Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pemerintah memulai komitmen penyediaan 500 ribu tenaga kerja terampil hingga 2029. Salah satunya dengan kick off SMK Go Global di Balai Diklat Industri Jakarta Timur.

Kick off SMK Go Global dilakukan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin.

Program itu merupakan langkah strategis pemerintah untuk memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia, di saat sejumlah negara di Eropa dan Asia justru kekurangan tenaga kerja akibat penuaan populasi.

Kondisi ini dinilai menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk menempatkan tenaga kerja terampil ke pasar internasional, melalui jalur resmi dan terlindungi.

Program SMK Go Global menjadi bagian rencana penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil. Dari jumlah ini, 300.000 peserta ditargetkan berasal dari lulusan SMK, sedangkan 200.000 sisanya dari pendaftar umum, termasuk lulusan SMA, diploma, hingga sarjana.

#lapanganpekerjaan #smkgoglobal #kickoff

Baca Juga Kepala BGN Sebut Sekolah Swasta Elit Tak Membutuhkan MBG | JMP di https://www.kompas.tv/nasional/687893/kepala-bgn-sebut-sekolah-swasta-elit-tak-membutuhkan-mbg-jmp



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687894/menteri-p2mi-program-smk-go-global-siapkan-500-ribu-tenaga-kerja-terampil-jmp
Transkrip
00:13Sampai jumpa di video selanjutnya.
00:30Di saat sejumlah negara di Eropa dan Asia justru kekurangan tenaga kerja akibat penuaan populasi.
00:39Kondisi ini dinilai menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk menempatkan tenaga kerja terampil ke pasar internasional melalui jalur resmi dan
00:49terlindungi.
00:50Program SMK Go Global menjadi bagian rencana penyiapan 500 ribu tenaga kerja terampil.
00:57Dari jumlah ini 300 ribu peserta ditargetkan berasal dari lulusan SMK, sedangkan 200 ribu sisanya dari pendaftar umum termasuk lulusan
01:09SMA, diploma, hingga sarjana.
01:15Ketika terjadi boros demografi, maka usia produktif kita sangat banyak dibandingkan dengan usia yang tidak produktif.
01:22Sementara di belahan negara lain, Eropa, Timur, Eropa Barat, dan beberapa negara Asia sudah mengalami fenomena hedging population atau penuaan
01:33yang besar.
01:34Ketika kita kelebihan tenaga produktif, negara lain juga kekurangan tenaga produktif.
01:42Sehingga inilah yang menjadi hubungan kerjasama antara Bapak Presiden dan beberapa negara selalu bertemu, disempatkan juga bicara soal bagaimana menempatkan
01:52pekerjaan pikiran Indonesia yang terampil,
01:54yang ski walker ke negara-negara yang membutuhkan.
01:58Ini sebagai bentuk kerjasama internasional yang dibangun oleh Bapak Presiden.
02:03Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan