00:23Ketika api dan asap memasuki habitatnya, orangutan tidak hanya menghadapi resiko kebakaran secara langsung,
00:28tetapi juga kehilangan sumber makanan dan tempat hidup.
00:32Pada Agustus 2026, ancaman tersebut kembali muncul seiring terjadinya karhutlah di sejumlah wilayah di Kalimantan.
00:38Lantas bagaimana nasib orangutan ketika habitatnya dikepung karhutlah?
00:42Halo, balik lagi bareng aku Tihitik di MTV Online segmen Serius Ini Hewan.
00:48Hingga 20 Agustus 2026, BNPB mencatat 1.487 titik panas di seluruh wilayah di Kalimantan.
00:55Sebanyak 767 titik berada di Kalimantan Tengah dan 560 titik di Kalimantan Barat.
01:00Sisanya tersebut di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
01:05Sejumlah titik panas mulai mendekati kawasan yang menjadi habitat orangutan.
01:08Di Kalimantan Tengah misalnya, kebakaran dilaporkan mulai mendekati pusat populasi orangutan di sekitar Taman Nasional, Sembangau, dan wilayah Pulau Pisang.
01:16Bagi orangutan yang hidup di dalam hutan, semakin dekatnya kebakaran berarti semakin besar gangguan terhadap ruang hidup mereka.
01:25Orangutan tidak harus terkena api secara langsung untuk terdampak karhutlah.
01:29Asap yang menyelimuti hutan dalam waktu lama juga dapat mengubah kondisi habitat mereka.
01:34Borneo Orangutan Survival Foundation menyebut periode asap yang panjang berkaitan dengan menurunnya peluang tanaman untuk berbunga dan berbuah.
01:41Padahal buah merupakan salah satu sumber makanan penting bagi orangutan.
01:45Ketika produksi buah menurun, orangutan harus mencari makanan di wilayah yang lebih luas.
01:49Dan dalam kondisi tertentu, hal ini dapat membuat mereka keluar dari kawasan hutan.
01:57Asap pekat dan berkurangnya makanan dapat membuat orangutan berpindah dari habitatnya.
02:01Mereka juga dapat bergerak menuju kawasan yang lebih terbuka, termasuk perkebunan atau wilayah yang berdekatan dengan pemukiman.
02:07Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah.
02:11Orangutan ditemukan berada di area perkebunan warga ketika habitat di sekitarnya terdampak asap dan kebakaran.
02:17Perpindahan ini membuat orangutan berada lebih dekat dengan aktivitas manusia dan berpotensi menimbulkan konflik satwa dengan masyarakat.
02:26Dampak karhutlah terhadap orangutan tidak berhenti pada kerusakan pohon.
02:30Ketika vegetasi terbakar atau tidak lagi menghasilkan buah secara optimal, ketersediaan makanan ikut berkurang.
02:36Menurut data dari pusat penelitian orangutan di Ituanan,
02:39semakin lama periode asap berlangsung, semakin kecil pula peluang tanaman di hutan untuk berbunga dan berbuah.
02:44Dengan demikian, meskipun orangutan berhasil menjauh dari api, mereka tetap dapat menghadapi persoalan setelah kebakaran,
02:50karena makanan di habitatnya pun berkurang.
02:55Dampak kebakaran dapat bertahan jauh lebih lama daripada api yang terlihat.
02:59Borneo Orangutan Survival Foundation mencatat asap yang berlangsung selama 2 hingga 3 bulan
03:03dapat berpengaruh terhadap ketersediaan makanan orangutan selama 6 hingga 7 bulan.
03:09Kerusakan pohon juga membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan.
03:12Satu pohon yang terbakar membutuhkan sedikitnya 15 tahun untuk dapat digantikan dengan kondisi yang memadai.
03:18Artinya, orangutan yang berhasil bertahan dari kebakaran masih harus menghadapi kondisi hutan yang belum sepenuhnya pulih.
03:24Di tengah kebakaran yang terjadi di jumlah wilayah di Kalimantan hingga saat ini belum ditemukan laporan orangutan mati akibat karhutlah.
03:30Tim Manggala Agni Ketapang menyebut orangutan memiliki kemampuan untuk mendeteksi keberadaan api
03:35dan menjauh sebelum kebakaran mencapai lokasi mereka.
03:38Namun tidak ditemukannya kematian langsung, bukan berarti karhutlah tidak berdampak pada orangutan.
03:43Kehilangan makanan, kerusakan habitat, dan perpindahan ke wilayah manusia tetap menjadi resiko yang perlu diperhatikan.
03:48Terima kasih telah menonton!
Komentar