalankan tugas sebagai siasatul ulyah
02:36politik tingginya
02:38sementara urusan jabatan politik itu kan siasatul dunia
02:41urusan keduniaan
02:46ketentuan soal masa idah politik atau judah politik di NU
02:51yang mewajibkan calon Roy S.A.M. dan Ketua Umum PBNU bersih
02:54dari jabatan atau kepengurusan parkol selama minimal satu tahun
02:57sebelum menjalankan diri diprotes pendukung calon pimpinan NU Yusuf Fudori
03:02atau Gus Yusuf
03:05pendukung Gus Yusuf menilai aturan tata tertib tersebut
03:08bisa menjaga langkah Gus Yusuf maju sebagai calon Roy S.A.M.
03:12maupun Ketua Umum PBNU
03:19saudara muktamar ke 35 NU di Jombang akan menentukan Roy S.A.M. dan Ketua Umum PBNU
03:24untuk 5 tahun mendatang berbeda dengan sebelumnya pemilihan pimpinan tertinggi NU kali ini
04:02saya ke Pak Zainul dulu deh karena sebenernya kan masyarakat awam mungkin ada yang belum mengetahui ya
04:09sebenernya mekanisme AHWA itu apa sih gitu bisa dijelaskan kira-kira Pak Zainul sebenernya
04:12yang dimaksud dengan mekanisme AHLUL HALILWAL AKDI atau AHWA
04:17ini mekanisme yang sebelumnya dipakai untuk memilih Roy S.A.M. saja
04:21kini digunakan untuk memilih Ketua Umum PBNU
04:24mengapa diubah alasannya kira-kira
04:26dan apa sebenarnya AHWA itu
04:27ya
04:29pertama gini AHWA itu adalah sekumpulan para kiai sepuh
04:33para ulama-ulama
04:35yang sangat alim
04:38yang beliau punya harisma, punya merekam jejak
04:42ya kan punya khidmat KNU yang sudah tidak dirakukan lagi
04:49beliau-beliau ini
04:50mereka dipilih dari sekian banyak ulama-ulama NPO yang ada di seluruh Indonesia
04:57yang itu kemudian disebut dengan AHLUL HALILWAL AKDI
05:01ini adalah ulama tingkat tinggi lah
05:03yang ada di Nahdlatul Ulama
05:05nah AHWA itu diputuskan oleh Muqtamirin
05:09jumlahnya sembilan orang
05:10kalau sebelumnya AHWA ini hanya memilih Roy S.A.M.
05:15ya
05:15memilih Roy S.A.M.
05:17pemimpin ulama tertinggi di Nahdlatul Ulama
05:19sementara untuk pelaksanaan eksekutif
05:22yaitu Ketua Tanvidya
05:23Roy S.A.M. hanya memberikan restu
05:26tidak memilih
05:28nah
05:28pemilihan Ketua Tanvidya
05:31atau eksekutif di PBNU itu selamanya diserahkan kepada Muqtamirin
05:34jadi PCP-CN langsung memilih berdasarkan
05:37perolehan suara terbanyak
05:40nah tapi ternyata ini
05:42menurut penilaian sebagian kalangan
05:44termasuk refleksi dari para
05:47yai dan juga para pengurus dinantun ulama
05:50bahwa ketika Ketua Tanvidya
05:53juga dipilih langsung oleh Muqtamirin
05:55maka dia menjadi mandataris Muqtamirin
05:59nah ketika ada dua mandataris Muqtamar
06:02Roy S.A.M. mandataris Muqtamar
06:04Ketua Tanvidya juga
06:06mandataris Muqtamar
06:08maka menimbulkan apa yang disebut dengan
06:10dua matahari kembar di
06:12kucuk pimpinan Nahdlatul Ulama
06:14dulu situasi seperti ini
06:17tidak menjadi masalah
06:18beberapa periode sebelumnya
06:20karena antara Roy S.A.M. dan Ketua Tanvidya
06:23itu punya kesamaan cara pandang
06:26keselarasan pikir
06:27kesamaan langkah dan sebagainya
06:30tapi ketika kemudian
06:32antara Roy S.A.M. dan Ketua Tanvidya
06:33terjadi perbedaan pendapat
06:35ya kan
06:36cara mengelola organisasi
06:38maka muncullah masalah yang berimbas
06:40kepada PCP-CNO
06:42nah dalam lima tahun terakhir ini
06:44itu yang jadi refleksinya
06:46baik
06:47saya bertanya ke Kang Ujang
06:48dari perspektif politik tentunya
06:50sebagai pengajar politik
06:51apa sebenarnya sih
06:52pengubah
06:53apa implikasi yang muncul dari
06:55pengubahan sistem ini
06:57dari yang sebelumnya
06:58tidak dengan AHWA
06:59untuk Ketua Umum PBNU
07:01sekarang dengan AHWA
07:02untung ruginya apa
07:03Kang Ujang
07:04ya pertama tentu itu
07:06mekanisme yang
07:08kita sama-sama tahu
07:09sama-sama baiknya ya
07:11dalam Kotek
07:12untuk memilih
07:13pemimpin tertinggi
07:16di PBNU
07:18saya melihat tentu
07:19kalau kelebihan dari
07:21katakanlah
07:21pemilihan di
07:23secara langsung ya
07:24one man one put
07:25gitu oleh Mutamirin
07:27oleh PAC dan
07:28PAW itu
07:30maka
07:31ya disitulah
07:32letak bahwa
07:33ya ada keterikatan
07:35katakanlah emosional
07:36antara
07:37pemimpin
07:38yang terpilih nanti
07:40di Tanvidiyah
07:41katakanlah dengan
07:42para Mutamirin
07:44pemilik hak suara
07:45tetapi memang
07:46kekurangannya tadi
07:47yang disebutkan oleh
07:48Pak Zainul
07:49bahwa
07:50ketika
07:51roh isamnya
07:52ditentukan oleh
07:53AHWA
07:54gitu ya
07:54lalu
07:55kepemimpinan
07:56Tanvidiyahnya
07:57atau Ketua Umum PBNU
07:58dipilih
07:59secara puting
08:00maka
08:01ya kita tahu
08:02dalam kepengurusan
08:03lima tahun terakhir
08:04kemarin gitu
08:05itu terjadi
08:06pandangan-pandangan
08:07yang berbeda
08:08sehingga
08:09kita tahu
08:09ya mohon maaf
08:10ada pecat-memecat
08:11dan itu
08:12berimplikasi
08:13kepada
08:14katakanlah struktur
08:15NU ke bawah
08:16yang disebutkan oleh
08:17Pak Zainul tadi
08:18oleh karena itu
08:19disitulah mungkin
08:20ulama-ulama NU
08:22gitu
08:22para Mutamirin
08:24mengevaluasi
08:25katakanlah
08:26kekurangan-kekurangan
08:27masa lalu
08:28untuk diperbaiki
08:30katakanlah hari ini
08:31dan ke depan
08:31kan disitu
08:33ya kekurangannya memang
08:34tidak ada
08:36parameter
08:37katakanlah
08:38kalau saya katakanlah
08:39ukuran yang pasti
08:40kalau dipilih oleh
08:41Ahwa gitu
08:42walaupun memang
08:43tadi
08:43Ahwa sudah mendapatkan
08:45mandat
08:46dari Mutamirin
08:47untuk memilih
08:48katakanlah
08:49dua pucuk pimpinan
08:50ya di Ro'isam
08:51maupun di Tanvidya
08:52tetapi memang
08:54ketika Ahwa itu
08:55menentukan
08:56ya
08:57saya
08:58selaku warga NU
09:00katakanlah ya
09:00selama ditentukan
09:02oleh Mutamirin
09:04itu ya
09:04sah
09:05tetapi memang
09:06tadi kekurangannya
09:07adalah
09:09pihak lain
09:10menganggap
09:11bahwa
09:11dianggap
09:12tadi
09:13ada
09:14apa ya
09:15ukuran-ukuran
09:16yang tidak jelas
09:17terkait dengan
09:18aspirasi-aspirasi
09:19dari bawah itu
09:20ya boleh dikatakan
09:21ukuran biokratis
09:22gitu ya
09:23ya dalam konteks
09:24politik
09:24hal yang biasa
09:25tetapi
09:26setiap pemilihan
09:27dengan menggunakan
09:28mekanisme apapun
09:29tentu ada
09:30kekurangan dan
09:30kelebihannya
09:31mungkin
09:31saya melihat
09:32bahwa
09:33dengan sistem
09:34Ahwa saat ini
09:35atau
09:36hari ini
09:37mungkin itulah
09:38pemilihan yang
09:39dianggap terbaik
09:40oleh warga NU
