Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PAPUA PEGUNUNGAN, KOMPAS.TV - Hujan es mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Akibat hujan es, hasil pertanian warga berisiko gagal panen, sehingga mengancam ketersediaan pangan.

Hujan es ini berlangsung sekitar satu jam pada Kamis (27/8/2026) siang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menjelaskan, fenomena hujan ini karena topografi Lanny Jaya yang berada di dataran tinggi lebih dari tiga ribu meter.

Saat bersamaan, awan kumulonimbus masif muncul membawa suhu sangat dingin, sehingga memicu hujan es.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, sebab risiko hujan es cenderung meningkat saat musim kemarau.

Hujan es juga melanda Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, beberapa hari lalu.

Pada Rabu, 25 Agustus, Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari.

Ini jadi respons akibat hujan es dan pada saat bersamaan juga terjadi kebakaran hutan dan lahan, karhutla, di Kabupaten Puncak.

Pemkab Puncak mengungkap, hujan es dan karhutla telah meluas ke 25 distrik.

Sementara itu, ketersediaan air bersih menipis, sebab sejumlah sumber air pegunungan kering di musim kemarau.

Baca Juga Diduga Curi Kartu Kredit di Pesawat, WNA Tiongkok Ditangkap | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/687925/diduga-curi-kartu-kredit-di-pesawat-wna-tiongkok-ditangkap-berita-utama

#hujanes #papua #kemarau #bmkg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/687927/fenomena-hujan-es-di-lanny-jaya-papua-hasil-pertanian-berisiko-gagal-panen-sapa-malam
Transkrip
00:03Intro
00:06Kami ajak Anda ke wilayah Indonesia Timur
00:08Hujan es mengguyur sejumlah wilayah di Lani Jaya, Papua, Pegunungan
00:12Akibat hujan es ini, hasil pertanian warga berisiko gagal panen
00:16hingga mengancam ketersediaan pangat
00:22Hujan es ini berlangsung sekitar satu jam, kami siang
00:25Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika
00:28menjelaskan fenomena hujan ini
00:30karena topografi Lani Jaya yang berada di dataran tinggi lebih dari 3.000 meter
00:35Pada saat bersamaan, awan kumulonimbus masif muncul
00:39membawa suhu sangat dingin hingga memicu hujan es
00:43BMKG mengimbau masyarakat setempat tetap waspada
00:46sebab risiko hujan es cenderung meningkat saat musim kemarau ini
01:03di awan kumulonimbus yang sangat masif dengan suhu yang sangat dingin
01:07dimana butiran es tersebut saat turun ke atmosfer
01:11itu tidak sempat mencair menjadi hujan
01:13sehingga saat dia mencapai darat dengan ketinggian yang tinggi
01:16itu masih berbentuk butiran-butiran es
01:18di musim kemarau ini
01:20itu pemanasannya juga semakin meningkat
01:22jadi saat pagi hari
01:24penguapannya sangat cepat
01:26sehingga saat malam hari
01:27itu lebih cepat dingin
01:30jadi sehingga kondisi atmosfer di sekitar wilayah itu sangat dingin
01:33saat terjadi hujan
01:34dia hujan es yang turun itu
01:37tidak sempat mencair menjadi air
01:38sehingga dia berbentuk butiran-butiran es
01:46hujan es juga melanda Kabupaten Puncak, Papua Tengah beberapa hari lalu
01:50pada Rabu 25 Agustus
01:53pemerintah Kabupaten Puncak menetapkan
01:55status tanggap darurat bencana selama 14 hari
01:58ini jadi respons akibat hujan es
02:00dan pada saat bersamaan
02:02juga terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Puncak
02:05Pemkap Puncak mengungkap hujan es dan karhutlah
02:08telah meluas ke 25 distrik
02:11sementara itu
02:12ketersediaan air bersih menipis
02:14karena sejumlah sumber air pegunungan
02:16kering pada musim kemarau ini
02:18ini hutan manggur sedang dibakar
02:25dampak dari es ini
02:26semua tanaman warga
02:28ini kena es
02:31sehingga ketika
02:32musim kemarau atau matahari
02:35siang hari
02:36es mencair
02:38kemudian tanamannya kering
02:40kalau tanamannya sudah kering itu warga tidak bisa makan
02:43kemudian dampak dari
02:45kebakaran
02:47ini ada dua
02:49satu
02:50tanaman warga itu ikut terbakar
02:53pagar tanaman
02:54terus
02:55yang kedua
02:56honai-honai
02:56warga juga ikut terdampak
02:59terima kasih
02:59terima kasih
03:00selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan