00:03Kementerian Komunikasi dan Digital atau KomDigi meminta Apple dan Google untuk menghapus aplikasi bernama Hornet dari App Store dan Play
00:11Store di Indonesia.
00:12Apa sih sebenarnya aplikasi Hornet dan kenapa pemerintah meminta aplikasi ini dihapus?
00:17Halo, kembali lagi bersama aku Michelle di NTV & Lens.
00:21Aplikasi Hornet adalah platform sosial dan kencan digital yang ditujukan bagi komunitas gay.
00:27Aplikasi ini dirilis pada 2012 oleh perusahaan teknologi queer asal Los Angeles yang bernama Queer Networks Inc.
00:35Menurut keterangan di Play Store, Hornet telah diunduh lebih dari 100 juta kali di seluruh dunia.
00:41Lewat aplikasi ini, pengguna bisa membuat profil berinteraksi dengan pengguna lain hingga membangun koneksi secara digital.
00:49Hornet juga memiliki fitur sosial seperti chat dan live streaming.
00:53Lalu, apa sih alasan KomDigi untuk menghapus Hornet?
00:57Langkah ini diambil setelah KomDigi menerima aduan dari masyarakat mengenai aktivitas dan konten di platform Hornet yang dikaitkan dengan kampanye
01:06LGBTQ.
01:07Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital KomDigi, Alexander Sabar, menyebutkan setiap platform digital yang beroperasi di Indonesia harus mematuhi nilai, norma,
01:18dan ketentuan hukum yang berlaku.
01:20Namun, persoalannya ternyata bukan hanya soal konten.
01:25KomDigi juga menyoroti status Hornet di penyelenggara sistem elektronik atau PSE.
01:30Hornet sejak awal pun disebut tidak pernah mendaftarkan diri sebagai PSE di Indonesia.
01:35Sebagai tindak lanjut, KomDigi meminta Apple dan Google melakukan dialesting atau menghapus aplikasi Hornet dari App Store dan Play Store
01:44di Indonesia.
01:45KomDigi juga menyatakan akan terus mengawasi platform digital lainnya yang menyediakan layanan serupa apabila ditemukan adanya pelanggaran ketentuan yang berlaku.
01:56Langkah ini dilakukan pemerintah untuk memastikan platform digital yang beroperasi di Indonesia tetap mematuhi peraturan perundang-undangan.
02:06Nah, menurut kamu, apakah langkah ini merupakan langkah yang efektif untuk mengawasi perkembangan platform digital di Indonesia?
Komentar