09:41saat ini
09:42begitu
09:42nah
09:43di satu sisi kan
09:45sebenarnya
09:45kalau saya membacanya ya
09:46orang
09:46luar NU lah
09:48begitu
09:48sistem baru ini kan
09:49ingin menegaskan
09:50peran besar dari
09:51para Kiai di tubuh NU
09:53yang mana
09:53sebenarnya itu
09:54hitohnya NU ya
09:55hitohnya NU
09:56bahwa
09:57menjalankan
09:58garis besar
09:58organisasi
09:59berdasarkan arahan
10:00Kiai-Kiai
10:00yang ada
10:02kayak Kiai sepuh
10:02begitu
10:03nah tapi kan
10:03pemilihan seperti ini
10:05ada muncul
10:06anggapan seperti yang
10:07diungkapkan Kang Unceng
10:07juga dianggap
10:08kurang demokratis
10:09nah saya akan
10:10bertanya ke Pak Zainul
10:11bagaimana Anda
10:12menepis ini semua
10:13bahwa ini sebenarnya
10:14tidak demokratis
10:14sesaat lagi
10:15sampai Indonesia malam
10:15tetap bersama kami
10:26kita kembali lanjutkan
10:28perbincangan bersama
10:29anggota DPR RI
10:30Zainul Munasihin
10:31dan juga pengajar politik
10:32Universitas Salazar Indonesia
10:33Ujang Komarudin
10:34saya ke Pak Zainul tadi
10:36sebelum jeda
10:37sempat bertanya
10:38ini kan
10:39ada
10:40apa namanya
10:42anggapan
10:43bahwa ini
10:43kurang demokratis
10:45nah di satu sisi kan
10:46sistem baru ini kan
10:46menegaskan sebenarnya
10:47peran besar dari
10:48para Kiai di tubuh NU
10:49dengan sistem AHWA ini
10:50tapi ya tadi
10:51ada anggapan
10:52kurang demokratis
10:53karena tidak
10:54one man one food
10:54bagaimana Anda
10:55menepis
10:56anggapan kurang demokratis ini
11:05Pak Zainul
11:06Pak Zainul
11:10oh
11:10sepertinya
11:11masih di mute
11:12Pak Zainul
11:13mohon maaf
11:16Pak Zainul
11:17dengar suara saya
11:17ya
11:18ya baik
11:19ya sudah
11:19tadi sebelum jeda
11:20saya kan bertanya
11:21bahwa satu sistem
11:22baru ini kan
11:23tegaskan peran besar
11:24dari para Kiai di tubuh NU
11:26ya dengan sistem AHWA ini
11:26tapi ya ada anggapan
11:27tadi seperti diunggap Kang Ujang
11:28ini kurang demokratis
11:30nah bagaimana Anda menepis
11:31anggapan kurang demokratis ini
11:33Pak Zainul
11:34ya
11:35dalam sistem pemilihan
11:36ketua umum
11:37yang kemarin ya
11:38semalam diputuskan itu
11:39itu
11:41mengakomodir
11:42dua pendekatan
11:43yaitu pendekatan
11:44selection
11:45dan juga pendekatan
11:46election
11:47oke
11:48election itu adalah
11:49seluruh PCNU
11:50tetap diberikan
11:51kesempatan
11:51untuk mengusulkan
11:52lima calon ketua umum
11:54jadi ada electionnya
11:55jadi tidak serta-merta
11:56bahwa PCNU itu
11:58ditinggalkan
11:58kemudian AHWA
12:00mengambil alih
12:00begitu tidak
12:01nah yang
12:02lima nama ini
12:03kemudian diserahkan
12:04kepada AHWA
12:05untuk kemudian
12:06diseleksi oleh
12:07oleh AHWA
12:08jadi ada selectionnya
12:09artinya apa
12:11ini kombinasi
12:12antara
12:12aspirasi PCNU
12:13dan juga
12:14penilaian secara
12:15karakter dari
12:16kepemimpinan di
12:16Nantotepul Lama
12:17mereka yang
12:19suara terbanyak
12:20belum tentu
12:21akan terpilih
12:22jadi ketua umum
12:23itu harus digarisbawahi
12:25agar apa?
12:26agar
12:26pendekatannya adalah
12:28musyawarah mufakat
12:29di level AHWA-nya
12:30itu
12:31bukan one man
12:32one foot-nya
12:32kenapa?
12:34karena kita ingin
12:35mengembalikan
12:36prinsip-prinsip
12:37pengambilan keputusan
12:38ala para kiai
12:40bahwa
12:40yang disebut dengan
12:41demokrasi itu kan
12:42sesungguhnya kan
12:43tidak harus voting
12:44ya
12:44musyawarah kan juga
12:45bagian dari demokrasi
12:47oke
12:47sejak kapan
12:48musyawarah dianggap
12:49bukan dari demokrasi
12:50gitu nah
12:51AHWA itu adalah
12:52merepresentasikan
12:53cara pengambilan
12:55keputusan dengan
12:56asas musyawarah
12:57untuk mufakat
12:58gitu
12:58ini jadi pertimbangan
13:00selain itu juga
13:01dari pengalaman
13:02dan juga
13:04evaluasi
13:04refleksi
13:05bahwa
13:06ketika kita menggunakan
13:08one man one foot
13:09ya
13:09itu ada kecenderungan
13:11ya
13:12masuknya politik transaksional
13:13dan juga
13:14politik uang
13:15gitu
13:15oke
13:16artinya siapa yang bisa
13:18mohon maaf ya
13:19yang bisa mengkondisikan
13:20PC-PCN pun
13:21dengan suara yang besar
13:23misalnya begitu
13:23itu
13:24kalau dia bisa
13:26mengkondisikan mayoritas
13:27maka dia akan terpilih
13:28menjadi ketahuan
13:29WPNU
13:30sementara dengan
13:31pendekatan AHWA
13:32itu tidak serta-merta
13:33oke
13:34walaupun
13:34walaupun Anda
13:36bisa
13:36tanda kutip ya
13:37Anda bisa mengkondisikan
13:38mayoritas PCN
13:39atau suara
13:41atau mutamirin
13:42tapi kalau
13:42Anda secara karakter
13:44rekam jejak
13:45oleh para kiaiki
13:47yang ada di awal
13:47dianggap
13:48tidak cukup
13:49mumpuni untuk memimpin
13:50BPNU
13:51Anda tidak bisa
13:51gitu
13:52jadi ini penggabungan
13:53antara
13:54election
13:54dan juga
13:55selection
13:56oke
13:56ada election
13:58ada selection
13:58ada juga yang
13:59yang menarik
14:00saya bertanya ke Kang Ujang
14:03ada yang menarik nih
14:03Kang Ujang
14:04ada syarat baru
14:04karena pimpinan tertinggi
14:06NU sekarang
14:07tidak boleh rangkap
14:07jabatan politik katanya
14:08nah bagaimana Anda
14:10merespons atau melihat
14:11apa namanya
14:13syarat baru ini
14:15kira-kira
14:15apakah ini bisa jadi jaminan
14:17NU kemudian
14:18tidak tersyarat politik
14:19karena kan
14:19NU ini selalu dikenal
14:21dekat dengan kekuasaan
14:22Kang Ujang
14:22ya
14:24kalau saya sih melihatnya
14:25itu mungkin
14:26cara yang terbaik ya
14:28dari
14:30katakanlah
14:31kesepakatan
14:32para mutamirin
14:33untuk memastikan
14:34ke depan
14:35NU lebih fokus
14:37ada di jalur
14:38tengah
14:39ada di jalur
14:40independensi
14:41ada di jalur
14:42katakanlah
14:43pemberdayaan umat
14:44di saat yang sama juga
14:45katakanlah
14:46ya bisa mengingatkan
14:48pemerintah ketika
14:49katakanlah
14:50salah jalan
14:51dan dalam konteks
14:52yang lain juga bisa
14:53mendukung ketika
14:54pemerintah itu punya
14:55kebijakan-kebijakan yang
14:56baik kepada masyarakat
14:58nah saya melihat
14:59apa yang dilakukan
15:00hari ini
15:01di mutamar
15:02jombang tersebut
15:03ya itulah cara
15:04yang menurut
15:05hemat saya
15:05terbaik
15:06yang bisa dilakukan
15:07karena kritik
15:08dari publik
15:09itu kan banyak
15:10misalkan
15:10NU sudah terlalu
15:12dalam
15:12berpolitik
15:13sekali lagi
15:14saya katakan
15:15kritik ya
15:16dari publik
15:16lalu juga
15:17kritik juga
15:18bahwa NU itu
15:19tolong
15:19jangan seperti
15:20partai politik
15:21nah inilah
15:22jawaban
15:23dari
15:24kantor-kantor NU
15:25dari ulama-ulama NU
15:27dari para mutamirin
15:28mungkin
15:28untuk menjawab
15:30semua
15:30katakanlah
15:31praduga-praduga
15:32prasangka-prasangka
15:34atau kritikan-kritikan
15:35publik itu
15:35dan menurut
15:36hemat saya
15:37dalam konteks itu
15:37ya sesuatu yang baik
15:39ketika
15:40NU itu dipisahkan
15:41dengan politik
15:43walaupun
15:43NU harus berpolitik
15:45yang tidak boleh
15:46kan secara
15:47kelembagaan
15:48secara personal-personal
15:49kan boleh
15:50tadi Pak Zaino juga
15:52para politisi
15:53handal gitu
15:54dari kanan-kanah
15:55diin
15:55jadi secara
15:56kelembagaan itu
15:57tidak berpolitik
15:58tetapi secara
15:59personal kan boleh
16:00oleh karena itu
16:01saya melihat
16:02apa yang dilakukan
16:03katakanlah
16:04ada tambahan
16:05ya ketentuan
16:06terkait dengan
16:07tadi
16:07katakanlah
16:09pemisahan
16:10agar tidak rangkap
16:11itu ya
16:11kalau menemukan saya
16:12sesuatu yang baik saja
16:13yang kedua
16:14terus saya
16:15klarifikasi
16:16Bang Radi ya
16:17tadi
16:17dalam demokrasi
16:19saya tidak
16:20mengatakan itu
16:21tidak demokratis
16:22tetapi dalam demokrasi
16:22kan ada dua
16:23ada pemilihan langsung
16:24dan ada indirect
16:25demokrasi
16:26dan langsung
16:26dan saya sepakat
16:27tadi musyawarah
16:28bagian
16:29dari demokrasi
16:30daripada
16:30proses demokrasi
16:31itu sendiri
16:32nah ketika
16:33hari ini
16:34terjadi
16:35misalkan oleh
16:36Ahwa
16:36tentu
16:37saya melihat
16:38tadi
16:38ulama-ulama besar
16:40di NU
16:41ingin
16:42menjaga
16:43maruhan NU
16:43agar tidak
16:44seperti yang lalu-lalu
16:45ketika itu
16:46saya melihatnya
16:46seperti itu sih
16:47oke baik
16:48saya kembali
16:49ke Pak Zaino
16:49kalau begitu
16:50dengan apa yang sudah dibahas oleh Kang Ujang
16:52tadi soal rangkap jabatan politik
16:54atau secara kelembagaan bisa atau tidak
16:57sebenarnya
16:57karena banyak juga
16:58tokoh-tokoh NU
17:00yang juga cakep berpolitik
17:01dan punya peran besar
17:02terhadap politik
17:03kira-kira kriteria pimpinan
17:05seperti apa yang cocok
17:06atau dibutuhkan NU
17:065 tahun ke depan
17:07Pak Zaino
17:09saya kira yang pertama
17:11kita butuh
17:12ketua umum PPNU
17:13yang bisa
17:14menjaga
17:15kemandirian
17:16dan
17:16perdaulatan
17:17Nahdlatul ulama
17:19dari
17:19manapun
17:21kekuatan politik
17:22manapun
17:22bisa mandiri
17:24dan perdaulatan
17:24itu tugas pertama
17:26dari ketua umum
17:27yang
17:27itu aspirasi
17:29saya secara pribadi
17:30saya gak tahu apakah
17:31warga Nantul Lamyang
17:32juga seperti itu
17:33tapi saya kok yakin
17:34bahwa seluruh Rakyat NU
17:35pengennya
17:35punya ketua umum
17:37yang dia itu
17:37kalau ngambil keputusan
17:39gak bisa diinterpesi
17:40oleh siapapun
17:41ya kan
17:42tentu dengan
17:44orientasi dan khidmat
17:45kemasalahan umat ya
17:46itu
17:47yang kedua adalah
17:49ketua umum PPNU itu
17:50harapan kita ke depan adalah
17:52yang bisa menjaga
17:54relasi politik
17:55yang bisa menjaga
17:57komunikasi politik
17:58dengan seluruh kekuatan politik
18:00ya tanpa harus
18:01mendeskreditkan
18:02salah satu kekuatan politik
18:03kan sudah menjaga jarak kan
18:06kalau memang
18:06dibutuskan kita
18:07kan harus menjaga jarak
18:08dengan seluruh kekuatan politik
18:10yang sama
18:10tapi di PKP
