Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan juga melanda Pontianak, Kalimantan Barat.

Hingga Minggu (30/8/2026), pemadam dibantu relawan masih berjibaku memadamkan api.

Keterbatasan sumber air dan asap tebal jadi kendala proses pemadaman.

Medan yang terjal juga membuat petugas dan relawan kesulitan menjangkau titik api.

Asap karhutla menyelimuti wilayah Pontianak sejak Jumat lalu.

Per Agustus, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat telah mencapai 38.000 hektar. Wilayah mana saja yang paling parah terdampak karhutla, kita bahas bersama Koordinator Harian Pusdalops PB BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel.

Baca Juga Keluarga Pertanyakan Hasil Ekshumasi Sutrimo Belum Juga Diumumkan, Khawatir Kasus Terbengkalai di https://www.kompas.tv/regional/688209/keluarga-pertanyakan-hasil-ekshumasi-sutrimo-belum-juga-diumumkan-khawatir-kasus-terbengkalai

#karhutla #kebakaranhutan #bpbd #kalimantan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/688217/full-bpbd-kalbar-update-penanganan-karhutla-kubu-raya-ketapang-terdampak-paling-parah
Transkrip
00:00...ini menjadi kedama kami di lapangan.
00:04Saudara Praagustus, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat telah mencapai 38.000 hektare.
00:11Wilayah mana saja yang paling parah terdampak Karhutla?
00:14Kita bahas bersama Koordinator Harian Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel.
00:20Selamat malam, Pak Daniel.
00:22Pak Api Karhutla di Kalbar sampai saat ini belum juga padam.
00:27Wilayah mana saja, Pak, yang paling parah terdampak Karhutla ini?
00:32Sampai hari ini ada dua kabupaten yang memang api masih menyala di Kabupaten Kuburaya dan Kabupaten Ketapang.
00:42Upaya-upaya sudah kita lakukan, hanya memang kita memiliki kendala-kendala di lapangan dalam melakukan operasi ini.
00:50Dalam melakukan operasi ini, sehingga tentu kendala itu tidak bisa kita hindari.
00:57Antara lain kekurangan air di lapangan dan jika kita melakukan operasi udara melalui waterbombing,
01:06itu juga persoalannya adalah persoalan visibility yang sangat tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan.
01:15Melihat kendala seperti itu, Pak, lalu langkah-langkah ataupun solusi yang dilakukan BPBD seperti apa, Pak?
01:22Tadi kita lihat bahwa di Kuburaya di Kalimantan Barat ini juga ada warga yang harus mandiri memadamkan api karena sudah
01:30mendekati permukiman mereka, Pak.
01:33Tentu kita tidak tinggal diam ya, meskipun kita menghadapi berbagai tantangan secara alami seperti kekurangan air,
01:41visibility yang terbatas dilakukan untuk waterbombing.
01:45Tadi kita sudah melakukan perencanaan, besok kita akan menggeser beberapa peralatan kita seperti tendon air
01:52dan mengerahkan beberapa armada untuk mengangkut air ke sumber itu.
01:58Hanya memang persoalan juga di lapangan itu akses untuk menuju lokasi yang terbakar ini tidak mudah.
02:07Sehingga ada yang bisa dilewati kendaraan roda dua, ada bahkan yang tidak.
02:11Ini juga menjadi kesulitan.
02:13Nah persoalan keterlibatan masyarakat, kami berterima kasih.
02:17Karena memang kebakaran saat ini tidak bisa hanya ditangani oleh satgas darat dan udara
02:24yang jumlahnya tentu terbatas apabila dibandingkan dengan jumlah luas yang terbakar.
02:31Keterlibatan masyarakat menjadi penting.
02:33Meskipun pemerintah juga menyadari bahwa peralatan yang digunakan oleh masyarakat sangat minim.
02:39Tetapi itulah kondisi yang memang harus kita kerjakan bersama-sama.
02:43Tapi apakah dari pihak BBBD ini juga sudah mendapatkan informasi
02:47ataupun aduan dari masyarakat terkait dengan dampak yang dirasakan oleh warga, Pak?
02:52Kita sudah melihat dampak ya.
02:54Kalau dampak yang kita rasakan misalnya di kota Pontianak.
02:58Kota Pontianak ini kan sebetulnya tidak ada karhutlah ya.
03:02Tetapi kota Pontianak ini mendapat kiriman asap dari Kabupaten Kuburaya.
03:07Dampaknya apa?
03:08Dampaknya aktivitas pendidikan dirumahkan.
03:11Artinya siswa itu belajar di rumah.
03:14Nah itu salah satu dampak yang dirasakan oleh sekolah-sekolah yang ada di kota Pontianak.
03:20Demikian juga di Kuburaya, di beberapa kota seperti di Ketapang.
03:25Itu dampak.
03:26Nah untuk masalah dampak kesehatan yang dialami oleh warga,
03:30memang sampai hari ini kami belum mendapat data yang rinci dari Dinas Kesehatan.
03:35Memang di Kalimantan Barat ini, Dinas Kesehatan Provinsi adalah salah satu satgas yang membidangi pelayanan kesehatan di masyarakat.
03:45Tentu di setiap kabupaten dan kota juga ada posko-posko kesehatan.
03:49Jadi datanya masih belum tahu ya, Pak? Berapa yang terdampak soal kesehatan?
03:57Untuk data per orangnya, berapa orang itu sampai hari ini belum kami terima.
04:02Tetapi kalau kita lihat, misalnya pada hari ini di Kabupaten Kuburaya,
04:07itu rata-rata dalam satu desa itu yang pasti jumlahnya cukup banyak,
04:11ya terdampak dalam pengertian, terdampak dalam pengertian aktivitas mereka terganggu.
04:17Tetapi persoalan kesehatan ya ini masih relatif terkendali.
04:22Bagaimana, Pak, dengan penanganan kurban?
04:26Ya tentu kalau ada laporan dari pemerintah setempat,
04:31kita sudah mendorong pemerintah kabupaten dan kota melalui BPBD masing-masing,
04:36karena di semua BPBD itu ada posko penanganan darurat bencana asap,
04:40agar melakukan pendataan terhadap warga-warga yang terdampak.
04:44Tentu pemerintah tidak menutup mata.
04:47Kita harus melakukan pemberian pelayanan kesehatan yang maksimal kepada warga yang terdampak.
04:54Pemerintah tetap bertanggung jawab.
04:56Terakhir, Pak, apa imbauan kepada warga di situasi pekatnya asap Karhutlah hari-hari ini, Pak?
05:03Tentu kita berharap, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita masing-masing.
05:07Pemerintah sejujurnya kami katakan bahwa kebakaran hari ini yang terjadi pada umumnya mendekati pemukiman warga.
05:16Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi polisi bagi dirinya sendiri menjadi penting,
05:22agar Karhutlah ini bisa kita dicegah.
05:26Karena ini bukan tanggung jawab pemerintah semata,
05:28tetapi peran aktif masyarakat menjadi hal yang terpenting dalam penanggulangan.
05:32Baik, terima kasih Pak Daniel, Koordinator Harian Pusdalop PBB-PBD Provinsi Kalbar
05:38telah bergabung bersama kami di Kompas Malam.
Komentar

Dianjurkan