18:11sangat tidak keberatan
18:13NU menjaga jarak
18:15dengan seluruh kekuatan
18:16politik
18:17partai politik
18:18tapi kalau memang
18:19seperti itu
18:19ya jangan ada
18:21satu partai
18:21yang kemudian
18:22lebih dekat jaraknya
18:23dengan
18:24dengan NU
18:25sementara dengan PKP
18:26lebih jauh
18:27kalau ya sama-sama
18:28misalnya gitu
18:29yang ketiga menurut saya adalah
18:30kita berharap
18:32memang NU ke depan
18:33lebih banyak
18:35berkonsentrasi
18:35oke
18:36dalam kegiatan dakwah
18:37ya
18:38pendidikan
18:39dan
18:42melupakan
18:44meninggalkan
18:45polarisasi konflik internal
18:46yang selama lima tahun ini
18:47cukup melelahkan
18:48cukup terasa begitu ya
18:49cukup melelahkan
18:50ya cukup terasa
18:51oke baik
18:52kalau begitu
18:52terakhir saya ke
18:54Kang Ujang
18:54kalau gitu
18:55dari tadi
18:56kriteria-kriteria
18:57yang sudah diungkapkan
18:58Pak Zainul
18:58ini kan ada juga
18:59nama-nama yang sering disebut
19:00seperti Gus Yahya
19:01Gus Kikin
19:02lalu Gus Salam
19:03ada juga Gus Rozin
19:05ada Gus Yusuf
19:06ada Zulfa Mustafa
19:07nah siapa menurut Anda
19:08yang paling berpeluang
19:09memimpin NU
19:09lima tahun ke depan
19:10di bawah
19:11mekanisme
19:12Ahwa ini
19:13Kang Ujang
19:14ya tentu yang sangat
19:16memahami dan
19:17mendalami ya
19:18karakter-karakter
19:19calon ketua umum itu
19:20tadi tokoh-tokoh
19:21ulama besar ya
19:23yang ada di
19:24Ahwa tersebut
19:25soal siapa namanya
19:26tentu
19:27saya tidak
19:28punya otoritas
19:29untuk menyebutkan
19:30karena semuanya
19:31punya kapasitas
19:32semua punya
19:33keilmuan yang mumpuni
19:35ya untuk menjadi
19:35ketua umum
19:36PBNU
19:38oleh karena itu
19:38tadi
19:39hasil yang terbaik
19:40nanti yang terpilih
19:41oleh Ahwa itu ya
19:42hasil yang terbaik
19:43yang bisa dilakukan
19:44di mutamar kali ini
19:46saya punya catatan juga
19:47Kang Radia
19:49soal misalkan
19:50kenapa NU
19:51harus pisah dengan
19:52politik tadi
19:52saya lupa ya
19:53bahwa kita tahu
19:54mohon maafinik kritik
19:55dari publik
19:56yang lalu
19:57bendahara umum
19:59PBNU kan
19:59kena KPK
20:00ini kan
20:01ini yang mesti tadi
20:02makanya bagus
20:03ketika ada
20:04aturan
20:05ya tadi
20:06tidak boleh
20:06katakanlah
20:08double jabatan ya
20:09di NU dan di politik
20:10nah
20:10terkait dengan
20:11nama-nama yang muncul
20:13hari ini
20:14saya sih melihat
20:15ya semuanya
20:16baik
20:17semuanya yang terbaik
20:18tinggal bagaimana
20:20memastikan
20:21tadi
20:21Ahwa
20:22memilih
20:23yang baik
20:24dari yang
20:25yang terbaik lah
20:26kira-kira begitu
20:27ya dengan mekanisme
20:28Ahwa ini
20:29tentu saja tadi
20:29yang saya singgung
20:30di awal
20:31bahwa ingin
20:31mengembalikan
20:32hitoh
20:32Nahdlatul Ulama
20:33yang mengedepankan
20:35garis-garis besar
20:37keorganisasian
20:38sesuai dengan
20:39KIK Sepuh
20:40yang ada di tubuh
20:41Nahdlatul Ulama
20:41yang tentu saja
20:42dinilai sudah alim tadi ya
20:44oleh Pak Zainul tadi
20:45di awal
20:46baik
20:46terima kasih
20:47anggota DPR
20:48Zainul Munasihin
20:49dan pengajar
20:50politik Universitas Al-Azhar
20:51Indonesia Ujang Komarudin
20:52telah berbagi perspektifnya
20:53di Sapa Indonesia Malam
20:54selamat malam
20:55Assalamualaikum
20:55sampai jumpa lagi
20:56Terima kasih
Komentar

Dianjurkan